Tantangan

Tantangan

Posted by

Selamat Sore Pak Anton,
Semoga Pak Anton & Keluarga dalam keadaan sehat wal’afiat.

Mau curhat aja neh Pak Anton, Kemarin saya diadili keluarga Pak gara2 gak mau ngelamar kerja, hehehe.

Sampai buat perjanjian sama keluarga kalau tahun ini tradingnya belum profit lumayan maka saya gak boleh trading lagi (cari modal sendiri) dan otomatis saya harus terjun ke dunia kerja.

Saya merasakan betapa pedihnya dunia kerja dulu, wira wiri naek motor dari priuk ke ciracas kebayoran mangga 2 gambir pulogadung, bekasi, dll udah jalanan macet bkin capek, duit abis, gak ada hasil.

Skarang malah jadi takut kerja dibanding trading. Moga saja saya bisa menjawab tantangan karna jujur saya takut kalau harus ngalami sprti dulu.

Terima Kasih Pak atas kesediaannya membaca email saya, dan mohon maaf telah mengganggu kesibukan bapak memperbaiki website.

Semoga Tuhan memberkati Pak Anton & Keluarga.
Amin

 


 

Jangan heran kalau setelah situs ditutup selama 3 minggu kemudian pada Sabtu Minggu ini saya menulis banyak artikel sekaligus. Ngebut mengejar ketertinggalan kemarin :))

Tentunya hal diatas tidaklah dialami oleh Pak Irfansyah saja, mungkin banyak diantara pembaca yang lain mengalami hal yang sama.

Maklum saja, persepsi yang awam seperti halnya keluarga dari Pak Irfansyah cenderung menganggap bahwa dunia trading adalah dunia perjudian. Tidak ada satupun orang tua yang rela melihat serta membiarkan anak yang disayanginya terjerumus ke dalam dunia judi terus menerus.

Akibat adanya persepsi yang salah itulah kemudian Pak Irfansyah di sidang oleh keluarga :))

Coba lihat dari kacamata mereka, selama ini Pak Irfansyah hanyalah menghabis-habiskan uang saja. Loss melulu dan tidak pernah profit. Tiap hari di depan komputer melulu, tetapi tidak menghasilkan apa-apa malah hanya buang uang sia-sia.

Tidak ada bedanya dengan judi :)

Yang tidak dipahami oleh mereka, meskipun trading awalnya mirip seperti judi, tetapi hasil akhirnya nanti akan sangat jauh berbeda dengan judi. Dengan syarat, asalkan Pak Irfansyah tetap rajin menekuninya dan tidak “drop out” di tengah jalan.

Judi tidak akan pernah dapat dipelajari dikarenakan sepenuhnya mengandalkan kepada keberuntungan. Belajar sampai bertahun-tahun pun tetap saja hasilnya akan kalah kalau keberuntungan tidak memihak.

Modal yang diperlukan agar menang dalam perjudian bukanlah ilmu, tetapi adanya keberuntungan yang lebih baik daripada orang lain. Problemnya, keberuntungan sepenuhnya berada di tangan Tuhan dan kita tidak bisa mengaturnya :))

Berbeda dengan trading, meskipun didalamnya juga terdapat faktor keberuntungan tetapi porsinya lebih sedikit daripada dalam judi. Faktor ilmu dan pengalaman yang lebih menentukan untuk meraih keberhasilan dalam trading.

Yang Pak Irfansyah perlukan hanyalah waktu. Suatu hari nanti saya yakin Pak Irfansyah akan sukses dalam trading bila ilmu serta pengalaman yang dimiliki sudah mencukupi.

Selain itu, terdapat persepsi masyarakat yang masih menganggap bahwa status adalah segalanya.

Lebih baik dilihat tetangga berangkat pagi dan pulang malam untuk bekerja daripada hanya diam di rumah saja. Meskipun penghasilan yang diperoleh pas-pasan, tetapi lebih baik seperti itu daripada malah nantinya menjadi gunjingan tetangga karena dianggap sebagai pengangguran.

Lebih baik memiliki status sebagai karyawan, meskipun hasil yang diperoleh hanya capek doang :)

Saya sendiri bila dalam posisi Pak Irfansyah, akan melakukan hal yang sama. Buat apa kerja yang hasilnya hanya sia-sia belaka, hanya buang waktu dan tenaga percuma. Lebih baik berada di depan komputer melatih diri agar nantinya dapat memiliki masa depan yang lebih baik.

Tidak akan mungkin dengan menjadi karyawan rendahan kemudian nantinya dapat menghasilkan 100 juta Rupiah dalam sebulan. Tetapi dengan tekun berlatih trading, kemungkinan tersebut akhirnya dimiliki, hanya masalah waktu saja agar dapat dicapai.

Selain itu, keahlian tersebut akan abadi. Dari waktu ke waktu keahlian makin berkembang dan tumbuh. Bisa saja yang semula hanya menghasilkan 100 juta sebulan kemudian nantinya menjadi menghasilkan 100 juta dalam sehari dikarenakan sudah lebih ahli.

Berbeda bila menjadi karyawan, seandainya berkembang pun misalnya mendapatkan promosi jabatan, maka perbedaanya tidaklah banyak. Selamanya tidak akan pernah mandiri, selalu tergantung pada pekerjaan tersebut. Suatu saat nanti bila perusahaan gulung tikar, bisa saja terkena PHK dan menjadi pengangguran kembali.

Buat apa buang waktu dan tenaga untuk sesuatu yang potensinya terbatas.

Dengan menjadi karyawan, nama Anda tidak akan pernah dikenal. Yang dikenal adalah nama perusahaan atau instansi tempat Anda bekerja. Perhatikan saja ucapan orang, Oh itu Pak Irfansyah yang dari PT ABC ya… atau Oh itu Pak Agus yang dari Dinas Perhubungan ya…

Perhatikan bahwa yang lebih dikenal adalah tempat Anda bekerja dan bukan nama Anda sendiri.

Tetapi bila menjadi professional maka yang dikenal bukanlah tempat bekerja, tetapi nama Anda sendiri. Misalnya, Oh itu Mario Teguh yang motivator itu ya, Oh itu OC Kaligis yang pengacara itu, atau itu Irfansyah yang trader forex itu ya :)

Nama akan melekat di diri Anda untuk selamanya, sedangkan tempat bekerja hanyalah melekat untuk sementara. Begitu Anda berhenti bekerja dari tempat itu maka akan balik kembali ke asal, yaitu tidak dikenal oleh siapapun :)

Oleh karenanya bila ingin menjadi seseorang yang sukses maka tekuni sesuatu yang terus abadi selalu melekat di diri sendiri.

Semoga artikel ini dapat memberi tambahan semangat untuk Pak Irfansyah maupun para pembaca lain yang sedang menghadapi permasalahan diatas.

2 Comments

  1. Be Brave,Take Risks,Nothing can substitute experience.

  2. artikelnya sangat bagus sekali. Terimakasih pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)