OHLC: Indikator Paling “Sakti”

OHLC: Indikator Paling “Sakti”

Posted by

Tentunya yang sudah melakukan trading pasti sangat paham dengan istilah OHLC.

Namun kalau sampai ada yang sudah melakukan trading, sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya, tetapi ternyata masih juga belum tahu apa itu OHLC maka namanya kebangetan bener. :))

Berarti yang dilakukan selama ini hanya sekedar melakukan “action” tanpa berlandaskan pemahaman teori yang benar.

Kalau yang dilakukannya seperti ini maka dapat diperumpamakan seperti membangun sebuah rumah tetapi dilakukan dengan ngawur.

Pokoknya tumpuk dan pasang saja batu bata, toh nanti lama kelamaan akan jadi rumah juga. Wah, kalau yang dilakukannya seperti ini, ya sudah jelas berapapun rumah yang berusaha dibangunnya pasti ambruk.

Kalau cuma asal pasang batu bata, bisa-bisa nanti saat rumah tersebut selesai dibangun, kelupaan tidak diberi pintu dan jendela. :))

Dalam membangun rumah tidaklah dilakukan dengan asal pasang batu bata. Perlu perencanaan dan perhitungan yang cermat seperti berapa dalam pondasinya, dimana letak tiang-tiang penyangga beban, dimana letak jendela serta pintu agar sirkulasi udara maupun akses keluar masuk menjadi mudah, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan trading, sebelum melakukan “action” berupa berlatih di demo account, tentunya ada baiknya memahami teorinya terlebih dahulu.

Bagaimana bisa memperoleh profit kalau dalam kepala masih gelap gulita. :-D

Seperti berusaha menjadi pembalap, tetapi yang dilakukannya pokoknya naik motor dan ngebut. Tidak tahu motor yang dikendarai bermesin apa, tidak tahu sirkuitnya seperti apa, pokoknya nekad saja dan injak gas terus.

Coba kalau yang dilakukan seperti ini, sudah jelas hasil akhirnya nanti. Paling bolak-balik “celaka” dan akhirnya “tewas” sendiri. :-D

Tidak hanya sebatas trading saja, tetapi melakukan segala hal dalam kehidupan ini harus didasari pemahaman teori terlebih dahulu.

Dengan paham teorinya, maka kita pun dapat melakukan hal tersebut dengan baik dan benar. Tidak mungkin pokoknya asal nekad terus kemudian hasilnya baik dan benar, yang terjadi pasti jatuh bangun sendiri akibat bolak-balik melakukan kesalahan.

Apalagi kalau melakukan sesuatu yang berbahaya dan beresiko tinggi, maka perencanaan serta pemahaman harus dilakukan sebelum dilakukan.

Coba saja nekad perbaiki gardu listrik tegangan tinggi tanpa perencanaan dan pemahaman bagaimana cara dilakukannya, sudah pasti akan kesetrum dan tewas sendiri. :))

Nah, sama juga dengan trading yang juga memiliki resiko tinggi, coba saja lakukan dengan cara nekad, ya sudah pasti account akan langsung “tewas”.

Oleh karena itu bagi yang baru belajar, janganlah keburu nafsu.

Pahami dulu teorinya, tentunya kalau sudah paham teori maka kemungkinan untuk melakukan dengan baik dan benar menjadi lebih besar daripada melakukan dengan sama sekali tidak paham.

Tidak akan pernah bisa berhasil kalau yang dilakukan pokoknya “hajar saja bleh”. :-D

Dalam melakukan trading, terdapat 3 jenis chart yang dapat digunakan yaitu:

Bar Chart

 

chart1

 

Candlestick Chart

 

chart2

 

Line Chart

 

chart3

 

Kecenderungan pemula, selalu mempertanyakan mana yang lebih baik diantara 3 jenis chart diatas. :)

Jawabannya, tidak ada yang lebih baik dan juga tidak ada yang lebih buruk. Ketiganya sama saja, hanya masalah tampilannya saja yang berbeda.

Kadang di forum ada yang menyebutkan kalau Candlestick Chart lebih bagus karena mampu memberikan profit lebih konsisten, namun ada juga yang mengatakan kalau Bar Chart jauh lebih bagus.

Nah, tentu kalau membaca pernyataan yang berlawanan biasanya para pemula menjadi bingung, mana yang lebih benar.

Tidak ada yang lebih benar. Justru yang paling benar itu diri Anda sendiri, pilih saja chart mana yang paling cocok menurut selera masing-masing.

Kenapa juga harus dipermasalahkan mana yang lebih bagus. Tiga chart tersebut sama saja, hanya beda masalah tampilannya doang.

Diri manusia itu berbeda satu sama lain, karena berbeda maka otomatis cara pikir maupun cara pandangnya pun berbeda pula.

Itulah kenapa ada yang suka warna putih, ada yang suka warna biru, dan ada juga yang suka warna merah. Demikian pula dalam memilih pasangan hidup pun juga berbeda-beda, ada yang suka montok, ada yang suka kurus, ada yang suka tinggi, dan lain sebagainya.

Perbedaan tersebut bukanlah untuk dipertengkarkan mana yang lebih baik, tetapi sengaja diciptakan oleh Tuhan agar dunia ini tidak membosankan karena akan selalu penuh dengan keanekaragaman serta agar timbul saling mengisi.

Oleh karena itu, jangan pernah permasalahkan perbedaan. Silahkan saja pilih sesuai selera dan kecocokan masing-masing, toh memang pada hakekatnya kita semua ini berbeda satu sama lain. :)

Kalau Anda suka mempermasalahkan perbedaan dan bukan fokus pada tujuan, maka yang Anda lakukan hanya buang waktu untuk hal yang tidak perlu diperdebatkan.

Dikatakan tidak perlu diperdebatkan karena kalau pun diperdebatkan maka yang terjadi adalah debat kusir tanpa ujung. Seperti memperdebatkan mana yang lebih baik pria atau wanita atau memperdebatkan mana yang lebih baik ayam atau telurnya. Nanti ujung-ujungnya malah bingung dan pusing sendiri. :-D

Kalau mendengar ada seseorang yang berdebat mempermasalahkan perbedaan, kadang saya menjadi tertawa sendiri.

Coba perhatikan dalam kehidupan ini, Tuhan menciptakan perbedaan untuk menarik hati kita semua dan bukan untuk dimusuhi atau dipermasalahkan.

Contohnya, kodrat kita semua ini adalah untuk tertarik kepada lawan jenis, yaitu sosok lain yang jelas-jelas sangat berbeda dengan diri kita sendiri. Justru kalau tertarik dengan sesama jenis malah dianggap aneh karena melawan kodrat. :-D

Sehingga dapat disimpulkan kalau diri kita ini tidak pernah konsisten, tertariknya pada lawan jenis yang jelas-jelas berbeda namun kalau bertemu dengan perbedaan lain malah dipermasalahkan. :)

Harusnya kalau tidak suka dengan perbedaan, maka sudah seharusnya pula tertariknya hanya kepada yang sesama jenis juga dong. :))

Yang utama itu bukan perbedaannya tetapi tujuannya, oleh karena itu fokus pada tujuan Anda masing-masing dan jangan terlalu pusingkan perbedaan karena hanya buang waktu belaka.

Seperti halnya berpacaran atau menikah, tidak masalah bersatu dengan yang jelas-jelas berbeda tetapi sepanjang tujuan bersama adalah satu tujuan maka sudah pasti akan menjadi lebih langgeng, bahkan dapat menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat.

Sebuah chart menjadi lebih baik digunakan oleh seseorang karena mungkin cara pikir maupun cara pandangnya cocok dengan chart tersebut. Namun meski demikian, belum tentu kalau chart tersebut digunakan oleh orang lain juga memberikan hasil optimal dikarenakan adanya perbedaan cara pikir dan cara pandang.

Oleh karenanya, jangan pusingkan pendapat orang lain yang paling bagus yang mana, ikuti kata hati diri sendiri dan pilih saja salah satu yang paling cocok untuk diri Anda sendiri.

Tiga jenis chart tersebut dikatakan sama saja karena pembentukannya diperoleh dari OHLC yaitu singkatan dari Open High Low Close.

Kalau di Bar chart maka akan terlihat seperti dibawah ini:

 

bar_OHLC

 

Sedangkan kalau digunakan Candlestick chart maka akan seperti ini:

 

candle-stick-visual

 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebenarnya sama saja.

 

candlesticks-3_0

 

Trend terbentuk karena adanya OHLC ini sebagaimana digambarkan dibawah ini:

 

trends

 

Dimulainya atau berakhirnya sebuah trend, juga dapat diketahui berkat adanya OHLC.

 

trend starts

 

 


 

PAK ANTON ARTIKEL YG BAHAS OHLC DIMANA YA :)

Jali – submitted on 2014/05/15 at 21:59

 


 

Nah, sudah sangat jelas khan Pak Jali, OHLC itu “binatang” apa. :-D

Seperti telah dijelaskan diatas, OHLC yang biasanya diperhatikan saat melakukan trading adalah OHLC yang timbul pada candle saat ini serta OHLC pada beberapa candle sebelumnya.

Karena otak manusia kapasitasnya terbatas, maka agar mampu memperhatikan nilai OHLC pada ratusan atau bahkan ribuan candle yang terbentuk sebelumnya maka diciptakanlah indikator.

Indikator diciptakan agar para trader menjadi lebih mudah karena dengan hanya melihat sekilas tanpa harus memperhatikan detil satu per satu OHLC pada setiap candle maka sudah diketahui kondisi trend saat ini mengarah menuju kemana.

Bila digunakan perumpamaan, kalau tidak digunakan indikator maka seperti halnya menghitung menggunakan kalkulator. Sedangkan kalau digunakan indikator maka seperti menghitung menggunakan Excel. :-D

Sebagai contoh, silahkan perhatikan chart dibawah ini:

 

indi-1

 

Nah, seperti inilah bentuk chart kalau sama sekali tidak digunakan indikator. Menjadi agak sulit untuk menentukan arah trend menuju kemana dikarenakan yang dilihat hanyalah OHLC beberapa candle terakhir.

Bandingkan dengan chart dibawah ini dimana telah ditambahkan indikator berupa garis Simple Moving Average (SMA) 15 dan 50:

 

indi-2

 

Menjadi lebih mudah khan. :)

Terlihat dari garis SMA 50 warna merah bahwa trend saat ini sedang down trend. Pergerakan harga berusaha menembus resistant yang dibentuk oleh garis merah SMA 50 beberapa kali yaitu pada panah 1, 2, dan 3.

Usaha menembus resistant tersebut baru berhasil pada usaha yang ke 3 sehingga pergerakan harga saat ini telah berada diatas garis merah SMA 50.

Namun meski sudah berada diatas garis merah SMA 50 maupun diatas garis biru SMA 15, harga masih berusaha untuk bergerak ke bawah pada panah 4 namun gagal karena berhasil ditahan oleh support garis merah SMA 50.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa saat ini harga lebih cenderung akan bergerak menuju ke atas dan yang kita lakukan adalah Buy. :)

Perlu juga diketahui bahwa Simple Moving Average dihitung dari nilai OHLC dengan rumus:

 

ff6cc71711727801a2b740089a30bbfb

 

Terlihat dari rumus diatas bahwa seluruh nilai variabel Pm dijumlahkan kemudian dibagi dengan variabel n. Variable Pm adalah nilai OHLC sedangkan variable n adalah jumlah hari.

Dalam MT4 perhitungan ini dipermudah karena Anda tidak perlu pusing dengan rumusnya dan tidak perlu repot melakukan perhitungan manual, karena seluruhnya telah dihitung secara otomatis, sebagaimana terlihat dibawah ini:

 

ma-2

 

Terlihat dalam gambar diatas, Anda dapat menentukan sendiri nilai apa yang akan dihitung oleh Moving Average, apakah berdasarkan nilai Open – O, atau nilai High – H, atau nilai Low – L, atau nilai Close – C, atau rata-rata dari nilai OHLC.

Moving Average tidak hanya berupa Simple, namun tersedia dalam berbagai “rasa” seperti layaknya Indomie. :-D

 

Moving_Average_Types_comparison_-_Simple_and_Exponential

 

Selain Simple, ada juga Exponential, Smoothed, dan Linear Weighted sebagaimana terlihat dalam gambar dibawah ini:

 

ma-1

 

Kalau Anda menyukai matematika dan penasaran dengan rumus dari berbagai macam Moving Average maka silahkan baca disini: Moving Average Wikipedia

 

different-intervals

 

Sedangkan kalau penasaran ingin menghitung Moving Average sendiri secara manual menggunakan Excel maka silahkan baca disini: Moving Average with Excel

Semua indikator selalu menggunakan nilai OHLC sebagai dasar perhitungannya yaitu berdasarkan nilai OHLC candle yang terbentuk saat ini maupun dari OHLC candle-candle yang terbentuk sebelumnya.

Contoh lain adalah indikator Stochastic yang dihitung menggunakan rumus dibawah ini:

 

stoch

 

Terlihat dari rumus diatas, nilai OHLC juga digunakan dalam perhitungan Stochastic. Kalau masih penasaran, silahkan baca lebih lanjut disini: Stochastic

Oleh karena itu kalau ada yang bertanya apakah indikator paling “sakti” maka jawabannya adalah indikator yang bernama OHLC. :-P

Disebut sebagai indikator paling sakti karena semua indikator selalu menggunakan nilai OHLC dalam perhitungannya. :-D

Trading dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu “polosan” (bukan “oplosan” :-D ) atau menggunakan indikator.

Trading hanya menggunakan chart “polos” tanpa indikator apapun disebut dengan istilah “naked trading” atau “price action trading”.

Namun tentunya tidak sepenuhnya “polos” karena dalam melakukan naked trading biasanya ditambahkan alat bantu lain yaitu berupa volume, garis support dan resistant, garis fibonacci, serta garis trend (trend line).

Nah manakah yang lebih baik, apakah lebih baik “naked trading” atau menggunakan indikator?

Pernah saya baca di sebuah forum pernyataan dibawah ini:

 

“enak sih trading dengan Price Action.. lebih alami..”

 

Hehe… lucu juga pernyataan diatas, trading kok dihubung-hubungkan ke alam, ya jelas tidak ada hubungannya apapun. :))

Seperti halnya 3 jenis chart diatas, tidak ada yang lebih baik dan juga tidak ada yang lebih buruk apakah yang digunakan “naked trading” atau menggunakan indikator.

Semuanya tergantung kepada Anda sendiri, toh tujuan trading adalah untuk menghasilkan profit, kalau lebih suka “naked trading” ya silahkan gunakan itu.

Kalau nantinya saat di forum Anda membaca pernyataan seperti ini “trading menggunakan indikator lebih baik daripada naked trading” maka kalau digunakan perumpamaan pernyataan tersebut hampir sama dengan pernyataan seperti ini “untuk menjadi kaya hanya dapat diperoleh kalau menjadi forex trader daripada usaha yang lain”.

Padahal fakta yang kita lihat di dunia, banyak yang memperoleh kekayaannya bukan dari forex. Ada yang menjadi pengusaha telekomunikasi sukses, ada yang menjadi pengusaha angkutan sukses, dan berbagai usaha lainnya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak jalan menuju Roma.

Silahkan pilih satu saja yang cocok untuk diri Anda dan setelah itu tekuni dengan cara terus melangkah agar dapat segera sampai ke Roma. :)

Kegagalan pada umumnya bukan karena salah pilih caranya, tetapi justru karena tidak tekun menjalani prosesnya.

Silvester Stallone memasarkan film Rocky ditolak 1855 kali. Walt Disney ditolak 302 kali ketika mengajukan proposal Disneyland. Merry Curie sebelum menemukan elemen radium, penelitiannya gagal sebanyak 48 kali. Thomas Alfa Edison menciptakan bola lampu melakukan percobaan sampai 9999 kali.

Tidak mungkin padi ditanam hari ini kemudian besok sudah dipanen. Tidak mungkin juga benih gurame yang ditebar hari ini kemudian besok sudah dapat dipanen. Semua hal dalam kehidupan ini perlu proses untuk tumbuh berkembang agar suatu hari nanti siap dipanen.

Semuanya perlu proses namun kebanyakan orang cenderung tidak tahan menjalani lamanya proses tersebut.

Padahal yang tidak disadari oleh banyak orang, keberhasilan pada hakekatnya adalah buah dari kegagalan demi kegagalan selama menjalani prosesnya. Karena tiap kali gagal maka tiap kali pula ditemukan cara baru yang lebih baik daripada sebelumnya. :)

Oleh karenanya, pilih satu cara yang paling cocok untuk diri Anda dan kemudian tekun jalani prosesnya. Karena nanti dengan berjalannya waktu, Anda akan dituntun dengan sendirinya untuk menemukan yang terbaik untuk diri Anda sendiri.

Akhir kata, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat serta dapat menambah wawasan para pembaca setia situs ini. :)

 

7 Comments

  1. irfansyah says:

    Ditinjau dari segi investasi dalam trading, apakah perbedaan antara ketiga shortcut ini :
    1. Beli trading system/EA dsb
    2. Beli signal (rekomendasi kapan buy/sell TP&SL)
    3. Manage Account
    Thanks

    • Dikarenakan adanya kesibukan lain, mohon maaf kalau baru pagi ini membalas pertanyaan Pak Irfansyah.

      Perbedaannya terletak pada risk/money management, kalau Beli trading system/EA dsb dan Beli signal (rekomendasi kapan buy/sell TP&SL) maka risk/money management dilakukan oleh pemilik account sendiri, sedangkan kalau Manage Account maka risk/money management dilakukan oleh fund manager.

  2. Naked trading sangatlah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan nekad trading. :)) Meracik OHLC sama seperti memasak. Tinggal pintar-pintarnya kita mengolah bumbu-bumbunya saja untuk menjadi makanan yang lezat dan enak.

  3. hendra says:

    pak…bisa dijelaskan tentang trading yang menggunakan range harian?? saya perna melihat trader yang bisa mengetahui titik2 support dan resistance setiap jam…dan angkanya aga berbeda dengan pivot point…darimana mrk bisa mendapatkan titik2 itu y?mohon pencerahannya pak :)

    • Range harian atau Average Daily Range adalah rata-rata dari selisih High dan Low 1 hari atau beberapa hari sebelumnya. Contoh: selisih High dan Low kemarin adalah 100 pip. Kalau saat ini harga sudah bergerak 90 pip dari Low hari ini maka jangan lakukan Buy karena ruang gerak yang tersisa hanya tinggal 10 pip.

      Dalam bahasa yang lebih sederhana, trading menggunakan Daily Range menggunakan asumsi bahwa pergerakan harga selalu tetap, kalau kemarin bergerak 100 pip maka hari ini pun akan bergerak 100 pip (padahal fakta yang ada tidaklah seperti itu, bisa saja kemarin bergerak 100 pip kemudian hari ini bergerak 200 pip :-D ).

      Nilai Support Resistant pasti berbeda dengan nilai Pivot Point karena rumus perhitungannya pun berbeda satu dengan yang lainnya. Silahkan baca disini perihal rumus perhitungannya: Pivot Point Calculation

  4. Terima Kasih Master Anton dan Pak Suryadharma :-D

  5. suryadharma says:

    :-P :-P :-P :-P :-P
    Wah di jadikan artikel :-P :-P :-P
    OHLC memang sakti yah pak , jos gandos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)