How to backtest EA?

How to backtest EA?

Posted by
This entry is part 1 of 6 in the series EA Principle

Pak Anton,

belum baca artikel keseluruhan,bisa menanyakan bagaimana cara backtes EA yang benar?

Apa semua EA bisa di backtes?Saya melakukan backtes pada beberapa EA mengapa tidak bisa jalan?

Kesalahan dimana?

tks
Agus

 


 

Pada prinsipnya, semua EA dapat di backtest.

Hal ini dikarenakan pada saat EA tersebut dibuat maka untuk menguji apakah EA tersebut berjalan baik atau tidak, pembuatnya harus melakukan uji coba di backtest. Dari hasil backtest tersebut nantinya diketahui akan diketahui apakah masih terdapat kesalahan pemprograman atau tidak, EA telah profitable atau tidak, dan berbagai hal lainnya.

Sehingga sangatlah tidak masuk akal apabila sebuah EA tidak dapat dilakukan pengujian pada backtest dikarenakan proses backtest adalah salah satu bagian dari proses pembuatan EA.

Bila saat ini Anda belum bisa membuat EA sendiri, maka belajar melakukan backtest adalah langkah awal agar nantinya dapat membuat EA sendiri :)

Disebut sebagai backtest dikarenakan EA diuji menggunakan data telah berlalu (historical data) yang sudah diketahui.

Tahap selanjutnya bila hasil backtest telah baik dan cukup meyakinkan, adalah tahap uji coba forward test. Disebut sebagai forward test karena di uji dengan data yang belum terjadi (future data).

Forward test ini biasanya dilakukan selama 2-3 bulan yang dilakukan di demo account. Bila hasil forward test baik, maka dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu live test dengan modal kecil terlebih dahulu.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa tahapan uji coba sebuah EA adalah sebagai berikut:

  • Backtest
  • Forward Test
  • Live Test dengan modal kecil
  • Live Trading

Oleh karenanya pada berbagai artikel terdahulu selalu dijelaskan bahwa jangan pernah sepenuhnya meyakini hasil backtest. Sebaik apapun hasil backtest tidaklah dapat dijadikan patokan dikarenakan backtest hanyalah sekedar uji coba yang pertama kali dilakukan.

Hasil backtest hanyalah sekedar indikasi bahwa EA tersebut nantinya dapat berjalan baik. Oleh karena hanya sekedar indikasi maka tidak dapat sepenuhnya dijadikan patokan yang dapat dipercaya. Belum tentu sebuah EA yang memiliki hasil backtest bagus kemudian nantinya saat dilakukan forward test juga akan baik.

Berbeda dengan hasil forward test dimana sebuah EA diuji dengan data yang belum diketahui pada kondisi market market yang sebenarnya. Hasil forward test lebih dapat diyakini daripada backtest dikarenakan merupakan tahap kedua dari uji coba sebuah EA.

Apalagi bila forward test tersebut dilakukan dalam waktu lama maka hasilnya akan lebih meyakinkan karena EA telah teruji pada berbagai kondisi market.

Cara untuk melakukan backtest sangatlah mudah karena fitur ini tersedia di Metatrader versi 4 maupun 5. Hanya saja dalam artikel ini yang dibahas adalah cara melakukan backtest dengan menggunakan Metatrader 4. Hal ini dikarenakan Metatrader 5 sampai hari ini tidaklah populer dan jumlah penggunanya masih sedikit akibat adanya problem kompatibilitas dengan versi sebelumnya.

 

 

Agar dapat melakukan backtest maka harus diaktifkan terlebih dahulu fitur Strategy Tester seperti diperlihatkan pada gambar diatas.

 

Langkah selanjutnya adalah mendownload historical data dari broker. Tetapi sebelum hal tersebut dilakukan maka terlebih dahulu Metatrader harus di set agar mampu menampung data history yang cukup. Klik saja Options seperti diperlihatkan gambar diatas.

 

 

Isikan angka nol sebanyak mungkin kemudian lakukan restart pada Metatrader.

 

 

Setelah restart maka Metatrader akan menunjukkan angka seperti diatas, yang dapat diartikan bahwa data historical yang nantinya dapat ditampung adalah data maksimal yang mampu disediakan oleh server broker.

 

 

Selanjutnya lakukan download data historical dengan cara mengklik History Center.

 

 

Pilih pair yang diinginkan, kemudian double klik M1, dan setelahnya klik download.

 

 

Bila telah selesai download, tahap selanjutnya adalah melakukan backtest terhadap EA. Klik saja Start untuk memulai melakukan backtest.

 

 

Bila EA memiliki kesalahan seperti indikator yang digunakan oleh EA tidak diketemukan, maka pada tab Journal akan terlihat tanda segitiga merah disertai pesan kesalahannya.

 

 

Contoh kedua bila EA tersebut mengalami error yang lain maka pada tab Journal akan terlihat tanda segitiga merah disertai pesan kesalahannya.

 

 

Bila tidak ada masalah maka EA akan melakukan uji coba backtest dengan sempurna dan tidak ada satupun tanda segitiga merah pada tab Journal.

 

 

Terlihat pada gambar diatas bahwa EA berhasil melakukan uji coba backtest dengan baik. Bila data history yang digunakan mencukupi maka akan menunjukkan nilai 90%. Akan tetapi bila data yang digunakan tidak cukup, maka nilainya akan dibawah 90%. Maksud dari nilai 90% ini adalah menunjukkan kualitas backtest dimana kualitas terbaik hanyalah sebesar 90%.

 

 

Semua EA menggantungkan dirinya kepada adanya setting yang tepat. Dengan setting yang tepat maka EA tersebut akan dapat bekerja lebih baik.

Untuk itulah sebelum dilakukan forward test maka terlebih dahulu digunakan backtest untuk menemukan setting yang paling optimal.

Untuk menemukan setting optimal, klik saja Expert Properties dan kemudian lakukan pengubahan nilai-nilai pada parameter EA. Atau kalau tidak mau repot, klik saja Optimization maka secara otomatis akan dilakukan pengujian dengan berbagai kombinasi.

Satu hal yang harus dipahami, menemukan setting yang optimal untuk sebuah EA tidaklah mudah dan prosesnya cukup memakan waktu.

Parameter-parameter yang ada pada EA tersebut bila dalam masakan dapat diibaratkan seperti halnya kecap, lada, dan garam. Sehingga bila ingin rasanya enak maka harus ditemukan sebuah kombinasi yang tepat diantara parameter-parameter tersebut.

Kadang kala penambahan garam atau kecap terlalu banyak sehingga berkibat masakan menjadi hancur. Proses menemukan setting yang optimal diperlukan kesabaran karena harus berkali-kali melakukan backtest sampai akhirnya ditemukan.

Semoga artikel ini dapat mencerahkan.

Series NavigationEA Principle >>

10 Comments

  1. irfansyah says:

    Gak usah lah Pak,
    tadinya cuma buat iseng doang,
    kalo sampe repot males dh,
    tadi bca d fpa juga banyak yg ngeluh.
    Manual aja gak jago2, mikirin ea, capek deh
    Terima kasih Pak atas infonya

  2. irfansyah.ak says:

    Nampaknya diproteksi Pak,
    ada kolom user trtentu dalam setinganny & manualny jg, td br kbaca ditambah ea kaya minta izin connect kmna gt pada saat di load, percuma dah,,lemes

    • EA Komersial memang seperti itu, selalu ada proteksinya.

      Tetapi kalau Pak Irfansyah berhasil memperolehnya dengan mudah, tentunya versi yang tanpa proteksi juga tersedia. Kalau masih penasaran, silahkan saja coba cari versi yang proteksinya sudah dibuka (crack version)

  3. irfansyah says:

    aduh Pak, apes amat ya
    tadi saya coba gak jalan, sya pikir karena masih pake akun saya,
    trus saya buat akun demo digomarkets, gak bisa2,
    trus saya instal vantage fx, eh trnyata EA nya gak maw load Pak,
    di jurnal EA load succesfully, trus abis itu EA removed, apa diproteksi ya Pak?
    btw namanya EA nya forex hacked, yg buat hackernya forex jangan2 tuh :))

    • Coba lakukan backtest di broker market maker, seperti Alpari, instaforex, forex.com, fxdd, fxopen, fxpro, dll Download saja demo Metatrader dari salah satu broker tersebut.

      Kalau bisa jalan maka EA tersebut dibuat untuk digunakan di broker market maker dan bukan untuk broker STP/ECN. Supaya bisa jalan di ECN maka harus dilakukan modifikasi kode programnya.

  4. irfansyah says:

    Ok Pak terima kasih banyak.
    Apabila ea dalam paketny tidak disertai indikator, berarti ea tsb hny memakai indikator standar metatrader ya Pak?
    Terus karena gomarkets broker 5 digit, brarti harus ditambahkan 0 dibelakang ya Pak mengingat kebanyakan diluar sana broker 4 digit.
    Terus apabila ada setingan support ecn, true atau false ya Pak untuk gomarkets?
    Mohon maaf Pak banyak tanya, maklum nubitol, baru pertama kali mau test ea,,
    terima kasih banyak Pak Anton.

    • Benar, EA tersebut menggunakan indikator standar yang tersedia dalam Metatrader.

      Uji coba dahulu di backtest dan perhatikan apakah EA telah otomatis mendeteksi broker 5 digit (karena kebanyak EA saat ini sudah mampu melakukan deteksi broker otomatis). Kalau belum, maka tambahkan satu angka 0 pada parameter-parameter yang menentukan nilai pip (SL, TP, Trailing). Sedangkan untuk setting ECN pilih True.

      Prinsipnya, backtest adalah sarana untuk mencoba-coba agar diri kita paham cara kerja maupun parameter EA tersebut (karena kita bukan pembuatnya).
      Nantinya bila telah paham dari hasil mencoba-coba, barulah mulai cari setting yang terbaik untuk EA tersebut dengan cara mengubah-ubah parameternya.
      Bila telah ditemukan setting terbaik di backtest, maka tahap selanjutnya adalah menguji EA tersebut di demo forward test.

      Silahkan saja banyak bertanya, justru saya senang :)

  5. irfansyah says:

    Pak Anton, jika dalam manualnya ea hanya untuk pair gbpusd h1, apakah pas backtest kita hanya download data history gbpusd timeframe h1 saja?
    Mohon ptunjuknya

    • Yang di download adalah data GBPUSD time frame M1 dan H1. Hal ini dikarenakan candle H1 dibentuk dari sekumpulan candle M1. Oleh karenanya M1 juga di download agar timbul saling koreksi dengan H1.

  6. irfansyah says:

    Besok ah coba iseng2,
    Terima kasih Pak atas tutorialnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)