I’m my own enemy

I’m my own enemy

Posted by

Selamat pagi Pak Anton,

waduh kalah lagi Pak, trading butuh duit sama trading gak butuh duit pasti lebih berhasil yg gk butuh duit.
itu dia yg bikin saya kalah terus Pak.

Pressure dr sgala pnjuru brtubi2 datang, ya ortu, sodara, ortuny pcar, macem2 dah…
Kalo mau ditinggalin sayang, udah terlanjur banyak pengorbanannya..

Apakah bapak dulu pernah mengalami keadaan seperti saya sekarang?

Kesimpulannya, I’m my own enemy…

 


 

“trading butuh duit sama trading gak butuh duit pasti lebih berhasil yg gk butuh duit”

Yang mengatakan kalimat seperti ini biasanya adalah yang lagi butuh duit :))

Logikanya sederhana, siapa sih yang mau bersusah payah terjun dan kemudian menggeluti dunia trading kalau tidak perlu uang :)

Bayangkan bila Anda sendiri sudah sangat kaya raya sehingga tidak butuh lagi uang tambahan. Tentunya Anda akan berpikir buat apa repot harus capek dan harus bersusah payah menggeluti dunia trading yang sulitnya ampun-ampunan dengan resiko rugi.

Lebih baik santai saja menikmati hidup dengan sering-sering liburan bersama yang disayangi. Toh uang sudah cukup banyak dan tidak perlu lagi dipikirkan.

Kesimpulan dari logika diatas, yang terjun ke dunia trading adalah mereka yang belum merasa kaya dan masih butuh duit :))

Saya pun sama saja dengan Anda, juga masih butuh duit :)

Masalah bukanlah terletak pada butuh uang atau tidak, tetapi adanya mental juara.

Seperti ditulis pada artikel terdahulu, segala hal yang kita lakukan saat trading adalah pencerminan dari karakter diri sendiri. Bila dalam kehidupan sehari-hari terbiasa tidak teliti maka saat trading akan melakukan hal yang sama. Bila terbiasa tidak disiplin maka akan juga dilakukannya saat melakukan trading.

Problemnya, market menuntut kesempurnaan. Tidak diperkenankan melakukan hal-hal buruk dikarenakan bila hal buruk tersebut dilakukan maka oleh market pasti akan dihajar dengan loss.

Oleh karenanya, I’m my own enemy.

Diri sendiri adalah musuh utama saat melakukan trading. Adanya nafsu dan emosi dalam diri yang menyebabkan hal tersebut. Perlu pengalaman yang cukup agar dapat mengendalikan nafsu dan emosi sehingga saat melakukan trading dapat selalu berpikir logis tanpa menghiraukan nafsu atau emosi yang timbul.

Meskipun demikian, sebagai manusia tentunya sangat sulit dapat melakukan sesuatu dengan sempurna terus menerus, suatu saat pastilah akan melakukan kesalahan sehingga yang dihadapinya adalah floating loss dan bukan profit.

Nah, pada saat kesalahan tersebut terjadi, disitulah ada tidaknya mental juara dalam diri akan diuji.

Mental juara dalam trading ada 3 hal yaitu:
1. berusaha melakukan kesalahan seminimal mungkin
2. andai terjadi kesalahan, hadapi dengan disiplin dan tenang
3. tidak jemu untuk mencoba lagi dan lagi

Pertama, berusaha melakukan kesalahan seminimal mungkin, baru dapat dilakukan bila sudah mampu mengendalikan emosi dan nafsu.

Kebanyakan yang baru belajar, pada umumnya memiliki jari telunjuk yang “gatal”. Inginnya terus menerus mengklik mouse dan melakukan entry. Saat candle tiba-tiba membumbung tinggi, tangan langsung bergerak mengklik mouse tanpa melakukan analisa matang terlebih dahulu.

Padahal candle tersebut hanyalah sekedar jebakan dan akibatnya loss yang dialami.

Berusahalah untuk sabar dan disiplin, coba berlatih dengan cara melihat melihat pergerakan chart selama berjam-jam tetapi mampu menahan diri agar jari telunjuk sama sekali tidak mengklik mouse.

Klik mouse tersebut hanya pada saat yang tepat untuk melakukan entry. Selama hal tersebut belum terjadi, tahan diri untuk tetap tidak mengklik mouse.

Kedua, bila salah maka hadapi dengan disiplin dan tenang.

Kebanyakan gagal pada tahap ini sehingga akhirnya mengalami loss besar. Perlu diketahui, loss besar atau bahkan margin call pada umumnya bukanlah dikarenakan salah entry berkali-kali.

Tetapi biasanya lebih dikarenakan salah entry hanya sekali saja tetapi dibiarkan dan tidak disiplin dengan SL yang sudah ditentukan sebelumnya.

Disinilah ujian mental sebenarnya.

Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari, ujian mental sebenarnya bukanlah pada saat situasi dan kondisi sedang tenang tidak ada masalah. Tetapi ujian sebenarnya adalah pada saat timbul masalah. Floating loss akibat salah entry adalah masalah.

Dalam kehidupan sehari-hari pun, sangat jarang yang memiliki mental juara dimana bijak dalam menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah. Oleh karenanya, jangan heran bila dalam trading pun hampir mirip dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga lebih banyak yang gagal daripada yang sukses.

Contoh sederhana, sebuah mobil berserempetan dengan mobil lain di jalan raya. Coba perhatikan, apa yang dilakukan mereka. Biasanya saling ngotot merasa benar sendiri selama berjam-jam, bahkan tidak jarang berakhir dengan baku hantam :))

Padahal kalau diselesaikan dengan bijak tentunya akan lebih efisien. Yang merasa salah dengan jiwa besar mengaku salah dan bersedia mengganti kerugian yang timbul. Sedangkan yang merasa telah benar, hanya meminta penggantian secukupnya saja sesuai nilai kerusakan dan tidak melakukan pemerasan.

Contoh lain, perhatikan para kontestan Indonesian Idol. Sudah jelas tidak bisa menyanyi tetapi masih nekad mendaftarkan diri :))

Perhatikan bila dinyatakan gagal, ada yang marah, ada yang menangis, bahkan ada yang berlaku kasar memaki-maki juri. Tetapi ada juga yang bijak, tetap tersenyum dan mengatakan “saya belum cukup baik, tahun depan akan coba dengan cara yang lebih baik”. Itulah yang bijak dan memiliki mental juara dalam dirinya.

Coba sekarang hitung, berapa orang yang mampu tetap tersenyum meskipun gagal, sangat sedikit bukan?

Atau contoh lain yang lebih ekstrim, seorang ibu penjual sayur di pasar yang berstatus janda mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi sehingga mampu menjadi sarjana. Ibu maupun anaknya memiliki mental juara, dengan segala keterbatasan yang ada tetapi tetap mampu menggapai sesuatu yang sebenarnya diluar jangkauan mereka.

Tetapi kenapa seorang anak yang berasal dari keluarga mampu bahkan kaya raya, malah tidak karuan?

Mental menentukan segalanya, bukan karena adanya modal besar atau bukan juga karena adanya faktor tidak butuh uang :)

Seseorang boleh saja berbicara yang muluk-muluk perihal bagaimana caranya menghadapi masalah dengan baik. Tetapi ujian sebenarnya adalah apa yang harus dilakukan saat masalah terjadi dan tidak hanya sekedar ngomong doang :)

Disitulah karakter sebenarnya akan muncul, tindakan yang dilakukannya akan menunjukkan karakter dirinya.

Bila karakternya bijak, maka masalah akan diselesaikan dengan baik dan dengan cara yang bijak pula. Tetapi bila karakternya buruk, maka masalah yang timbul akan diselesaikan cara buruk yaitu biasanya dengan cara melarikan diri melupakan masalah tersebut atau diselesaikan dengan cara kasar.

Tidak disiplin dengan SL sama saja dengan melarikan diri dari masalah.

Floating loss yang terjadi didiamkan saja, berharap agar trend balik arah dan profit. Sama saja dengan mengharapkan agar masalah yang timbul dapat terselesaikan sendiri dengan cara melarikan diri berusaha melupakannya. Berharap waktulah yang akan menyelesaikan masalah tersebut dan bukan dirinya sendiri.

Padahal kalau dipikir, dialah yang membuat masalah tersebut terjadi. Entry yang salah dilakukannya dan bukan waktu yang melakukannya. Tetapi begitu terjadi tidak sesuai harapan malah kabur melarikan diri, berharap waktu yang akan meneyelesaikan. Nah, bayangkan betapa tidak bertanggung jawabnya dia :))

Sudah kita lihat bersama dari banyak contoh, melarikan diri dari masalah tidaklah membuatnya terselesaikan menjadi lebih baik. Pada umumnya yang terjadi adalah masalah lama kelamaan makin membesar sehingga kita tidak mampu lagi untuk menyelesaikannya dengan baik (margin call).

Belajar bertanggungjawablah dengan apa yang sudah dilakukan. Jangan pernah lari darinya bila tidak ingin menjadi lebih buruk lagi.

Bila mampu melakukan hal ini maka nantinya lama kelamaan akan timbul mental juara dalam diri.

Prinsip diatas dapat Anda gunakan untuk menguji teman, sahabat, atasan, bawahan, atau bahkan pacar.

Caranya sederhana, hadapkan mereka dengan masalah dan kemudian perhatikan baik-baik apa yang dilakukannya untuk menyelesaikannya.

Nanti dapat Anda lihat sendiri, tidak banyak yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Kebanyakan kabur dan hanyalah sekedar ngomong besar doang, tetapi tindakan nol besar :))

Hanya pilih mereka yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik dikarenakan merekalah sahabat atau pacar yang paling sejati.

Oleh karenanya, hadapi floating loss dengan disiplin dan tenang. Kalau sudah ditentukan SL 20 pip, ya sudah relakan saja bila terkena. SL adalah sahabat Anda dan merupakan penghematan agar masalah tidak menjadi makin membesar.

Ketiga, tidak jemu untuk mencoba lagi dan lagi.

Bila saat ini belum mampu melakukan 2 hal diatas, lakukanlah terus menerus maka lama kelamaan akan menjadi terbiasa sehingga akhirnya mampu melakukannya dengan mudah.

Seseorang yang memiliki mental juara adalah yang mampu mengalahkan dirinya sendiri melawan rasa lelah, jemu, bosan, putus asa sehingga nantinya berujung kepada mampu mengalahkan emosi dan nafsunya sendiri.

Dan bila itu terjadi, maka tidak hanya hasil trading yang menjadi lebih baik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari pun akan menjadi lebih baik dikarenakan sudah terbiasa untuk berpikir jernih dan logis tanpa terpengaruh adanya nafsu dan emosi.

Satu hal lagi yang perlu dipahami, trading bukanlah seperti menyanyi.

Kemampuan menyanyi adalah bakat yang dianugrahkan oleh Tuhan sejak lahir. Tidak mungkin seseorang yang awalnya memiliki suara buruk kemudian dilatih selama bertahun-tahun, nantinya memiliki suara yang merdu. Paling-paling suaranya hanya sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Tetapi tetap saja kalah dengan seseorang yang sejak lahir sudah memiliki suara merdu.

Kemampuan trading bukanlah karena bakat, tetapi akibat latihan.

Oleh karenanya, semua trader yang saat ini dapat dikategorikan sebagai trader professional tentunya pada awalnya juga mengalami tersandung-sandung dan jatuh bangun, termasuk saya sendiri.

Tidak ada seorang pun mampu memncapai puncak sebuah gunung tanpa melakukan bersusah payah untuk mendakinya.

Perbedaannya, ada yang mampu dengan cepat mendaki gunung tersebut, tetapi ada juga yang masih tersandung-sandung dan jatuh bangun tidak sampai-sampai ke puncak.

Perbedaan tersebut dikarenakan 2 faktor yaitu adanya ketekunan untuk tetap mendaki dan ketepatan jalur yang ditempuhnya.

Ketekunan tentunya berbeda pada tiap orang. Ada yang tekun berlatih rutin 10 jam sehari di depan monitor. Tetapi ada juga yang berlatih hanya 1 jam dalam seminggu. Tentunya yang rajin berlatih akan lebih cepat sampai ke puncak daripada yang tidak.

Perlu diingat, kemampuan trading adalah berkat latihan sehingga adanya ketekunan akan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan.

Faktor kedua, yang sok pintar dan keras kepala berusaha menemukan sendiri jalur baru menuju ke puncak gunung biasanya akan lebih lambat sampai puncak dibandingkan dengan yang penurut.

Yang penurut tentunya akan lebih patuh hanya mengikuti jalur yang sudah ada. Tidak perlu lagi menerobos semak belukar lebat atau kebingungan sendiri mencari jalur baru. Ikuti saja jalur yang sudah ditentukan dan lakukanlah dengan tekun, toh cepat lambat akan sampai juga ke puncak tergantung ketekunan masing-masing.

Sedangkan yang cenderung sok pintar, masih harus tersesat dahulu karena keras kepala tidak mau mengikuti jalur yang benar, masih harus bingung sendiri karena salah arah, yang kesemuanya mengakibatkan kelambanan untuk menggapai puncak.

Situs ini hanyalah berfungsi sebagai “peta” yaitu menunjukkan kepada Anda semua jalur yang tepat menuju puncak.

Perihal Anda sampai atau tidak ke puncak, tergantung kepada diri Anda sendiri.

Tergantung kepada bisa tidaknya Anda mengalahkan musuh yang ada di dalam diri sendiri :)

 


 

Saya baca malah jadi malu, minder, dll.

Sprti kta Pak mardiyanto, banyak sekali yg bermanfaat dari website bapak, namun belum bisa saya manfaatkan.

Btw saya jadi pmeran utama trader gagal di website bapak, hahaha.

 


 

Karena Pak Irfasnyah membacanya dengan perasaan bahwa yang menulis adalah Pak Irfansyah sendiri.

Coba lakukan baca dengan berpikir bahwa yang menulis bukan Pak Irfansyah, tetapi orang lain yang sama sekali tidak dikenal.
Tentunya akan merasa tidak malu dan merasa tidak gagal, tetapi akan merasa lebih membuka pikiran.

Itulah tujuannya saya menulisnya di situs, supaya banyak pembaca merasa terbantu dan lenih terbuka pikirannya.
Saya yakin banyak sekali yang senasib dengan Pak Irfansyah.
Karena kalau semuanya sukses, tentunya situs ini tidak laku dan sedikit pengunjungnya :)

Oleh karenanya, jangan khawatir bila masih gagal, banyak temannya kok :))
Hanya saja yang lain lebih pemalu daripada Pak Irfansyah sehingga tidak berani menulis.

Lebih baik jadi yang nekad dan tidak malu-malu khan, daripada jadi pemalu yang tidak pernah tahu problem sebenarnya yang dihadapi.

17 Comments

  1. Terimakasih Banyak Pak Anton ,Mantap!!

  2. Strategi yg paling bagus menurut saya adalah pengaturan Money Management(Risk Management)yang baik karena hanya itu kuncinya.Zodiak yg cocok untuk profesi trader hanya 3 Gemini,Taurus dan Virgo. selain itu tdk cocok,maaf hanya canda.Semua Zodiak bisa jadi Trader asal orang itu bisa menguasai dirinya.Ngomong2 Pak Anton zodiaknya apa hehehe.Sy salut sama Pak Anton Bp itu Smart ,wawasannya luas dan tradingnya udah mantap,sy ingin tahu karena Pak Anton paling jago dalam menganalisa apapun sy ingin tahu klw menurut Bp mobil apa yg harganya paling masuk akal sesuai dgn uang yg dikeluarkan,mohon maaf diluar topik forex.Dan jenis mobil apa yg sesuai dgn profesi seorang trader kalau sudah sukses.Mohon maaf jadi ngelantur dan banyak tanya.Saya hanya ingin tahu karena Bp itu wawasanya luas banget dan jago analisa,sy jujur memuji.Karena saat ini banyak tipe mobil dan motor yg beredar di Indonesia.Terima Kasih.

    • Waduh, terima kasih atas pujiannya yang setinggi langit Pak Rizki, sampai-sampai hidung saya jadi mekar sendiri :))

      Zodiac saya Virgo, tepat sesuai dengan tebakan Pak Rizki :)

      Bagi yang ingin melihat primbon zodiac, silahkan lihat disini: Zodiac

      Mungkin ada benarnya zodiac tersebut. Salah satu contohnya disamping yang disebutkan oleh Pak Rizki diatas juga sifat pendiam. Oleh karenanya saya lebih menyukai menulis daripada menjadi pembicara seminar :)

      Meskipun demikian, Pak Irfansyah jangan terlalu pusingkan soal zodiac. Segala sesuatu menjadi baik atau tidak adalah tergantung pada apa yang kita lakukan.

      Pilihan mobil, bukanlah tergantung pada profesi seseorang.

      Trader tidak perlu mobil, khan tidak perlu kemana-mana. Yang diperlukan trader hanyalah komputer, internet, dan UPS untuk backup kalau listrik mati :)

      Pilihan mobil tergantung pada 3 faktor yaitu selera, keperluannya, dan dana yang tersedia.

      Kalau jumlah profit sudah puluhan milyar dan hobbynya ngebut, tentunya lebih baik beli Ferrari, Maserati, Lamborghini, atau Porsche :)

      Kalau malas mengemudi dan lebih menyukai pakai sopir, tentunya lebih nyaman membeli Mercedes atau Lexus untuk mobil pribadi dan Toyota Alphard untuk mobil keluarga.

      Itu kalau profit yang dihasilkan sudah milyaran, dimana sudah tidak pusing lagi dengan kenaikan harga bbm :)

      Tetapi kalau jumlah profit belum sebanyak itu dan berpikir ekonomis, tentunya lebih baik Toyota Innova atau Avanza.

      Dasar pemikirannya, mobil tidak selamanya kita gunakan, tentunya suatu saat akan dijual. Kalau membeli 2 jenis mobil diatas biasanya harga jual bekas nantinya pun tidak terlalu jatuh.

      Apalagi kalau Pak Rizki membeli mobil bekas yang berumur kurang dari 1 tahun pakai, akan lebih menguntungkan karena disamping kondisinya masih baru, juga harga jual bekas sudah tidak berbeda jauh dengan saat beli bekas. Sehingga yang rugi adalah pembeli tangan pertama karena harus membeli dengan harga mahal dari showroom.

      Mobil merk lain, yang bukan merk Jepang atau merk Jepang tetapi berjenis sedan, biasanya drop harganya lebih tajam daripada minibus seperti Innova dan Avanza.

      Tetapi pada prinsipnya, memilih mobil selalu tergantung pada 3 faktor diatas, silahkan tentukan sendiri apa yang cocok untuk Pak Rizki.

  3. irfansyah says:

    Haduh Pak, nyungsep again.

    Niatnya melakukan diversifikasi dengan menggunakan beberapa pair untuk mengetahui peluang terbaik dari strategi saya, eh malah bgini jadinya.

    Dulu sih berniat hanya main 1-2 pair saja, seperti yg Pak Anton sarankan, namun beberapa hri setelah melakukan, timbul pikiran jahat saya mengatakan, jenuh juga nungguin sinyal 2 pair eu & gu, kenapa gak menganalisa pair yg lain (jpy pair) dgn menggunakan strategi yg sama, toh sapa tau memberikan peluang, dan akhirny saya gunakan, dan senang karena kontribusi mereka besar dalam memberikan keuntungan buat saya, dan pada saat hari rabu, laba 7% yg saya buat selama 2 minggu, habis sudah, karena liarnya pergerakan pair tsb (>50pip). Dan stoploss saya pun terkena semua, ditambah kejadian tsb dtanggapi dgn psikologi yg bruk, wah tambah parah dah hingga keuntungan yg didapatkan habis semua, atau kembali seperti semula.

    Saya rada kecewa, karena strategi yg telah saya yakini, walaupun ujungnya2 benar, namun memberikan hasil negatif karena liarnya pergerakan pair dan ritmenya gak beraturan yg membuat stoploss saya terkena.

    Pada saat saya cek watak saya dg zodiak scorpio di primbon yg saya rasakan yaitu, emosian, bernafsu, ambisius, keras kpala, tdk mdh ptus asa, nampaknya kbanyakan bukan watak yg cocok untuk seorang trader ya Pak, dan terus terang itu susah sekali dihilangkan. Untuk membuat saya sadar, maka harus saya sendiri yg menerima hukuman, alias tidak bisa belajar dari pengalaman orang, walaupun setelah itu saya mampu bangkit dengan cepat, dan jikalau masih terdapat kesalahan dalam trading saya, saya akan terus mengalami fase seperti ini.

    Tapi memang ya Pak, ya walaupun saya belum genap 1 th dalam dunia trading, namun capeknya melebihi 4,5th dalam dunia perkuliahan. Walaupun kalau dari luar tidak nampak, namun dalam pikiran terngiang terus, baik dalam melakukan hal apapun, sampai ibadah pun kpikiran juga..

    Namun saya memaklumi, mungkin memang fasenya seperti ini pada awal2nya. Mungkin jikalau sudah menjadi profesional, trading seperti hal sepele aja, seperti makan pada waktu lapar aja, kalau gak lapar, ya gk usah makan, tanpa harus memikirkan berlarut larut.

    Cukup sekian Pak Anton, terima kasih banyak atas segala bantuan yg Pak Anton berikan selama ini, minggu depan saya akan terus trading dengan melakukan perbaikan atas kesalahan saat ini. Semoga kedepannya menjadi lebih baik.

    • Kurniawan S says:

      Tetap semangat pak.
      Saya sudah berpuluh kali SLnya kena hit. Padahal saya pasang selisih 200 PIPS ( 5 Digit ). Setelah kena hit harga berbalik malah kemudian TPnya yg kena ( 300PIPS ). Akan tetapi saya tidak menikmati hasilnya, karena kontrak sudah Close. Coba tuh pak, kesel gak? :-D

      Terus berusaha pak. Jangan putus asa.
      Salam, :)

  4. irfansyah says:

    Alhamdulilah Pak Anton, minggu ini dapat 350 pip (4$)
    semoga bisa konsisten dan sabar menggunakan lot terkecil sesuai plan MM yg telah dibuat jauh hari sbelum trading.

  5. irfansyah says:

    Nampaknya juga harus belajar tentukan TP juga neh Pak.
    Seperti barusan, eurjpy & gbpjpy hanya beda 4 dan 5 pip, dan harga keburu naik, rada kcewa sih, karena memang saya cek tiap jam aja biar gak grogi.

  6. irfansyah says:

    Bener ya Pak, gara2 dulu kbanyakan loss jd krisis kepercayaan diri.
    Tidak mempercayai TP&SL yg telah ditentukan, dan malah mengambil tindakan sendiri yg merugikan, padahal mayoritas transaksi terkena TP semua asal mau nunggu 1-2 jam lg.

  7. Pak Irfansyah sy mau beri saran bila anda suka melakukan kesalahan yg sama,coba bila anda mau buka account live lagi itu uang dibagi dua account.I account buat anda belajar disiplin. 1 account buat anda berspekulasi/bereksperimen dan klw sampai terjadi mc lagi anda tdk kaget.Karena ada 1 account lagi.Sy yakin anda pasti berhasil.Jgn mudah menyerah semua trader pasti mengalaminya termasuk trader yg sudah jago/profesional sekalipun,kecuali orang yg telah berhasil … :)

  8. Pak Anton, saya mau nanya… kalau saya melakukan strategi tester di MT4 (backtest) untuk sesuatu EA kok sering hasilnya itu menanjak naik secara konsisten, kemudian tiba-tiba diujung langsung menghujam turun dengan tulisan “close at stop”. Rentang waktu pengujian dirubah misal 3 bulan atau 6 bulan atau setahun, selalu sama di ujungnya begitu test berakhir langsung muncul “close at stop” dalam posisi loss yang besar sekali. Kalau back test di tiga bulan maka di akhir tiga bulan nyungsepnya, tetapi kalau setahun di bulan ke tiga kok nggak nyungsep tapi nyungsepnya selalu di ujung test. Bisakah bapak menjelaskannya? Terima-kasih sebelumnya.

    satu tahun nyungsepnya di tanggal terakhir, kalau tiga bulan begitu juga.

    • Pak Abudiva, nyungsep tersebut karena EA tidak menggunakan SL.

      Entry terbuka terus dengan floating loss menunggu trend berbalik. Bila backtest hanya 3 bulan maka pada akhir bulan ketiga seluruh entry di close paksa (close at stop). Akibatnya langsung nyungsep karena yang di close termasuk entry yang floating loss.

      EA seperti ini hanyalah memberi fatamorgana semu, seolah-olah profit tetapi sebenarnya tidak. Yang ditampilkan hanyalah entry yang profit sedangkan yang loss disembunyikan dan baru terlihat saat di close seluruhnya (close at stop), sehingga langsung nyungsep.

      • Pak Anton terima-kasih atas penjelasannya. EA saya coba backtest dengan broker yang berbeda ternyata hasilnya juga berbeda pak. Yang satu nyungsep yang lain enggak — padahal EA nya sama dan rentang waktunya juga sama. Ternyata untuk backtest saja rumit juga ya pak, saya coba browsing mengenai history tetapi caranya ribet sekali. Mungkin yang agak praktis dicoba di sebanyak mungkin broker terus dilihat banyakan yang nyungsep atau banyakan yang enggak, hehe… atau mungkin ada semacam program untuk backtest yang praktis pak?

      • Berbeda-beda hasilnya dikarenakan masing-masing broker memiliki parameter yang berbeda. Seperti adanya perbedaan spread, perbedaan nilai minimal SL dan TP yang diperkenankan di tiap broker, dll.

        Memang ribet dan prosesnya memakan waktu lama, apalagi kalau PC yang digunakan lamban :)

        Tidak ada cara lain, hanya satu cara itu saja.

        Karena nantinya EA dipasang di Metatrader. Oleh karenanya, proses backtestnya pun hanya dapat dilakukan di Metatrader.

  9. Money Management kunci sukses di Forex.

  10. Yang perlu dipahami oleh Pak Irfansyah maupun para pembaca lain, live trading bukanlah tempat untuk melakukan coba-coba macam-macam.

    Lakukanlah coba-coba tersebut di demo dan jangan pernah sekali-kali melakukannya di live kalau tidak ingin dihajar oleh market.

    Live trading adalah tempat untuk melakukan 1 hal saja yaitu melakukan trading dengan tekhnik yang sudah teruji profitable dimana tradernya dituntut untuk harus selalu disiplin mengikuti rule yang telah ditentukan oleh teknik tersebut.

  11. irfansyah says:

    Setiap hari membaca, namun tetap tidak bisa merubah perilaku. Kalo ada peluang jadi kumat lagi dah Pak, ya semoga dengan dana yg tinggal 20$ ini dapat menuntun ke jalan yang benar, karena udah gak bisa macem2 lagi dah.
    Terima kasih banyak Pak Anton yg tak bosan2 memberikan pencerahan kepada saya, walaupun saya masih belum bisa sepenuhnya melakukan nasihat2 yg diberikan Pak Anton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)