Scalping Tutorial

Scalping Tutorial

Posted by

Assalamu’alaykum pa anton,

bagaimana khabarnya..

saya walapun tidak pernah komen, tapi saya tiap hari sampai 5 kali selalu buka http://ayotradefx.com/ untuk membuka artikel baru, belajar candel, bagaimana supaya candel sederhana dsb… tetapi saya belum menemukan satu artikel yang ngebahas scalping, baru hanya videonya aja dan itupun kurang jelas,

kiranya pa anton mau membuat artikel scalping beserta tekhniknya… karena tipe trader seperti saya adalah scalping.. saya lagi belajar demo scalping..

https://www.myfxbook.com/portfolio/msamuti-scalping/325334,

terima kasih atas waktunya dan kiranya mau berbagi..

salam hangat dan do’a selalu untuk kesehatan pa anton..

terima kasih sebelumnya..

wassalam,
mochamad samuti

 


 

Wa ‘alaikum salam… Pak Samuti,

Teknik scalping itu sangatlah banyak Pak Samuti. Macam-macam indikator yang dapat digunakan untuk keperluan ini.

Di situs lain pun banyak sekali macam-macam strategi, mulai dari scalping, hedging, basket trading, dll
Silahkan Pak Samuti cari saja teknik yang paling cocok di forexfactory.com, forex-tsd.com, atau forexstrategiesresources.com

Sengaja saya tidak pernah membahas satu strategi tertentu dikarenakan saya meyakini bahwa tiap orang selalu memiliki teknik yang paling cocok untuk dirinya. Dimana teknik ini belum tentu cocok bila digunakan oleh orang lain.

Oleh karenanya, yang dibahas di situs ini hanyalah prinsip-prinsipnya saja dan bukan satu strategi tertentu.

Demikian Pak Samuti.

 


 

Perlu dipahami bahwa mengajarkan trading dapat diperumpamakan seperti halnya mengajarkan naik sepeda atau berenang.

Yang dapat diajarkan hanyalah prinsip, sedangkan detilnya baru diketahui setelah yang bersangkutan mencobanya sendiri. :-D

Meskipun Anda telah membaca ratusan buku atau menonton video puluhan jam perihal belajar berenang, Anda tidak akan pernah bisa berenang kalau belum mencobanya sendiri dan kemudian akhirnya berhasil mengapung di air.

Itupun setelah timbul tenggelam, gelagapan, serta meminum berliter-liter air kolam renang terlebih dahulu :))

Berhasil mengapung di air hanyalah sekedar langkah awal, dikarenakan setelahnya harus belajar lagi bagaimana caranya berenang dengan baik.

Contoh diatas menunjukkan bahwa berhasil atau tidaknya Anda untuk menjadi perenang, bukanlah tergantung pada gurunya. Tetapi tergantung pada kemauan Anda sendiri untuk mengatasi rasa takut tenggelam dan upaya keras yang Anda lakukan.

Sedetil apapun guru menjelaskan teknik berenang yang baik, tetapi kalau Anda sendiri belum paham bagaimana cara mengapung di air, maka tidak akan pernah bisa memahaminya.

Sama halnya dengan mengajarkan naik sepeda, coba kalau seandainya Anda menjadi gurunya, bagaimana caranya menjelaskan keseimbangan? Bingung khan :))

Paling yang bisa Anda lakukan adalah menjelaskan prinsip-prinsipnya saja, mencontohkan caranya, dan kemudian meminta yang bersangkutan untuk mencobanya sendiri.

Nah, pada saat mencoba barulah yang bersangkutan perlahan-lahan mulai paham apa yang dimaksud perlunya keseimbangan dan sakitnya gravitasi. :))

Apalagi mengajarkan trading, yang jauh lebih kompleks daripada belajar naik sepeda atau berenang.

Oleh karenanya, sedetil apapun saya menjelaskannya, akan sia-sia belaka bila Anda belum paham “keseimbangan” dalam trading.

Anda harus tekun berlatih, terlebih dahulu harus mengalami “tenggelam” atau “jatuh” berkali-kali, sampai akhirnya dengan sendirinya menemukan yang dinamakan “keseimbangan”.

Tentunya sebelum “keseimbangan” tersebut belum diperoleh dalam diri, maka sangat sulit untuk mengajarkan bagaimana caranya melakukan zig zag menggunakan sepeda (scalping) atau ngebut kencang di jalan berliku (trend trading). Atau mengajarkan berenang gaya kupu-kupu padahal mengambang saja belum bisa.

Selain itu, seandainya nantinya “keseimbangan” telah diperoleh, belum tentu juga akan menyukai gaya kupu-kupu untuk berenang. Setiap orang memiliki cara dan selera sendiri, ada yang menyukai gaya bebas, ada juga yang lebih menyukai gaya katak.

Demikian pula dalam trading, terdapat 1001 cara untuk memperoleh profit, mulai cara “bodo-bodoan” dengan menggunakan hedging, basket trading, deviation trading (No Trend Strategy), sampai cara yang canggih yaitu menggunakan EA.

Oleh karenanya, saya tidak pernah membahas secara spesifik sebuah strategi tertentu dan kemudian mengatakan bahwa strategi yang ini atau yang itu adalah yang terbaik.

Hal ini dikarenakan sebuah strategi, apapun metode yang digunakan, menjadi baik dikarenakan 3 faktor yaitu:

    • strategi tersebut mampu mendeteksi pergerakan market, paling tidak 60% akurat.
    • money management yang baik
    • kemampuan analisa dan eksekusi tradernya sendiri

Tidak ada strategi yang 100% akurat, bahkan juara kontes dengan perolehan profit 100 kali lipat dalam tempo sebulan pun hanya memiliki akurasi 90%. Padahal “katanya” jam terbang trader ini sudah 12 tahun berkecimpung dalam dunia trading.

Selain itu, percuma saja mencontek strategi milik orang lain dikarenakan hanya memenuhi faktor pertama dari 3 faktor diatas atau hanya sepertiganya saja. :(

Anda masih harus belajar bagaimana caranya melakukan analisa bila menggunakan strategi tersebut, kapan melakukan eksekusi entry maupun exit, dan bagaimana money management-nya.

Oleh karenanya, pemilihan strategi mana yang cocok adalah terserah pada tradernya masing-masing.

Cari saja strategi di website-website lain, banyak sekali strategi yang tersedia. Pelajari yang dirasa mudah dan cocok untuk diri sendiri.

Sebuah strategi haruslah menyatu sepenuhnya dengan diri tradernya. Pilihlah strategi yang sesuai dengan pola pikir masing-masing dalam memandang chart.

Itulah alasan kenapa sampai terdapat ribuan indikator maupun trading strategy, karena tiap trader berusaha membuat sesuatu yang sesuai dengan diri maupun pola pikirnya masing-masing.

Perlu dipahami bahwa dalam melakukan manual trading sepenuhnya menggantungkan pada feeling. Nah, feeling ini baru dapat terbentuk kalau trading strategy yang digunakan benar-benar menyatu dengan diri sang trader.

Hal ini juga merupakan salah satu alasan kenapa kita semua harus menguji kemampuan trading di demo terlebih dahulu selama 3 bulan sebelum terjun ke live trading. Dengan mampu melampaui 3 bulan tetap konsisten profit, tentunya feeling yang dimiliki telah benar-benar teruji.

Karena itu, yang saya jelaskan di berbagai artikel hanya prinsip-prinsipnya saja dan bukan spesifik detil pada sebuah strategi tertentu.

Dengan memahami prinsipnya terlebih dahulu, paling tidak sudah separuh jalan dipahami. Tinggal separuhnya lagi, yaitu detilnya dimana harus dipelajari sendiri.

Sekedar sebagai patokan, dalam belajar ilmu apapun selalu mulailah dari memahami prinsipnya terlebih dahulu dan kemudian baru mengarah ke detilnya. Jangan terbalik, karena kalau terbalik maka proses belajarnya akan menjadi lama dikarenakan Anda tidak pernah paham “gambaran besarnya” (the big picture).

Ilustrasi sederhana, seperti halnya Anda belajar cara kerja mesin mobil, yang dipelajari terlebih dahulu bukan prinsip kerja mesin tersebut tetapi malah memperhatikan busi untuk pengapian. Mungkin nantinya Anda akan paham betul masalah pengapian, tetapi Anda tidak akan pernah paham kenapa mesin itu mampu menggerakkan mobil.

Tetapi dengan memahami prinsip dasarnya terlebih dahulu, maka Anda sudah melihat gambaran besarnya. Tinggal selanjutnya mempelajari detilnya, yaitu masalah bahan bakar, pengapian, pemampatan tenaga oleh piston, dan pembuangan.

Meskipun Anda nantinya berpindah-pindah mesin mobil, dari mesin mobil Toyota, mesin mobil Nissan, mesin mobil Honda, atau bahkan mesin motor, Anda akan tetap dapat menanganinya dikarenakan Anda telah paham betul bahwa prinsip dasar mesin sama saja, apapun merknya.

Itulah gunanya memahami prinsip dasarnya terlebih dahulu dan bukan detilnya.

Nah, sudah menjadi lebih jelas bukan kenapa saya selalu menjelaskan hanya prinsip-prinsipnya saja di berbagai artikel dan bukan detilnya. :)

Kembali pada pernyataan Pak Samuti diatas, yang mengatakan bahwa video-video tutorial scalping yang tersedia kurang jelas.

Sebelumnya mohon maaf pada Pak Samuti, video tersebut menjadi kurang jelas mungkin dikarenakan Pak Samuti belum menemukan “keseimbangan” dalam trading. Selain itu, mungkin Pak Samuti juga belum paham prinsip dasar dari trading.

Prinsip dasar trading hanyalah 2 hal saja yaitu:

    • Trend
    • Support Resistant (SR)

Sedangkan pengertian scalping adalah melakukan trading dengan hanya mengambil profit kecil, biasanya antara 5 – 20 pip.

Agar Pak Samuti menjadi lebih jelas, sebagai contoh pertama adalah video dibawah ini:

 

 

Yang digunakan hanyalah 2 indikator yaitu Bollinger Band dan Volume.

Langkah pertama tentukan prinsip dasar trading sesuai penjelasan diatas yaitu kemana arah trend saat ini.

Tidak perlu repot melakukan analisa yang rumit-rumit, kalau melihat arah candle sebelumnya (di sisi paling kiri sampai tengah) terlihat bahwa saat ini adalah up trend. Kalau sudah jelas ini up trend maka yang kita lakukan hanyalah Buy dan bukan Sell.

Hanya dilakukan Buy dikarenakan dalam kondisi up trend, potensi gerakan candle menuju ke atas jauh lebih besar daripada menuju ke bawah.

Langkah kedua, tentukan SR. Lihat disamping kiri, candle dalam formasi ranging atau konsolidasi. Itulah SR saat ini.

Perhatikan reaksi candle dari tengah sampai sisi kanan, turun sedikit dan mendatar karena terkena SR. Turun lagi sedikit dan kemudian mendatar lagi. Hal ini merupakan konfirmasi bahwa up trend masih berlanjut dikarenakan candle tidak mampu turun dengan tajam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gerakan turun ini hanyalah sekedar retrace pendek menyusun kekuatan untuk kembali bergerak ke atas.

Perhatikan juga indikator Volume, bar yang berwarna hijau hanya satu dan setelahnya putih. Itulah kenapa tidak dilakukan entry dikarenakan candle masih akan turun.

Tetapi perhatikan Volume bar setelahnya, warna hijau lebih banyak sehingga saat itulah dilakukan entry dan berhasil memperoleh 10 pip.

Perlu dipahami bahwa dalam melakukan trading, diperlukan ketelitian dan kejelian terhadap detil yang ditunjukkan oleh indikator.

Seperti halnya dengan video ini, si trader disamping menggunakan indikator Volume sebagai patokan untuk melakukan entry, juga menggunakan prinsip dasar Bollinger Band.

Prinsip Bollinger Band, tiap kali candle keluar dari Bollinger maka setelahnya akan selalu kembali lagi masuk ke dalam.

Perhatikan saja candle di paling kiri, kemudian candle di tengah, selalu kembali masuk ke dalam setelah sebelumnya keluar garis.

Oleh karenanya, si trader menunggu candle keluar garis Bollinger Band dan entry baru dilakukan. Dan hal ini dikonfirmasi dengan indikator Volume yang telah berwarna hijau.

Ingat, kondisi sedang up trend sehingga masuknya pun akan langsung kencang menuju ke atas. Itulah kenapa berhasil langsung memperoleh 10 pip.

Video contoh kedua dibawah ini juga menggunakan prinsip dasar Bollinger Band untuk melakukan scalping:

 

 

Video diatas sama saja dengan video sebelumnya, meskipun di awal diperlihatkan penghitungan arah trend menggunakan software khusus, tetapi prinsipnya sama saja yaitu digunakan prinsip dasar Bollinger Band untuk melakukan entry.

Dua buah video diatas sebenarnya sama saja, kondisi sama-sama up trend dan candle berbalik arah saat terkena SR. Untuk video kedua, coba perhatikan candle di sisi paling kiri, itulah SR-nya sehingga mengakibatkan candle berbalik arah dan kembali masuk ke dalam garis Bollinger Band.

Dalam video kedua ini sengaja dipertontonkan software khusus yang seolah-olah “sakti”, hanyalah sekedar untuk menarik perhatian yang awam, siapa tahu berminat membelinya dengan harga mahal.

Padahal yang “sakti” bukanlah software tersebut, tetapi Bollinger Band-nya yang harganya gratis :))

Scalping pada video ketiga dibawah ini tidak menggunakan Bollinger Band, tetapi menggunakan indikator Heiken Ashi sebagai upaya untuk menyederhanakan bentuk candle:

 

 

Video diatas menunjukkan terjadi salah entry :))

Setelah entry dilakukan ternyata candle berbalik arah kembali ke atas. Perhatikan bahwa SL diletakkan sedikit diatas Resistant sebagai upaya berjaga-jaga kalau candle ternyata terus melaju ke atas. Perhatikan juga garis Moving Average berwarna merah yang penurunannya tidak terlalu curam, menunjukkan bahwa trend saat ini tidaklah terlalu kuat.

Candlle tidak berhasil menuju ke atas dikarenakan tertahan Resistant dan kembali menuju ke bawah. Pada saat dirasa sudah “aman” maka SL dipindahkan ke BreakEven beberapa pip dibawah garis entry sebagai upaya berjaga-jaga kalau candle tiba-tiba berbalik arah maka hasilnya akan tetap profit, meskipun kecil.

Tentunya lebih baik profit kecil daripada loss :)

Contoh Video keempat, juga masih menggunakan indikator Heiken Ashi sebagai upaya penyederhaan bentuk candle:

 

 

Penggunaan Heiken Ashi menjadikan deteksi arah trend menjadi lebih mudah daripada dengan menggunakan candlestick biasa.

Seperti halnya pada video ketiga diatas, dengan Heiken Ashi lebih banyak berwarna merah maka arah trend adalah down trend. Sedangkan pada video keempat ini, dengan Heiken Ashi lebih banyak berwarna hijau maka arah trend adalah up trend. Tidak perlu bingung-bingung lagi khan :)

Oleh karena up trend maka yang dilakukan hanyalah Buy dan bukan Sell.

Perhatikan bahwa garis Moving Average masih berwarna hijau dan mengarah ke atas. Hal ini merupakan konfirmasi bahwa memang benar kondisi masih up trend.

Sama halnya dengan video ketiga diatas, entry pada video keempat ini juga dilakukan terlalu cepat yaitu pada saat candle masih melakukan konsolidasi. Seharusnya entry dilakukan setelah selesai konsolidasi dikarenakan lebih aman dimana candle sudah jelas-jelas akan mengarah keatas.

Pemindahan SL ke BreakEven juga dilakukan pada video keempat ini sebagai upaya mengamankan entry agar tetap profit.

Nah, dengan contoh video sebanyak 4 buah, semoga sekarang Pak Samuti sudah menjadi semakin jelas. :)

Indikator apapun dapat digunakan untuk melakukan scalping, seperti contoh-contoh diatas, ada yang menggunakan Bollinger, menggunakan Volume, menggunakan Moving Average, dll.

Tetapi agar menjadi lebih mudah sebaiknya gunakan saja Heiken Ashi sehingga tidak perlu bingung-bingung lagi membaca candle. Cukup lihat warna Heiken Ashi maka arah trend sudah dapat ditentukan.

Hanya saja yang perlu dipahami, artikel ini hanyalah sekedar menunjukkan cara untuk melakukan scalping.

Seperti halnya ilustrasi belajar berenang atau belajar naik sepeda diatas, berhasil tidak melakukannya bukanlah tergantung pada saya, tetapi tergantung pada kemauan dan upaya keras Anda sendiri.

Selain itu, kenapa Pak Samuti tidak pernah menulis komentar padahal dalam sehari sampai 5 kali membuka situs ini?

Hati-hati lho, biasanya kalau malu bertanya maka akibatnya akan sesat di jalan. :))

Demikian artikel ini, semoga dapat menjadikan Pak Samuti maupun para pembaca yang lain menjadi lebih paham.

17 Comments

  1. irfansyah says:

    not confidence

    • not confidence == tidak PD == masih bingung…. – :-P

      • irfansyah says:

        Kalo OP lawan trend, rada g prcya diri Pak, jadi close nya buru2,, gpp lah buat pngalaman biar berkerak

      • Kurniawan says:

        gpp yg penting profit pak ;)

      • irfansyah says:

        Ya smoga ja Pak bisa lanjut mpe sbulan.
        Biar ada progresnya gitu dr yg dulu, jadi kan tambah semangat

      • Sepertinya Pak Inu suka dengan keajaiban dan mukzizat. Sudah floating loss lebih 100 pip tetap saja ditungguin, menunggu adanya keajaiban atau mukzizat :-P

        Satu hal yang perlu diingat, dalam forex tidak ada yang namanya keajaiban dan mukzizat. Yang ada hanya benar atau salah. Kalau benar maka hasilnya profit. Sedangkan kalau salah maka hasilnya loss dan secepat mungkin exit selagi loss masih kecil. Jangan ditungguin, apalagi kalau sudah floating loss ratusan pip, balik arahnya bisa-bisa baru bulan depan :))

      • sy bingung juga nih P.anton, grafiknya suka main main sih :) dari kemarin waktu minus nya kecil saya mau cut loss, ee..naik lagi, trus turun lagi, mau cut loss naik lagi, akhirnya kok jadi min 100 poin, malah tambah eman-eman mau cut loss. tadi malam saya berdoa supaya harga naik [-O< , ternyata subuh tadi belum di kabulkan. susah juga ya, jadi orang keras kepala klo mau bisnis forex, baru beberapa bulan sudah bolak balik di cubit MC masih belum kapok juga :)
        kayaknya forex = 60 % ilmu + 40 % perasaan ya pak?

      • Memang begitulah chart, naik turun naik turun. Latih feelingnya, karena rumus Pak Inu terbalik, yang benar adalah 40% ilmu + 60% perasaan. Utamakan disiplin SL, karena kalau tidak maka Pak Inu tidak akan pernah bisa. Kalau floating loss sudah lebih dari 30 pip, biasanya sudah jelas-jelas salah.

        Pak Irfansyah saja yang baru belajar sudah mulai bagus, masa Pak Inu tidak bisa :-D

      • he..he..iya pak, trims motivasinya, sy tambah smangat nih…

  2. irfansyah says:

    Dari pengalaman saya, Scalping ada 2 Pak

    1. Scalping Niat
    2. Scalping kpaksa

    scalping niat mmg ud trencana misal close tiap closing M15

    sdgkn scalping kpaksa, scalping TP kgedean, eh hrga blk arah, dptny dikit dah, hahaha

  3. moch.samuti says:

    trims pa anton, sekarang saya mengerti and say tidak pernah komen di web ini karena terlalu banyak membaca tekhnik dan strategi dan selalu uji coba.. sehingga keasyikan.. akhirnya jatuh pada pilihan scalping yang cendrung saya sukai.. sampai2 candel saya plototin terus.. inti dr semuanya kesabaran dlm eksekusi dan SL dalam entry serta MM dalam bertrading… tapi tidak semudah itu… butuh waktu untuk menemukannya… sekali lagi trims pa anton… :)

  4. Penglihatan adalah Kepercayaan,tapi Perasaan adalah Kebenaran.(Thomas Fuller)

    • Perasaan bisa saja salah dikarenakan adanya pengaruh emosi. Yang tidak pernah salah adalah fakta, karena benar-benar telah terjadi.

      Kalimat bijak untuk penyemangat:

      Hidup bukanlah menunggu badai berlalu, tapi belajar bagaimana menari di kala hujan.

  5. Kurniawan says:

    Kalau di teori diatas Jika Upper BB kena hit, maka open Sell. Saya pernah baca malah sebaliknya pak. Pada saat Garis luar BB dilewati candle maka open searah. Garis luar atas utk Buy den bawah utk Sell.
    Jadi mana yg benar yah pak? :-/
    Terima Kasih

    Salam, :)

    • Trading bukanlah ilmu yang serba pasti, Pak Kurniawan. Teori yang Pak Kurniawan baca akan benar bila dalam kondisi trend yang sangat kuat. Meskipun demikian, bila candle berhasil melewati BB, biasanya tidak berlama-lama dan akan segera kembali masuk ke dalam. Paling gampang untuk membuktikannya, coba bandingkan teori tersebut dengan video diatas, coba lakukan Buy saat garis luar BB dilewati candle, apa jadinya? Tentunya loss :-D

  6. irfansyah says:

    When to Buy or Sell, Experience Can Tell.
    Yuk plototin chart trus, hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)