Tukar Valas: Cara Paling Menguntungkan Tukar Rupiah ke Dollar atau Dollar ke Rupiah

Tukar Valas: Cara Paling Menguntungkan Tukar Rupiah ke Dollar atau Dollar ke Rupiah

Posted by

Tujuan semua bisnis, dengan nama atau bentuk apapun, adalah mencari keuntungan.

Namun cara untuk mencari keuntungan berbeda-beda, ada yang menggunakan cara yang baik tetapi ada juga yang menggunakan cara yang tidak baik.

Pada umumnya, keuntungan dari bisnis diperoleh dari 5 cara yaitu:

  • bersaing berusaha memberikan harga terbaik dan pelayananan yang memuaskan konsumen
  • melakukan monopoli
  • menipu konsumen
  • memanfaatkan perilaku “sok gengsi” dan “sok kaya” konsumen
  • memanfaatkan ketidaktahuan dan kebodohan konsumen

Kalau mencari keuntungan dengan cara bersaing memberikan harga terbaik dan pelayananan yang memuaskan bagi para konsumen tidaklah perlu dijelaskan lagi, banyak contoh yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan monopoli biasanya dilakukan oleh perusahaan milik negara, yang “katanya” untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat namun “faktanya” justru mencekik rakyat seperti contoh tarif listrik yang lama kelamaan makin membumbung tinggi tak terjangkau. :-D

Kemudian beberapa contoh berbisnis dengan menipu konsumen adalah:

Sedangkan contoh memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan perilaku “sok gengsi” dan “sok kaya” konsumen adalah membeli barang elektronik di supermarket atau hypermall. Konsumen yang “sok gengsi” dan tidak mau bersusah payah dengan gampangnya membeli televisi atau ponsel baru di supermarket atau hypermall. Padahal andaikan bersedia sedikit bersusah payah seperti membelinya di Glodok, Mangga Dua, atau Roxy maka untuk barang berjenis sama dan dengan jaminan purna jual yang sama dapat dihemat jutaan Rupiah karena di tempat-tempat seperti itu harganya jauh lebih murah.

Kemudian yang terakhir adalah memanfaatkan ketidaktahuan dan kebodohan konsumen dimana hal ini baru saya sadari ternyata terjadinya di pertukaran valuta asing (valas). :-D

Selama ini, transfer profit USD hasil trading forex dari broker langsung masuk ke dalam rekening bank USD atau Rupiah. Kalau merasa tidak terlalu butuh uang mendesak, maka dari broker langsung masuk rekening bank USD. Sedangkan kalau pas perlu, maka transfernya langsung masuk rekening Rupiah dimana oleh bank secara otomatis langsung dikonversi ke Rupiah.

Selama ini saya tidak terlalu pusingkan perihal nilai kurs-nya, toh yang penting diperoleh profit dan uangnya pun ditransfer oleh broker.

Nah, masalah baru timbul saat perlu menukarkan USD dalam jumlah besar misalnya senilai USD 100 ribu. Dengan jumlah sebesar ini maka mau tidak mau mulailah memperhatikan nilai kurs guna mencari cara paling menguntungkan untuk menukarkannya ke Rupiah.

Kalau jumlah yang ingin ditukarkan nilainya kecil, maka perbedaan selisih kurs tentu tidak akan terlalu signifikan bedanya. Tetapi kalau jumlahnya besar, wah… tentu saja bisa rugi besar kalau sampai salah langkah. :-D

Masalah-masalah yang akan timbul adalah sebagai berikut:

  • saat melakukan penarikan USD dari rekening bank
  • saat melakukan penukaran ke mata uang lain

 

Penarikan USD dari rekening bank

Perlu diketahui bahwa untuk melakukan penarikan dari rekening USD terdapat 3 cara yaitu:

  • Transfer ke rekening Rupiah
  • Transfer ke rekening USD
  • Tarik tunai

Transfer USD ke rekening Rupiah atau Rupiah ke rekening USD dalam satu bank biayanya tidak mahal karena bank telah mengambil keuntungan dari selisih kurs. Penjelasan perihal nilai kurs yang diberlakukan oleh bank akan dijelaskan lebih lanjut di bagian bawah artikel ini.

Sedangkan kalau transfer ke rekening USD akan dikenakan biaya sebesar: USD 25 + USD 4 + provisi 0,125%

Anggap saja yang akan ditransfer jumlahnya USD 100 ribu maka perhitungan biayanya adalah sebesar: USD 25 + USD 4 + ( USD 100 ribu x 0,125% ) = USD 154

Misalnya kurs Rp 11.500 maka USD 154 = Rp 1.771.000,-

Nah, cukup lumayan mahal khan biaya transfernya. :-D

Namun biaya transfer ini masih lebih murah kalau dibandingkan bila dilakukan penarikan tunai.

Istilah bank kalau menarik tunai dalam bentuk USD adalah bank notes, yang artinya pihak bank memberikan fisik uang USD. Saat Anda ingin menarik tunai, biasanya pihak bank akan bertanya apakah ditarik dalam bentuk Rupiah atau bank notes. Kalau Anda menjawab bank notes, maka yang diberikan oleh bank adalah fisik uang Dollar.

Namun waspadai kalau menarik fisik uang dollar (atau istilah bank: menarik bank notes) karena pecahan uang 100 dollar memiliki 2 jenis yaitu pecahan baru dan pecahan lama sebagaimana terlihat dalam gambar dibawah ini:

 

100_old

 

 

100-dolares-Nuevo-billete-de-100-dólares-entrará-en-circulación

 

Gambar paling atas adalah pecahan lama dimana warnanya lebih keabu-abuan dan tulisan angka 100 semuanya horizontal. Sedangkan gambar paling bawah adalah pecahan baru dimana warnanya cenderung kehijau-hijauan dan terdapat angka 100 besar yang ditulis vertikal.

Teliti baik-baik semua uang dollar yang diterima agar Anda tidak menyesal kemudian dikarenakan kadang kala ada bank yang nakal dimana sengaja menyelipkan pecahan lama atau uang yang lecek dan kotor diantara pecahan baru yang Anda terima. Selalu upayakan untuk memperoleh pecahan baru, tidak lecek, dan tidak kotor dikarenakan bisa-bisa nanti saat ditukarkan ke Rupiah akan turun nilainya.

 

1314Content banner Xtra Valas

 

Meneliti semua uang sangat penting dilakukan karena nanti saat Anda menukarkan kembali dollar tersebut maka oleh bank atau money changer akan dilakukan penelitian ulang dimana kalau ternyata masih berupa pecahan lama atau ternyata uangnya lecek dan kotor maka nilai tukarnya pun menjadi lebih rendah.

 

Tidak seperti halnya tabungan Rupiah dimana bisa ditarik dalam jumlah berapapun sesukanya tanpa ada tambahan biaya, tabungan USD ternyata memiliki perlakuan berbeda. Hampir semua bank mengenakan biaya yang dinamakan provisi kalau dilakukan penarikan USD dalam jumlah besar melebihi limit yang ditentukan.

Sebagai gambaran, berikut limit penarikan USD di beberapa bank:
– Danamon USD 5 ribu per hari
– Panin USD 10 ribu per bulan
– Mandiri USD 20 ribu per bulan

Bila dilakukan penarikan melebihi limit maka dikenakan biaya provisi cukup mahal yaitu sebesar 0,50%.

Oleh karenanya sebelum Anda membuka tabungan USD, ada baiknya kalau terlebih dahulu dipastikan berapa besar biaya adminstrasi bulanannya, berapa limit penarikannya, dan berapa besar biaya provisi kalau penarikan melebihi limit. Jangan sampai Anda terlanjur membuka rekening namun saat ditarik malah kerepotan sendiri akibat mahalnya biaya provisi. :)

Bila dilakukan penarikan tunai dalam jumlah besar misalnya USD 100 ribu dan sebagai contohnya adalah digunakan rekening USD di Mandiri dengan limit USD 20 ribu per bulan maka perhitungan biaya provisinya adalah sebagai berikut: ( USD 100 ribu – USD 20 ribu ) x 0,50% = USD 400

Anggap saja nilai tukar USD saat ini adalah Rp 11.500 maka: USD 400 x Rp 11.500 = Rp 4.600.000,-

Nah, lumayan besar khan kerugian yang akan kita alami, demi mengambil uang milik sendiri malah harus bayar biaya semahal itu. :-D

Dengan biaya provisi semahal itu, tentu lebih bijak kalau memilih bank yang menerapkan limit harian daripada memilih bank yang menerapkan limit bulanan.

Misalnya Danamon yang menerapkan limit USD 5000 ribu per hari maka dengan asumsi 1 bulan adalah 25 hari kerja maka dapat ditarik sejumlah USD 125 ribu tanpa biaya provisi apapun, atau 6,25 kali lipat dibandingkan limit Mandiri, atau 12,5 kali lipat dibandingkan limit Panin. Bayangkan kalau 6,5 kali lipat atau 12,5 kali lipat tersebut dikalikan dengan biaya provisi 0,5%, tentu hasilnya sangat lumayan mahal. :-D

Sebagai tambahan pertimbangan, saat ini tingkat suku bunga simpanan Dollar sangatlah kecil yaitu berkisar 0,25% per tahun sesuai kebijakan Bank Sentral Amerika (Federal Reserve).

Sehingga kalau menyimpan USD 100 ribu maka penghasilan bunga 0,25% yang akan diperoleh pada tahun depan hanyalah USD 250 atau Rp 2.875.000,-

Itu pun kalau bunganya 0,25% padahal faktanya bunga yang diperoleh bisa saja jauh lebih kecil lagi. :-D

 

simapanan

 

Nanti akhirnya, bukannya untung karena memperoleh penghasilan bunga tetapi justru buntung karena malah rugi akibat harus menanggung biaya provisi penarikan yang sangat mahal. :-D

Dalam kalimat yang lebih sederhana, hanya akibat ketidaktahuan nasabah perihal adanya biaya provisi saat penarikan maka bank akhirnya dapat memperoleh keuntungan yang lumayan besar tanpa harus bersusah payah. :)

Oleh karenanya tidak sebanding kalau disimpan di bank kemudian saat ditarik dikenakan biaya provisi yang sangat mahal. Mending disimpan di rumah atau di safe deposit box saja, jauh lebih murah karena tidak akan pernah ada biaya provisi penarikan. :))

 

Penukaran ke mata uang lain

Menukarkan Rupiah ke mata uang lain atau sebaliknya menukarkan USD atau mata uang lain ke Rupiah dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:

  • Menukarkan ke bank
  • Menukarkan ke money changer

Namun jangan sembarangan melakukan penukaran kalau ingin memperoleh keuntungan maksimal dikarenakan tiap tempat penukaran menerapkan kurs yang berbeda-beda, mulai dari yang paling menguntungkan sampai yang paling merugikan.

Dalam era teknologi informasi saat ini, melakukan pembandingan kurs dari berbagai tempat penukaran menjadi jauh lebih mudah dan dapat dilakukan dengan sangat cepat via internet.

Internet seharusnya menghilangkan kebodohan dan ketidaktahuan karena segala macam informasi dapat langsung diperoleh, namun rupa-rupanya masih banyak yang belum memanfaatkannya secara maksimal sehingga masih saja dapat dibodohi sehingga akhirnya membeli sesuatu dengan harga yang jauh lebih mahal daripada sewajarnya.

Sekedar tips, kalau Anda ingin membeli sesuatu ada baiknya melakukan Googling terlebih dahulu melakukan pembandingan berapakah harganya yang wajar serta membaca review-nya perihal bagus tidak kualitasnya.

Sehingga saat Anda nantinya berkeliling di Mangga Dua atau Glodok (kalau Anda kurang menyukai berbelanja online :-D ), Anda sudah tahu berapa harga wajarnya serta bagaimana kualitasnya. Dengan demikian maka Anda tidak akan dibodohi oleh penjual dan harus membayar lebih mahal daripada yang seharusnya.

Tentunya kalau semua pembeli sudah pintar-pintar semuanya maka tidak ada lagi toko yang berani menjual lebih mahal karena sudah tidak bisa lagi melakukan pembodohan kepada para pembelinya. :)

Cara seperti ini juga dapat dilakukan untuk melakukan jual beli valuta asing, sehingga nanti akhirnya diperoleh yang paling menguntungkan.

Namun karena nilai tukar mata uang selalu berubah setiap saat sesuai dengan pergerakan market, maka diperlukan sebuah patokan perihal berapakah nilai tukar seharusnya saat ini. Sehingga dengan demikian diketahui nilai tukar yang seharusnya.

Pergerakan nilai Rupiah sama saja dengan pergerakan mata uang dunia lainnya yaitu bergerak 24 jam penuh mulai Senin s.d. Jumat dan libur pada Sabtu Minggu.

Patokan yang dapat digunakan untuk memantau pergerakan mata uang Rupiah secara real time adalah yang disediakan oleh situs investing.com yaitu USD/IDR Chart.

 

investing-1

 

Bahkan situs investing.com juga menyediakan aplikasi Android, sehingga pemantauan nilai tukar valuta asing dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun menggunakan ponsel.

 

investing-2

 

Namun kalau Anda ingin melakukan analisa pergerakan Rupiah menggunakan Metatrader 4 (MT4), maka dapat dilakukan dengan menggunakan demo account yang diberikan oleh broker Instaforex.

Sangat sulit untuk mencari broker MT4 yang menyediakan chart USD/IDR pada demo acount-nya, namun terima kasih kepada Pak Irfansyah yang telah berkenan memberitahu hal ini. :)

 

insta-1

 

insta-2

 

Akan tetapi pergerakan Rupiah pada broker Instaforex tidaklah real time, terdapat jeda waktu. Pergerakan harga sesungguhnya secara real time hanya diberikan oleh situs investing.com. Namun apa yang diberikan oleh broker Instaforex sudah cukup memadai kalau digunakan hanya untuk melakukan analisa arah trend. :)

Setelah patokan harga diperoleh maka dilakukanlah tahap pembadingan yaitu membandingkan nilai tukar sesungguhnya yang terjadi di market menggunakan chart situs investing com dengan nilai tukar yang diberlakukan oleh berbagai bank dan money changer.

Berikut dibawah ini adalah link dari berbagai bank yang mencantumkan nilai tukar valuta asing yang berlaku:

Terlihat dari banyaknya link diatas, hampir semua bank menyediakan pemantauan nilai tukar valuta asing di situs resminya. Hal ini kebalikan dari money changer, dimana justru sangat jarang money changer yang menyediakan pemantauan nilai tukar valuta asing di website resminya sehingga menyulitkan untuk dilakukan pemantauan.

Meski demikian, akhirnya diperoleh 2 tempat money changer yang menyediakan pemantauan nilai tukar valuta asing di website resminya dimana perubahan data nilai tukar dilakukan periodik setiap jam.

Terlihat website 2 money changer tersebut mirip satu sama lain, meski lokasinya berbeda yaitu yang satu berada di Jakarta sedangkan satunya lagi berada di Bandung. Mungkin pemiliknya sama, namun sepertinya manajemennya berbeda dikarenakan selama pemantauan dilakukan, yang Jakarta selalu rutin melakukan perubahan data sesuai pergerakan market tiap jamnya sedangkan yang di Bandung tidak selalu.

 

gmc

 

vip

 

Namun bijak-bijaklah dalam melakukan pemilihan money changer dikarenakan tidak semuanya memiliki reputasi yang baik, sebagai contohnya adalah: Bisnis Curang ala Money Changer.

Mungkin akibat hal-hal seperti inilah akhirnya menjadikan kapok untuk menukarkan uang ke money changer dan lebih memilih menukarkan di bank. :-D

Namun 2 tempat money changer diatas menjalankan bisnisnya dengan sangat profesional dikarenakan Anda tidak perlu membawa uang tunai demi keamanan. Demikian pula setelah nantinya ditukarkan, juga tidak perlu membawa uang tunai karena seluruh transaksi dapat dilakukan dengan cara transfer bank. Untuk lebih jelasnya baca disini: Metode Pembayaran dan Transfer di Muka.

Bagi yang bukan pembaca setia situs ini, mungkin akan beranggapan bahwa artikel ini ditujukan untuk mempromosikan money changer.

Namun sejujurnya artikel ini sama sekali bukan untuk mempromosikan money changer, akan tetapi lebih ditujukan agar tidak ada lagi keuntungan yang diperoleh dari pembodohan dan ketidaktahuan dengan cara membuat diri Anda menjadi jauh lebih pintar dan lebih paham perihal seluk beluk penukaran valuta asing setelah nantinya selesai membaca artikel ini. :)

Anda dipersilahkan memilih money changer apapun untuk melakukan transaksi, namun selalu gunakan prinsip maupun cara-cara yang telah diajarkan dalam artikel ini.

Karena kalau konsumen sudah pintar-pintar semua, tentunya keuntungan bisnis hanya dapat diperoleh dari adanya persaingan harga dan persaingan pelayanan. Nah, kalau seperti ini terjadi maka tentunya para konsumen pula yang akan lebih diuntungkan. :)

 

Nilai Tukar

Pada umumnya bank menerapkan 2 jenis nilai tukar yaitu nilai tukar transfer dan nilai tukar bank notes. Terkecuali BCA, disamping 2 jenis nilai tukar tersebut juga menerapkan 1 nilai tukar tambahan yang dinamakan nilai tukar counter.

 

BCA 5-24-2014 8-40-42 AM

 

Terlihat dari gambar diatas, terdapat 3 jenis nilai tukar yaitu:

  • Bank Notes
  • e-Rate
  • TT Counter

Bank Notes adalah nilai tukar yang digunakan kalau terdapat transaksi jual beli uang secara fisik. Misalnya si Badu ingin menjual uang Dollar miliknya, maka saat datang ke bank akan digunakan nilai tukar Bank Notes sebagai konversinya. Kalau Badu menjual Dollar maka bank akan menggunakan nilai tukar Beli (karena bank membeli dari Badu), sebaliknya kalau Badu ingin membeli uang dollar secara fisik maka bank akan menggunakan kurs jual (karena bank menjual kepada Badu).

E-Rate adalah nilai tukar yang digunakan kalau pemilik rekening melakukan transaksi secara online, misalnya membeli tiket pesawat ke Singapore secara online dimana harga tiketnya dalam bentuk mata uang asing. Saat dilakukan pembayaran maka Rupiah dari pemilik rekening akan dikonversi menggunakan nilai tukar e-Rate.

Sedangkan TT Counter adalah nilai tukar untuk transaksi transfer yang dilakukan langsung via counter kasir. Misalnya datang ke kantor cabang terdekat untuk melakukan transfer ke rekening USD teman dimana uang yang akan ditransfer ternyata masih dalam Rupiah, maka digunakanlah nilai tukar TT Counter ini untuk melakukan konversi.

Penamaan e-Rate dan TT Counter ini hanya terdapat di BCA. Sedangkan pada bank lain, e-Rate dan TT Counter digabung menjadi satu dengan nama Kurs TT (atau kurs transfer), seperti terlihat dalam gambar dibawah ini:

 

bii

 

Namun pada website bank lain, pada umumnya hanya menampilkan 1 nilai tukar saja seperti dibawah ini:

 

danamon

 

panin

 

Oleh karenanya jangan keburu senang dahulu kalau pada website bank menampilkan nilai tukar yang sangat tinggi melebihi bank-bank lain. Dikarenakan nilai tukar pada gambar diatas hanyalah nilai tukar kalau dilakukan transfer dari Rupiah ke mata uang asing lainnya. Sedangkan untuk nilai tukar bank notes tidak ditampilkan, yang menampilkan secara jelas hanyalah BCA dan BII.

Kalau Anda datang ke bank lain (selain BCA dan BII) untuk menukarkan bank notes (menukarkan uang Dollar fisik), maka bank biasanya akan memberlakukan kurs yang lebih rendah daripada Kurs yang tercantum di website-nya.

Dari pengalaman berkeliling bertanya-tanya ke berbagai bank kemarin, rata-rata bank menerapkan potongan sebesar 20 point (Rp 20,-), bahkan ada bank yang menerapkan potongan sampai 50 point (Rp 50,-) lebih rendah. Kalau jumlah yang ingin ditukar sedikit, tentunya potongan tersebut tidak jadi masalah. Namun kalau jumlah yang ingin ditukar besar, wah…bisa jutaan Rupiah kerugiannya.

Yang lebih lucu lagi, sewaktu bertanya ke salah satu bank yang memberikan kurs tertinggi, malah ditolak untuk menjual Dollar. Alasannya karena sudah banyak nasabah lain yang menjual Dollar sehingga mereka tidak menerima lagi kalau ada yang ingin jual Dollar. Wah… sangat konyol khan, bank kok malah nolak jual beli valas. :))

Kemudian ada juga bank yang hanya mau membeli Dollar dengan nomor seri tertentu. Kalau yang dijual nomor seri lain maka tidak dilayani. Sangat aneh khan… :-D

Dengan kata lain, kalau membeli atau menjual bank notes di bank akan lebih merugikan daripada kalau dilakukan di money changer dikarenakan bank selalu memberlakukan kurs yang jauh lebih rendah. :)

Oleh karenanya, kalau Anda ingin tetap menukarkan ke bank, tanya terlebih dahulu perihal potongan yang diberlakukan agar Anda tidak menyesal kemudian.

Selain itu selama proses pemantauan kemarin, ada hal lain yang sangat menarik yaitu pada saat Rupiah menguat maka seluruh bank maupun money changer sangat “rajin” melakukan update kurs di website-nya. Bahkan dalam beberapa jam sekali selalu dilakukan update data kurs. Namun begitu kondisi Rupiah melemah, tiba-tiba nilai kurs di website-nya tidak lagi terupdate sesering sebelumnya. :))

Bahkan ada juga bank yang tidak melakukan update nilai tukarnya sampai berhari-hari lamanya seperti gambar dibawah ini:

 

mega

 

Semua bank maupun money changer melakukan update terakhir tanggal 23 Mei 2014, namun bank yang satu ini update terakhirnya malah tanggal 8 mei 2014 atau sejak 2 minggu lalu sama sekali tidak pernah dilakukan update.

Bahkan saat datang sendiri ke kantor cabang sebuah bank untuk bertanya-tanya, ternyata papan tampilan nilai kurs yang biasanya selalu nyala menampilkan nilai tukar terkini malah mati sehingga satu-satunya cara untuk mengetahui nilai tukar hanya dengan bertanya ke customer service dan itupun nilainya jauh lebih rendah daripada harga yang ditunjukkan oleh situs investing.com.

Selain ketahuan banget ingin cari untung dengan cara pembodohan yaitu dengan cara tidak menampilkan informasi yang sesungguhnya, juga ketahuan kalau bank tidak begitu paham tentang trading valas. :-D

Perlu diketahui bahwa dalam trading valas segala sesuatunya bergantung pada trend.

Kalau terjadi up trend dimana Rupiah melemah maka tidak masalah kalau membeli atau menjual USD dengan harga tinggi. Karena kalau trend tetap bergerak up trend maka nilai tukar yang terjadi besok maupun hari-hari selanjutnya akan makin meninggi dikarenakan pergerakan harga cenderung mengarah ke atas terus menerus sampai nantinya trend berubah arah.

Namun bank maupun money changer sepertinya ingin menggunakan cara gampang yaitu matikan saja papan tampilan atau tidak rutin melakukan update kurs pada website-nya. Sehingga dengan cara demikian maka beli Rupiah maupun jual USD tetap dapat dilakukan pada harga yang murah karena tidak mengikuti pergerakan harga yang sebenarnya terjadi. Toh dengan cara gampang-gampangan seperti ini saja, masih banyak kok untung yang diperoleh karena masih banyak nasabah yang tidak paham. :))

 

Pembandingan Nilai Tukar

Sebagaimana telah dijelaskan diatas, bank pada umumnya mengenakan potongan 20 – 50 point kalau membeli bank notes. Sedangkan money changer tidak memberlakukan potongan apapun, sehingga nilai belinya selalu sesuai dengan yang tercantum.

Kalau Anda sudah memiliki uang dollar fisik (bank notes) dan ingin menukarkan ke Rupiah atau mata uang lainnya, berikut dibawah ini adalah nilai Beli dari berbagai bank dan 2 money changer (VIP dan GMC) diurutkan berdasarkan nilai beli yang paling menguntungkan.

 

banding-1

 

Karena hanya BCA dan BII yang mencantumkan nilai tukar bank notes, maka untuk bank lain digunakan asumsi nilai belinya adalah sama dengan Kurs Beli DIKURANGI 20 point. Seperti contohnya adalah Panin yang pada website-nya tertulis Kurs Beli Rp 11.600,- maka dengan asumsi kalau beli bank notes dipotong Rp 20 maka nilai beli bank notes menjadi Rp 11.580,-

Namun yang perlu diingat, potongan Rp 20 hanyalah sekedar asumsi. Kalau Anda benar-benar ingin menukarkan bank notes maka sebaiknya tanyakan dahulu ke bank pilihan Anda berapa besar potongan yang diberlakukan agar Anda tidak menyesal kemudian. Karena dari hasil survey ke berbagai bank, ada beberapa bank yang mengenakan potongan lebih dari Rp 20, bahkan ada yang mencapai Rp 50 per dollar-nya. Sehingga Panin yang memiliki nilai Beli tertinggi dibandingkan lainnya belum tentu memberikan nilai setinggi itu, kalau ternyata potongannya lebih dari Rp 20.

Namun perhitungan diatas juga memperlihatkan bahwa menukarkan Dollar ke Money Changer lebih menguntungkan karena memberikan nilai Beli yang lebih tinggi.

Sedangkan kalau Anda ingin membeli uang dollar fisik (bank notes) maka berikut dibawah ini adalah nilai Jual dari berbagai bank dan 2 money changer (VIP dan GMC) diurutkan berdasarkan nilai Jual yang paling menguntungkan.

 

banding-2

 

Karena hanya BCA dan BII yang mencantumkan nilai tukar bank notes, maka untuk bank lain digunakan asumsi nilai Jualnya adalah sama dengan Kurs Jual DITAMBAH 20 point.

Meski Bukopin memberikan nilai Jual tertinggi, tetapi jangan yakini dahulu karena kalau diperhatikan jam update data terlihat kalau update data dilakukan pada pagi hari dan setelah itu sama sekali tidak dimutahirkan. Sehingga ada baiknya bertanya terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

Demikian pula dengan money changer GMC dan bank Danamon, yang juga terlambat melakukan update data nilai kurs-nya. Yang menarik adalah money changer VIP dimana selalu konsisten melakukan update data tiap jamnya.

Selanjutnya kalau dilakukan perhitungan spread yaitu selisih antara nilai Jual dan nilai Beli Bank Notes diurutkan dari yang terendah:

 

spread

 

Terlihat bahwa money changer cenderung tidaklah terlalu serakah karena hanya “mengutip” keuntungan yang jauh lebih sedikit yang terbukti dari selisih nilai jual dan nilai beli bank notes-nya jauh lebih kecil daripada yang lainnya.

Dari 3 buah perhitungan diatas akhirnya dapat disimpulkan bahwa:

  • Menukarkan ke money changer VIP memberikan hasil yang lebih menguntungkan dan lebih pasti dikarenakan nilai tukarnya selalu mengikuti pergerakan market
  • Namun kalau disekitar tempat tinggal Anda tidak terdapat money changer yang terpercaya, maka sebaiknya menukarkan ke Danamon karena dari 3 perhitungan diatas terlihat hanya Danamon yang konsisten memberikan nilai Beli, nilai Jual, maupun spread yang paling menguntungkan
  • Kalau sering menerima Dollar seperti hasil profit dari trading, maka gunakan rekening Rupiah di bank yang selalu konsisten memberikan nilai tukar paling menguntungkan untuk meminimalkan kerugian akibat perbedaan selisih kurs

Berbekal hasil survey diatas dan juga karena adanya kebutuhan mendesak untuk segera menukarkan Dollar maka berangkatlah saya ke VIP Money Changer. Saat berangkat pun dipilih “timing” yang tepat yaitu pada saat kondisi market sedang melaju ke atas.

Karena dengan cara demikian, meski harus lama menunggu karena ngantri dan karena harus dicek satu per satu fisik dollar-nya, namun di sisi lain nilai kurs selalu meningkat naik. Perlu diingat, VIP selalu melakukan perubahan nilai kurs tiap jamnya. Sehingga dengan menggunakan cara ini maka pada saat dilakukan transaksi, Anda memperoleh nilai kurs yang lebih tinggi daripada kurs saat berangkat dari rumah (karena kondisi market sedang melaju ke atas) dan bukan nilai kurs yang lebih rendah. :)

Pelayanan disana pun sangat professional, seperti layaknya pelayanan bank. Bahkan saat memperhatikan orang sebelah yang sedang menukarkan uangnya ke mata uang lain, VIP ternyata sampai menyediakan uang koin dan tidak hanya uang kertas semata.

Bahkan kemarin saat menukar Dollar masih diberi bonus 1 point per dollar-nya karena fisik uang dollar-nya dianggap sangat baik dikarenakan nomor serinya berurutan. Pulang dari sana pun tidak perlu khawatir dirampok karena seluruh hasil penukaran ditransfer via bank.

Akhir kata, semoga setelah membaca artikel ini Anda dapat memperoleh keuntungan maksimal karena sekarang sudah jauh lebih paham perihal seluk beluk penukaran valuta asing daripada sebelumnya.

Karena dari pengalaman selama ini melakukan Googling, hampir tidak ada satupun informasi yang jelas, lengkap, dan sangat detil perihal seluk beluk penukaran valuta asing. Umumnya hanya informasi sepotong-sepotong tidak lengkap, tidak detil, dan cenderung bersifat subyektif. Sehingga dengan adanya artikel ini maka mungkin nantinya akan menjadi satu-satunya artikel dan satu-satunya sumber informasi yang menjelaskan secara lengkap, gamblang, serta sangat mendalam perihal seluk beluk penukaran valuta asing di negeri ini.

Jangankan menjelaskan sampai detil, istilah bank notes saja nyaris sama sekali tidak ada informasi yang menjelaskan secara gamblang. Sehingga bagi yang tidak paham maka akan berpersepsi kalau bank notes itu adalah “catatan bank” :-D Padahal bukan itu, bank notes adalah istilah bank kalau yang ingin diambil atau yang ingin ditukar adalah uang dollar secara fisik.

Oleh karenanya, Anda dipersilahkan memilih bank atau money changer apapun untuk melakukan transaksi, namun selalu gunakan prinsip maupun cara-cara yang telah diajarkan dalam artikel ini agar diperoleh keuntungan maksimal bagi diri Anda sendiri (namun kalau ingin berbagi untung dengan saya, juga boleh kok :-D ).

Semoga dengan adanya artikel ini, para penukar Dollar menjadi lebih pintar sehingga tidak ada lagi keuntungan yang diperoleh dari pembodohan dan ketidaktahuan. :)

 

3 Comments

  1. Apresiasi untuk artikelnya. Sangat membantu. Terima kasih.

  2. mau tanya pak, kalau ke money changer untuk jual rupiah beli dolar, apakah ada peraturan yang membatasi frekuensi pertukaran bila perorangan?
    misalkan pagi beli usd, sore jual usd, setiap hari seperti itu, apakah ada peraturan yang melarangnya karena terlalu sering dan dikhawatirkan bisa membuat guncangan rupiah?

    • Pak David, tiap money changer memiliki peraturan yang berbeda satu sama lain, tentunya yang lebih tepat menjawab pertanyaan Pak David adalah money changer yang bersangkutan. :)

      Namun setahu saya dan juga tertulis di peraturan money changer VIP maupun GMC (silahkan baca disini: Membeli Lebih dari USD 100,000?): “Apabila Anda membeli mata uang dengan jumlah lebih besar dari USD 100,000 atau ekuivalen di seluruh perbankan Indonesia dalam satu bulan kalender, Bank Indonesia mengharuskan Anda untuk melampirkan alasan pembelian (underlying transaction) seperti: bukti tagihan, invoice, dll. Peraturan ini efektif 1 Mei 2013 berdasarkan surat edaran BI nomor 15/3/DPM/2013.”

      Peraturan ini pun berlaku di bank yang juga mengharuskan bukti tagihan, invoice, dll kalau nilai transaksinya melebihi USD $100 ribu. Namun perbedaannya, kalau di bank setiap melakukan transaksi USD diwajibkan untuk menandatangani surat pernyataan meskipun nilainya dibawah $100 ribu, sedangkan di money changer tidak, cukup hanya menunjukkan KTP (terkecuali kalau nanti dalam 1 bulan melebihi USD $100 ribu barulah diwajibkan untuk melampirkan bukti tagihan, invoice, dll).

      Dari penjelasan diatas terlihat jelas bahwa tujuan diberlakukan peraturan tersebut adalah untuk membatasi pembelian USD (dengan kata lain: membatasi penjualan Rupiah :-D ), namun kalau ada bukti tagihan (yang artinya harus ada pembelian barang atau pembayaran jasa yang jelas) maka tidak dilarang untuk melakukan pembelian USD dalam jumlah besar. Sedangkan tujuan Pak David adalah melakukan trading (yang sudah pasti tidak ada bukti tagihan atau invoice) maka tetap saja dapat dilakukan namun usahakan totalnya jangan melebihi USD100 ribu dalam 1 bulan. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)