Risk Management

Risk Management

Posted by
This entry is part 2 of 3 in the series Money Management

Apa tujuan dari trading?

Jawaban dari yang baru belajar biasanya sangat optimis yaitu tujuannya cepat kaya dari profit.

Sedangkan jawaban dari yang sudah mengalami loss melulu biasanya sangat pesimis yaitu paling-paling hasil akhirnya loss   :)

Padahal yang benar, terdapat 3 tujuan dalam melakukan trading yaitu:

  1. Profit besar
  2. Profit kecil
  3. Loss kecil

Pada umumnya yang baru belajar selalu mengalami loss besar (margin call) dikarenakan berharap mendapatkan profit besar sehingga tidak mau menerima loss dengan cara meniadakan SL.

Bila kesalahan ini dilakukan berulang kali dimana akibatnya mengalami berkali-kali margin call, maka dampaknya akan merusak mentalnya. Yang dahulunya sangat optimis maka perlahan-lahan akan berubah menjadi  pesimis dan timbul rasa takut dalam dirinya saat menghadapi trading.

Berbeda bila sejak awal sudah memahami 3 tujuan diatas, saat mengalami loss akan lebih santai menghadapinya dikarenakan jumlahnya kecil sehingga mudah untuk dilakukan recovery.

Oleh karenanya, lebih baik pahami terlebih dahulu bahwa loss adalah bagian dari trading.

Bila yang dilakukan adalah berusaha menghindari loss dengan meniadakan SL maka akan semakin besar juga loss yang akan dideritanya. Aneh bukan?  :)

Pada umumnya yang berpikiran bahwa trading haruslah sempurna dan tidak ada loss, akan berusaha terus menerus mencari trading system yang sempurna dan “sakti”.

Dalam pemikirannya, seorang trader dapat melakukan trading dengan baik dikarenakan adanya bantuan sebuah trading system “sakti”. Yang pasti, sampai kapanpun dicari tidak akan pernah ketemu.

Tidak ada satu pun trading system yang sempurna, selalu akan mengalami loss.

Nah, pertanyaannya sekarang, kenapa seorang trader dapat melakukan trading dengan akurasi 100%?

Tentunya digunakan trading system “sakti”

Padahal tidak, trading system yang digunakannya tidaklah sempurna.

Hanya saja, tradernya paham betul dimana letak ketidaksempurnaan trading system tersebut sehingga yang dilakukannya adalah tidak melakukan entry saat dirasa trading system tersebut memberikan sinyal palsu.

Yang melakukan pemilahan antara sinyal benar atau sinyal palsu adalah tradernya sendiri, bukan system yang digunakannya.

Seandainya dilakukan entry salah pun maka si trader akan melakukan risk management berupa melakukan cut loss atau hedging.

Seperti yang dikatakan oleh Pak Rizki, dalam trading yang utama adalah risk management.

Risk management terbagi atas 2 bagian yaitu:

  1. memilah mana sinyal benar dan mana sinyal palsu
  2. money management

Dengan hanya melakukan entry pada sinyal benar maka resiko akan lebih minimal daripada melakukan entry pada seluruh sinyal yang diberikan oleh trading system.

Sedangkan money management, seperti telah dijelaskan pada artikel terdahulu, meliputi 3 aspek yaitu adanya SL, jumlah lot, dan tingkat probabilitas.

Kedua faktor risk management diatas haruslah seiring sejalan dikarenakan meskipun merasa telah memilih sinyal yang benar saat melakukan entry, tetapi bisa saja entry tersebut tidak sesuai harapan.

Oleh karenanya, harus diiringi dengan adanya money management yang baik sebagai upaya untuk mengantisipasi terlebih dahulu bila terjadi hal yang tidak sesuai harapan.

Sehingga dapat disimpulkan dengan lebih gamblang bahwa risk management adalah upaya untuk meminimalkan resiko dimana harus dibarengi dengan rencana reaksi yang akan dilakukan apabila resiko ternyata benar-benar terjadi.

Penjelasan diatas hanyalah sekedar teori, sekarang mari kita lihat bersama-sama praktek yang terjadi.

Kesalahan yang umum dilakukan adalah tidak ada upaya antisipasi bila terjadi kesalahan entry.

Seperti kita lihat bersama, kebanyakan diam tidak melakukan reaksi apapun saat loss melanda. Tidak segera melakukan cut loss maupun hedging.

Kenapa mereka diam mematung tidak bereaksi sama sekali seperti itu?

Jawabannya hanya satu, bingung harus melakukan apa   :))

Hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi pada kita semua bila tiba-tiba mengalami sesuatu yang tidak diharapkan. Sangatlah manusiawi.

Misalnya begini, bayangkan diri Anda sedang naik kereta api dan disamping duduk seorang wanita yang cantik jelita. Selama perjalanan Anda asyik mengobrol dengannya seolah-olah sudah kenal sangat lama.

Pada saat sedang mengobrol, tiba-tiba sebuah batu melayang dari luar, memecahkan kaca jendela, dan mengenai kepala wanita tersebut sehingga berdarah-darah.

Apa yang Anda lakukan?

Saya yakin pada saat tersebut kebanyakan dari Anda semua akan diam mematung tidak tahu apa yang harus dilakukan  :)

Sangatlah manusiawi dikarenakan yang terjadi adalah sesuatu yang tidak diharapakan dan Anda pun tidak terbiasa menghadapi kejadian seperti itu.

Otak kita terkadang lamban menerima kenyataan yang ada, sehingga mengakibatkan terlambat juga melakukan reaksi.

Berbeda bila sebelumnya sudah diantisipasi, misalnya Anda tahu betul bahwa saat kereta api melewati daerah tersebut biasanya terjadi lemparan batu. Anda pasti akan memperingatkan teman agar lebih berhati-hati.

Seandainya terjadi lemparan batu dan kemudian mengenai teman tersebut, Anda pun dengan sigap akan menolongnya dikarenakan sebelumnya sudah sadar betul bahwa hal-hal seperti ini pasti akan terjadi.

Hal ini dikarenakan kemungkinan adanya lemparan batu dan segala akibatnya sudah terlebih dahulu tertanam di otak sehingga menyebabkan reaksi otak menjadi lebih cepat.

Nah disitulah letak pentingnya pemahaman perihal risk management.

Dengan memahami risk management maka di otak Anda sudah tertanam bahwa loss bisa saja terjadi tiap saat melakukan entry, sehingga Anda pun sudah siap sedia menghadapinya.

Pada saat benar-benar terjadi maka Anda pun dengan sigapnya akan melakukan reaksi penyelamatan.

Dikarenakan namanya reaksi penyelamatan maka jangan pernah berharap bahwa yang diselamatkan akan dalam kondisi utuh seperti sebelumnya.

Tetapi tentunya lebih baik memiliki sesuatu yang tidak utuh lagi daripada diam saja tidak melakukan reaksi apapun dan akhirnya malah hilang sama sekali.

Lebih baik memiliki modal tinggal separuh daripada tidak melakukan cut loss atau hedging yang dapat berakibat modal sama sekali amblas karena margin call.

Bila memperhatikan history trading peserta trading contest kemarin, banyak kejadian “lucu” dikarenakan terdapat beberapa peserta yang melakukan entry tidak sampai 10 kali tetapi sudah mengalami margin call.

Padahal bila digunakan prinsip money management dimana hanya 2% saja yang diresikokan maka entry yang dilakukan dapat mencapai 50 kali. Seandainya resiko dinaikkan menjadi 5% maka masih dapat melakukan entry 20 kali.

Masa dari 20 – 50 kali entry tidak ada yang profit yang dapat meutup loss yang sebelumnya?  :)

Seperti ditulis pada artikel sebelumnya, problem bukanlah terletak pada penggunaan lot tetapi lebih cenderung karena ketiadaan SL.

Bila sejak awal sudah membiasakan diri dengan SL maka akan paham betul berapa jumlah yang akan hilang akibat loss bila salah entry. Hal ini dikarenakan saat meletakkan SL pada umumnya yang bersangkutan akan langsung menghitung berapa nilai dollar yang berpotensi hilang bila salah.

Sehingga bila digunakan lot yang terlalu besar, tentunya yang bersangkutan akan ngeri sendiri dari hasil hitung-hitungan tersebut  :)

Masalahnya, jarang sekali yang berhitung masalah ini.

Yang terjadi, pokoknya gunakan lot besar dan semoga saja benar. Sama sekali tidak dipikirkan bagaimana kalau seandainya salah. Akibatnya, pada saat salah malah bingung dan tidak bereaksi.

Pada saat sama sekali tidak dapat bereaksi apapun, pada umumnya yang dilakukan adalah hal yang tidak logis yaitu menggantungkan pada harapan padahal sudah jelas-jelas di depan mata, chart maupun indikator mengatakan bahwa yang terjadi saat itu kebalikan dari harapan   :))

Dalam trading, sangatlah terlarang menggantungkan pada harapan.

Trading sepenuhnya menggantungkan fakta yang ada di depan mata kita. Bila fakta tersebut mengatakan kebalikan dari harapan maka segeralah lakukan reaksi penyelamatan sedini mungkin, agar semakin banyak juga yang masih dapat diselamatkan.

Semakin lambat reaksi penyelamatan maka semakin banyak juga kehilangan yang akan terjadi.

Oleh karenanya, agar modal tetap aman biasakan untuk selalu menggunakan SL.

Kemarin kebanyakan tidak menggunakan SL padahal juga tidak memiliki rencana reaksi penyelamatan. Boleh-boleh saja tidak menggunakan SL tetapi harus paham betul dimana titik kritis harus dilakukan reaksi penyelamatan.

Dan apabila titik kritis tersebut terlampaui maka segeralah lakukan reaksi penyelamatan dan jangan diam saja.

Misalnya titik kritis terletak pada floating loss 20 pip atau terletak pada high low candle tertentu. Bila hal tersebut terjadi maka lakukanlah reaksi berupa cut loss atau hedging agar modal tetap aman.

Berikut gambaran beberapa titik kritis:

  1. SL
  2. Margin Level 200%
  3. Margin Level 100%
  4. Margin Level 50%

Misalnya dilakukan entry tanpa SL dan rencana akan cut loss di floating loss 20 pip.

Yang kebanyakan terjadi, pada saat sudah mencapai floating loss 20 pip dibiarkan saja karena masih berharap akan profit. Akhirnya floating loss makin membesar sehingga margin level berada dibawah 200%.

Margin level dibawah 200% sebenarnya sudah menunjukkan bahwa account sudah dalam kondisi kritis dan perlu dilakukan reaksi penyelamatan sesegera mungkin. Tetapi kebanyakan masih saja tidak bereaksi.

Saat margin level mencapai dibawah 100% atau disebut juga sebagai margin call, kondisi account sebenarnya sudah dalam keadaan “koma” nyaris tewas.

Begitu margin level mencapai dibawah 50% atau disebut juga sebagai stop out maka satu per satu entry akan di close secara otomatis oleh broker dikarenakan modal tidak lagi mencukupi .

Nah, dari gambaran titik kritis diatas terlihat jelas bahwa peringatan bahwa kondisi account sudah dalam situasi yang berbahaya terjadi beberapa kali.

Tetapi herannya, kok tetap saja cuek  :(

Dari fakta ini maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tidak memiliki risk management.

Semoga artikel ini dapat membantu bagi yang belum memahami pentingnya risk management.

 

 

Series Navigation<< Money ManagementStop Loss vs Cut Loss >>

9 Comments

  1. Asik belajar lagi
    Terima kasih pak Indra atas petunjuknya

  2. Risk Management kunci sukses trading.Tujuan trading hanya profit dan new profit.Terima kasih Pak Anton dgn dibuatnya artikel Risk Management.Karena sy takut trader pemula punya mental cepat kaya tanpa mau berproses.Untuk kaya dari forex perlu waktu dan pengorbanan yg lumayan.Utamakan keselamatan modal anda ,kontrol resiko,jangan gegabah dan jangan serakah.Hargai modal anda.Jgn remehkan modal anda.Walaupun anda punya modal besar tidak menjamin anda sukses di forex bila anda mengabaikan Risk Management.Hargai modal anda dan syukuri karena bila sudah waktunya tiba ketika anda cek saldo atm anda ,Anda akan terkejut dan tersenyum.Alhamdulillah.Mantap! :)

  3. agus marianto says:

    Dari tata cara berbicara, Pak Indra terlihat sangat bijaksana. Tampaknya di situs ini semakin banyak bermunculan Trader-Trader Profesional. ^:)^ Iya kan Pak Anton??
    Mengenai Saran Pak Indra, Saya yang trader pemula merasa sangat terbantu dan menambah semangat saya yang sedang dalam tahap pembelajaran..Semoga dengan hadirnya Pak Indra, bisa menambahkan warna baru disitus ini.
    Terima Kasih Pak Indra

    Salam Kenal

    Agus marianto

    • Salam juga pak agus.Saya sendiri ada di forum ini karena saya senang membaca tulisan si empunya pak anton,yang membuat saya salut adalah semangat pak anton dalam mengulas apapun yang beliau tau, khususnya tentang forex( percayalah yang dibahas dari awal adalah benar).
      Karena yang diperlukan dalam menguasai forex memang semangat..teori mudah dipelajari dan banyak yang bagus-bagus sudah dibahas di berbagai forum, tapi menjaga keyakinan dan semangat belajar (disiplin) jauh lebih penting.
      Forum ini satu-satunya forum yang tidak pernah saya tutup dari awal saya temukan 1 bulan lalu,mengingat komputer saya selalu hidup setiap hari.
      Saya hanya senang dengan hal-hal yang membangun dan membuat semangat.
      Semoga cita-cita pak anton cepat tercapai, dengan semakin banyaknya trader handal baru dikemudian hari yang muncul karena adanya forum ini.
      Amin..

  4. Saya mau sedikit memberi saran, khususnya untuk pemula.
    agar waktu anda untuk menguasai forex bisa lebih cepat,anda harus menyadari bahwa kunci dasar dari forex adalah kedisiplinan ,jadi kedisiplinan diatas yang lainnya.
    Coba lakukan tahapan sederhana seperti ini:
    1.Tanamkan dalam pikiran kita bahwa forex itu ‘ Mudah’,katakan terus dalam hati” saya pasti bisa menguasainya”.
    2.Tentunya pelajari teori-teori tentang forex dasar, kemudian tetapkan salah satu tehnik dari banyak teknik yang sudah banyak tersedia di forum-forum tentang forex yang sesuai dengan pilihan atau karakter kita, atau kita buat sendiri tehniknya.Cukup pegang satu tehnik saja dulu.
    3.Ini yang penting, setiap latihan ,selalu kunci open transaksi anda dengan tp dan sl yang bernilai sama.Kenapa sama, untuk memudahkan anda melakukan evaluasi,apakah transaksi anda sudah lebih banyak benar atau justru salah.Lakukan evaluasi berkala setiap bulannya.Dengan dibarengi kedisiplinan dan kejujuran pada diri sendiri, suatu saat anda dengan sendirinya akan berada pada titik bahwa open transaksi anda sudah banyak benarnya ketimbang salahnya. Dan yang paling penting bahwa sl secara tidak langsung sudah menjadi sahabat anda, bukan lagi hal yang harus di takuti atau dihindari.
    Dalam hal ini abaikan dulu tentang hasil bisa lebih besar walaupun lebih banyak salah open posisi dengan membesarkan tp nya ketimbang sl.Agar supaya anda fokuskan dulu pada ketajaman analisa anda untuk open posisi, bukan hanya untuk sekedar profit.
    Kalau anda sudah punya jam terbang tinggi, saya yakin anda dengan sendirinya akan paham bahwa tehnik bukan segalanya,kedisiplinan yang paling penting. Bahwa tehnik apapun yang anda gunakan, anda akan sadar bahwa itu tetap bisa membawa keberhasilan karena anda sudah terbiasa dan tahu kelebihan dan kekurangannya.
    Memperdalam satu tehnik, akan jauh lebih efisien daripada mencari-cari tehnik lain yang dianggap lebih baik.
    Jadi jangan pantang menyerah, hadapi segala tantangan dengan penuh keyakinan, bahwa sesulit apapun forex didepan mata, hati tetap yakin forex itu mudah.
    Jangan pernah perlakukan forex seperti judi karena hasil akhir sudah jelas…GAGAL.

    • Iwan Martha says:

      benar sekali pak indra…melihat jurnal trading pak abdulah salam pernah saya terapkan, tapi di demo accunt ternyata loss 50%
      mohon kiranya pak indra bisa memberikan artikel di situs ini agas situs ini lebih berwarna
      Setuju ya pak Anton..???? :)

      • Setuju Pak Iwan, situs ini adalah milik kita bersama.

        Bila Pak Indra berkenan, dapat saya buatkan login sehingga dapat menulis maupun menerbitkan artikelnya sendiri di situs ini.

        Pak Iwan pun bila ingin dibuatkan login tersebut, juga dipersilahkan :)

      • Lebih pas seperti ini saja pak iwan dan pak anton,saya masuk untuk melengkapi saja.

  5. mungkin bisa ditambah lagi pak..cut loss
    kita harus berjiwa besar untuk melakukan cut loss dari pada bablas..ini mungkin bagi kita yang “lupa” nggak pake SL ato kebiasaan ngk pake SL..dari pada MC mending cut loss aja :)

  6. irfansyah says:

    kalo balance tak terbatas saya sih yakin terus Pak,
    hehehehe

  7. wah artikel yg membangun, ini baru saya terapkan diakun real saya kemarin modalkan $100 loss 50% (cut loss) terus saya ambil dana nya kembali untuk menenangkan pikiran, saya akhirnya menyadari arti sebuah SL.. trims pa anton atas bimbingannya… oh iya bagi2 dong trading sistemnya..

  8. irfansyah says:

    1. Pak, saya kalo maen lot kecil merasa overconfidence kaya gak menghargai modal,
    2. kalo maen lot rada besaran, jadi ragu2 walaupun sebenarnya benar, gimana tuh Pak Anton solusinya?
    untuk masalah floating loss, saya belum bisa Pak, paling hanya SL, cutloss, atau reentry.

    Terima Kasih Pak Anton atas artikelnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)