Why Become a Forex Trader?

Why Become a Forex Trader?

Posted by

Hayo… siapa yang bisa menjawab pertanyaan diatas? :))

Pada umumnya akan menjawab, karena uang yang dihasilkan sangat menggiurkan.

Enaknya menjadi forex trader bukan hanya uang semata tetapi banyak hal yang bisa diperoleh yaitu:

    • Modal yang dibutuhkan tidak besar, berkat adanya leverage (margin)
    • Potensi memiliki penghasilan yang tak terbatas
    • Trading dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun
    • Kebebasan untuk berkreasi

Melakukan trading adalah dunia yang sangat cocok bagi mereka yang menyukai “intellectual power” atau kebebasan berkreasi menggunakan kecerdasan yang dimilikinya.

 


 

So, why trading? Why do you REALLY want to be a trader?

The best traders are driven by something other than money and freedom.

Top traders choose to be traders because they LOVE the idea of making a wealthy and self-reliant living by implementing the power of their intellect.

You will find that successful traders are BIG thinkers.

The most successful traders are drawn to the world of trading because they see it as one big intellectual game.

They’re intrigued by the idea of being able to make a living relying only on the power of their mind.

Darvas Trader

 


 

Jangan disalahartikan kata “intellectual power” dengan Anda haruslah pintar dan jenius.

Kalau Anda sampai meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini maka sudah jelas Anda memiliki “intellectual power”. Karena kalau tidak, buat apa Anda repot-repot membuka internet, nyasar ke situs ini, membaca artikel ini, dan kemudian berusaha memahaminya. :)

Mending buka saja situs porno yang lebih bisa menghibur :))

Yang dimaksud dengan “intellectual power” adalah kesukaan untuk melakukan hal-hal yang memerlukan pemikiran dan setelahnya berkreasi dengannya.

Tidak semua menyukai hal ini, kebanyakan malas dan enggan untuk berpikir yang berat-berat. :))

Selain itu, kebanyakan terjun ke dunia trading hanya karena keinginan untuk memperoleh uang.

Itulah kenapa hanya sedikit yang akhirnya berhasil menjadi trader professional.

Hal ini juga menjelaskan kenapa begitu banyak indikator, trading system, dan EA. Karena banyak orang pintar yang terjun ke dunia trading sehingga mereka pun berkreasi dengan menciptakan berbagai hal.

Kebebasan berkreasi inilah yang menjadikan trading menarik bagi mereka yang menyukai intellectual power.

Untuk menjadi trader, Anda haruslah menyukai bereksperimen terus menerus sampai akhirnya ditemukan cara yang tepat untuk memperoleh profit. Tidak hanya berbulan-bulan semata, tetapi memakan waktu tahunan.

Kok lama banget?

Sesuatu yang hasilnya luar biasa, biasanya memerlukan waktu lama untuk meraihnya.

Sedikit menyimpang, beberapa minggu lalu saya menonton sebuah acara wawancara di sebuah statiun televisi.

Yang diwawancarai seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang animator. Meskipun berwarga negara Indonesia, tetapi dia tinggal di New Zealand, lokasi tempat kerjanya. Sebelumnya dia pernah bersekolah di US untuk memperdalam ilmu animasi.

Ceritanya, dia merupakan salah seorang yang mengerjakan animasi untuk film Tintin (The Adventures of Tintin).

Yang mengejutkan, untuk adegan animasi berdurasi 5 menit dalam film tersebut, diperlukan waktu pengerjaan selama 2 tahun.

Nah, terbayang bukan betapa sulitnya sampai diperlukan waktu selama 2 tahun. Tapi hasilnya luar biasa, coba saja tonton film Tintin, animasinya mirip kehidupan nyata.

Cerita lain, tentunya Anda pun menonton Indonesian Idol. Saya sebenarnya tidak begitu menyukai menontonnya, tetapi karena keluarga di rumah sangat menyukai acara ini, akhirnya jadilah saya sebagai korbannya, terpaksa ikut-ikutan menontonnya. :))

Yang mampu bernyanyi sangat baik bernama Regina, suaranya sangat merdu dan jernih, bagaikan penyanyi-penyanyi dunia.

Tahukah waktu yang diperlukannya untuk mencapai Indonesian Idol?

Selama 6 kali mengikuti selalu gagal dan baru yang kali ke 7 berhasil. Dengan kata lain, dia harus bersabar menunggu selama 7 tahun, tidak berputus asa, berkali-kali mencoba, berkali-kali juga ditolak, dan akhirnya berhasil.

Padahal kemampuan menyanyi adalah bakat alam.

Tidak perlu belajar, sejak kecil sudah bisa, itupun masih juga gagal. :(

Nah, apalagi Anda yang belajar trading. Yang belajarnya baru sekarang-sekarang ini, kok bisa-bisanya berharap cepat sukses :))

Belajar untuk bersabar, tekun melakukan, jangan berputus asa kalau gagal, dan tetap fokus pada tujuan.

Kemampuan tetap fokus pada tujuan yang sulit, tidak semua mampu melakukannya, apalagi kalau telah mengalami kegagalan berkali-kali.

Silahkan dibaca artikel kesehatan ini agar Anda tetap mampu fokus: Belajar untuk Fokus

 


 

Being a great trader requires an EXTREME level of mental toughness.

Darvas Trader

 


 

Tahukah Anda kenapa saya lebih menyukai menulis artikel psikologi dibandingkan artikel trading system atau yang lainnya?

Pada suatu saat nanti Anda akan paham sendiri, bahwa untuk menjadi trader sukses yang diperlukan bukanlah trading system yang “sakti”, tetapi adanya mental yang kuat dan tahan banting.

Yang harus dibentuk adalah mental terlebih dahulu.

Trading system “sakti” memiliki asumsi bahwa tidak pernah mengalami loss karena “sakti”. Padahal faktanya, tidak ada trading system seperti itu, yang sakti adalah tradernya dan bukan trading systemnya.

Nah, bagaimana caranya membentuk trader yang “sakti”?

Caranya adalah dibentuk mentalnya.

Perhatikan saja kisah pendekar atau cerita silat, bagaimana cara membentuk seorang murid yang tangguh. Yang diberikan oleh gurunya bukanlah langsung jurus sakti, tetapi dibentuk mentalnya terlebih dahulu agar kuat.

Lihat saja, si murid disuruh berendam berjam-jam sampai kedinginan, disuruh memukuli bambu sampai tangannya berdarah-darah, dan berbagai hal lainnya dengan tujuan untuk membentuk mentalnya.

Sama halnya dengan yang saya lakukan, kenapa saya selalu menyemangati Anda sekalian?

Karena saya paham betul betapa sulitnya trading itu, ampun-ampunan sampai pada titik batas akhir yang Anda miliki.

Seperti halnya kisah silat, hanya mereka yang mampu menahan sakit, menahan rasa dingin, yang akhirnya berhasil.

Hanya mereka yang bermental baja dan memiliki semangat tak kunjung padam saja yang akhirnya mampu sukses.

Yang harus Anda kalahkan bukanlah market, tetapi diri Anda terlebih dahulu.

Seperti yang dikatakan oleh kalimat diatas, “requires an EXTREME level of mental toughness”.

Kata extreme diberi huruf besar karena yang akan Anda alami memang benar-benar EXTREME, sampai titik batas akhir daya tahan yang Anda miliki. :-D

Nah, pertanyaannya sekarang, mampukah Anda?

Kalau merasa tidak mampu, sebaiknya segera tinggalkan dan lupakan trading untuk selamanya.

Lebih baik seperti itu daripada malah buang waktu sia-sia, melakukan sesuatu hal tetapi tidak terselesaikan.

Bila Anda yakin memiliki mental kuat dan tahan banting, silahkan lanjutkan belajar trading.

Jangan pernah berpikir akan adanya trading system atau indikator “sakti” karena tidak pernah ada. Yang harus Anda jadikan “sakti” adalah diri Anda sendiri dengan berbekal mental yang kuat.

Seperti halnya kisah kungfu, yang harus Anda pelajari bukanlah jurus “sakti”-nya terlebih dahulu, tetapi bagaimana cara lawan menyerang. Barulah kemudian Anda berpikir jurus untuk menangkis serangan tersebut dan melakukan serangan balik.

Kungfu Anda akan efektif bila Anda telah hafal pola-pola serangan musuh dan setelahnya menggunakan jurus yang sesuai.

Contohnya, saat musuh menendang, karena Anda belum hafal pola serangan maka yang digunakan adalah jurus melindungi wajah. Padahal tujuan tendangan musuh adalah perut, akhirnya kena deh :))

Nah, seperti itulah trading.

Karena Anda belum paham pola-pola gerakan harga, sesakti apapun “jurus” (trading system) yang digunakan akan menjadi sia-sia belaka, seharusnya Buy malah yang dilakukan adalah Sell. :))

Yang pasti, belajar trading bukanlah untuk pemalas dan yang lemah mental.

Anda harus tahan bertahun-tahun memelototi monitor terus menerus menghapalkan pola-pola pergerakan harga.

“Harga” yang harus Anda bayar untuk hal ini sangatlah mahal.

Anda harus siap dikatakan sebagai orang yang “aneh” karena terus menerus di depan monitor, ditinggalkan pacar karena dianggap tidak perhatian, memiliki lebih sedikit teman, dan berbagai hal lainnya.

Anda bagaikan bertapa demi belajar forex trading. Toh dalam kisah kungfu pun seperti itu :))

Siapkah Anda untuk seperti itu?

Anda sendirilah yang mampu menjawabnya :)

Mental adalah segalanya dalam trading.

Perbedaan trader professional dan yang baru belajar terletak pada sikap dan caranya saat melakukan entry dan dalam menghadapi loss.

Trader pemula berpikir pasti profit dan tidak pernah memikirkan bila terjadi loss, sehingga entry pun langsung dilakukan. Kalau ternyata terjadi loss, malah terpaku diam dan bingung harus melakukan apa.

Sedangkan yang professional, sebelum entry dilakukan sudah berpikir kalau seandainya terjadi loss, sehingga bila terjadi pun sudah paham apa yang akan dilakukan demi meminimalkan loss.

Dimana letak perbedaannya?

Terletak pada ketenangan emosi karena mental yang matang dan pengalaman yang cukup.

Nah, masihkah Anda berkeinginan untuk menjadi seorang trader? :-D

Kalau semangat Anda sudah mulai redup, saya berikan tips yang akan membuat semangat Anda berkobar kembali.

Ceritanya pada Jumat sore kemarin kebetulan saya menonton acara televisi di Trans 7 yang berjudul Orang Pinggiran.

Baru sekali ini saya menonton acara ini, yang mengisahkan seorang bapak yang lumpuh pada kedua kakinya akibat polio. Kemana-mana beliau menggunakan sepeda roda tiga dikarenakan lebih cepat daripada menggunakan tongkat.

Hebatnya, dia mampu menghidupi keluarganya dari hasil berjualan anyaman bambu yang dibuatnya sendiri. Meskipun kehidupannya sangat sederhana, tetapi dia tidak ingin dibelaskasihani oleh yang lain dengan mengemis dan tetap berusaha terus menganyam bambu.

Bandingkan bapak yang lumpuh tersebut dengan diri Anda sendiri yang tidak memiliki kekurangan fisik, mampu menjelajah internet, memiliki pendidikan yang lebih tinggi, dan berbagai kelebihan lainnya.

Bapak tersebut saja mampu mengalahkan cacat kakinya, masa Anda yang memiliki segala kelebihan tidak mampu untuk mengalahkan diri Anda sendiri dan market.

Sekali-kali coba tonton acara berjudul Orang Pinggiran di Trans 7.

Soal jadwal tayangnya kapan, saya pun juga tidak tahu :))

Silahkan lihat di web-nya Trans 7 atau di koran.

Saya yakin kalau Anda menonton acara tersebut, disamping hati Anda merasa trenyuh, juga Anda akan tersadar betapa beruntungnya nasib Anda.

Nah, masa Anda kalah semangat juangnya dengan mereka yang lebih kekurangan?

Mereka saja mampu tetap bersemangat berjuang mengalahkan kesulitan hidup, kok Anda malah manja dan mudah putus asa :-D

Akhir kata, bila saat ini Anda sudah merasa tidak cocok untuk menjadi trader, sebaiknya segeralah berhenti dan beralih melakukan hal lain yang lebih berguna untuk diri Anda. Tidak semua orang mampu untuk menjadi penyanyi, demikian pula dengan menjadi trader.

Sedangkan bila Anda merasa “jatuh cinta” dengan trading dan merasa cocok, teruskan upayanya. Tetap semangat, karena untuk meraih sukses hanyalah masalah waktu semata.

 

27 Comments

  1. Terima Kasih Pak Mis,sudah mengingatkan jali untuk merubah mindset yg benar.
    Jali belajar trading biar bisa mandiri dan bermanfaat buat orang lain.Merdeka :)

  2. Selamat pagi, Pak Anton

    Link yang menuju ke Belajar Untuk Fokus tampaknya error, Pak. Beberapa kali saya mencoba untuk mengaksesnya selalu mendapatkan pesan error. Sepertinya artikelnya sangat menarik sebab kendala yang saya alami memang penyakit susah fokus. Mudah-mudahan bisa diperbaiki secepatnya. Trims Pak.

  3. Jali pasti beli lamborghini bila nilai lamborghini hanya 5% dari total kekayaan jali.

  4. Cukup buat beli Lamborghini :-D

    • Izin komen ya Master Anton :-D

      Hallo Jali, salam super !

      Komentar2nya jali ini rasanya terlalu bernafsu hanya untuk menjadi kaya secara cepat hmmmm, :-? Lebih baik tujuannya di ganti saja bung jali menjadi orang yang bermanfaat :) .

      Menjadi seorang trader itu bukan untuk sekedar menjadi cepat kaya. Nikmati saja semua perjalanan dalam bertrading, ambil hikmah dalam setiap kejadian, karena yang saya alami dalam bertrading itu seperti simulasi self control kita di kehidupan nyata. Kita jadi lebih mengerti siapa diri kita sebenarnya, uang itu nomer ke-sekian.

      Nah jangan pernah memikirkan berapa juta dollar yang ingin kita dapat, tapi berapa juta manfaat yang dapat kita beri kepada sesama. Karena kalau tujuan kita hanya uang uang uang dan uang, tanpa kita sadari uang itu bisa lenyap hanya dalam hitungan per sekian detik.

      Jadi intinya ubahlah mindset berfikir kita :

      ” Jutaan Dollar yang kita dapat hanyalah bonus dari Tuhan saat kita bisa mengerti arti sebuah kehidupan, yaitu terus intropeksi diri dan selalu memberi manfaat yang sempurna dan abadi ”

      Salam Lontong =D>

  5. Saya ingin punya cukup uang :-D

  6. irfansyah says:

    Rod Stewart – Trader
    (based on Rod Stewart – Sailing)

    I’m trader, I’m trader
    buy at low, sell at high
    I’m trader, forex trader
    playing money, get the money

    can you teach me, can you teach me
    to being, forex trader
    you can learning, from this website
    everyday, everytime

    we are trader, we are trader
    the special man, who never gave up
    we are trader, a millionaire
    have much money, and good life

  7. Selamat malam Pak Anton, salam sejahtera untuk kita semua
    sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena bingung mau menaruh pertanyaan saya ini pada bagian mana
    saya ingin menanyakan beberapa hal Pak
    1. Apakah kita memang membutuhkan seorang mentor untuk belajar trading yang baik dan benar? mengingat jika kita belajar otodidak itu membutuhkan waktu yang cukup lama, dan kalau tidak salah saya pernah mendengar hadist, atau apa ya saya juga lupa dimana kalau kita belajar tanpa di dampingi oleh seorang guru maka sama halnya kita belajar dengan setan, ehehehe
    2. dan jika memang dibutuhkan seorang mentor kira-kira berapa biaya yang pantas untuk dapat menjadi muridnya tentu saja jika dia sanggup membimbing mensupport untuk selamnya, ehehe, karena dengan memberikan biaya akan timbul sebuah kewajiban pada diri mentor untuk dapat mengajar dengan baik

    Itu saja pak, mohon maaf saya bingung menaruh pertanyaan saya pada artikel yang mana, ehehehe

    Best regards

    • Perihal pertanyaan ditaruh di artikel yang mana, terserah saja. Tidak usah bingung-bingung Pak Andre… :))

      Belajar dengan mentor atau tidak, tergantung diri masing-masing. Saya belajar komputer, programming, trading, membuat EA, sepenuhnya otodidak. Saya tidak pernah membeli buku, mentor saya adalah Google :-D

      Perbedaan belajar otodidak dan didampingi mentor terletak pada kemampuan merangkai informasi. Bila belajar otodidak maka semua informasi diperoleh sendiri, kemudian dirangkai sendiri agar dapat dipahami. Berbeda bila didampingi mentor, tinggal dipahami saja apa yang diajarkan dan kalau bingung tinggal tanya :))

      Sehingga proses belajar dengan mentor lebih cepat daripada otodidak, karena informasi yang dibutuhkan sudah disediakan dan tidak perlu mencari kemana-mana.

      Perihal biaya, silahkan lihat iklan seminar trading di surat kabar. Biayanya jutaan padahal hanya seminar 1-2 hari saja. Nah, kalau mengajarnya tahunan, tinggal kalikan saja sendiri :)

      Ilmu trading itu ilmu yang sangat mahal. Oleh karenanya hampir tidak pernah ada yang bersedia membagikan secara cuma-cuma, selalu berbayar mahal. Jangan anggap yang suka posting di forum adalah professional, kebanyakan pemula bertukar pikiran dengan sesama pemula, akibatnya bingung sendiri :))

      Yang sudah professional, kebanyakan diam dan tidak pernah tampil. Dunia trading memang dunia sepi dimana kebanyakan trader adalah penyendiri. Sehingga maklum kalau mereka yang professional lebih suka menyendiri menikmati indahnya hidup dari hasil trading. Buat apa capek-capek ngajar, wong dari hasil trading saja sudah lebih dari cukup :)

  8. irfansyah says:

    Yuk plototin chart

  9. irfansyah says:

    test

  10. FINANCIAL FREEDOM. :)

  11. agus marianto says:

    Alasan ingin jadi seorang Trader forex??? 8->

    Sebenarnya gaya hidup saya yang terlalu boroslah yang akhirnya membuat saya berpikir untuk belajar trading. sebelum belajar trading,dulunya saya belajar Blogging. Suatu waktu ketika browsing dan searching tentang Make a money online, saya membaca sebuah blog yang isinya “101 ways make a money” .akhirnya ketemulah dengan Forex Trading, singkat cerita saya mencari-cari info tentang dunia trading dan akhirnya sampai sekarang ini.

    Semua karena hasil yang diperoleh dari forex sangatlah besar, bisa dibilang tidak terbatas, sebab saya ini seorang yang boros dan mungkin tidak tepat rasanya untuk merubah gaya hidup saya menjadi orang yang hemat. sama saja saya menyiksa diri sendiri. :-D dan saya sendiri belum menemukan pekerjaan lain yang bisa menyamai hasil dari Trading Forex.

    Saat pertama mamasuki trading forex, ceritanya juga sama saja dengan orang pada umumnya,hanya belajar berapa hari di demo, saya langsung buka Live Akun. Karena awalnya saya juga dibutakan oleh profit fantastis dari Trading Forex, dan akhirnya saya juga mengalami MC berkali-kali :)) dan yang parahnya uang tersebut dalam jumlah yang lumayan besar, :(

    Saat itu Saya telah putus asa dan bingung bagaimana saya bisa mendapatkan uang saya yang telah lanyap itu,, Singkat cerita akhirnya bertemulah saya dengan blog andromeda-trading.blogspot.com :) untung saja saya ketemu Pak Anton. jika tidak mungkin sekarang ini saya sudah tidak lagi melihat Market forex dan lebih parahnya saya mungik akan mengalami trauma ketika melihat atau mendengar hal yang berkaitan dengan forex..

    Dan jika Pak Anton lebih menyukai menulis artikel tentang phisikologi, sama halnya dengan saya yang juga paling gemar membaca artikel tentang Phisikologi. karena sangat realistis dan sangat membantu.,saya yakin Pak Anton lebih menyukai menulis artikel phisikologi dikarenakan Pak Anton pasti sudah paham betul jika orang yang belajar trading seperti pembaca semua disini, pasti lebih membutuhkan artikel yang seperti ini ketimbang harus menjelaskan system trading dan hal basic lainnya.

    Sekarang belajar Forex sangat menyenangkan dan tidak ada bosannya, apagi trauma,,, say goodbye dah. >:D<

    Uang yang dulu pernah hilang pun sekarang sudah tidak pernah saya pikirkan lagi, yang perlu saya pikirkan hanyalah belajar dan belajar sebaik mungkin supaya nanti suatu saat saya bisa menjadi seorang Trader Profesional seperti Pak Anton :) walau entah beberapa tahun lagi, tapi saya yakin suatu saat pasti waktunya akan tiba :)

    Terima Kasih Pak Anton atas kerelaannya membantu kami selama ini.
    walau kami belum bisa membalas kebaikan Pak Anton sekarang ini, kami hanya bisa mendoakan agar Tuhan selalu melindungi Pak Anton beserta Keluarga.. [-O<

  12. irfansyah says:

    Namun setelah saya pikir2, perbedaannya ada pada faktor psikologi ya Pak.
    Karena dalam trading ada potensi uang yg merusak psikologis ya Pak, sedangkan dalam olah data spss karena tujuannya memang itu saja.

    • Pak Irfansyah ini sangat cerdas lho, pertanyaannya selalu mengena :))

      Memang benar adanya potensi uang yang akhirnya merusak. Akhirnya yang dilakukannya bukan trading tetapi judi. Belum benar-benar paham trading tetapi sudah “maksa” melakukannya. Atau, karena ingin segera memperoleh hasil, maka kalau gagal terus menerus akhirnya putus asa dan berhenti.

      Padahal kalau adanya potensi uang dihilangkan dan kemudian melakukannya karena merasa tertantang serta karena menyukainya, maka psikologisnya akan terasa lain.

      • irfansyah says:

        Merubah sekedar tahu untuk melakukan itu sulit dan butuh waktu ya Pak.
        Dulu taunya trading bisa dapet duit aja, belajar, profit dikit, langsung live, loss, blajar, profit dikit, langsung live, loss, nah history repeat itself namanya, pantesan aja, basicnya udah salah, ampun!

      • Benar Pak Irfansyah, memang butuh waktu. Dan waktunya pun tidaklah sebentar :))

        Oleh karenanya, hanya yang benar-benar mencintai bidang ini saja yang mampu bertahan. Dengan modal cinta maka akan timbul kesabaran dan ketekunan menghadapi badai kegagalan sampai akhirnya sukses.

        Nanti kalau sudah sukses akan paham sendiri kenapa diperlukan waktu yang lama. Trading memerlukan pengendalian emosi yang baik, untuk membentuk inilah yang perlu waktu lama. Jangankan melakukan trading, saat puasa saja kadang kala kita tidak mampu mengendalikan emosi :))

  13. irfansyah says:

    Berarti sejak dini mesti tentukan batas akhir / margin call kemampuan diri ya Pak. Agar tidak stress berat seandainya benar2 terjadi, walaupun tetap shock juga pada saat mengalaminya.

    • Segala sesuatu itu sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin, asalkan dimiliki kemampuan dan kecintaan. Kalau dimiliki 2 hal tersebut maka akan timbul keyakinan dalam diri bahwa suatu saat nanti pasti bisa.

      Masalahnya, tidak banyak yang sadar diri akan kemampuan dan kecintaannya. Contoh yang sering kita lihat adalah di acara seleksi Indonesian Idol, sudah jelas tidak bisa bernyanyi tetapi nekad ikutan. :))

      Demikian pula dengan trading, yang hanya cocok bagi mereka yang mampu berlama-lama di depan monitor. Menyukai berpikir dan berkreasi sendiri. Kalau lebih menyukai bersosialisasi dan tidak betah berlama-lama di depan monitor, sebaiknya lupakan trading karena bukan bidang yang cocok untuknya.

      Kebanyakan tidak paham akan hal ini, terjun ke dunia trading hanya karena ingin uang semata tetapi tidak didukung dengan kemampuan dan kecintaan.

      Kecintaan adalah segalanya, seperti halnya Pak Irfansyah cinta pacarnya, tentunya sampai mati nanti pun tetap cinta :-D

      Demikian pula dalam trading, tentukan dahulu apakah memang benar-benar cinta bidang ini. Kalau cinta, maka sesulit atau selama apapun, akan tetap bertahan menggelutinya. Berbeda kalau hanya mengejar uang dan tidak cinta, paling hanya sebentar saja mampu bertahan.

      Margin call-nya bukan terletak pada kemampuan. Karena kemampuan akan terbentuk dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi agar dapat terbentuk kemampuan maka diperlukan kecintaan terlebih dahulu.

      Sama halnya dengan pacaran, kalau sukanya hanya karena fisik atau materi saja, tidak benar-benar cinta maka cepat atau lambat rasa suka tersebut akan luntur.

      Margin call-nya terletak pada masalah kecintaan. Sejak dini sudah harus ditentukan benar-benar cinta atau tidak. Kalau tidak cinta, buat apa diteruskan.

      Kalau sudah cinta, maka tidak akan ada batas akhir dan apapun bisa dilakukan. :)

      • irfansyah says:

        Terima kasih banyak Pak Anton atas penjelasannya.
        Mungkin prosesnya hampir rada sama seperti dulu saya coba olah data SPSS sendiri pas masa skripsi, namun untuk trading bisa tahunan pasti. awalnya puyeng banget coba berkali2 ampe 1 minggu kok hasilnya gak valid/normal/sesuai syarat dalam penelitian, eh abis itu baru mengerti bagaimana penyebaran datanya agar hasilnya valid, normal dan memenuhi syarat penelitian, dan bisa custom sendiri sehingga bisa membantu kawan yg laen secara free, daripada di rental olah data 300rb ato lebih kan sayang, mending buat jajan, hehehe.

  14. irfansyah says:

    Big thinker bisa mengakibatkan big halusinasi juga ya Pak?
    Karena pikirannya kan kemana2, bener atau tidak Pak?

  15. irfansyah says:

    Hahahaha
    bisa aja Pak Anton
    lebih mudah dari trading yg pasti

  16. Pak Irfansyah sudah ganti foto profile berkali-kali, tetapi Pak Kurniawan ganti foto sekali saja gak bisa-bisa :-P

    Pak Irfansyah, mohon Pak Kurniawan diajarin dong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)