Forex Legend

Forex Legend

Posted by
This entry is part 1 of 4 in the series Forex Legend

Dalam bidang apapun, selalu ada saja kejadian fenomenal yang akhirnya dijadikan legenda dan menjadi buah bibir pembicaraan.

Seperti kisah dongeng Bandung Bondowoso yang mampu membangun 1000 candi hanya dalam waktu semalam. Atau legenda kisah Si Pitung yang gagah berani bermodalkan kekebalannya melawan tentara Belanda. Atau yang belakangan ini yang sangat fenomenal adalah kasus Madoff yang menggunakan skema tipu menipu Ponzi hingga dapat meraup milyaran dollar.

Dalam trading forex pun sama saja, juga memiliki legenda yaitu legenda yang timbul dikarenakan terdapat trader yang mampu menciptakan profit fenomenal hanya dalam waktu singkat.

Dua tahun lalu sebelum situs myfxbook.com tercipta, manual trading contest pada umumnya diselenggarakan oleh masing-masing broker, sedangkan untuk automatic trading contest yang menggunakan robot EA (expert advisor) diselenggarakan terpusat setahun sekali oleh Metaquotes Software (pembuat Metatrader). Pada kontes-kontes inilah tercipta jagoan trading forex yang akhirnya menjadi buah bibir.

Akan tetapi, disamping legenda tercipta dari trading contest, terdapat juga trader jagoan yang mampu menciptakan profit fenomenal tanpa mengikuti kontes. Mereka ini menjadi populer dan melegenda dikarenakan menyebarkan hasil trading yang dilakukannya di forum-forum trading.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Pak Hadi, di forum forex luar sana mitosnya adalah dari 5 dolar menjadi 5120 dolar dalam tempo sebulan. Saya pun pernah membaca di sebuah situs bahwa terdapat seorang guru yang berasal dari Cina mampu mengubah modal awal 1000 menjadi 250 ribu dalam tempo sebulan.

Meskpipun terdengar seperti tidak masuk akal, tetapi begitulah fakta yang terjadi. Trading forex dapat menjadi luar biasa karena potensi yang terkandung dalam trading forex tidak memiliki batasan. Profit fantastis dalam jumlah berapapun dapat tercipta kapan saja asalkan kemampuan dan keahlian telah dimiliki.

Trading forex dapat diibaratkan seperti masuk ke dalam tambang emas berlian. Hanya mereka yang tahu caranya yang akhirnya dapat berhasil membawa emas berlian dalam jumlah tak terbatas. Sedangkan bagi yang masih awam, bukannya berhasil mendapatkan emas, tetapi bisa-bisa malah tewas karena dipatuk ular atau kejebur jurang :)

Seperti pernah ditulis pada artikel terdahulu, penggunaan EA hanyalah sebatas sebagai alternatif dalam melakukan trading. Sampai saat ini, kemampuan EA masih kalah jauh dibandingkan dengan kemampuan manusia. Masih belum terjadi hal-hal seperti dalam film Terminator dimana robot lebih pintar daripada manusia :)

Hal ini dibuktikan dari perolehan profit dari trading yang dilakukan oleh EA pada Automated Trading Championship sejak tahun 2006 seperti terlihat dibawah ini:

Terlihat bahwa juara 1 kontes tahun 2006 perolehan profitnya hanyalah 2,5 kali modal, sedangkan perolehan profit tertinggi terjadi tahun 2008 yaitu 15,9 kali modal. Kontes terakhir tahun 2010, profit tertinggi hanyalah 6,7 kali.

Pada kontes tahun 2008, peserta dari Indonesia berhasil meraih peringkat 6. Sebuah prestasi luar biasa dikarenakan dalam Automated Trading Championship ini biasanya didominasi oleh peserta-peserta yang berasal dari Rusia dan Eropa Timur. Entah kenapa bisa seperti itu, mungkin orang-orang Rusia dan Eropa Timur lebih pintar dalam pemprograman komputer.

Automated Trading Championship dilakukan tiap tahun dimana EA digunakan untuk melakukan trading selama 3 bulan sejak Oktober s.d. Desember. Saat ini kontes EA sedang berlangsung dan telah berjalan 1 bulan, profit tertinggi hanya 5,9 kali.

Terdapat peserta dari Indonesia yang saat ini berada pada peringkat 14. Semoga saja EA-nya dapat masuk dalam peringkat 10 besar saat kontes berakhir nanti.

Sedangkan untuk kontes manual trading yang dapat dijadikan patokan adalah kontes yang diselenggarakan oleh myfxbook.com. Sampai hari ini myfxbook.com telah menyelenggarakan 5 kali kontes trading dengan perolehan hasil sebagai berikut:

Bila diperhatikan detil pencapaian profit, terlihat bahwa rata-rata berkisar antara 20 – 30 kali dalam tempo sebulan. Yang fenomenal hanyalah pada kontes kedua dimana juara pertama mampu mencapai 40 kali perolehan profit.

Dari gambar diatas juga terlihat bahwa pada kontes terakhir terdapat peserta dari Indonesia yang berhasil menjadi juara 2 dengan perolehan profit 29,5 kali selama sebulan melakukan demo trading.

Coba kalau dibandingkan dengan manual trading yang saya lakukan sendiri:

Hanya dalam 4 hari perolehan profit mencapai 23,5 kali, bayangkan bila dilakukan selama sebulan. Semoga saja dapat menjadi forex legend berikutnya :)

Dari hal-hal diatas dapat disimpulkan bahwa manual trading memberikan hasil lebih baik daripada automatic trading.

Akan tetapi akan terbantahkan bila melihat hasil automatic trading dibawah ini:

Modal awal hanya US$1000 dan mampu diubah menjadi US$13,5 juta hanya dalam waktu tidak sampai 7 jam! Ditambah lagi, hal tersebut bukan dilakukan di demo, tetapi di live account yang khabarnya menyebabkan brokernya langsung bangkrut.

Akibat hal tersebut, EA indrafxscalping ini di banned oleh beberapa broker dan tidak boleh lagi digunakan seperti terlihat dibawah ini:

Broker ini melarang penggunaan beberapa EA dengan alasan sebagai berikut: “you are most welcome to scalp as long as your expert adviser has a logical core and is not listed amongst the few forbidden EA’s and trading strategies below.”

Lucu juga kalimat ini, “as long as your expert adviser has a logical core”

Coba kalau dipikir, EA hanyalah sekedar program komputer. Apapun yang namanya program, tentunya dibutuhkan struktur logika yang ditanamkan didalamnya agar nantinya dapat berjalan baik di komputer. Bagaimana mungkin dibuat sebuah program yang sama sekali tidak menggunakan logic? Bagaimana bisa EA dibuat kalau tidak digunakan logic?

Sampai ketawa sendiri saya membacanya, ini hanyalah sekedar alasan yang dibuat-buat saja supaya kalau suatu saat nanti broker kecolongan akibat terdapat EA dari salah satu kliennya yang menghasilkan profit besar maka broker dapat bebas lenggang kangkung tanpa perlu membayar :)

Hal lain yang dilarang adalah penggunaan Arbitrage EA.

Teknik Arbitrage adalah teknik yang memanfaatkan jeda waktu perbedaan data feed pada 2 buah broker berlainan. Misalnya pada broker A, harga sudah naik 2 pip pada 3 detik yang lalu. Sedangkan pada broker B hal ini belum terjadi. Jeda waktu inilah yang dimanfaatkan, begitu terdeteksi terdapat perbedaan harga, maka EA akan langsung melakukan entry buy pada broker B dengan berpatokan bahwa harga akan naik 2 pip seperti yang telah terjadi pada broker A.

Sekarang coba kita pikir bersama, kalau sampai terjadi jeda waktu, hal ini salah broker atau salah kita? Tentunya salah broker, salah sendiri data feednya tidak realtime dan sama seperti broker lain. Akibatnya ya tidak dapat disalahkan dong kalau hal ini dimanfaatkan oleh trader :)

Broker seperti ini biasanya adalah broker yang maunya menang sendiri. Lebih senang kalau kliennya mengalami loss, tetapi saat kliennya mendapatkan profit akan berusaha mengelak untuk membayar dengan dalih dan tameng peraturan tidak masuk akal tersebut.

“As long as your expert adviser has a logical core” adalah kalimat sakti untuk mengelak kewajiban. EA apapun yang membuat klien profit dan dianggap merugikan broker, nantinya akan dituduh tidak memiliki logical core.

Toh penentuan ada tidaknya logical core khan suka-suka si broker, kalau profitable dianggap tidak ada, kalau EA-nya loss melulu dianggap ada logical core-nya :)

Yang membuat peraturan tidak masuk akal pada umumnya adalah broker berjenis market maker. Maklum saja, keuntungan klien adalah kerugian broker dikarenakan broker harus membayar keuntungan tersebut dari kantongnya sendiri. Sehingga mereka akan melakukan segala cara termasuk membuat peraturan tidak masuk akal sebagai salah cara untuk mengelak dari kewajiban membayar.

Salah satu contohnya adalah FXPro dimana khabarnya melarang penggunaan EA Megadroid tanpa alasan jelas. Mungkin dikarenakan EA ini mampu menghasilkan konsisten profit, sehingga akhirnya dilarang digunakan dikarenakan dianggap merugikan broker.

Oleh karenanya, sebelum menentukan broker yang ingin digunakan, teliti baik-baik apa saja aturan broker tersebut. Hindari broker yang membuat peraturan yang mengada-ada dan tidak masuk akal. Lebih baik teliti sejak awal daripada nantinya sudah terlanjur senang karena berhasil memperoleh profit, tetapi brokernya tidak membayar dengan dalih yang tidak masuk akal.

Penjelasan diatas sekaligus untuk menjawab pertanyaan Pak Fitra dari Lombok.

Hanya saja yang perlu saya luruskan, broker tidaklah terbagi antara broker kecil dan broker besar. Tetapi terbagi 2 jenis yaitu market maker atau STP/ECN.

Justru broker-broker besar yang namanya sering terpampang di internet maupun sering di dengar oleh Pak Fitra, pada umumnya berjenis market maker. Broker-broker STP/ECN adalah broker-broker kecil yang namanya mungkin masih asing bagi Pak Fitra, seperti GoMarkets, FinFX, VantageFX, Pepperstone, ATC Broker, dll.

Meskipun broker STP/ECN tersebut kecil, tetapi mereka lebih jujur dan lebih transparan daripada broker besar berjenis market maker. Broker market maker dapat menjadi cepat besar dikarenakan perolehan laba mereka lebih banyak daripada STP/ECN. Market maker disamping memperoleh penghasilan dari spread, juga memperoleh penghasilan dari jumlah loss yang dialami oleh kliennya akibat akal-akalan yang dilakukan oleh broker tersebut.

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan Pak Acep, bagaimana cara broker membayar bila semua trader adalah professional dan mendapat profit fantastis. Jawaban atas pertanyaan tersebut pernah ditulis pada artikel: About Broker

Bila broker market maker menggunakan stoploss seperti dijelaskan pada artikel About Broker diatas, maka broker tidak akan pernah mengalami kebangkrutan meskipun seluruh trader memperoleh profit. Paling-paling hanya kerugian sedikit, dikarenakan nantinya yang membayar adalah bank.

Akan tetapi bila broker tersebut tidak memiliki stoploss dikarenakan tidak bekerja sama dengan bank, maka akan langsung bangkrut bila terdapat salah satu trader menghasilkan profit fenomenal seperti indrafxscalping diatas.

Kembali ke pembahasan forex legend, kecenderungan orang yang melihat profit fantastis adalah bertanya “indikator apa yang digunakan?”. Hal ini sudah dapat diduga, seperti halnya komentar yang diberikan oleh Pak Robi Puguh Santoso di blog ini yang bertanya “Pake indicator apa pak yg NewSystemTest itu?”

Telah berulang kali dijelaskan pada artikel-artikel terdahulu, jangan pernah berharap adanya indikator “sakti”.

Perolehan profit fantastis tidak diperoleh dengan hanya sekedar mengandalkan pada satu atau beberapa buah indikator “sakti”, tetapi lebih mengandalkan pada kemampuan analisa komprehensif. Pola candlestick, perilaku indikator, kondisi trend flat/ranging/trending atau retrace, support resistant, dan berbagai hal lainnya. Seluruhnya digabungkan menjadi satu dan kemudian dijadikan dasar untuk melakukan entry exit.

Bila market flat/ranging, maka take profit tidaklah perlu besar, cukup beberapa pip saja dan segera exit agar selamat dari pembalikan arah tiba-tiba. Bila trending, maka profit dapat mencapai puluhan pip dikarenakan trend bergerak kencang hanya satu arah. Bila salah entry (seprofessional apapun tetap saja akan melakukan kesalahan seperti ini, namanya juga prediksi :) ), lakukan cutloss selagi jumlah loss masih kecil. Hanya hal-hal sederhana seperti itulah yang dilakukan.

Akan tetapi, meskipun sederhana, diperlukan proses belajar bertahun-tahun agar mampu melakukan analisa komprehensif dan kemudian mendapatkan “feel”-nya.

Jangan pernah bermimpi adanya indikator “sakti”. Karena sebenarnya yang “sakti” bukanlah indikator atau trading system-nya, tetapi tradernya yang “sakti” :)

Oleh karenanya, tempa diri sendiri agar suatu saat nanti dapat menjadi “sakti”

Sudah terbayang bukan betapa besarnya potensi forex trading ini, karena itu janganlah malas untuk menempa diri. Siapa tahu suatu hari nanti Tuhan akhirnya merestui dan menjadi kaya raya mendadak seperti indrafxscalping yang hanya dalam tempo 7 jam saja menghasilkan setara dengan 130 milyar Rupiah.

Bagaimana caranya memperoleh profit besar?

Kuncinya terletak pada akurasi. Bila akurasi baik maka penggunaan lot besar tidak menjadi masalah dan tidak perlu pusing-pusing lagi dengan money management. Gunakan saja lot sebanyak mungkin sampai modal tidak lagi mencukupi, toh pasti profit :)

Seperti halnya indrafxscalping, selama 7 jam melakukan 340 entry dan hanya 3 entry saja yang mengalami loss, akurasinya nyaris 100%. Profit 130 milyar Rupiah diperoleh dari penggunaan lot yang makin membesar terus menerus tiap kali dilakukan entry, dimana saat awal trading digunakan hanya 0,80 lot dan saat akhir membesar hingga 9386 lot (nyaris 10 ribu lot).

indrafxscalping inipun cukup berbaik hati dimana bersedia berbagi ilmu dan strategi yang digunakannya secara gratis. Jarang-jarang lho di dunia forex trading yang mau berbagi seperti ini, kebanyakan selalu tertutup. Seandainya adapun, biasanya bersifat komersial dan diharuskan membayar mahal.

Perhatikan saja, seminar atau workshop trading forex yang iklannya banyak di surat khabar, harus membayar jutaan Rupiah hanya untuk beberapa jam saja. Padahal yang diajarkan hanyalah sekedar basic trading saja tetapi dibumbui dengan janji surga dimana kalau sudah mengikutinya dijamin mampu menghasilkan profit fantastis. Padahal faktanya, mana bisa menghasilkan profit fantastis hanya dengan belajar 2-3 jam saja :)

Berikut adalah strategi yang digunakan oleh indrafxscalping:

Silahkan bila ingin meniru dan kemudian membuat EA-nya.

Hanya saja jangan dibayangkan bahwa strategi indrafxscalping dapat digunakan dalam segala macam kondisi market. Strategi ini hanya cocok digunakan dalam kondisi market flat/ranging. Sehingga bila digunakan pada kondisi trending maka dapat menyebabkan loss.

Inilah kenapa EA pada umumnya tidak dapat bertahan dalam jangka panjang. Dikarenakan yang diprogramkan dalam tubuhnya hanyalah logic dari satu kondisi market tertentu. Sehingga apabila kondisi market berubah, maka EA tidak mampu melakukan adaptasi dan berakibat loss. Manual trading lebih memiliki kemampuan adaptasi, kondisi market seperti apapun sepanjang tradernya “sakti” maka trading dapat dilakukan dengan baik.

Berbagai contoh diatas menunjukkan bahwa jumlah berapapun dapat dihasilkan dari forex trading, oleh karenanya semoga artikel ini dapat membuat para pembaca lebih bersemangat untuk belajar trading.

Series NavigationHighest Contest Profit >>

10 Comments

  1. Maaf pak Anton, sekedar mau tanya…
    Dari paparan diatas dan pengalaman trading selama di ini baik di live maupun demo, menurut “perasaan saya”:
    1. Trading forex dengan gaya scalping sangat melelahkan. Meskipun nada legenda di dunia forex seperti kang Indra, namun rasanya itu sangat sulit untuk dilakukan. Selain mental yang baja,juga dibutuhkan jam terbang tinggi untuk main-main di chart yang sangat sempit. Apalagi banyak broker yang sekarang melarang scalping. Dua hal tersebut yang menyebabkan scalping menjadi tidak prospektif kedepannya. Rupanya kang Indra juga menyadari hal tersebut, sampai akhirnya ia mendeklarasikan “mau pensiun”dari dunia forex akhir tahun 2012 ini.
    2. Kalau saya buku karangan Goerge Soros berjudul The Alchemy of Finance:Reading The Mind of Market, kalau ndak salah judulnya, disitu diterangkan bagaimana teori refleksivitas digunakan guna membaca market. Disitu tampak kalau Soros cenderung menggunakan fundamental daripada teknikal dalam menganalisa pasar. Padahal dia dikenal sebagai seorang trader bukan investor sepertihalnya Warren Buffet.
    Pertanyaan saya pak:
    1. Apakah setup entry di D1 seperti yang dilakukan Soros tersebut masih dapat dikategorikan sebagai bentuk trading teknikal. Masalahnya chart di D1 tentu lebih susah jika hanya mengadalkan indikator saja.
    2. Kang Indra dalam templatenya menyarankan menggunakan TF5. Hal ini tentu tidak masalah jika di broker 4 digit dengan speard fixed dibawah 3. Tapi kalau pake broker 5 digit dengan spread yang floating tentu cara ini tidak banyak membawa untung pak. Nah kalau kita mau scalping di broker macam Go Market atau Vantage, kira kira pakai TF berapa ya pak?
    3.Menurut bapak, Bagaimana setup trading yang baik untuk long term trading? dan apakah benar kalau long term trading butuh modal yang cukup besar sebagaimana diajarkan oleh buku buku forex?

    • Pak Mahfud, yang perlu dipahami terlebih dahulu, tiap orang memiliki style trading masing-masing. Itulah kenapa kalau memaksakan diri mencontek trading system milik orang lain hasilnya justru loss melulu, padahal kalau digunakan oleh pembuatnya selalu profit.

      Temukan terlebih dahulu trading system (baca: gabungan indikator, TF, dan rule) yang nyaman untuk Pak Mahfud gunakan dan barulah dari situ akan terbentuk trading style. Seperti halnya bermain golf, temukan terlebih dahulu stick yang paling nyaman digunakan, barulah dibentuk gaya mengayun stick (style) agar pukulan menjadi efektif.

      Berikut jawaban atas pertanyaan diatas:

      1. chart TF berapapun sama saja. Malah chart TF besar lebih mudah dibaca daripada TF kecil dikarenakan candlenya lebih sedikit dimana adanya sinyal palsu menjadi lebih minimal. Pemilihan TF adalah selera, kalau suka yang gerak cepat, gunakan TF M15. Mohon jangan gunakan TF M1 dan M5 kalau belum benar-benar jago karena sinyal palsunya banyak. Sedangkan kalau sibuk dan tidak bisa memantau chart tiap saat maka gunakan H1 ke atas.

      Fundamental memiliki pengaruh jangka panjang, sehingga lebih tepat kalau digunakan untuk TF D1 ke atas. Tidak mungkin bila trading hanya mengandalkan fundamental tanpa melihat chart. Saya yakin Soros pun juga melihat chart dan menggunakan indikator sebagai upaya meyakinkan diri bahwa prediksi fundamental yang dilakukannya sesuai dengan reaksi market yang ditunjukkan oleh arah trend candle.

      2. Yang menjadi masalah bukan spread atau brokernya. Justru menggunakan broker 5 digit lebih menguntungkan karena lebih presisi. Spread pun bila menggunakan broker STP/ECN seperti Vantage atau Gomarkets cukup kecil, EU dan AU berkisar 1,6 – 2 pip. Yang jadi masalah utama adalah kemampuan untuk melakukannya karena scalping menuntut disiplin tinggi dan reaksi cepat.

      Seperti ditulis diatas, gunakan M15 ke atas karena lebih mudah. Hanya saja kalau scalping menggunakan M15 menjadi sedikit terlambat untuk entry exit-nya. Untuk memfilter sinyal palsu yang banyak terjadi di M5, maka mau tidak mau Pak Mahfud harus menggunakan 2 TF yaitu M5 dan H1. Entry exit dilakukan di M5 dan H1 digunakan untuk menentukan arah trend. Hanya entry sesuai arah trend H1 saja, karena kemungkinan untuk suksesnya lebih tinggi. Jangan pernah melawan trend karena akibatnya fatal.

      3. Perbedaan TF besar dan kecil bukanlah terletak pada besarnya modal, tetapi terletak pada besarnya SL. Kalau trading di M15 dapat digunakan SL 15 pip, sedangkan kalau trading di D1 SL minimal paling tidak 100 pip. Akibat besarnya SL maka kebanyakan beranggap bahwa untuk TF besar harus digunakan modal besar.

      Padahal dengan modal kecil pun bisa dilakukan. Caranya adalah menyesuaikan nilai lot-nya.

      Misalnya di TF M15 digunakan 1 lot dengan SL 10 pip, maka bila terjadi loss akan kehilangan $100. Bila digunakan TF besar dan SL 100 pip, maka lot yang digunakan adalah 0,1 lot. Hasilnya sama saja, yaitu kalau terjadi loss akan sama-sama kehilangan $100.

      Hanya saja di TF besar, potensi untuk menghasilkan profit ratusan pip menjadi lebih tinggi karena tradingnya dilakukan berhari-hari. Sedangkan bila di TF kecil, paling sekali entry exit diperoleh 10 – 50 pip. Anggap saja sehari menghasilkan 50 pip sehingga seminggu sama dengan 250 pip. Sama saja dengan trading di TF besar yang seminggu mungkin menghasilkan nilai pip yang sama.

      Karena itu, pemilihan TF adalah selera. Pilih yang nyaman untuk Pak Mahfud gunakan.

      • Terima kasih atas jawabannya pak Anton. Cukup jelaslah sekarang bagi saya untuk mendapatkan jawaban tentang penggunaan time frame.

  2. Setelah saya baca2 dan pelajari, Banyak dari Post Thread Bpk yang mengulas tentang indrafxscalping . . Saya punya ea nya tapi ga tau apa versinya suda jadul apa ga. . saya back test dan forward test tuh ea dan hasilnya : pada backtest ballance 1000USD pada awalnya konsisten profit tapi drawdown sangat besar dan akhirnya bankrut. pada forward test pun sama saja. . Sekarang saya baru tau kalo itu ea hanya mumpuni justru di flat market. . :/

    Akan tetapi, saya mungkin punya info yang bapak Anton sudah ato belum tau, Kalo saya juga punya sebuah ea yang persip/ mirip banget trading style nya dengan indrafxscalping. . ea itu buatan orang inggris kalo ngga salah (lupa) ini link download nya http://www.eracash.com

    Namanya Robot Forex 2015. . saya ga tau apakah indrafxscalping ini adalah bener2 versi ea ori trader indonesia apa hanya versi codingan saja. Semoga saya salah :-P .

    Untuk download di link itu, biasanya hanya dapet vesi demo nya saja, sedangkan versi untuk bisa di live ga ada, so saya mencoba mengcoding ulang ea Robot Forex 2015 Pro agar dapat di live. result i forward dan backtest sangat mirip dengan indrafxscalping. Kalo bapak mau sya bisa mengirim ea itu lewat email dan silahkan di test.

    (semua informasi diatas hanya sekedar share saja pak, mungkin pak Anton lebih tau daripada saya) :)

    Hapy trading dan sukses selalu buat anda. keep update pak dan pertahankan info2 berbobotnya , trims

    • Terima kasih atas tawarannya Pak Timbul, akan tetapi saat ini saya lebih menyukai manual trading daripada dengan EA. Pengujian EA yang saat ini dilakukan, termasuk EA indrafxscalping, hanyalah sekedar untuk memenuhi permintaan para pembaca. :)

  3. Wow, ternyata tradernya orang Indonesia yah pak… Mantap…

  4. Anton Wibowo says:

    Pak Arifin, indrafx menggunakan broker market maker lokal sehingga dari profit $13juta khabarnya hanya dibayar 20% saja.

    Broker luar negeri terutama yang berlokasi di negara-negara maju akan dengan jujur membayar, baik broker yang berjenis market maker atau STP/ECN.

    Hal ini dikarenakan hukum di negara maju lebih memiliki kepastian, broker mau tidak mau harus membayar bila tidak ingin dicabut ijinnya oleh pemerintah akibat aduan dan tuntutan klien.

    Satu hal lagi, forex trading adalah dunia bagi mereka yang berani menempuh resiko tinggi.

  5. Anonymous says:

    Pak Ary,

    Artikel bapak sangat menarik semoga terus diupdate terus ya…

    sebulan yang lalu saya mencoba melatih trading di demo GoMarkets dengan modal awal 1000$.Tujuan saya maen di demo untuk menguji sistem trading saya. Alhamdulillah dalam waktu satu bulan (demo di GoMarkets hanya trial 30 hari) total profit kurang lebih 40000$.Nah yang mau saya tanyakan jika seandainya trading tadi main di live bukan di demo apakah pihak GoMarkets mau membayarnya??? terus jika kasusnya indrafxscalping dalam waktu 7 jam dengan modal hanya 1000$ menjadi 13jt$ seandainya trading di GoMarkets apakah pihak GoMarkets mau membayar???
    Maaf ya pak kebanyakan tanya soalnya saya newbie di forex…mau main live di forex tapi belom berani demo saja dulu…

    Arifin
    Terima kasih

  6. Anton Wibowo says:

    Belum pernah Pak Fitra, sampai hari ini withdraw dilakukan lancar saja dalam jumlah berapapun

  7. Anonymous says:

    Terima kasih saya ucapkan atas jawabannya sesuai dengan janji Bapak tempo hari, saya cukup puas dan mendapat banyak pelajaran dan manfaat darinya, salah satu hal yang bisa saya ambil kesimpulan dari ulasan Bapak adalah pentingnya memilih Broker yang bisa dipercaya dan sampai saat ini untuk Broker STP/ECN belum pernah ditemukan secara nyata berbuat curang terhadap client baik secara teknis trading (broker trick) maupun masalah non teknis (pencairan dana).
    Comparasi Broker STP/ECN yang Bapak lakukan selama ini adalah untuk lebih kepada pemilihan broker yang baik secara teknis, saya ingin bertanya kepada Pak Andromeda, pernahkan Bapak mengalami kendala dalam masalah pencairan dana dengan Broker STP/ECN.? Khususnya pencairan dana dari keuntungan trading di atas "rata-rata".
    Oia Pak, saya pernah membaca dalam suatu forum forex bahwa Pak Indrafxscalping trading di Broker Market Maker yang cukup terkenal, bahkan broker ini yang mensponsori forum. Salah satu Moderatornya mengatakan "Profit dari hasil trading Pak Indra di Broker tersebut dibatasi kurang lebih hanya 20% saja dari Balancenya,ini adalah keuntungan yang paling masuk akal".
    hehehe saya jadi tertawa sendiri mendengar coment tersebut, sangat menarik, dan ini merupakan salah satu hal yang mulai membuat saya semakin serius mempelajari cara kerja Broker, sampai saya menemukan Blog Bapak, seperti yang Bapak katakan pada salah satu artikel bahwa Blog ini adalah satu-satunya yang meriset (comparasi broker)..
    Wah, maaf Pak, sepertinya saya sudah berbicara terlalu banyak.
    Semoga Bapak tidak bosan untuk menjawab dan berdiskusi dengan pemula dan orang-orang awam seperti saya, terima kasih.
    ——–
    Hormat saya,
    Fitra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)