Learning Focus

Learning Focus

Posted by

Situs ini awalnya hanyalah sekedar iseng, hanya digunakan sebagai catatan pribadi perkembangan EA agar teman-teman saya dapat memantau hasil uji cobanya (Human Proxy).

Seiring dengan berjalannya waktu, datanglah Pak Aras, Pak Agus Marianto, Pak Samuti, Pak Mahadi, Pak Mahfud, dan para pembaca lainnya. Dimana mulai terjadi tanya jawab perihal forex trading.

Dari tanya jawab tersebut kemudian mulailah menulis artikel demi artikel.

Tujuannya sederhana, agar tidak capek mengetik jawaban untuk pertanyaan yang sama. :))

Padahal sebelumnya saya tidak pernah menulis dimanapun sehingga tidak pernah menyadari kalau memiliki bakat menulis. Tetapi ternyata artikel-artikel tersebut laris dibaca. :)

Mungkin satu-satunya situs berbahasa Indonesia yang penuh berisi artikel-artikel hasil karangan sendiri yang membahas forex trading sampai sedetil-detilnya dari berbagai sisi hanyalah situs ini. Bahkan beberapa artikel sempat saya temukan dicopy paste dan beredar di berbagai forum trading. Ternyata memang tidak ada yang menulis artikel perihal forex trading, itulah alasan kenapa sampai dicopy paste.

Pada saat awal belajar dahulu, barulah saya menyadari bahwa dunia forex trading adalah dunia yang gelap gulita. Tidak ada informasi yang utuh tersedia bagi yang ingin belajar. Harus keliling internet terlebih dahulu dan kemudian merangkai sekeping demi sekeping informasi untuk memahami forex trading.

Selain itu, dunia trading adalah dunia yang memiliki paling banyak tukang tipu. Mulai dari broker penipu, penjual EA penipu, seminar bodong, dan masih banyak lagi yang lainnya dimana prinsip kerja mereka hanya satu hal saja, yaitu menyedot uang dari yang masih awam.

Banyak tukang tipu dikarenakan semua orang memiliki nafsu ingin cepat kaya tanpa susah payah. Nafsu inilah yang dimanfaatkan oleh penipu tersebut. Tentunya yang masih awam dengan mudahnya terbuai. Namanya juga awam sehingga belum tahu kalau yang dijanjikan hanyalah sekedar bualan belaka.

Untungnya saat ini di dunia forex trading telah tersedia Myfxbook dimana tidak akan pernah bisa diakali oleh siapapun, terkecuali bekerja sama dengan broker. Sehingga tipu-tipuan EA bodong, managed account bodong, menjadi lebih sedikit daripada dahulu.

Meskipun demikian, dikarenakan dunia online melesat dengan cepat maka bertebaran juga bisnis-bisnis online lain yang menjanjikan cepat kaya. Pada umumnya agar korbannya tergiur maka diyakinkan dengan screenshot rekening bank atau buku tabungan. Tentunya dengan adanya hasil scan rekening bank maka si korban beranggapan bahwa yang ditampilkan adalah benar adanya.

Padahal tidak, rekening bank atau buku tabungan dapat juga dipalsukan. Terdapat sebuah tempat di Jakarta yang dapat memalsukan buku tabungan atau rekening dari bank manapun. Hanya dengan imbalan beberapa ratus ribu maka akan dibuatkan sesuai permintaan konsumen, saldonya dibuat 1000 trilyun juga bisa. :))

Oleh karenanya, jangan pernah yakini hal-hal seperti itu. Terkecuali Anda diajak ke ATM dan ditunjukkan langsung saldonya. Barulah boleh dipercaya.

Tetapi coba pikir sendiri sekarang, buat apa seseorang harus repot-repot menunjukkan saldo ATM-nya kepada Anda kalau tidak memiliki niat yang buruk. Kalau memang benar memiliki saldo sampai milyaran, buat apa dia masih memaksa Anda membeli yang dijualnya. :)

Hasil tanya jawab dengan Pak Aras, Pak Agus Marianto, Pak Samuti, dan para pembaca lainnya dahulu juga menyadarkan saya bahwa tidak banyak yang paham betul dunia trading. Kebanyakan hanya paham sepotong demi sepotong saja.

Karena tergerak ingin membantu sesama, mulailah ditulis artikel-artikel perihal broker penipu, perihal penjual EA penipu, dan berbagai artikel lainnya yang membahas sisi gelapnya dunia forex trading.

Ternyata tidak hanya sebatas sampai disitu saja dan malahan berkembang lebih lanjut, tidak hanya mengajarkan perihal sisi gelapnya dunia trading, tetapi kemudian mengajarkan bagaimana cara melakukan trading dengan benar.

Upaya tersebut sepenuhnya saya lakukan dengan cuma-cuma dan sukarela.

Padahal ilmu trading adalah ilmu yang sangat mahal. Kalau tidak yakin, silahkan buka surat khabar dan perhatikan biaya seminar trading. Biayanya jutaan Rupiah padahal yang dibahas hanya sekedar dasar-dasar trading saja, itupun hanya berlangsung sehari.

Tidak ada satupun sekolah yang mengajarkan ilmu trading, ilmu ini sepenuhnya harus dipelajari otodidak. Baru-baru ini saja menemukan sebuah sekolah yang mengajarkan trading, itupun berlokasi di Rusia (Sekolah Forex).

Mungkin sebagian besar dari Anda berpikir, sayang amat kalau ilmunya dibagi begitu saja dengan cuma-cuma.

Saya meyakini bahwa terdapat hal lain yang lebih penting daripada uang, yaitu kemurahan dan keberkahan dari Tuhan bagi diri saya maupun keluarga.

Agar Tuhan memberi kemudahan dan berkah-Nya, tentunya yang harus saya lakukan adalah berbuat baik untuk membantu sesama. Apa gunanya saya diciptakan oleh-Nya kalau tidak untuk membantu sesama? Apa gunanya memiliki ilmu segunung kalau tidak bermanfaat bagi sesama?

Yang terbaik dapat dilakukan untuk membantu sesama hanyalah mengajarkan bagaimana caranya mencari uang sendiri.

Seumur hidup keahlian ini akan melekat dalam dirinya. Keluarganya pun akan turut menikmati hasil dari keahlian yang diperolehnya. Nilainya tak terhingga dikarenakan ilmu yang diperolehnya bisa saja diwariskan ke keturunannya atau ke sanak saudara atau bahkan kepada teman.

Dan tentunya, seumur hidupnya nanti dia selalu ingat akan apa yang pernah saya lakukan untuknya.

“Bayaran” untuk upaya tersebut sangat sederhana dan mudah, doakan saya dan keluarga bila sedang sholat atau berdoa. Syukur-syukur bila bersedia selalu mendoakan saya sampai seumur hidupnya. Seandainya tidak pun tidak apa-apa, toh Tuhan Maha Tahu.

Panjang pendek umur tidak ada yang tahu, andaikan nantinya waktu saya telah tiba, syukur-syukur bersedia datang untuk melawat dan mengantarkan sampai ke tempat peristirahatan terakhir. Andaikan tidak pun juga tidak apa-apa, toh tidak baik membebani orang lain.

Berbuat baik akan selalu diingat oleh Tuhan, meskipun yang kita lakukan tidak diketahui atau tidak pernah diingat oleh yang bersangkutan. Itulah yang disebut sebagai ikhlas, kita melakukannya tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Saya meyakini bahwa doa yang diberikan oleh orang lain, dengan penuh rasa syukur dan ikhlas dikarenakan telah merasa terbantu, lebih di dengar oleh Tuhan daripada doa diri sendiri.

Toh kalau Anda melakukan seperti itu, juga tidak ada ruginya, hanya perlu waktu beberapa menit. Selain itu, justru amal Anda juga akan makin bertambah dikarenakan telah bersedia dengan penuh rasa syukur dan ikhlas mendoakan seseorang.

Nah, akhirnya sama-sama diuntungkan khan dan tidak ada yang rugi. :)

Bagi saya, “bayaran” tersebut jauh lebih berharga daripada sekedar uang.

Seorang trader sejati akan mencari uang dari market dan bukan mencari uang dari yang ingin belajar kepadanya. Oleh karenanya, jangan pernah percayai seminar mahal, bukan trader sejati yang berbicara di seminar tersebut tetapi hanyalah tukang gombal yang sedikit paham market. :))

Dengan tujuan seperti itu, saya sebagai mentor atau guru tentunya sangat berkepentingan agar yang sedang belajar trading tetap semangat dan tekun belajar sehingga cepat berhasil.

Coba jawab pertanyaan ini, apa tujuan Anda belajar sesuatu?

Tentunya jawabannya adalah agar sesegera mungkin bisa, bahkan menjadi ahlinya.

Apa tujuan seorang guru?

Sukses tidaknya seorang guru bukanlah ditentukan dari banyaknya murid, tetapi ditentukan dari jumlah yang berhasil.

Guru bukanlah jabatan, tetapi penghargaan yang diberikan oleh sekelilingnya dikarenakan dianggap lebih tahu.

Guru yang baik haruslah bertindak sebagaimana orang tua yaitu mengasuh dan membimbing para muridnya agar berhasil. Memberi nasehat, mengarahkan ke tujuan, marah pun juga boleh-boleh saja karena marah dan memberi hukuman adalah salah satu upaya untuk mendidik.

Tentunya pada pembaca yang saat ini sudah mempunyai putra-putri sudah paham bagaimana berlaku sebagai orang tua yang baik. Paling-paling yang masih bujangan saja yang belum mengerti akan hal ini. :)

Yang tidak boleh dilakukan oleh guru atau orang tua adalah mendendam. Murid nakal kemudian guru marah dan dendam. Lebih parah lagi kalau kemudian yang dilakukannya adalah berusaha membalas kenakalan muridnya. Kalau hal ini terjadi, maka tidak pantas disebut sebagai guru karena tidak dapat dijadikan panutan.

Oleh karena sebutan guru adalah penghargaan, tentunya akan menjadi lucu dan konyol kalau ada seseorang yang mengaku-aku bahwa dirinya juga guru. :-D

Yang menilai pantas tidaknya disebut guru adalah lingkungan dan bukan dirinya sendiri. :)

Sedangkan bagi murid, syarat agar belajar apapun cepat berhasil bukan terletak pada adanya kepintaran, tetapi terletak pada 2 hal yaitu adanya semangat dan adanya ketekunan. Dengan adanya semangat maka akan timbul ketekunan.

Semua orang dapat belajar apapun tidak peduli bodoh atau pintar. Sepanjang ada 2 hal diatas ada didalam dirinya maka cepat atau lambat pasti akan berhasil. Bodoh atau pintar hanyalah penentu kecepatan, kalau yang pintar lebih cepat berhasil, sedangkan yang bodoh memerlukan waktu lebih lama.

Karena itu, saya selalu mementingkan adanya semangat. Kalau semangat sudah mulai padam, wah… repot :-D

Contoh sederhana, seorang anak kecil sedang belajar naik sepeda. Tentunya sebagai guru yang baik, maka yang dilakukan adalah menunjukkan caranya dan kemudian terus menerus menyemangatinya.

Meskipun si anak jatuh bangun berkali-kali dan tidak bisa-bisa, tetapi kalau semangat diberikan terus menerus, maka rasa sakit akibat jatuh bangun, rasa capek, rasa putus asa, akan hilang dengan sendirinya dikarenakan adanya pemberian semangat terus menerus. Dia akan terus mencoba dan mencoba lagi sampai akhirnya berhasil.

Seorang guru yang baik tidak diperkenankan memamerkan betapa pintar dirinya dan betapa hebatnya kemampuannya di depan murid-muridnya. Kalau hal ini dilakukan justru akan memicu rasa putus asa pada murid.

Fokus utama dalam pengajaran apapun adalah pada murid dan bukan guru.

Toh yang harus dibuat untuk menjadi pintar dan hebat adalah si murid.

Buat apa guru pamer-pamer segala, sudah jelas kehebatannya diakui lingkungan sehingga banyak yang ingin belajar padanya. Kalau ada guru yang suka pamer kehebatannya, maka namanya narsis :))

Bayangkan dengan kisah anak kecil diatas, si guru pamer melakukan akrobatik. Berdiri diatas sepeda, bersepeda tanpa kedua tangan, dan berbagai gaya akrobatik lainnya. Sedangkan di sisi lain, jangankan melakukan akrobatik, naik sepeda saja masih jatuh melulu :))

Nah, bagaimana tidak tambah stress dan putus asa perasaan si murid?

Guru haruslah mengajarkan setahap demi setahap, ditunjukkan dulu cara naik sepeda. Kalau sudah bisa, ditambah dengan diajarkan satu cara akrobatik. Demikian seterusnya sampai si murid benar-benar mahir.

Guru haruslah membentuk keyakinan dalam diri si murid bahwa yang dipelajarinya adalah hal mudah dimana suatu saat pasti akan bisa. Bukannya malah membentuk persepsi yang sulit dikarenakan suka pamer. Agar terlihat mudah, maka haruslah dimulai dari hal yang sederhana. Suka pamer kehebatan akan menimbulkan persepsi sulit pada diri murid.

Prinsip lain yang sangat penting dalam pengajaran apapun adalah tidak boleh mentertawakan apa yang dilakukan si murid, sebodoh atau seburuk apapun yang dilakukannya.

Mentertawakan adalah sama saja dengan merendahkan dan menganggapnya sangat bodoh. Dan hal ini akan berakibat mematahkan semangatnya.

Sekali semangat patah, maka bubar sudah proses pengajaran. :(

Seperti halnya kisah belajar sepeda diatas, coba kalau saat si anak jatuh kemudian Anda tertawakan. Tentunya si anak akan menangis dan hilang semangatnya untuk kembali belajar. Berbeda bila saat dia jatuh kemudian Anda tolong dan menyemangatinya kembali, dia tanpa ragu dan penuh semangat akan berusaha untuk kembali belajar.

Coba kalau berani, seorang pria dewasa sedang belajar naik sepeda dan pada saat dia jatuh kemudian Anda tertawakan.

Bisa-bisa sepedanya dilemparkan ke wajah Anda saking kesalnya :-P

Oleh karenanya, adanya sikap saling menghargai dan saling memberi semangat sangatlah penting untuk situs ini.

Forex trading itu sulitnya ampun-ampunan, hanya dengan adanya sikap saling memberi semangat yang dapat membuat tetap bertahan.

Bila kemarin saya sempat memberi teguran kepada Pak Rizki dikarenakan agar semangat yang sudah susah payah dibangun tidak rusak.

Mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Pak Rizki, kalau tidak berniat melecehkan dan hanya salah kata belaka, tetapi kalimat yang ditulis bila dibaca oleh kebanyakan akan dipersepsikan sebagai merendahkan dan melecehkan:

 


klw lihat peserta kontes yg sudah menghabiskan modal lebih dari 50% sy pengen ketawa,geli melihatnya. itu orang tdk cocok jadi trader cocoknya jadi pejudi

commnent


 

Mohon Pak Rizki maklumi kalau mereka sedang dalam proses belajar. Sangatlah wajar kalau kerjaan mereka “jatuh” melulu.

Mereka sudah berjuang mati-matian mempertahankan account tetapi tetap saja jeblok. Tentunya akan sangat sakit hati sekali kalau sudah mati-matian berupaya kemudian dikatakan “tdk cocok jadi trader cocoknya jadi pejudi”

Oleh karenanya, mohon pada Pak Rizki, lain waktu sebelum berkomentar, dibaca sekali lagi dan rasakan terlebih dahulu ke hati serta perasaan Pak Rizki sendiri, apakah menyinggung atau tidak. (comment)

Karena kalau tidak, maka Pak Rizki sendiri yang akan “dilempar sepeda” beramai-ramai oleh mereka :))

Adanya asap tentunya karena adanya api, mereka melakukannya akibat “panas” dari api yang ditimbulkan oleh komentar Pak Rizki.

Meskipun saya memiliki kemampuan untuk menyensor komentar atau bahkan memblokir untuk selamanya (banned), tetapi tidak saya lakukan.

Sebagai “orang tua” situs ini dan juga sekaligus dianggap sebagai guru, menyensor atau memblokir bukanlah solusi terbaik. Toh dalam pergaulan pun yang namanya bersinggungan adalah hal biasa terjadi. Dunia ini tidak diciptakan hanya dalam satu warna tetapi berbagai warna.

Kualitas diri dan kebesaran hati seseorang dinilai pada saat berhadapan dengan masalah.

Oleh karenanya, pada saat terjadi masalah maka perhatikan saja apa yang dilakukan pada masing-masing orang, itulah aslinya diri mereka. Sebelumnya ngomongnya pemberani, tetapi begitu didatangi preman, eh… malah kabur. Itulah aslinya, sebenarnya penakut. :))

Kualitas diri dan kebesaran hati dapat diibaratkan seperti halnya tinggi rendahnya sebuah pohon.

Kalau memiliki kualitas diri dan kebesaran hati yang sangat tinggi, tentunya riak-riak kecil akan dibiarkan saja. Sengaja dibiarkan karena tidak sesuai dengan kualitas dirinya. Buat apa buang waktu ngurusin hal-hal sepele, mending ngurusin hal yang jauh lebih besar.

Yang perlu dipahami, tidak semua orang akan menyukai diri kita, sebaik dan sesempurna apapun yang kita lakukan.

Seperti halnya presiden, tidak semua rakyatnya menyukainya, meskipun yang dilakukan sudah baik dan berhasil membuat makmur negeri. Selalu ada saja yang tidak suka. Nah, bayangkan kalau tiap kali ada yang tidak suka kemudian si presiden sibuk mengurusinya. Akhirnya hal lain yang lebih penting dan lebih besar menjadi terlupakan.

Seorang presiden bila disukai hanya oleh 60% rakyatnya maka sudah mencukupi. Yang 40% sisanya silahkan saja tidak suka, toh lebih banyak yang suka.

Akan tetapi kalau yang terjadi kebalikannya, yaitu 60% atau lebih tidak suka padanya, maka seharusnya presiden tersebut mulai berkaca, pasti ada yang salah pada perkataan atau perbuatannya sehingga menyebabkan banyak yang tidak suka padanya.

Karena kalau tidak mau berkaca, tidak mau mengubah diri, dan tetap ngotot, maka yang terjadi adalah kudeta dan “dilempar sepeda” beramai-ramai oleh rakyatnya sendiri :))

Kualitas diri dan kebesaran hati juga tidak ditentukan oleh umur, tetapi ditentukan oleh kedewasaan pribadi.

Bisa saja seseorang yang sudah berumur lanjut tetapi tingkah lakunya seperti ABG. Sebaliknya, bisa saja seseorang yang masih muda tetapi memiliki kualitas diri dan kebesaran hati yang sangat tinggi.

Memang idealnya seseorang yang sudah berumur seharusnya memiliki pengendalian emosi dan kebijaksanaan yang lebih baik daripada yang masih muda. Tetapi tidak semua orang mampu melakukannya.

Karena itu, kemudian diciptakan lagu berjudul ABG Tua dari Plat Band dibawah ini: :))

 


 

 


 

Kalau yang masih muda-muda emosinya cepat tersulut adalah hal yang wajar. Dapat dimaklumi dikarenakan masih muda maka masih menggebu-gebu, sumbunya lebih pendek daripada yang sudah berumur. :)

Yang konyol kalau sudah berumur tetapi emosian, walah… bagaimana bisa jadi orang tua yang baik dan dapat dijadikan panutan kalau seperti ini :))

Orang tua yang baik seharusnya merangkul semua anak-anaknya baik yang tidak nakal maupun yang nakal. Sukses tidaknya orang tua bukanlah dengan membuang yang nakal dan hanya mepertahankan yang baik-baik saja. Seninya dimana kalau seperti itu :))

Justru yang nakal merupakan tantangan tersendiri. Kesuksesan bukan diperoleh dengan cara membuang yang nakal, tetapi diperoleh dengan cara mengubah yang nakal agar menjadi baik.

Mengubah diri seseorang adalah hal yang gampang-gampang susah. Gampang karena caranya mudah yaitu tinggal diberitahu dan disadarkan kalau yang dilakukannya salah. Menjadi susah kalau dirinya tidak sadar-sadar juga padahal sudah berkali-kali diteriakin :))

Kembali pada judul artikel diatas, proses belajar agar cepat berhasil memerlukan 2 buah faktor yaitu:

    • Fokus pada tujuan
    • Disiplin

 

Fokus Pada Tujuan

Fokus pada tujuan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk terus menerus melangkah menuju ke satu titik tujuan, tanpa menghiraukan cobaan atau godaan yang terjadi.

Dalam hidup ini, fokus biasanya memudar dikarenakan 2 hal yaitu adanya cobaan atau adanya godaan.

Tuhan memberikan kedua hal tersebut secara bergantian untuk menguji kuat tidak mental yang kita miliki. Tuhan sengaja memberikan ujian seperti ini untuk mengetahui pantas tidaknya diri kita bila nantinya diberi anugrah yang lebih besar.

Cobaan yang diberikan oleh Tuhan bisanya berupa kesulitan dan kesedihan. Sedangkan godaan yang diberikan Tuhan biasanya adalah hal-hal yang memberikan kenikmatan sesaat.

Cobaan dan godaan inilah yang akan memudarkan fokus. Hanya mereka yang kuat saja bertahan tetap fokus, sehingga nantinya pun menjadi yang pantas menerima anugrah yang lebih besar dari Tuhan.

Oleh karenanya, terdapat sebuah kalimat bijak yang mengatakan “Tuhan tidak akan memberi cobaan pada manusia kecuali mereka mampu menanggungnya”.

Yang mampu menanggung godaan dan cobaan akan naik ke level yang lebih tinggi karena terbukti bahwa kualitas dirinya jauh lebih besar daripada godaan dan cobaan yang diberikan. Sedangkan yang tidak kuat, akan tetap di level yang sama atau bahkan levelnya diturunkan oleh Tuhan.

Pada minggu ini, situs ayotradefx.com menjadi berbeda daripada sebelum-sebelumnya, menjadi lebih “panas” dan penuh warna dikarenakan para pembaca beramai-ramai mengecam Pak Rizki dan menuntut agar Pak Rizki membuktikan bahwa benar-benar sebagai trader jagoan.

Hal ini agak kurang masuk di akal saya.

Logika sederhananya seperti ini, Anda semua tentunya tahu Superman, itu lho tokoh kartun berbaju biru dan bisa terbang.

Suatu hari ada seseorang yang bernama Parman mengaku-aku bahwa dirinya bisa terbang seperti halnya Superman.

Coba kita pikir bersama, sah-sah saja khan kalau si Parman ini mengaku bahwa dirinya bisa terbang. Mengaku sebagai Batman atau bahkan Gatot Kaca pun juga boleh-boleh saja. :))

Paling-paling yang ada dalam pikiran kita semua, jangan-jangan si Parman ini agak kurang beres :))

Toh si Parman ini tidak merugikan siapa-siapa, kerjaannya tiap hari hanyalah mengaku-aku dan membual kesana kemari kalau bisa terbang.

Lucunya, orang-orang malah kesal dan meminta si Parman untuk membuktikan kalau memang bisa terbang beneran atau tidak. Maka beramai-ramailah orang-orang memaksa si Parman untuk naik ke gedung yang sangat tinggi sebagai upaya pembuktian terbang.

Kalau si Parman memang beneran bisa terbang masih mending, begitu loncat dari gedung maka bisa langsung terbang.

Tetapi kalau tidak, tentu saja si Parman akan tewas di dasar gedung akibat tidak bisa terbang tetapi nekad loncat dari gedung tinggi.

Nah, coba pikir, kalau nantinya si Parman tewas, siapa yang ditangkap polisi untuk bertanggung jawab? :))

Padahal si Parman ini kerjaannya hanyalah membual doang dan tidak merugikan siapapun.

Buat apa Anda semua repot ingin membuktikan kesaktiannya.

Biarkan sajalah, hanya buang waktu dan mengalihkan fokus.

Masalah akan menjadi berbeda bila si Parman ini berusaha menjual baju Superman-nya kepada Anda. Apalagi Parman bahkan berani menjamin bahwa dengan baju Superman tersebut maka Anda akan bisa terbang.

Kalau masalahnya seperti ini, maka perlu adanya pembuktian kesaktian baju yang mau dibeli karena Anda harus keluar uang. Tentunya agar tidak rugi dan tertipu maka diperlukan pembuktian lebih lanjut.

Pakaikan saja baju itu ke Parman dan dorong dia dari gedung tinggi.

Kalau tidak tewas, barulah baju tersebut dibeli :))

Contoh lain, dua orang pria berdiri disamping mobil mewah. Yang satu gagah tinggi besar dan necis berbaju safari. Sedangkan yang satunya lagi kurus kecil dengan baju kusut dan rambut berantakan.

Tentunya kebanyakan dari kita akan menyangka bahwa pemilik mobil adalah yang gagah dan necis. Padahal bukan, pemilik sebenarnya adalah yang kurus kecil, bajunya kusut dan rambut berantakan dikarenakan semalaman sibuk bekerja dan belum sempat pulang.

Darimana diketahuinya?

Ajak saja ngobrol, tentu akan langsung ketahuan yang mana pemilik sebenarnya.

Sang sopir, meskipun gagah dan necis, tetapi begitu diajak ngobrol akan langsung terlihat kualitasnya.

Kualitas seseorang akan terlihat dari caranya berkomunikasi dan luasnya pengetahuan.

Dari kedua contoh diatas dapat disimpulkan bahwa kita semua ini sangatlah mudah fokusnya teralihkan.

Si Parman yang kerjaannya hanya membual melulu, malah sibuk diurusin. Yang jelas-jelas berpengetahuan kurang malah dikira pemilik mobil.

Fokus kepada hal yang salah hanyalah buang waktu dan tenaga.

Hanya saja yang perlu diingat, kebenaran sebuah fokus terletak pada persepsi Anda sendiri dalam melihat suatu permasalahan. Kalau Anda melihatnya dari sisi yang salah, maka fokus Anda pun akan menjadi salah kaprah.

Oleh karenanya, upayakan untuk selalu memilih fokus yang benar dan jangan terlalu pusingkan hal-hal yang tidak berguna.

Bagaimana bisa cepat sampai tujuan kalau kerjaannya belak-belok melulu :-D

 

Disiplin

Segala hal dalam hidup ini perlu adanya kedisiplinan bila ingin sukses.

Contohnya, coba kalau Anda tidak disiplin bangun pagi dan selalu terlambat ke kantor, lama kelamaan bisa dipecat. :-D

Sama halnya dengan belajar trading maupun melakukan trading, haruslah disiplin dengan aturan yang telah ditentukan.

Misalnya, Anda membuat aturan bahwa setiap hari akan memantau chart sejak jam 14 s.d. 22. Kalau sudah ditentukan aturannya, maka usahakan untuk mematuhinya. Karena kalau tidak, kapan bisanya?

Demikian pula dengan melakukan trading, Anda pun harus disiplin dengan aturan yang telah ditentukan oleh trading system. Kalau entry belum sesuai dengan aturan maka jangan pernah nekad, karena biasanya hasilnya adalah loss.

Untuk menggambarkan hal ini dapat diperumpamakan seperti halnya diet obesitas yang sedang dilakukan oleh Pak Rizki.

Coba datang ke toko buku dan cari buku perihal diet, pasti sangat banyak sekali buku yang membahas perihal diet. Padahal dari sekian banyak buku, paling yang Anda perlukan hanyalah 2-3 buku saja. Demikian pula dalam trading, paling yang diperlukan hanyalah beberapa indikator saja.

Andaikan Anda membeli semua buku diet, apakah menjamin diet yang dilakukan sukses? Andaikan Anda memasang semua indikator ke chart, apakah menjamin trading yang dilakukan sukses?

Tentunya tidak. :)

Sukses tidaknya bukan terletak pada banyaknya buku atau indikator yang digunakan, tetapi dari pemahaman dan kedisiplinan Anda sendiri dalam melakukannya.

Buku tersebut harus Anda baca dan pahami terlebih dahulu. Kemudian tentukan makanan apa saja yang cocok untuk program diet yang Anda lakukan. Dan setelahnya berusaha untuk disiplin hanya memakan makanan yang telah ditentukan pada jam yang ditentukan.

Demikian pula dengan trading, pahami terlebih dahulu perilaku indikator yang digunakan. Carilah setting yang kira-kira paling tepat. Setelahnya tentukan aturan entry-nya seperti apa dan exit-nya seperti apa. Kalau sudah, berusahalah untuk selalu disiplin dengan aturan tersebut.

Berhasil atau tidaknya program diet, bukanlah karena bukunya tidak “sakti” tetapi karena Anda sendiri yang tidak disiplin. Demikian pula dengan trading, yang salah bukan indikatornya tetapi karena Anda sendiri yang suka melanggar aturan.

Faktor disiplin ini, juga merupakan jawaban kenapa jarang sekali trader dari Indonesia yang sukses.

Coba saja perhatikan, lingkungan kita sejak kecil sudah mengajarkan agar terbiasa dengan tidak disiplin. Jam karet, janji tidak pernah tepat, omongan tidak konsisten, dan lain sebagainya. Berbeda dengan bule, mereka sangatlah disiplin, sejak kecil mereka sudah diajarkan untuk selalu disiplin, konsisten dengan omongan, selalu menepati janji, dan tepat waktu.

Belum lagi aturan di negeri ini yang amburadul dan tidak tegas. Melanggar bahu jalan, tidak menggenakan helm, melanggar lampu merah, dan lain sebagainya adalah hal yang biasa kita lakukan di negeri ini. Sejak kecil kita sudah dibiasakan untuk melanggar aturan yang ada.

Sehingga akhirnya timbul pemeo “aturan dibuat hanyalah untuk dilanggar”. :)

Itulah kenapa trader bule lebih sukses daripada kita.

Lingkungan di sekeliling telah membentuk diri kita untuk selalu tidak disiplin dan menyukai melanggar aturan. Dan hal ini berakibat sangat buruk pada saat melakukan trading.

Nah, coba pikir sendiri sekarang, bisa tidak seseorang yang kesehariannya terbiasa tidak disiplin dan tidak konsisten menjadi trader yang baik?

Itulah kenapa belajar trading memerlukan waktu lama, bukan karena Andanya sangat bodoh, tetapi karena mental Anda sendiri yang belum siap untuk selalu disiplin dan konsisten.

Mengubah mental haruslah dilakukan dengan perlahan-lahan dan tidak bisa instant. :)

Untuk mengukur seseorang sudah memiliki disiplin tinggi atau tidak, caranya mudah.

Jangan pernah percayai omongan, tetapi yakini sikap dan tindakan. Kualitas diri seseorang dinilai dari sikap dan tindakan yang dilakukannya, bukan dari omongannya karena bisa saja sekedar gombal belaka.

Omongan bisa saja bohong, tetapi sikap dan tindakan tidak akan pernah menipu. Seseorang yang baik akan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak dan elegan. Sedangkan yang tidak, akan menyelesaikan masalah dengan cara kasar dan buruk, bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru.

Seseorang yang memiliki disiplin tinggi akan terlihat dari sikap dan cara-cara yang dilakukannya. Selalu konsisten baik dalam omongan maupun perbuatan, teliti, terstruktur rapi, tepat waktu, tepat janji, dan berbagai hal lainnya. Berbeda dengan yang terbiasa tidak disiplin, akan terlihat kalau segala yang ada di dirinya serba berantakan, tidak terstruktur, dan serba amburadul.

Disiplin termasuk dalam kualitas diri.

Tidak akan pernah bisa bila seseorang berpura-pura memiliki kualitas diri yang baik. Cepat atau lambat pasti akan ketahuan aslinya.

Seseorang yang disiplin akan selalu konsisten dari waktu ke waktu, karena memang pribadinya telah terbentuk untuk melakukan hal ini secara otomatis. Dia tidak akan pernah merasa berat karena disiplin dan konsisten telah menyatu dalam dirinya. Dia tidak perlu berpikir lama, dia selalu bergerak cepat, dan lain sebagainya karena semuanya sudah ada di dalam dirinya.

Berbeda pada seseorang yang tidak terbiasa untuk disiplin, akan sulit sekali untuk bersikap konsisten dan akan merasa tersiksa sendiri dikarenakan berlawanan dengan karakter aslinya yang serba amburadul. Seandainya bisa konsisten dan disiplin pun, paling-paling hanya sesekali saja, setelah itu akan balik lagi ke aslinya.

Untuk berpura-pura, dia harus mengubah dirinya menjadi bukan aslinya. Biasanya lamban, mau tidak mau sekarang harus cepat. Biasanya malas, mau tidak mau harus rajin. Biasanya tidak konsisten, sekarang mau tidak mau harus konsisten. Hal-hal inilah yang akan menyiksa dirinya sendiri, karena memaksakan diri untuk menjadi yang bukan aslinya.

Oleh karenanya, dalam menghadapi yang sedang berpura-pura, tidaklah perlu sakit hati dan merasa tersinggung. Biarkan saja, justru kepura-puraan itu akan menyiksa dirinya sendiri. Bukan menyiksa Anda. :)

Siapa sih yang tahan bermain sandiwara terus menerus, suatu saat pasti capek juga. Nah pada saat capek itulah, aslinya akan terlihat.

Mudah khan dan tidak perlu repot-repot :))

Berbeda kalau aslinya memiliki kualitas diri yang baik. Akan selamanya dia bertahan tetap baik dikarenakan memang aslinya sudah seperti itu. Justru Anda sendiri yang “kelimpungan” menghadapi orang seperti ini dikarenakan Anda sudah capek dan putus asa mengikutinya, tetapi yang diikuti kok malah gak ada capeknya. :))

Oleh karenanya, berusahalah untuk selalu menjadi diri sendiri.

Tujuannya agar Anda menikmati yang dilakukan dan tidak merasa tersiksa sendiri akibat harus berpura-pura.

Tuhan menciptakan diri kita tidaklah sempurna dan tidak perlu malu dengan ketidaksempurnaan itu.

Tidak harus diri kita hebat di semua bidang, tetapi berusahalah untuk menjadi hebat hanya pada satu bidang saja, sampai-sampai tidak ada seorangpun yang mampu mengalahkan Anda. Kalau hal ini terjadi, maka semua orang akan sangat menghormati Anda.

Akhir kata, semoga dengan adanya artikel ini, kita semua dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, yang memiliki kualitas diri dan kebesaran hati yang sangat tinggi.

Mewakili Pak Rizki, saya pribadi mohon maaf kepada para pembaca apabila terdapat sikap atau perkataan Pak Rizki yang kurang berkenan. Mohon dimaklumi bahwa Pak Rizki masih dalam tahap belajar menulis, dimana salah kata adalah hal yang wajar sehingga menimbulkan salah persepsi yang “panas”.

Sebaliknya, atas nama para pembaca yang kemarin sempat “melempar sepeda” ke Pak Rizki, saya juga mohon untuk dimaafkan oleh Pak Rizki. Mereka berkata kurang sopan dan kasar dikarenakan rata-rata masih muda yang emosinya masih meledak-ledak dimana perkataan tersebut akibat “panas” yang ditimbulkan dari komentar dari Pak Rizki yang salah kata.

Tuhan saja Maha Pemaaf, masa kita tidak. Nanti kalau tidak memaafkan, Tuhan juga bisa marah lho dengan gantian tidak berkenan memaafkan kesalahan-kesalahan kita. :)

Meskipun demikian, kalau masih juga kurang puas, silahkan saja kalau mau ribut-ribut lagi, saya tidak apa-apa kok.

Lumayan untuk hiburan gratis :-P

 

54 Comments

  1. putu wahyu says:

    Salam kenal P Anton, selama ini saya diam2 mengikuti dgn setia forum study group forex ini, sangat luar biasa dan saya sangat salut atas kebijaksanaan Bpk dengan rendah hati memberikan kesempatan dan waktunya untuk berbagi pengetahuan bersama kami. Sebagai orang awam yang masih buta dengan dunia forex, kita mendapat pencerahan dan wawasan yang sangat mendalam mengenai liku-liku dunia trading. Secara tidak langsung anda mengambil peran sebagai mentor bagi para pencari pengetahuan di forum ini, dan sebagai teman sepelatihan anda di forum ini sudah semestinya mengikuti apa yang diajarkan mentor. Mentor yang baik sudah dapat dipastikan adalah orang yang pertama kali menginginkan kita semua sukses menjadi trader.

    Mohon ijinkan saya berbagi cerita yang saya kutip dari buku “Kumpulan Hikayat dari Timur” judulnya ORANG-ORANG BODOH TIDAK MAU MENDENGARKAN SARAN

    Tidak ada yang lebih tuli daripada orang yang tidak mau mendengar (Amsal)

    Alkisah ada seorang saudagar yang bodoh. Ia menaruh sekarung gandum di satu sisi dari kudanya dan mengimbanginya dengan sekarung pasir di sisi yang lain, agar kuda itu merasa nyaman.

    Seorang miskin yang melihat ia menaikkan muatan di atas kudanya, bertanya kepadanya, “Pak, bolehkah saya bertanya apa yang anda lakukan?”

    Sang saudagar menjawab, “Di satu sisi aku menaruh gandum dan di sisi yang lain, pasir untuk mengimbangi bebannya.”

    Apakah tidak lebih baik,” tanya orang yang lewat itu, “jika anda membagi karung gandum itu menjadi dua bagian yang sama beratnya dan menempatkannya di masing-masing sisi?

    “Hai , kawan, aku mau bertanya kepadamu. Katakan, seberapa banyakkah hartamu?” tanya saudagar itu degan ketusnya.

    “Aku tidak mempunyai apa-apa kecuali diriku sendiri,” jawab orang itu.

    “Kalau begitu, jangan mengatakan apa-apa kepadaku,” jawab pemilik kuda itu dengan sengit. ” Simpanlah teori-teori mulukmu itu untuk dirimu sendiri, jika tidak, aku pun akan menjadi miskin seperti dirimu.”

    Orang-orang bodoh tidak mau menerima saran. Para bijaksana memberi kita nasihat, namun kita tidak mengindahkan mereka. [-(

    Salam Damai… ;)

  2. irfansyah says:

    Kenapa ya lagu barat jadul (70’s 80’s 90’s) lebih enak dan berkesan dibanding yg lain. Kalo ditanya orang lain lagu baru indo dan barat tahun 2000an, saya gak tau dah, hahaha

    • Saya kira bukan lagu barat saja Pak Irfansyah, lagu Indonesia di era itu juga enak dan berkesan. Sepertinya dalam menciptakan lagu mereka sangat menjiwai dan dari hati, yang tertuang ke dalam lirik maupun nada lagunya.

      • irfansyah says:

        Bener skali Pak Mahadi
        apalagi lagunya D’lloyd, wah nusuk banget dah,
        memang lebih hebat ya, padahal sarana prasarana terbatas.
        Walaupun saya masih muda, tapi telinga saya Bapak2, hehehe

      • Bukan karena telinganya seperti Bapak2 tetapi Pak Irfansyah adalah orang yang sangat romantis, beruntung deh pacarnya :))

      • irfansyah says:

        Hahaha, tapi kok bisa tau Pak?
        Padahal tampilan saya kan kaya preman yg selalu emosian, hehehe

      • Khan sudah sering ditulis, jangan lihat tampilan luarnya. Kalau Pak Irfansyah menyukai lagu-lagu yang menusuk, maka dapat disimpulkan bahwa Pak Irfansyah memiliki perasaan yang halus dan romantis. Kalau tidak, tentunya gak pusingkan lagu seperti apapun. Makanya, yang beruntung pacarnya, jarang lho cowok yang romantis, saya saja tidak :))

      • irfansyah says:

        Hahaha, ya itu kan memang enak lagunya Pak, Pak Mahadi aja suka, jadi universal dah, hanya mungkin orang lain belum dengar, jadi gak tau dah!
        Seperti yg Bapak pernah katakan, baik trading atau kehidupan, termasuk hubungan seperti lari marathon diperlukan konsisten, jikalau romantis hanya sekali, sehabis itu nyakitin ati, kan percuma Pak, hehehe

      • Ada tapinya Pak Anton, kalau seperti ini biasanya yang aleman malah Pak Irfansyah :))

      • irfansyah says:

        Wah, saya diketawai berjamaah neh,,ampun!!!

      • Masih mending, namanya menghibur, daripada “dilempar sepeda” beramai-ramai seperti yang terjadi kemarin :-P

      • irfansyah says:

        Wah kalo itu mah udah kebangetan Pak,
        jangan sampe dah Pak saya digituin, hehehe

      • Walah, kalau Pak Irfansyah gak mungkin sampai digituin, wong perasaannya halus begitu. Kalau yang kemarin khan tidak berperasaan, sudah berkali-kali “dilempar sepeda” beramai-ramai saja, masih juga gak nyadar-nyadar. Malah kata Pak Wayan, lagi ngigau makanya gak nyadar-nyadar :))

      • irfansyah says:

        Hahaha, tapi saya yg paling suka dari komentar Pak Iwan Martha pada saat pembukaan, terkenal dan tercemar beda2 tipis, ngakak hari itu.
        Semoga aja gak nongol lagi, bentar lagi bulan puasa, setan pada diborgol.

      • Masalahnya, bagaimana bisa memborgolnya, malaikatnya saja bingung, ini sejenis setan apa bukan, khan ngakunya superman :-P

      • irfansyah says:

        Hahaha
        bener juga Pak
        tapi ada persamaannya Pak
        cuma ada 1, tapi menggoda banyak orang,

  3. Bambang says:

    Pak Anton, usul saya agar di buatkan semacam aturan/ panduan/ guidelines demi terjaganya ketentraman, keceriaan, dan kelancaran dalam berbagi ilmu disini. Misalkan jangan menggunakan kata-kata yang tidak sopan, komentar yang berpotensi menimbulkan pertengkaran, SARA, melanggar peraturan, ataupun hal-hal lainnya. Dan Pak anton sebagai pengelola berhak untuk memberikan sanksi/ menghapus posting bila ada pelanggaran.

    • Saya kira tidak perlu dibuatkan aturan seperti itu Pak Bambang. Aturan di dunia online/internet itu sebenarnya sama saja dengan aturan di dunia offline/kehidupan kita sehari-hari. Tanpa aturan tertulis, kita sudah paham bahwa dalam bermasyarakat kita harus bisa saling menghormati, saling menghargai satu sama lain, saling mengerti, saling tolong menolong, dan lain sebagainya. Menurut saya, interaksi kita di dunia online merupakan refleksi/gambaran dari kehidupan kita sehari-hari dalam bermasyarakat :)

      • Benar Pak Mahadi. Pernah terdapat sebuah komentar dari salah seorang pembaca yang berisi cacian kepada seorang menteri. Nah, kalau hal yang tidak pantas seperti ini, langsung saya delete tanpa pikir panjang.

        Tanpa dibuatkan aturan pun, seharusnya kita semua sudah paham, bagaimana bertutur kata yang baik dan sopan agar dapat dihargai maupun dihormati oleh yang lainnya. Toh kalau melanggar, sanksi yang dikenakan bukan oleh saya, tetapi dikecam beramai-ramai oleh yang lain seperti terjadi kemarin. :)

  4. moch.samuti says:

    mungkin bagi pa rizki situs ini tidak berfaidah, tapi bagi saya adalah sangat membantu karena jarang orang berani memberi komentar dan bimbingan tanpa melihat keuntungan untuk dirinya, biasanya kebanyakan orang bila berbicara trading forex selalu melihat sisi keuntungan untuk dirinya, hal ini pernah saya alami, sehingga saya menyesali atas perbuatan saya (saya pernah jadi affiliasi broker, padahal saya belum dan paham akan broker) bahkan sampai sekarang saya selalu menyesali apa yg pernah saya perbuat dan itupun setelah mengetahui dan megenal pa anton… untuk membuktikan bahwa situs ini bermanfaat bagi saya, mulai minggu depan (insya alloh) saya akan buat akun live micro yang akan di patau melalui situs ini (modal hanya $25), modal tersebut sudah saya pertimbangkan semua resikonya, akun live tersebut untuk membentuk karaktek psikologis diri saya yang nanti untuk dinilai oleh guru saya (pa anton), saya live bisa dibilang nekad karena guru saya (pa anton) bilang bahwa untuk menguji sistem trading itu minimal 3 bulan, tapi tak apalah, yang terpenting adlah niat yang lurus yaitu, disipilin dgn SL/Cutt Loss, konsisten dgn sistem dan sabar, semua itu bagi saya tidak akan tercapai bila tidak dilaksanakan (live) dan juga saya merasa tertantang tidak ada akun live dari pembaca yang berani menampilkannya di sini (live) Do’akan pa anton… Bismillah [-O<

    • Saya doakan Pak Samuti, semoga berhasil profit :)

    • Semoga sukses Pak Samuti. Sehari cukup 20-30 pips, seperti pesan Pak Anton dalam artikel Compounding =D>

      • Bisakah kita mendapatkan info bagaimana mengisi dan membaca file compounding? Jika suatu broker mensyaratkan minimal SL 30, apa langsung kita isi 30.. soalnya sebelum kita isi, pasti posisi kita sudah minus dulu…
        Trus lebih baik mana antara SL dan Cut Loss? Ada saran dari rekan rekan atau pak Anton sendiri? Saya baru mencoba untuk intraday, di TF 15, namun kok pasti SL saya kena ya? ada yang punya setup sistem atau aturan SL/TP di TF15? [-O<

      • Beberapa pertanyaan telah dijawab oleh Pak Anton.. wah susah juga ya melacak koment kita sendiri….kalau ramai begini..
        Tapi mungkin pertanyaannya bisa dimodifikasi… bagaimana trading setup dari temen-temen di sini… bisa sharing? [-O<
        Kalau saya sampai sekarang masih murni PA… tapi ya PA sing agak ngawur, karena masih belum konsisten …Saya masih ingat, pada awal trading contest Oanda kemaren, satu jam setelah kontes dimulai saya dah peroleh gain sebesar 27%, Saya saking senengnya langsung minta pak Anton mereview, tapi jawaban pak Anton cukup menohok saya, apanya yang mau direview pak mahfud, wong contestnya aja baru mulai… Habis itu nyungseplah saya, bukan cuma kapal selam, tapi lebih tepat kapal karam…. :))
        Habis itu, setelah membaca review pak Anton, saya sadar, ternyata ada yang salah dalam trading saya, meski akurasi saya lumayan baik, tapi hal itu lebih dikarenakan faktor tidak adanya SL… Tapi begitu dua hari ini saya coba trading di self contest, ini, konstisten pakai SL ternyata juga cukup menyakitkan…. :oops:

      • Hahaha… bukan menohok Pak Mahfud, konsistensi itu diukur dalam jangka panjang. :))

        Semua orang pasti bisa langsung memperoleh profit besar, kalau entry yang dilakukan pas pada saat trending. Tantangannya bukan pada langsung profit besar, tetapi pada bisa tidaknya mempertahankan profit yang sebelumnya diperoleh maupun mempertahankan modal, dalam kurun waktu yang lama, sehingga grafik profitnya terlihat menanjak terus. Nah, kalau bisa, barulah dapat disebut konsisten.

      • Seperti yang pernah disampaikan Pak Anton, bahwa sistem trading itu selera masing-masing. Belum tentu sistem trading yang saya gunakan akan cocok apabila digunakan Pak Mahfud. Yang perlu dilakukan Pak Mahfud adalah memahami sistem trading yang digunakan. Seiring berjalannya waktu, Pak Mahfud akan hafal dan paham sistem tradingnya. Saat ini pun saya juga berproses seperti ini. Menjadi kru “kapal selam” bagi saya adalah hal yang biasa. Semoga jawaban ini dapat membantu dan tetap semangat ya Pak Mahfud :)

      • Terima kasih pak Mahadi. Saya tahu kalau setiap sistem trading itu masing-masing tergantung pada pribadinya. Tapi mungkin ada ide tentang trading setup yang mak yoooss…. :))

      • Masalahnya, tidak ada trading system seperti itu. Menjadi mak nyoosss karena Pak Mahfud sendiri selalu tepat dalam memandang gerak market. Yang “sakti” bukan trading systemnya, tetapi Pak Mahfud sendiri. :)

        Sederhananya seperti halnya pisau dapur. Coba Pak Mahfud gunakan mengiris bawang sampai sangat tipis, belum tentu bisa khan. :))

        Tapi lihat di televisi, seorang koki professional mampu menggunakan pisau dapur yang sama untuk mengiris bawang sampai tipis, bahkan dengan sangat cepat. Nah, yang sakti siapa? Pisau dapurnya atau kokinya? :)

      • Setahu saya, tidak ada broker yang mensyaratkan SL sedemikian tinggi sampai 30 pip. Pada broker 4 digit, setinggi-tinggi adalah 15 pip. Sedangkan pada broker 5 digit seperti Vantage, GoMarkets, Pepperstone hanya 3 pip. Oleh karenanya, sebaiknya digunakan broker 5 digit dikarenakan lebih presisi.

        SL selalu terkena dikarenakan entry dilakukan pada saat ranging. Kalau dilakukan saat trending pasti tidak akan kena, bahkan dengan SL 15 pip pun tidak akan terkena.

        Sebaiknya gunakan SL daripada cutloss. Kalau SL maka sudah jelas kalau terkena maka akan loss. Sedangkan kalau cutloss, dalam diri Pak Mahfud nantinya akan timbul kecenderungan menunda-nunda, sehingga akibatnya floating loss pun makin lama makin besar.

      • Terima kasih penjelasannya pak Anton. Semakin mencerahkan…..saja… ^:)^

  5. Pak Anton saya ini SUPERMAN !!!,Bukan PENIPU,Buktikan klw saya ini Penipu,Selamat ya Pak atas keberhasilan Bp menjatuhkan dan mencemarkan nama baik saja,sekalian buat buku saja soal saya biar jadi duit,sy siang ini kaget dan baru tahu klw buku tabungan itu bisa dipalsukan,sy tdk mau membuktikan bahwa saya itu SUPERMAN yg bisa terbang karena say tahu disini banyak SUPERMAN2 lainnya yg rendah hati tdk sombong seperti anda,Sy hanya akan FOKUS untuk mengumpulkan uang dari forex bukan fokus seperti anda menjatuhkan orang lain.Sy serahkan semuannya pada Tuhan biar Tuhan yg akan membalasnya.Selamat Tinggal Pak Anton dan Teman-teman di AyotradeFx,com.Saya harus Terbang sekarang juga ke FXDD broker yg memberi saya uang.Alhamdulillah. =D>

    • Bila Pak Rizki menyimak dengan baik artikel diatas, terlihat jelas bahwa tidak ada satu katapun saya berusaha mencemarkan nama baik Pak Rizki.

      Justru artikel tersebut ditujukan untuk membela nama baik Pak Rizki agar para pembaca disini tidak selalu mengecam Pak Rizki. Yang mencemarkan nama baiknya Pak Rizki adalah ulah dan komentar Pak Rizki sendiri, yang berdampak menuai badai kecaman beramai-ramai oleh para pembaca. Kok Pak Rizki tidak nyadar-nyadar juga sih :))

      Ilustrasi cerita dalam artikel diatas hanyalah sekedar agar dapat lebih mudah dicerna oleh logika masing-masing, itupun menggunakan nama samaran, sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencemarkan nama Pak Rizki sehingga digunakan nama samaran.

      Perihal buku tabungan yang bisa dipalsukan memang faktanya seperti itu. Sengaja ditulis agar para pembaca paham dan tidak mudah tertipu, BUKAN menuduh Pak Rizki memalsukan buku tabungan. Di artikel ini, saya pun tidak pernah meminta Pak Rizki untuk membuktikan sebagai Superman.

      Karena itu saya heran kok bisa-bisanya Pak Rizki memiliki persepsi seperti itu. :))

      Apalagi kemudian Pak Rizki mengatakan bukan PENIPU.

      Lho yang mengatakan Pak Rizki itu penipu siapa, secara tidak langsung Pak Rizki sendirilah yang mengatakan seperti itu :-P

      Coba baca ulang dengan teliti artikel diatas, tidak ada satu kata atau kalimat yang mengatakan Pak Rizki penipu :)

      Bahkan pada artikel ini, saya pun dengan sukarela membantu Pak Rizki perihal bagaimana caranya melakukan diet obesitas agar berhasil.

      Demi membela nama baik Pak Rizki, saya juga bersedia merendahkan diri mewakili nama Pak Rizki untuk meminta maaf kepada para pembaca. Tujuannya, agar Pak Rizki dapat kembali diterima oleh para pembaca lain dengan lapang dada.

      Tetapi kalau niat baik tersebut kemudian Pak Rizki salah artikan, juga tidak apa-apa.

      Kalau Pak Rizki menganggap saya sombong, silahkan saja. Hak untuk menilai pribadi saya adalah hak Pak Rizki sendiri, saya pun tidak akan berusaha membela diri. Tidak ada gunanya saya menjelaskan panjang lebar, hanya buang waktu dan tenaga.

      Seperti ditulis dalam artikel diatas, tidak semua orang menyukai diri kita, sebaik dan sesempurna apapun yang telah saya lakukan.

      Kalau Pak Rizki berniat meninggalkan situs ini, silahkan dan tidak ada yang melarangnya. Situs ini berada di internet, membuka situs ini atau tidak adalah pilihan masing-masing.

      Bila Pak Rizki melihat jumlah pengunjung situs ini yang makin meningkat, kehilangan Pak Rizki seorang tidak akan memberikan pengaruh apapun.

      Silahkan saja meninggalkan situs ini, meskipun dugaan saya kemungkinan besar nantinya Pak Rizki masih membuka situs ini secara diam-diam (jangan dilupakan kalau saya juga memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi meskipun dibukanya diam-diam). Dimana lagi khan dapat memperoleh informasi lengkap perihal forex trading kalau tidak dari situs ini. :))

      Prinsipnya, bukan saya yang membutuhkan Pak Rizki, tetapi Pak Rizki-lah yang lebih membutuhkan adanya situs ini. Toh selama ini Pak Rizki-lah yang sering kali bertanya mulai dari masalah trading sampai yang aneh-aneh. Kalau Pak Rizki pergi meninggalkan, justru saya yang bersyukur karena pekerjaan yang harus saya lakukan menjadi lebih ringan.

      Yang rugi Pak Rizki sendiri, saya malah diuntungkan :))

      Semoga kali ini Pak Rizki mampu tetap konsisten dengan apa yang sudah diucapkan. :)

      • wayan budhi says:

        Hahaha… lucu pak Anton…
        mirip seperti kalo anak saya lagi ngigo diingetkan,
        ya gak bakalan sadar… wong lagi ngigo.
        Btw, saya salut atas kesabaran pak Anton.

        Tetaplah menjadi orang baik dan sabar pak Anton…
        saya tetap mendukung.

        Salam

    • irfansyah says:

      Saya secara pribadi dengan rasa senang hati dan gembira mempersilahkan Pak Rizki untuk pergi sekarang juga.
      Terima kasih
      (padahal dari kemaren2 udah ngucapin proklamasi juga)

    • Wah pak Rizki kok mengucapkan selamat tinggal lagi untuk yang :)) kesekian kalinya yach..
      Karena kita “penjudi” ayo taruhan saja, nanti suatu saat beliau akan “menyeletuk” lagi…..
      Siapa berani?

      • irfansyah says:

        Wah, saya gak berani taruhan Pak Mahfud
        karena gak ada indikator yg bisa mengukur urat malu seseorang, hahaha.
        Tapi dari data history, sepertinya bakal repeat itself / mengulang dgn sendirinya Pak.
        Tapi kita doakan saja, semoga saja tidak kembali lagi.

    • Beneran pamit gak nih? Nanti jangan-jangan pamit lagi yang ketiga kalinya, keempat kalinya, kelima kalinya. Kalau memang bukan penipu ya jangan menipu kita dengan pamitan berkali-kali lah. Cukup itu saja kok.

      Dan kalau Anda Superman, ya buktikan saja memang super. Kok seperti anak TK juga sih? Kalau Anda Superman, maka Pak Anton tidak perlu jadi super hero, cukup lempar batu Kripton saja dijamin mas Superman kleper.

    • Iwan Martha says:

      Accunt saya hampir kena MC neh….SUPERMAN mau bantu nggak ya?…. [-O<

      • Padahal dalam ilustrasi cerita pada artikel diatas, Parman mengaku-aku sebagai Superman dan orang-orang menganggapnya kurang beres. Lucunya, disini malah ada yang tanpa diminta, mengatakan bahwa dirinya juga Superman. Nah, apa tidak sama saja kurang beresnya dengan si Parman :-P

  6. irfansyah says:

    Sing : I would rather, I would rather go blind, than I see you in comment widgets

  7. agus marianto says:

    :( Saya pribadi juga ingin Minta Maaf kepada Pak Anton, ^:)^
    Karena saya telah menyia- nyiakan kepercayaan yang Pak Anton berikan untuk menjaga perkataan pada kolom komentar dengan adanya Fitur Moderatin Off di kolom komentar dan saya sampai mengotori situs ini dengan perkataan yang kurang baik.

    Mohon di Maafkan ya Pak Anton [-O<

    • Tidak apa-apa kok Pak Agus, justru yang terjadi kemarin sangat menghibur, seru banget sampai-sampai saya terkesima nontonnya :)

      Kapan mau bikin “pertandingan” lagi, penonton sudah tidak sabar nih :-P

      • agus marianto says:

        Pak Anton ini ada-ada saja. :))
        Serangan saya tidak ada counter attack nya Pak,
        Masa’ yang nyerang saya terus,capek dong,.
        kalau sudah begitu Kan tidak asyk lagi mau diteruskan.. :-D

        Sepertinya ada Bug di Plugin Flash Player ya Pak?
        beberapa hari ini setiap browsing dan buka Multi Tap,selalu saja ada crash pada plugin nya.

        Apa yang lain juga mengalami problem yang sama?

      • Klo saya lancar2 saja P.Agus

      • agus marianto says:

        Terima Kasih pak Inu, mungkin permasalahannya ada pada Notebook saya..
        Sepertinya harus di Install ulang, Aplikasi dan File-filenya terlalu numpuk,.

      • Flash Player memang seperti itu, berkali-kali bug dan berkali-kali update, tetapi tetap saja crash melulu :))

      • ia saya saja sampai ndak sempat koment, hampir tiap jam buka web ayotrade karna penasaran mau liat “berita panas terbaru” :) . semoga ada hikmahnya…. [-O<

  8. Iwan Martha says:

    Kalau saya melihat dari perbicangan Comment dengan pak Rizki memang pak Rizki suka mencari sensasi agar cepat terkenal, dengan adanya terkenal pasti akan laris dagangannya (MLM) :))
    memang beda tipis antara terkenal dan tercemar ya :-P
    Pak Rizki ini mengingatkan saya pada seorang teman yang menawarkan investasi 100% keuntungan dalam 1 bulan.
    Bagaimana bisa yakin saya kalau berbicara saja masih semrawut kata orang jawa.
    kalau ada 1 atau 2 orang lagi yang seperti pak Rizki agak repot nggak pak anton di situs ini… :-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)