Trading is an Art

Trading is an Art

Posted by

Assalamu’alaykum…

Pa guru mulai malam ini saya trading live sesuai keinginan saya kemarin, mohon bantuan pa guru untuk reviu hasil trading saya, karena saya ingin menjadi seorang trader profesional.

ini akun dan passwordnya :
no akun : 141834
pass investor : ekhwwyhf3
BROKER FBS

dengan segala hormat kiranya guru juga berbagi ilmunya sperti yg saya lihat hasil demo yang fantastis..

ALLOHUMMA INNAKA TA’LAMU SIRRI WA’ALA NIYATI FAQBAL MA’DIROTI

“Ya alloh berikanlah apa yang terbesit dihati kami (samuti dan pa anton) maupun yang terucap engkau berikan kepada kami” Amiin allohumma amiin

terima kasih guru dan ditunggu ilmunya

wassalam,
moch.samuti

 


 

Waalaikumsalam Pak Samuti,

Mohon akun tersebut dibuatkan pantauan myfxbook dan kemudian link-nya dikirimkan ke saya. Hal ini demi memudahkan karena dengan menggunakan link myfxbook maka saya tidak perlu repot harus mendownload demo account dari broker FBS.

Mohon sebelum dikirimkan ke saya, link myfxbook tersebut sudah di set public sebagaimana telah dijelaskan disini: Self Contest

Perihal berbagi ilmu, silahkan Pak Samuti baca terlebih dahulu ilustrasi cerita dibawah ini agar lebih paham.

Tentunya Pak Samuti pernah menonton acara memasak di televisi yang dipandu oleh seorang koki, anggap saja acara memasak sop buntut.

Sang koki memperlihatkan bahan dan bumbu apa saja yang dibutuhkan, menunjukkan bagaimana cara memotong-motongnya, dan terakhir kalinya menunjukkan cara yang benar untuk memasaknya.

Oleh si koki, para penonton diberi kesempatan untuk bertanya perihal apapun dimana akan dijawab dengan senang hati oleh si koki sampai penonton puas dan benar-benar paham.

Seluruh kegiatan tersebut juga selalu disorot oleh kamera dan tidak ada satu rahasia pun yang disembunyikan.

Anggap saja Pak Samuti tidak menonton di televisi tetapi menyaksikannya langsung di lokasi, sehingga Pak Samuti juga berkesempatan mencicipi sop buntut yang sudah selesai dimasak.

Nah, tentunya pada saat dicicipi, rasanya enak sekali.

Bahkan sampai-sampai Pak Samuti berkeinginan untuk nambah makannya :))

Tentunya dengan menonton acara masak tersebut, sekarang Pak Samuti sudah paham bagaimana cara membuat sop buntut.

Coba praktekan membuat sop buntut di rumah, toh sudah paham betul karena sudah melihat cara memasaknya secara langsung, bahkan sampai sedetil-detilnya.

Hal-hal yang tidak jelas juga sudah ditanyakan oleh Pak Samuti pada saat acara demo memasak.

Coba cicipi sop buntut karya Pak Samuti, tentu rasanya sangat tidak enak :))

Nah, seperti itulah belajar trading.

Trading adalah seni, seperti halnya memasak atau melukis.

Meskipun kuas dan cat yang diberikan ke Pak Samuti adalah kuas dan cat yang selalu Picasso atau Affandi gunakan sehari-hari, tetapi lukisan karya Pak Samuti tentunya akan berbeda dengan karya para pelukis besar tersebut.

Demikian pula dalam memasak, meskipun bumbu dan bahan yang digunakan sama, tetapi cita rasa masakan akan berbeda bila yang memasak koki yang berlainan.

Menjadi baik atau tidak tergantung kepada pemahaman Pak Samuti sendiri. :)

Coba Pak Samuti minta belajar masak kepada seorang koki, apa yang diberikannya?

Tentunya yang diberikan oleh koki cuma resep, selebihnya terserah pada Pak Samuti sendiri.

Bukannya saya pelit, tetapi ilmu yang saya miliki sudah diberikan seluruhnya pada berbagai artikel yang ada di situs, bahkan sampai sedetil-detilnya. Artikel-artikel yang ada di situs ini adalah buku resepnya.

Nah, kalau semua resep sudah habis diberikan, apa lagi yang dapat saya bagi :))

Kalau saat ini masih loss melulu, bukan karena alat atau bahan atau bumbu atau resep yang digunakan salah, tetapi Pak Samuti yang masih belum memiliki pemahaman dan pengalaman yang cukup perihal pergerakan market.

Seperti halnya contoh memasak diatas, mungkin saat ini airnya masih kebanyakan, mungkin masih kebanyakan garam, mungkin memasaknya kelamaan, sehingga sop buntut tidak enak.

Pisau dan kompornya adalah MT4, buku resepnya adalah berbagai artikel yang ada di situs, sedangkan bahan dan bumbunya adalah candlestick serta berbagai indikator.

Tinggal Pak Samuti meramunya sendiri agar dihasilkan sop buntut yang sangat enak. :)

Tidak ada seorang koki atau pelukis pun yang baru belajar sebentar saja kemudian mampu menghasilkan maha karya.

Diperlukan proses yang memakan waktu lama agar maha karya dapat tercipta.

Dengan tekun mencoba dan mencoba lagi, maka dengan berjalannya waktu, saya yakin suatu saat nanti Pak Samuti akan mampu menghasilkan profit fantastis.

Kebanyakan yang baru belajar trading selalu beranggapan bahwa terdapat indikator atau trading system yang sakti sehingga para trader professional mampu menghasilkan profit yang fantastis. Saya pun juga demikian saat awal belajar trading dahulu. :)

Adanya salah anggapan seperti ini akhirnya menjadikan waktu dan tenaga menjadi terbuang percuma dikarenakan digunakan untuk mencari kesana kemari sesuatu yang tidak akan pernah ada. Kemanapun dicari, bahkan sampai seluruh penjuru internet diubek-ubek pun, tidak pernah ditemukan.

Anda tidak perlu repot mencoba mengubek-ubek internet, karena saya sudah melakukannya dahulu dan memang tidak ketemu. :))

Oleh karenanya agar mudah dipahami, perumpamakan saja seperti halnya pelukis atau koki seperti dalam ilustrasi cerita diatas.

Yang dicari sebenarnya adalah kuas atau pisau “sakti”, dikarenakan dalam pemikiran kita, si pelukis atau si koki tersebut mampu melukis atau memasak dengan baik bahkan mampu menghasilkan maha karya dikarenakan adanya kuas atau pisau “sakti”.

Padahal yang sakti sebenarnya adalah pelukis atau kokinya sendiri, kuas atau pisau yang digunakannya sama saja dengan kuas atau pisau yang kita gunakan saat ini.

Karena itu, bagi Anda yang saat ini berusaha mencari indikator atau trading system “sakti”, buang jauh-jauh pemikiran tersebut dikarenakan hanya sia-sia belaka. Lebih baik fokuskan upaya dan waktu untuk membentuk diri sendiri agar menjadi sakti.

Yang perlu dipahami, segala sesuatu yang berkaitan dengan seni, tidaklah memiliki rumus “sakti”.

Yang ada hanyalah prinsip dasar.

Coba perhatikan seorang pelukis yang baru belajar melukis, apa yang diajarkan oleh gurunya? Atau seorang koki yang baru belajar?

Yang diajarkan hanyalah prinsip-prinsip dasarnya saja dan setelahnya dibiarkan si murid untuk berkembang serta berkreasi dengan sendirinya.

Oleh karena itu, tidak pernah ada seorang murid yang mampu meniru persis gurunya. Karena berkembangnya si murid nantinya adalah hasil kreasinya sendiri.

Seperti telah dicontohkan diatas, kalau ingin belajar masak maka yang diberikan oleh koki hanyalah resep. Pada resep itulah terdapat prinsip dasar bagaimana memasak makanan dengan baik.

Selain itu, dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan seni, bukanlah tempat untuk menyombongkan diri.

Coba lihat mana pernah Affandi atau Picasso menyombongkan dirinya sebagai pelukis terbaik. Atau seorang koki dengan beraninya mengatakan bahwa dirinya adalah koki terbaik sedunia.

Tidak pernah ada khan :))

Dalam bidang seni, yang utama bukanlah menyombongkan diri sendiri, tetapi mengutamakan berkreasi agar disukai lebih banyak orang.

Seorang pelukis yang baik, tidak mau membuang waktunya untuk bercerita kesana-kemari betapa bagusnya lukisan karyanya. Buat apa, toh yang menilai bagus tidaknya bukan dirinya.

Lebih baik waktunya digunakan untuk membuat lukisan sebanyak mungkin. Atau seorang koki berusaha membuat makanan seenak mungkin.

Yang menilai bagus tidaknya karya pelukis atau enak tidak makanan yang dimasak seorang koki adalah masyarakat, bukan dirinya sendiri.

Semakin bagus lukisannya atau semakin enak masakannya, tentunya akan di apresiasi oleh masyarakat dengan laku keras.

Demikian pula dengan trading, buat apa menyombongkan diri. Yang menilai baik tidaknya kemampuan diri kita adalah market. Kalau memiliki kemampuan baik maka oleh market akan diberi profit atau sebaliknya kalau buruk maka akan diberi loss.

Oleh karena itu, mohon jangan meminta “rumus sakti” kepada saya karena saya pun tidak punya :))

Yang saya miliki hanyalah pengetahuan dan pengalaman.

Seluruh pengetahuan yang saya miliki sudah dibagikan dengan cuma-cuma dalam bentuk berbagai artikel di situs ini.

Sedangkan pengalaman tentunya tidak dapat saya bagikan karena harus Anda bentuk sendiri. :)

Terima kasih sebesar-besarnya atas doa yang diberikan oleh Pak Samuti.

Semoga tiap kali sholat atau berdoa, Pak Samuti tidak pernah lupa mendoakan saya dan keluarga.

Demikian Pak Samuti. :)

 

3 Comments

  1. irfansyah says:

    Izin nulis Pak Anton,,

    Ada sebuah cerita dari Alexander Elder penulis buku Trading for Living buat menambah pengetahuan para pembaca Pak:

    Anak perempuan Elder yang masih kecil sangat jago main backgammon. Lalu Elder menantang anaknya untuk tanding backgammon dengan menggunakan taruhan uang. Si anak menggunakan uang jajannya untuk bertaruh dan Elder menyisihkan uangnya sendiri. Ia berniat mengajarkan kepada anaknya tentang berjudi dan berspekulasi.

    Pada pertandingan awal si anak menang terus sehingga pundi-pundinya terus bertambah dan pundi Elder semakin berkurang. Di saat kepercayaan diri anaknya memuncak (overconfidence) Elder menawarkan aturan main yang baru, yaitu taruhan di double setiap kali pertandingan. Maka terjadilah yang saya sebut psychological climax. Si anak mulai kalah, lalu di double taruhannya, si anak stress, kalah lagi, kalah lagi, konsentrasinya hilang dan tanpa disadarinya uangnya ludes masuk ke kantong papanya.

    Apa yang bisa kita pelajari dari cerita ini?

    Si anak adalah seorang jackpot player, yang mengandalkan “feeling” nya untuk bertanding, pada saat taruhan di double resiko yang harus ditanggung si anak baik secara mental maupun riil amatlah besar. Uang jajan adalah harta berharga bagi si anak sementara bagi Elder uang segitu tidaklah ada artinya, sehingga secara mental Elder sudah menang duluan. Pada saat taruhan di double si anak mendapat tekanan mental akan kehilangan segalanya dan itu menghancurkan konsentrasinya.

  2. moch.samuti says:

    Iya guru, saya berterima kasih atas semua sumbangsih guru dalam mendidik saya memahami trading yang selama ini saya belum tahu secara benar dan mudah2an melalui wasilah Guru, saya dapat mencapai keinginan menjadi trader profesional, terima kasih Guru, Jajakumulloh Khoir [-O<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)