Dagang Sapi

Dagang Sapi

Posted by

= Dongeng ini fiktif. Mohon maaf bila ada kesamaan nama =

Tokoh kita yang terbiasa memompa ban bocor, yaitu Dul Koplak, kali ini berencana berbisnis, agar bisa membeli pompa besar (walaupun bannya tetap bocor). Tapi apalah daya duitnya Cuma Rp. 200 ribu. Mau bisnis apa ya?
Hari itu Dul Koplak berencana menghadap Mbah Bondet, juragan hewan terkenal di kampung. Orang-orang mengira banyak duit, padahal mbah Bondet sebenarnya hanyalah seorang pekerja di sebuah perusahaan PT. GALAU, menjadi seorang Agen/ perantara.

Rumah Mbah Bondet selalu ramai dikunjungi oleh para blantik sapi, maupun pedagang asongan, sebut saja Ki Deden si dukun palsu. Mbah Thohar si tukang pijit. Warok SuroBambam, tukang pukulnya Mbah Bondet. Kang Bayu, penjual Bubur ayam sragen. Mbakyu Yessi yang jualan lontong sayur. Nyi Uut, Kondektur Bus (hah??!!, maaf Ut, inget kamu jadi inget Kondektur Bus Majenang-Porwokerto).

Ada Pak Dhe Cemul, yang selalu mondar-mandir membawa Notes berlogo KIOSEHAT. Ada juga Lik Bagus Herlambang si penjual Rokok yang selalu di hutangi oleh Ki Deden. Cak Agung Widiharto, loper koran, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka sedang asyik masyuk mengamati (baca: melototi) perkembangan harga sapi di televisi, yang hari-hari terakhir ini cenderung naik turun. Bisa dibayangkan betapa melototnya mata mereka…

‘Para tetamu’ ini mendapat hiburan gratis gendhing-gendhing dari Sindhen merdu Nyai Alfi Afadiyanti dan Nyai Dian Miraza. Suasana bertambah riuh dengan datangnya rombongan PKL Taman Kanak-Kanak pimpinan Pak Guru Mawari Edy. Mereka sengaja diajak untuk mempelajari bisnis modern ala Mbah Bondet ini. Kedatangan mereka dikawal oleh Kapolsek yang sengaja didatangkan dari pulau Sabang, Iptu Abdul Mughni.
Tunggu dulu…Anak TK PKL?? demikianlah ide pak guru teladan kita.. :)

Lho dimana Genghis Khun?

Seperti biasa, makhluk berpakaian kumal ini menggelar tikar dipojok ruangan, duduk terkantuk kantuk, sambil menjaga mug plastik berisi recehan di depannya.

Dul Koplak segera mengutarakan niatnya pada Mbah Bondet. Mbah Bondet yang (konon) terkenal baik menyambutnya dengan tersenyum riang.

“Mau bisnis SAPI Dul?” Tanya mbah Bondet sambil mengepulkan cerutunya.
“Wah..modal saya ndak cukup Mbah” ujar Dul Koplak
“Duit ente berapa sekarang?” Mbah Bondet menyelidik sambil memicing-micingkan mata.
“ 200 ribu mbah. Pas dan kontan. “jawab Dul Koplak
“ Oke..itu gampang. Ane funya fenawaran menarik. Mari ikut ke kandang di felakang”ajak Mbah Bondet, beranjak sambil menyingsingkan sarungnya lebih tinggi.
Di halaman belakang yang luas tampak sapi-sapi berkeliaran, mengingatkan pada film-film Koboi yang dibintangi oleh aktor Genghis Khun (eh siapa ya?)

“ Dul, coba ente lihat safi-safiku. Ssst ini sebenarnya milik PT. Galau sih. Gemuk-gemuk dan sehat. Apa ente tidak tertarik berbisnis Safi?
“ Sebenarnya mau sih mbah, tapi modalnya nggak cukup…” Dul Koplak mengucapkan kalimat ini sambil memelas.

“Begini, harga 1 sapi sekarang khan 5 juta. Duit ente 200 ribu ane pegang, nah ente nanti boleh membeli sapi hanya dengan hanya 50 ribu/ ekor. Sapi tetap berada di tempat ane sampai terjual lagi. Nah, sisa uang ente yang masih 150 ribu digunakan untuk berjaga-jaga, siapa tahu harga sapi menurun drastis. Coba dipikir dulu, gimana tawaran ane?” Mbah Bondet menjelaskan panjang lebar.
“Ooh jadi Mbah Bondet minjemin saya 4,95 juta untuk beli 1 sapi nih… asyikkk” Dul Koplak kegirangan..
“Ralat! Ente membeli tapi HARUS dijual lagi..” Mbah Bondet segera memotong

Raut muka dul Koplak mulai berubah, sapi mau dijual atau dijadikan istri itu khan terserah dia..
“Dijual lagi kalo harga naik khan Mbah?”
“Ya bisa harga naik, bisa turun, terserah kamu, yang penting HARUS dijual lagi!”
“Harus dijual lagi dengan harga yang belum diketahui? Kok kayak Judi Mbah?” raut muka dul koplak keheranan

“Hohoho…jelas beda…ente ini kalau ngomong dipikir dulu. Jangan langsung mem-vonis! Jadi orang goblok mbok nyadar. Judi itu tebak tebakan doang. Kalau bisnis ini bisa di analisis. Bisa di ANALISIS! Ente ngerti gak?”
“ Oh..ngerti mbah. Jadi kalo ada Judi yang bisa di analisis itu namanya bukan Judi khan!?” Dul Koplak memang orang paling lugu di desa tersebut.
“Dul..dul..mana ada judi yang bisa di analisis?? judi itu murni tebak-tebakan! Tidak bisa dipertanggung jawabkan! “jelas mbah Bondet

“Lha itu, Judi waktu Pertandingan Sepak Bola, atau Pacuan Kuda, atau Balap Motor, atau Tinju. Itu semua khan bisa di analisis Mbah? Kondisi pemainnya, performance, trauma sebelumnya….”
“Argh! Ente mau bisnis apa mau ngajak debat ane!?? kalo suka ya diterusin, kalo gak suka ya sana pergi!” hardik mbah Bondet yang mulai meradang. “Mau ditulung kok malah menthung!” berikutnya sumpah serapah ala jawa timuran keluar.
“Maaf mbah, saya khan belum paham. Kalo memang bisnis ini BAROKAH mbok ya jangan lekas ‘esmosi’ (baca: emosi). Saya diterangkan dulu biar ngerti ” Dul Koplak mengacungkan korek apinya untuk menyalakan rokok Mbah Bondet yang mati.

“Jual beli sapi itu ya jelas Halal Dul. Halalan Thoyyiban. Malah bisa buat acara Idul Adha. Apa mau ane cariin dali-dalil? He Ente tau gak? Ane ini sudah faham mana Judi dan mana yang bukan Judi”, sambil menghembuskan asap rokok.”Jadi jangan mencoba berdebat ma ane…Palagi ente khan anak kemarin sore” .
“Hmm iya ya JUAL BELI SAPI itu khan HALAL” pikir Dul Koplak yang otaknya memang dangkal, tanpa protes bahwa yang dibahas seharusnya MEKANISME Jual Belinya. Bukan BARANG yang dijual belikan.

“Nah.. Setelah sapi dijual, nanti keuntungan bersihnya buat ente” Mbah Bondet melanjutkan
“Wah asik juga. Kalo sapinya laku Rp. 5,2 juta, artinya dengan modal 200 ribu saya sudah balik modal. Gitu Mbah? Asiik betul” Dul Koplak mulai ngiler. “Lha tapi kalo rugi?…”
“Itu khan resiko bisnis Dul ada untung ada rugi.. Oleh karena itu ente harus belajar meng-ANALISIS pasar” terang mbah Bondet. “Semakin pintar kamu meng-analisis pasar, semakin banyak untung yang akan diperoleh. Tapi kemudahan ini tentu ada syaratnya” Ujar Mbah Bondet yang matanya mulai memancarkan kelicikan.

“Syaratnya agak berat sih. Tapi ane berharap ente bisa memahaminya. Setelah ente beli 1 sapi dengan jaminan Rp. 50 ribu/ ekor, berarti sisa uang ente masih 150 ribu. Bila nanti harga 1 sapi dipasaran turun menjadi Rp. 4,85 jt/ ekor, maka sisa uang ente yang Rp.150 ribu tadi otomatis akan HILANG dan jadi milik ane. Sapi ane TARIK dan uang jaminan ente, yaitu Rp. 50 ribu ane kembalikan.

Mmmm…Kenapa bisa terjadi? Ya itu tadi, karena sisa duit ente yang difungsikan untuk jaga-jaga telah tergerus oleh harga sapi yang terus menurun.” pandangan mata Mbah Bondet menerawang sendu sambil menghembuskan asap rokoknya, melanjutkan;
“Itu resiko bisnis Dul, karena modal ente kecil. Kalau modal lebih besar, maka uang yang buat jaga-jaga lebih tahan terhadap fluktuasi..eh ente ngerti fluktuasi khan?? itu lho Bubur Ayam yang dijual Kang Bayu hahaha….” Mbah Bondet tertawa tergelak sambil terbatuk-batuk.

“Duh pusing…Kenapa tidak jual beli seperti biasanya Mbah? Sapinya saya pegang dulu, nanti kalo harga turun sapi jelas saya tahan dulu, tapi kalau harga naik baru saya jual?”
“Oh..itu model kuno Dul! KUNO..! Ini sistem modern.. Ente mau jadi orang kuno atau modern?
“Jadi orang modern donk! Oke mbah saya mulai ngerti…” Jawab Dul Koplak pura-pura mnegerti karena gengsinya mulai muncul.
“Nah ente nanti bisa membatasi nilai jual tertinggi dan terendah biar gak terlalu rugi gitu. Misalnya nilai jual tertinggi 5,1 juta/ ekor dan terendah Rp. 4,9 juta/ekor saja. Begitu…”, Saran Mbah Bondet. “Bisnis ini memang menantang Dul ? Seninya sangat tinggi bagi yang ngerti nilai seni”

Dul Koplak mengangguk angguk.. Mendengar kata ‘seni’ yang segera terbayang dibenaknya adalah Ki deden, yaitu dukun palsu yang mantan pengamen, yang suaranya sember seperti kaleng kerupuk dipukuli.
“Waduh…padahal hari-hari terakhir ini harga sapi fluktuatif banget Mbah. Apa tidak bisa diringankan?” pinta Dul Koplak.
“Itu sudah maksimal… Oiya ada satu syarat lagi….”
“Apalagi mbah?” Tanya Dul Koplak

“Setelah membeli sapi, ane sarankan ente segera menjualnya, sebab kalau tidak, akan ane kenai BUNGA harian/ ekor sapi. Hmm…tidak begitu besar sih, cuma – 2% untuk sapi gemuk dan + 2% untuk sapi kurus..“
“Lah?? Artinya saya diharuskan cepat-cepat menjual sapi nih? Dalam satu hari?” Dul Koplak melongo..
“Yah begitulah..aturan perusahaan, semua omongan ane itu mewakili PT. Galau. untung dikit-dikit aja yang penting kontinyu..tidak terkena bunga.

“Kalau ndak ada yang mau beli?”
“Hahaha…ente jangan khawatir. ane atau PT. Galau selalu bersedia membelinya. Nah, ente paham sekarang?? Mbah Bondet sekarang terbahak-bahak seperti telinganya digelitik dengan sesuatu
“Wah..mantap nih…Mbah Bondet memang pinter. ” Dul Koplak sekarang bisa ikut tertawa.
“Mari kita mulai Mbah”
Dua lembar uang seratus ribuan segera berpindah tangan.

Sayang bagi Dul Koplak, karena lupa membatasi nilai jual tertinggi dan terendah, setengah jam kemudian harga sapi mencapai 4,8 juta/ ekor, segera saja uangnya amblas.. Hilanglah angan-angannya..

Namun si Dul Koplak tetap saja BEBAL, dia lekas menyiapkan modal baru. Dul Koplak berdalih bahwa fluktuasi harga sapi adalah pengaruh pasar dan sebenarnya bisa diANALISA bila dipelajari. Dul Koplak dan pembeli lain percaya bahwa grafik harga sapi itu Online dan terhubung ke harga sapi internasional, tapi mereka terlalu lugu untuk tidak berburuk sangka, bahwa suatu ketika, harga yang tiba-tiba melonjak naik/ turun kadang juga diakibatkan oleh tangan usil Mbah Bondet !

Ki Deden, si dukun palsu, pensiunan pengamen, ternyata juga ikut bisnis ini dan modalnya lebih besar yaitu 500rb. Dia cuma membeli 1 sapi sehingga uang untuk jaga-jaga Rp. 450rb masih bisa bertahan.

berjalan kesana kemari sambil menepuk dada..
“Margin ane cukup untuk menahan fluktuasi lho bapak-bapk lan mbakyu…”

1 jam kemudian harga sapi melambung menjadi Rp. 5,5 juta. Ki Deden tertawa kegirangan, matanya mulai bersinar hijau. Laba 500rb mulai tampak di depan mata. Dia berlari menuju kamar mbah Bondet sambil berteriak-teriak;
“Saya jual…saya jual…Mbah”
Tiba di hadapan Mbah Bondet yang sedang santai…
“Lihat harga sekarang tuh…”ujar Mbah Bondet sambil jarinya menunjuk ke arah Televisi.

Hah?? Rp. 4,7 juta bagaimana mungkin??
“Itu namanya SLIPPAGE anakku.. sepertinya ada sedikit ‘kegoncangan di pasar’ sehingga fluktuasi tak terkendali…”
“Jadinya Rp. 4,7 juta. Karena bantuan ane Rp. 4,95 juta, maka ada selisih Rp. 250rb. Uang jaga-jaga ente (Rp. 450 rb) akan ane kurangi Rp. 250 rb..Nah, ini terimalah TOTAL uang ente saat ini Rp. 200 rb tambah Rp. 50 rb (yang buat jaminan 1 sapi). Lalu Sapi itu ane tarik lagi.” Suara Mbah Bondet lirih kebapakan berpura-pura iba..”Hmm… bisnis ini memang harus cepat anakku…”

==
Penjelasan Hitungannya sbb:
Modal awal Rp. 500 ribu
Harga 1 ekor sapi Rp. 5 juta
Bantuan Mbah Bondet Rp. 4,95 juta, tambah Rp. 50 ribu untuk 1 ekor sapi
Sisa modal untuk jaga-jaga Rp. 450 ribu.
Sapi terjual di Rp. 4,7 juta.
Sisa modal Rp. 450 ribu tergerus sejumlah Rp. 250 ribu.
==

Ki Deden melongo memandangi uangnya sekarang tinggal Rp. 250 rb.
“Kalau begitu BATAL dulu…saya tunggu harga naik lagi!” Ki Deden protes.
“Wah Ndak Bisa! ente menemui ane yang kedua, ente membuka pintu kamar ane, artinya transaksi jual SUDAH SAH. ente belajar analisis dulu biar pintar..” Mbah Bondet tersenyum. Tapi Ki Deden mulai bisa menangkap kelicikannya…

“Analisis Bullshit! pake analisis atau tidak toh tetep kena SLIPPAGE! kamu penipu Mbah!! “ Ki Deden mengumpat kesetanan. Baru kali itu dalam sepuluh tahun Ki Deden mengumpat.
“Lho? Makanya ente belajar analisis dulu. Jangan sampai ente melakukan transaksi pada waktu terjadi ‘kegoncangan di pasar’”, Mbah Bondet mencoba berkilah…

“Ah..bullshit… mending saya kembali jadi Dukun Palsu aja deh…”
Sejak hari itu Ki Deden tidak pernah nongol lagi di pelataran rumah mbah Bondet.
Ada yang menyebut minggat ke kota Sampit di kalimantan.
Ada yang bilang ngamen lagi.
Tapi kabar terakhir dari sumber terpercaya lebih valid menyebut bahwa orang ini masih tetap di pelataran rumah mbah Bondet, menggelar tikar di samping Genghis Khun, tapi dengan Mug yang lebih besar.

Sekian dulu dongengnya

Demikianlah seluk beluk bisnis FOREX ONLINE secara sederhana. Yang dimaksud di sini adalah FOREX ONLINE Modern/ Online. Bukan yang Tradisional atau yang kita kenal selama ini dengan Money Changer. Walaupun sama-sama penukaran antar mata uang asing namun mekanismenya jauh berbeda.

Pada prinsipnya; proses penukaran mata uang adalah BOLEH. Tetapi bagaimana mekanismenya?? ini yang perlu disorot.
FOREX ONLINE, Foreign Exchange, suatu niaga modern yang telah didesain sedemikian rupa yang membuat penulis geleng-geleng kepala. Belum usai mempelajari asal mula terbitnya uang kertas yang penuh intrik (Baca di: ), eh sekarang disuguhi mekanisme cara mencari untung dari SELISIH antar uang kertas. Entah apakah ada yang salah dengan dunia ini ataukah memang dunia penuh kebusukan?

FOREX ONLINE, bila ditinjau dari berbagai sisi sebenarnya semuanya meragukan, menuai pro kontra. Sisi-sisi tersebut adalah:
1.JENIS Barang yang diperjual belikan, cerita di atas adalah sapi, tetapi dalam FOREX ONLINE barangnya adalah mata uang. Apakah boleh menjual uang dengan uang? Tentu saja menuai Pro Kontra. Tetapi MUI telah berfatwa boleh asalkan… (bersyarat, baca baik-baik syaratnya)
2.KEBERADAAN Barang yang diperjual belikan= tidak nyata. Pro Kontra.
3.Tujuan Jual Beli, pergi ke luar negerikah atau hanya untung-untungan? Mohon jujur..
4.Judi 1, yaitu diharuskan menjual kembali sapi dengan harga yang belum diketahui.
5.Judi 2= Slippage, Yaitu order yang ‘meleset’ sejauh beberapa point dari titik yang kita order. Kesepakatan harga kok meleset. Kenapa bisa terjadi? Tanyakan pada Mbah Bondet yang punya sarung..

Kasus Ki Deden di atas, dalam jual beli wajar harga SAH adalah Rp. 5,5 juta, tetapi dalam FOREX ONLINE harga yang SAH adalah Rp. 4,7 juta karena ‘dadu itu masih menggelinding’. .
6.LEVERAGE, bantuan/ pinjaman uang 4,95 juta/ ekor agar dul Koplak mampu membeli sapi. Pro-Kontra terjadi karena pinjaman yang tidak nyata, uang hantu, pinjaman bersyarat, Dua akad dalam satu waktu.
Ustadz Zaharudin dari Malaysia sangat keras menyoroti sisi ini.
7.Rollover/ Swap/ Interest/ Bunga. Interest ini dikenakan harian berdasarkan jumlah lot –bila floating position—

Hingga tulisan ini ditulis, belum pernah ada yang membahas secara komprehensif semua sisi di atas. Umumnya yang dibahas adalah sisi pertama saja, yaitu JENIS barang yang diperjual belikan. Terlalu dangkal…
Mirip dengan ucapan mbah Bondet “Jual Beli sapi itu Halal. Halalan Thoyyiban”. Naif sekali..
Sebenarnya mudah saja, agar aman dan tidak meragukan ya hindari hal-hal di atas, diubah mekanismenya, misalnya kembali ke mekanisme jual beli tradisional, seperti Money Changer. Walaupun nantinya muncul pertanyaan; apa tujuannya?
Fatwa MUI dalam hal ini sebagai berikut:

“Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
…dst

Seorang blogger terkenal (konon), priyadi.net (salam kenal pak!) bahkan menulis lebih sangar dan mengerikan, FOREX ONLINE adalah Zero sum game. Baca di:
priyadi.net
Bila ini benar, maka ada penambahan sisi lain lagi; PENIPUAN.
Beliau menulis:

“Secara sederhana, para pelaku jual beli FOREX ONLINE secara keseluruhan tidak rugi dan tidak untung. Untuk melakukan perdagangan FOREX ONLINE, seorang pemain menyetorkan modalnya. Dengan modal ini pemain tersebut mengincar setoran modal dari pemain lainnya untuk memperoleh keuntungan. Dan sebaliknya, seluruh pemain lain juga akan mengincar modal yang kita gunakan. Dengan kata lain, sesama pemain FOREX ONLINE adalah lawan. Keuntungan satu pemain murni adalah kerugian pemain lainnya, dan sebaliknya.”

Jadi, bila cerita DulKoplak itu mau dilanjutkan, maka grafik yang muncul di TV itu adalah hasil ‘kerajinan tangan” mbah Bondet sendiri, bukan Grafik GLOBAL! Padahal Dul Koplak dan Ki Deden yakin dan percaya bahwa itu adalah ‘harga pasaran’ !! Luar biasa..

Masihkah mbah Bondet ngotot dan bertahan dengan argumen “Jual beli Sapi itu boleh?” argumen Ini benar tapi inti permasalahan jadi kabur.
Semoga kita semua senantiasa dibimbing pada jalan-Nya yang lurus. Amiin.

Update Tambahan:
*************************************************
Fatwa MUI mengenai Forex (update 11 Oktober 2010)
Banyak pihak berdalih bahwa MUI telah memperbolehkan Forex. Apa benar?
Menurut Fatwa MUI; dari 4 jenis transaksi Forex hanya 1 (SATU) yang dibolehkan, yaitu Transaksi SPOT.
Ringkasan Isi fatwa sbb:

“Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
b…
c….
d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
1. Transaksi Spot…halal..(telah jelas)
2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….”

Baca selengkapnya di: http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90

Terlihat bahwa dari 4 jenis transaksi, HANYA 1 (SATU) yg dihalalkan yaitu spot.
Jadi kalau ada yang bilang bahwa (keseluruhan) transaksi Forex diperbolehkan itu artinya telah berdusta atas nama MUI. Hati-hati dan waspada rekans…

Mari kita kupas satu per satu:
-Tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).
=> Kalimat “UNTUK” berarti mengacu pada tujuan yang akan dicapai, bukan diartikan sebagai “CARA” dalam mencapai tujuan tersebut. Karena kita tahu, cara bermain Forex bisa dengan asal tebak atau analisa rumit. Jadi bunyi lengkap kalimat tersebut sbb:
(Baik DENGAN CARA asal tebak maupun memakai analisa), tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).

Dari hal ini saja kita langsung tahu bahwa dalam Forex online, hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampai Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini artinya hanya UNTUK spekulasi/ untung-untungan/ mencari nilai selisih. Adakah tujuan lain selain mencari nilai selisih?? tidak ada.

-Adanya kebutuhan untuk transakasi
=> Dalam Forex online tidak ada kebutuhan lain selain mencari selisih nilai antar mata uang. (spekulasi/ untung-untungan)

-Jika terjadi antara mata uang yang berbeda maka menggunakan nilai tukar yang berlaku saat itu dan dilakukan dengan tunai
=> Dalam Forex Online, Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui. (nilai tukar berlaku masa yg akan datang)

Mengenai contoh Transaksi SPOT sbb:

“Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market.

Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:

a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama

b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya

c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.

Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal tersebut.

Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:
Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price
= US$ 10.000 x Rp 5.5000
= Rp 55.000.000,-

maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).”

(dikutip dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-valas.html)

Forex Online, yang memiliki 2 ijab kabul:
Pada waktu Open tidak bisa dipungkiri memang SPOT karena nilai tukar jelas dan terfiksasi, tidak mungkin tjd SLIPPAGE. Namun sayangnya disertai kesepakatan untuk Close yang jelas bukan spot, karena ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas.
Fakta paling menyolok adalah [ada waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi! dan transaksi tidak bisa batal.
Jadi Forex Online, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.

Dengan demikian, syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. Wallahu a’lam.
*************************************************

Genghis Khun

Http://genghiskhun.com

Sumber :

http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi

http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog

http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

http://genghiskhun.com/forex-dengan-money-changer-antara-spekulasi-judi-dan-bukan-judi

 

Bagaimana penjelasannya kawan-kawan ? pak Rizki ? pak Samuti ? oh iya, pak Samuti jarang kelihatan sekarang, apakah lagi Galau juga mikir hukum forex seperti saya ?

 

Putra Hartadie – Comment – Submitted on 2012/09/17 at 10:30

 


 

Pak Guru sudah tobat habis baca cerita analog dagang sapi beberapa bulan yang lalu ?

 

Putra Hartadie – Comment – Submitted on 2012/12/11 at 10:55

 


 

Kalau saya pribadi tidak perlu ribet ribet pak. Setiap kali saya mendengar kalimat Fatwa, sampai sekarang saya masih geli mendengar kata fatwa itu. Aturan di buat manusia

oleh manusia untuk manusia, dan ujung ujungnya hanya digunakan sebagai kedok sekumpulan manusia manusia itu. Simpel pak, jika memang ingin menggunakan fatwa

tersebut ALANGKAH BAIKNYA:
1. Bapak tidak usah punya tabungan di bank?, kenapa? bapak tidak tau kan uang bapak bertambah tiap bulan itu datang dari mana?. HALAL? jelas tidak, selayaknya juga

bapak tanya. Pihak bank dapat untung dari mana sedetail2nya
2. Bapak juga tidak mungkin bisa beli perhiasan emas, lha wong emas dan perhiasan logam lainnya mengikuti pasaran dunia. Kalau bapak datang ke toko harganya

berubah? lantas bapak mengatakan perubahan harga itu HARAM?. Jangankan model perhiasan, barang barang semisal toko komputer menggunakan nilai kurs dolar

sebagai acuan harga dasar. Lantas bapak mengatakan itu HARAM juga?.
3. Jikalau kebutuhan hidup berubah atau harga menjadi naik, karena adanya inflasi negara, bapak juga tidak perlu protes ke pemerintah.
DAN TERAKHIR
4. Pantasnya bapak hidup menyepi di hutan, tanam padi sendiri, gali minyak bumi sendiri. Dan sebagainya. Karena secara general sudah pasti dengan fisiknya sendiri uang

itu sendiri dari bahan pembuatan uang itu (ex: uang kertas) tidak sebanding dengan apa yg di tukarkan. Bukan begitu pak?? Hehehehhee, apalagi belanja dengan kartu

kredit, voucer isi ulang pulsa juga, JELAS HARAM SEKALI.

*** Please dong pak, jgn primitf gitu pemikirannya, ini saya kasi pertanyaan sapa tau bapak bisa dapat listrik gratis dari PLN, tolong di pikirkan. Bapak posting ini

menggunakan alat elektronik yg mengkonsumsi energi listrik. Kenapa bapak harus bayar sekian ribu/ juta tiap bulan. Bapak tidak bisa merasakan kan?, tidak bisa memegang

(klo mo di pegang monggo silahkan, kwkwkwkw). Dan bapak hanya tau dari sebuah digit angka yg berputar2 gag jelas klo listrik di pakai sekian KWh. Tolong pak di jawab.

Pantaskah bapak membayar sesuatu yang wujud fisiknya tidak bapak liat rasakan, atau lihat. DAN TOLONG jangan di jawab dengan sebuah pengecualian apalagi fatwa

fatwa, karena jika bapak menggunakan acuan lain terlihat bapak kurang percaya diri menjadi mahluk hidup ciptaan tuhan seutuhnya (aka pengecut). Mari kita jawab secara

primitf, seprimitif pola pikir bapak :-D itu listrik, ada yang lain, tagihan telpon (pemakaian pulsa), tagihan kartu kredit (kayaknya gag punya deh, hahahahaha masih pake garam

untuk transaksi)
*** NB: Saya bukan pemain forex, saya juga bukan membela pak anton atau yang lain. Tetapi ingin membuka wawasan anda dalam berpikir dan mencermati masalah

kehidupan dengan cara kehidupan itu sendiri. BUKAN dengan dogma atau agama. KARENA agama adalah hubungan privasi tiap invidu dalam kaitan keyakinan atas penciptanya.

*** Jikalau seseorang sudah mengkaitkan asas materi dalam pencapaian dalil dalil berlandaskan AGAMA, sudah terlihat jelas, orang tersebut jauh dengan tuhan. Ngomong ngomong, bapak takut tuhan apa takut agama??, tuhan itu kekal pak tak beragama, sedangkan agama ciptaan manusia, PLUS bonus2 fatwa fatwa tidak jelas dan terkadang menyesatkan.
*** Seseorang kalau memang hendak mendekatkan diri dengan TUHAN, apapun itu siapapun itu (agamanya), sudah selayaknya melepaskan diri dari ikatan keduniawian.

Bukan malah terjebak dalam sisi keduniawian. Selamat ANDA TERSESAT DI DUNIA

*** Maaf pak anton, jadi ber primitif ria webnya heheheheheh

 

Suryadharma – Comment – Submitted on 2012/12/12 at 00:45

 


 

Oh ia, lupa saya tambahkan komentar tadi. Ini anda baru nongol dimari sudah bisa berkomentar puannjang lebar. Memberikan refrensi dari berbagai sumber, bisa di jelaskan motivasi dan latar belakang anda memberikan komentar kontradiktif seperti itu???. Tapi sebelum itu silahkan komentari ulasan saya di bawah. Hehehhe… mudah2an jawaban anda bisa lebih modern dan tidak seprimitif komentar2 anda.

Dan satu lagi, 1001 tipikal orang2 tipe anda sudah pernah saya jumpai, baik di dunia maya, dan di dunia nyata, yg berkomentar miring tentang forex biasanya:
1. Kalah total, THE LOOOOOOSER..
2. Persepsi yang salah dalam melihat sebuah forex yang seolah2 bisa kaya raya.
3. Dan pastinya, tipe2 orang seperti ini maunya menang sendiri, dan tidak siap menjadi seorang pecundang. Merasa diri sebagai pecundang, bak kalah di medan judi. Pulang2 berteriak dengan lantang bandarnya curang dan mencari sebuah obat sebagai penghilang sakit, entah menggunakan dogma2 agama dan lantas memprovokasi orang lain untuk mengikutinya. Dan jikalau menang, dengan bangga menatap langit bak seorang pahlawan disiang bolong, Hahahahhaa…

YOU ARE THE LOOOSER…

**** ngemeng ngemeng abis brp jeti sih tol… xixixiixix

 

Suryadharma – Comment – Submitted on 2012/12/12 at 00:45

 


 

Membaca kalimat demi kalimat Anda, kata demi kata Anda, mohon maaf, nampaknya kita tidak sedang dalam level yang sama untuk berdiskusi lebih lanjut.

 

Putra Hartadie – Comment – Submitted on 2012/12/12 at 12:04

 


 

Ya ia lah level anda terlalu dangkal untuk di sandingkan. Apalagi anda sendiri tidak bisa memaparkan MOTIVASI diri sendiri memposting sesuatu yang bukan milik diri sendiri (walaupun menyertakan refrensi), tetapi giliran di tanya MOTIVASI, 0 besar, tidak bisa menjelaskan.

Sungguh ironis memang, orang orang tipikal sampah di dunia forex, bermipi kaya raya tapi yang ada malah buntung, sudah buntung malah mempengaruhi orang atas dasar pendapat orang lain. Menjawab dengan jawaban singkat dan tidak jelas, dan merasa diri sudah diatas awang awang, orang lain pun sudah tau kelas level digit otak anda sebrapa besar.

Apalagi mungkin anda merasa capek berada disini, dan juga di forum2 lain dengan tingkah polah pecundang, karena anda tidak mendapatkan EA yang bisa membuat anda kaya raya… hahahhaa… NGIMPI…..

 

Suryadharma – Comment – Submitted on 2012/12/12 at 13:37

 


 

Seharusnya sih saya diem aja sih pak, saya cuma newbie ikut nyimak. Tapi mentang2 ownernya gag ada sak enak udele dateng2 kotbah bawa embel2 agama.
Setelah post baru saya inget sebuah quotation berbunyi

“Trader Amatir ingin menjadi benar. Trader Pro ingin menghasilkan uang.”

Begitulah tepatnya… sekarang mo ngebacot apapun monggo, sampai sumpah serapahpun di tulis monggo… wkwkwkkww….

 

Suryadharma – Comment – Submitted on 2012/12/12 at 23:41

 


 

Setelah lama sepi, akhirnya ada juga diskusi yang menarik :)

Apalagi menjadi “panas” :-P wah, makin menarik saja, sampai-sampai saya ngakak sendiri saat membacanya :))

Meskipun selama beberapa bulan terakhir ini tidak lagi menulis artikel, akan tetapi sesekali masih saya sempatkan untuk membaca komentar-komentar.

Akan tetapi, mohon maaf, selama beberapa bulan ini kebanyakan komentar tidaklah menarik dikarenakan masih saja berkutat seputar broker mana yang baik, bagaimana caranya daftar ke broker, bagaimana caranya melakukan WD, cara download EA (padahal sudah jelas-jelas link-nya ditulis, andaikan link-nya error pun masih ada bantuan mbah Google yang sakti :)) ) dan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar.

Padahal kalau yang bertanya tersebut bersedia meluangkan sedikit waktu untuk membaca artikel-artikel yang sudah pernah ditulis, tentunya tidak perlu lagi mengajukan pertanyaan karena sebenarnya sudah terjawab. :)

Kepada yang suka bertanya hal-hal mendasar tersebut, cobalah usahakan sebelum mengajukan pertanyaan, terlebih dahulu luangkan waktu untuk membaca artikel-artikel yang ada.

Toh membaca tidaklah seberat menulis, waktu yang dibutuhkan untuk membaca pun jauh lebih cepat daripada menulis. Kalau untuk membaca saja sudah malas, wah ya repot :))

Oleh karenanya pertanyaan-pertanyaan tersebut sengaja dibiarkan dan tidak saya jawab. Disamping karena sempitnya waktu luang yang saya miliki, juga sebenarnya jawaban atas pertanyaan tersebut sudah ada di berbagai artikel yang sudah pernah ditulis kalau yang bersangkutan bersedia melakukan sedikit upaya.

Meskipun demikian, untungnya Pak Kurniawan dan Pak Agus bersedia berbaik hati meluangkan sedikit waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk kemurahan hati Pak Kurniawan dan Pak Agus. :)

Kembali kepada topik artikel ini, akhirnya…. setelah sekian bulan baru kali inilah ketemu sesuatu yang menarik (dan cukup panas) sehingga saya tergerak untuk menulis dalam artikel ini :))

Seperti para pembaca ketahui, kebijakan di situs ini adalah tidak pernah melakukan sensor atas komentar apapun. Meskipun akibat dari komentar tersebut akhirnya timbul perdebatan yang panas dan pedas diantara para pembaca.

Semuanya diserahkan kepada pendapat para pembaca masing-masing alias sepenuhnya diserahkan kepada “market”.

Kalau ada yang berkomentar baik, tentunya akan mendapat dukungan bahkan pujian dari sesama pembaca. Sebaliknya kalau ada yang berkomentar buruk, biasanya akan “babak belur” karena dikeroyok beramai-ramai oleh para pembaca yang lain.

Tentunya para pembaca yang setia dengan situs ini masih ingat kisah Superman beberapa bulan lalu dimana ternyata sang Superman tidaklah sekebal dan sesakti seperti halnya dalam film. Malah akhirnya babak belur akibat dikeroyok beramai-ramai oleh para pembaca lain akibat komentarnya yang ngawur dan sembarangan. :))

Sebenarnya prinsip “berbuat baik akan mendapat imbalan baik atau berbuat hal yang tidak baik akan memperoleh imbalan buruk” tidak hanya berlaku dalam berkomentar saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari pun sama saja.

Coba saja lakukan hal buruk terus menerus di kehidupan sehari-hari, mungkin sekali dua kali masih selamat, tetapi suatu hari nanti pasti akan “kesandung” dan menuai akibatnya.

Oleh karenanya, berupayalah untuk selalu berbuat baik kalau ingin hidup Anda selalu tenang dan tidak banyak masalah. :)

Kepada Pak Putra, mohon maaf bila beberapa bulan lalu pada saat komentar tersebut ditulis tidak langsung saya tanggapi.

Tidak ditanggapinya komentar Pak Putra bukan karena saya tobat setelah membaca cerita analogi tersebut (seperti yang dikatakan oleh Pak Putra :)) ) tetapi karena pada saat tersebut kebetulan ayah saya mendadak sakit keras sehingga waktu untuk menulis akhirnya menjadi tersita untuk merawat beliau.

Akibat mendadak berhenti menulis tanpa pemberitahuan, sampai-sampai Pak Agus Mariyanto berkirim SMS menanyakan perihal kondisi kesehatan saya (padahal seumur-umur tidak pernah ada satupun pembaca situs ini yang langsung berkirim SMS ke saya) dikarenakan Pak Agus khawatir jangan-jangan saya kenapa-kenapa :))

Oleh karenanya baru sekarang inilah akhirnya saya berkesempatan membaca komentar kontroversial yang ditulis oleh Pak Putra dengan lebih detil. Itupun akibat setelah membaca komentar Pak Suryadharma.

Dari komentar Pak Suryadharma itulah baru saya paham kalau ternyata Pak Putra masih menunggu tanggapan saya. Sayangnya sudah keduluan dijawab oleh Pak Suryadharma dengan kalimat-kalimat yang membuat saya ngakak sendiri sampai perut mulas. :))

Sebelum melangkah lebih jauh, pahami terlebih dahulu bahwa oleh Tuhan kita semua ini dianugrahi dengan akal pikiran dan hati nurani.

Apa yang baik menurut Tuhan, juga akan terasa baik di akal pikiran dan nyaman di hati nurani kita masing-masing. Sedangkan yang tidak baik, tentunya akan membuat akal pikiran bertanya-tanya karena ada sesuatu yang salah dan juga akan membuat gelisah di hati nurani.

Gunakanlah kedua hal itu untuk menakar dan mengukur apakah sesuatu itu baik atau tidak. Janganlah sedikit-dikit minta fatwa :)

Saya bukanlah ahli agama, saya yakin untuk ilmu agama jauh lebih ahli Pak Samuti atau para pembaca yang lain. Yang saya ungkapkan disini bukanlah dari sisi agama tetapi lebih cenderung pada sisi akal pikiran, hati nurani, dan ilmu yang saya miliki.

Sebuah fatwa bisa saja menyesatkan karena dapat disalahgunakan untuk kepentingan politis tertentu. Hal ini pernah terjadi di negeri ini dan saya masih ingat betul kejadiannya yaitu pada era Orde Baru dimana terbit sebuah fatwa yang menyatakan bahwa Porkas dan SDSB adalah sesuatu yang halal dikarenakan bukan judi (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa).

Padahal bila dilihat esensinya, sudah jelas Porkas dan SDSB adalah judi. Hanya dengan membeli kupon senilai Rp 1000, bila angka-angka pada kupon tersebut tepat maka akan diperoleh Rp 1 juta. Coba Anda renungkan sendiri, judi atau tidak itu? Kok bisa-bisanya dibilang halal dan bukan judi, pakai terbit fatwa pula. :)

Oleh karenanya, jangan terlalu yakini sebuah fatwa. Sejarah telah menunjukkan bahwa fatwa pun dapat disalahgunakan untuk kepentingan politis.

Yakinilah akal pikiran dan hati nurani sendiri.

Kalau menurut keyakinan Anda hal tersebut salah dan haram, ya jangan lakukan. Apa gunanya Tuhan memberi Anda akal pikiran dan hati nurani kalau tidak pernah Anda gunakan tetapi malah selalu mengandalkan fatwa. :)

Pemahaman saya, fatwa dapat diibaratkan seperti sebuah perintah dari orang tua kepada anaknya. Orang tua kalau menganggap anaknya masih belum mampu untuk berpikir sendiri (alias belum dewasa) tentunya akan memerintahkan “ini boleh” atau “ini tidak boleh”.

Tetapi kalau anaknya sudah dianggap dewasa dan mampu berpikir sendiri, tentunya tidak lagi bisa mengatakan “ini boleh” atau “ini tidak boleh”.

Tentunya yang dikatakan oleh si orang tua adalah “terserah keputusan kamu, mana yang menurut kamu yang terbaik. Kamu sudah dewasa dan sudah bisa menentukan pilihan sendiri serta menanggung konsekuensinya nanti”.

Nah, kembali pada diri Anda masing-masing, Anda lebih menyukai yang mana?

Masih menyukai dianggap seperti anak kecil dengan diperintah-perintah “ini boleh” atau “ini tidak boleh” oleh fatwa? Ataukah lebih menyukai dianggap telah dewasa dengan mengembalikan segala sesuatunya pada akal pikiran dan hati nurani diri sendiri?

Terserah pada pilihan Anda masing-masing. :)

Fatwa atau mungkin dapat disebut sebagai pendapat keagamaan diterbitkan berdasarkan pemahaman terhadap sesuatu hal.

Coba kembalikan hal ini pada diri Anda sendiri, kalau Anda tidak paham betul dengan sesuatu hal, bisakah Anda berpendapat?

Tentu saja semua orang bisa berpendapat, akan tetapi dengan tingkat kebenaran yang meragukan. :))

Contoh sederhana, Anda baru mengenal seorang wanita yang penampilannya jutek dan judes. Tentunya saat itu Anda sudah bisa berpendapat bahwa wanita tersebut tidak baik karena jutek dan judes.

Akan tetapi setelah mengenalnya lebih dalam, lambat laun Anda menyadari bahwa wanita tersebut ternyata baik hati dan ramah tamah. Berbeda jauh dengan penampilannya yang judes dan jutek.

Nah sekarang, pendapat Anda berubah lagi khan :))

Contoh diatas hanyalah mengajarkan pada Anda semua bahwa jangan pernah terburu-buru menilai dan menghakimi bahwa sesuatu itu buruk, apalagi bila Anda kurang memahaminya.

Lebih bijak bila Anda pelajari lebih mendalam sampai sedetil-detilnya terlebih dahulu dan barulah berpendapat dengan mengembalikan pengetahuan yang diperoleh kepada akal pikiran dan hati nurani Anda sendiri.

Jangan hanya baru belajar kulitnya doang, tetapi sudah menghakimi dengan mengatakan buruk. :)

Tentunya Anda semua sudah paham bahwa sukses diawali dari pola pikir yang benar terlebih dahulu. Dengan pola pikir benar maka akan dilakukan tindakan yang juga benar. Sebaliknya, pola pikir salah akan mengakibatkan tindakan yang salah.

Kembali pada contoh wanita jutek dan judes diatas, mungkin saja oleh Tuhan sudah dipilihkan wanita tersebut sebagai jodoh terbaik Anda. Tetapi kalau sejak awal Anda memiliki pola pikir yang salah, tentunya yang Anda lakukan adalah menjauhinya tanpa berupaya mengenalnya lebih mendalam.

Oleh karena itu saat era Orde Baru diterbitkan fatwa yang menyatakan bahwa Porkas dan SDSB halal. Dengan adanya fatwa halal maka akan mempengaruhi pola pikir semua orang di negeri ini sehingga akan berdampak beramai-ramai membelinya. Pemerintah Orde Baru sadar betul bahwa sebagian besar rakyat di negeri ini masih seperti halnya anak kecil yang belum mampu berpikir sendiri dan harus didorong dengan diperintah “ini boleh” atau “ini tidak boleh” melalui fatwa.

Kalau Anda lebih mempercayai fatwa daripada akal pikiran dan hati nurani sendiri, maka Anda dapat diibaratkan seperti anak kecil yang belum mampu mandiri untuk berpikir sendiri.

Kalau kondisi Anda seperti ini, tentunya ada 2 pertanyaan yang harus diajukan, apakah usia Anda masih belasan tahun atau sudah bukan belasan tahun lagi tetapi kelas level digit otak Anda pas-pasan? (mengutip kalimat Pak Suryadharma) :-P

Padahal sukses hanya dapat diperoleh kalau Anda mampu memaksimalkan pemberian Tuhan yang ada di dalam diri Anda sendiri yaitu akal pikiran dan hati nurani.

Nah, kalau Anda tidak mempercayai dan meyakini akal pikiran dan hati nurani diri sendiri, bagaimana bisa sukses diraih?

Kembali kepada pertanyaan Pak Putra, meskipun cerita analogi dagang sapi tersebut sangat panjang lebar, tetapi intinya hanyalah mempermasalahkan bahwa forex adalah sejenis judi dikarenakan:
– barangnya tidak nyata
– bersifat spekulasi (untung-untungan)
– tidak adanya kebutuhan untuk transakasi
– waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi
– Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui

Kalau di era digital dan internet seperti sekarang ini, Anda masih saja mempermasalahkan nyata atau tidak, tentunya sangat konyol.

Contoh sederhana, Anda menelepon dan mengobrol dengan teman melalui handphone. Nyata atau tidak teman Anda tersebut, khan dia tidak berada di hadapan Anda dan tidak bisa dilihat langsung wajahnya? Lho kalau tidak nyata kok bisa ngobrol? Jangan-jangan yang diajak ngobrol adalah hantu :))

Contoh lain, Anda mentransfer uang dari tabungan ke rekening teman melalui ATM. Nyata atau tidak uangnya telah terkirim?

Contoh lain lagi, Anda berbelanja online di Amazon.com yang berlokasi di USA dan membayarnya belanja tersebut dengan menggunakan Credit Card? Nyata atau tidak barangnya sudah dibeli? Wong yang Anda lihat hanyalah sekedar foto barang dan bukan barangnya sendiri. Nyata tidak bahwa pembayaran sudah dilakukan, wong bayarnya cuma mengisikan nomor kartu kredit saja?

Coba Anda gambarkan bentuk pulsa handphone Anda, seperti apakah bentuknya? Wong yang Anda lihat hanya sekedar angka-angka Rupiah dari nilai pulsa tersebut.

Saya yang menulis artikel ini fisik orangnya nyata atau tidak, wong Anda belum pernah bertemu langsung dengan saya dan tidak pernah melihat sendiri saat saya menulisnya?

Kalau Anda masih saja mempermasalahkan nyata atau tidak di era digital seperti ini, maka seperti yang dikatakan oleh Pak Suryadharma, kita kembali berprimitif ria alias kembali ke zaman batu. :))

Mengikuti saran Pak Suryadharma diatas, kalau Anda masih saja ngotot mempermasalahkan perihal nyata atau tidak hal-hal yang tidak terlihat seperti yang dicontohkan diatas, coba pegang erat-erat kabel listrik dengan tangan telanjang.

Saya yakin setelahnya Anda akan sadar sesadar-sadarnya bahwa sesuatu yang tidak terlihat belum tentu tidak nyata karena Anda sudah merasakan “betapa enaknya” kesetrum :-P

Kemudian, perihal pernyataan bersifat spekulasi (untung-untungan) dan tidak adanya kebutuhan untuk transakasi dapat digabungkan menjadi satu pembahasan.

Coba Anda perhatikan pedagang handphone, kenapa membeli handphone sangat banyak? Padahal kebutuhan dia paling-paling hanya menggunakan 1-2 handphone saja.

Atau pedagang warteg, kenapa juga harus memasak sedemikian banyaknya padahal keperluan dia sendiri hanya makan sebanyak 3 kali sehari?

Dapat disimpulkan bahwa mereka tidak memiliki kebutuhan transaksi karena yang ditimbun atau yang disediakannya melebihi kebutuhan mereka sendiri.

Mereka menimbun atau menyediakan melebihi kebutuhan dikarenakan akan melakukan spekulasi (untung-untungan).

Penjual warteg memasak nasi sebanyak 10kg dengan harapan yang makan di warteg-nya hari ini sebanyak 100 orang. Demikian pula dengan pedagang handphone, berharap handphone yang dibelinya dapat dijual kembali dengan laris manis sehingga diperoleh keuntungan.

Bukankah harapan-harapan seperti itu dapat disebut sebagai spekulasi karena pada dasarnya yang dilakukan adalah untung-untungan?

Kalau hanya 10 orang yang makan pada hari ini tentunya penjual warteg akan merugi. Tetapi kalau yang makan hari ini 100 atau bahkan 150 orang tentunya penjual warteg akan laba. Nah, untung-untungan bukan?

Apakah mereka dapat dikatakan sebagai berjudi? Khan syarat dikatakan berjudi adalah bersifat spekulasi (untung-untungan) dan tidak adanya kebutuhan untuk transakasi. Mereka juga mempertaruhkan materinya yaitu uang yang digunakan untuk membeli beras dan handphone.

Kalau secara sempit hanya melihat 3 syarat tersebut, tentunya sudah jelas mereka yang mereka lakukan adalah berjudi. Toh syarat-syaratnya terpenuhi semua.

Menurut pendapat Anda sendiri benar atau tidak mereka berjudi?

Contoh lain, Anda membeli sebuah rumah dengan tujuan beberapa tahun nanti akan dijual kembali.

Anda tidak butuh rumah baru ini dikarenakan sudah memiliki rumah untuk tinggal. Anda juga keluar uang cukup banyak untuk membelinya. Anda juga melakukannya untuk tujuan spekulasi, untung-untungan semoga harganya dalam 2 tahun lagi bisa naik 2 kali lipat.

Anda pun tidak tahu berapa harga pastinya rumah tersebut 2 tahun nanti. Pokoknya untung-untungan, semoga saja 2 tahun lagi harganya naik 2 kali lipat.

Dalam pikiran Anda, toh harga rumah selalu akan naik. Tetapi jangan dilupakan, bisa saja terjadi penggusuran, gempa bumi, ataupun kebakaran dimana dapat mengakibatkan rumah yang Anda beli menjadi turun harganya.

Tidak hanya faktor-faktor tersebut saja yang dapat membuat harga rumah turun. Kalau kondisi ekonomi kurang bagus, bisa saja harga rumah Anda menjadi turun. Misalnya Anda membeli rumah tersebut seharga 100 juta. Dua tahun kemudian ternyata terjadi krisis ekonomi dunia, siapa yang tahu masa depan khan? :)

Akibatnya daya beli masyarakat pun menjadi turun drastis. Anda tawarkan rumah tersebut untuk dijual dengan harga 50 juta pun tidak ada yang mau membelinya.

Coba renungkan, berjudikah Anda? Toh semua syarat sebagai judi sudah terpenuhi seluruhnya.

Agar Pak Putra tidak makin bingung, saya jawab sendiri sajalah. :))

Tentunya para pedagang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai berjudi, tetapi lebih tepatnya dikatakan sebagai berupaya dengan cara berdagang.

Demikian pula saat membeli rumah, tidak bisa dibilang berjudi. Tetapi lebih tepatnya disebut sebagai investasi.

Berdagang maupun berinvestasi keduanya sama saja yaitu terdapat harapan untuk memperoleh laba di masa depan. Kalau kemudian merugi akibat harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ya sudah resiko.

Kerugian maupun keuntungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan perdagangan dan berivestasi. Kedua hal tersebut adalah hal yang biasa terjadi, kadang laba, kadang kala juga rugi.

Meskipun ada faktor untung-untungan tetapi tidak dapat disebut sebagai berjudi.

Kalau begitu, judi itu seperti apa?

Judi, menurut pendapat saya, adalah hal yang dilakukan dengan semata-mata mengandalkan peruntungan dan tanpa perlu bersusah payah mempelajarinya atau melakukan persiapan.

Mohon dibedakan kata peruntungan dan untung-untungan (spekulasi).

Peruntungan sepenuhnya mengandalkan nasib. Misalnya sebuah koin dilempar ke atas, maka sisi mana yang tampak terlebih dahulu akan sulit ditebak dikarenakan memiliki probabilitas yang sama yaitu 50 banding 50.

Berbeda dengan untung-untungan atau spekulasi, sebelum dilakukan sudah dimatangkan terlebih dahulu bahwa kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan jauh lebih besar daripada kerugian.

Singkat kata, judi adalah sesuatu hal yang memiliki probilitas sebanding (50:50), sedangkan spekulasi adalah segala sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang terlebih dahulu sehingga probilitasnya lebih tinggi dari 50.

Juga menurut pendapat saya, judi tidaklah melulu berkaitan dengan masalah materi atau uang. Segala sesuatu yang Anda lakukan sepanjang probilitasnya hanya sebesar 50:50 maka dapat dikatakan sebagai berjudi.

Contoh sederhana seperti kita semua baca di koran, hanya 3 kali bertemu singkat di sebuah rumah makan, langsung dinikahi. Akibatnya 4 hari kemudian cerai.

Persiapan matang berupa pengenalan lebih mendalam tidak dilakukan, pokoknya lakukan dengan probabilitas 50:50. Kalau mujur dapat yang baik ya syukur, tetapi kalau dapat yang jelek ya ceraikan saja.

Dia berjudi dengan nasibnya sendiri. Akibat tindakan yang sepenuhnya mengandalkan peruntungan tersebut, kita semua dapat tonton di televisi. :))

Contoh lain, coba menyeberang sebuah jalan yang ramai dengan mata tertutup. Kalau Anda selamat sampai di seberang maka akan disebut sebagai beruntung atau mujur. Dikatakan beruntung karena sepenuhnya mengandalkan peruntungan, yaitu probilitasnya 50:50 antara tertabrak atau tidak tertabrak.

Keberuntungan atau kemujuran tidaklah selalu melekat. Coba lakukan menyeberang dengan mata tertutup sebanyak 10 kali, mungkin hanya 1-2 kali saja Anda selamat tetapi setelahnya sudah jelas pasti tertabrak. :)

Menyeberang jalan tersebut sama sekali tidak melibatkan uang, tetapi jelas-jelas berjudi karena sepenuhnya mengandalkan pada kemujuran.

Akan tetapi, kebanyakan orang selalu mengaitkan masalah judi dengan uang karena tidak paham betul akan esensi yang mendasarinya. Pokoknya kalau ada uang dan dilakukan dengan untung-untungan maka langsung saja dicap dengan label judi (termasuk forex sesuai tulisan diatas).

Padahal tidak sepenuhnya segala sesuatu yang melibatkan uang dapat disebut sebagai judi, hal-hal yang tidak melibatkan uang pun dapat disebut sebagai berjudi sepanjang dilakukan dengan hanya mengandalkan kepada kemujuran.

Bagaimana caranya agar tidak disebut sebagai berjudi?

Caranya mudah, Anda harus mampu mendongkak nilai probilitas. Yang semula nilainya hanya 50:50 kemudian naik menjadi 60:40 atau bahkan 80:20. Dengan demikian maka kemungkinan Anda untuk memperoleh keuntungan jauh lebih tinggi daripada kerugian.

Cara yang dilakukan agar nilai probilitas menjadi lebih tinggi tentunya dengan mempelajari hal tersebut sampai seteil-detilnya dan juga melakukan persiapan yang sangat matang. Segala sesuatunya sudah dihitung sehingga probilitas timbulnya resiko kerugian jauh lebih kecil daripada keuntungan dan bila resiko timbul pun sudah diantisipasi.

Disinilah letak perbedaan mendasar antara judi atau bukan judi.

Jadi, bukan karena barangnya tidak nyata, atau karena adanya faktor tidak ada kebutuhan, atau karena adanya faktor spekulasi, atau karena nilai dikemudian hari tidak diketahui (siapa yang bisa tahu akan hal ini, paling cuma Tuhan :) ).

Saya sendiri heran, kenapa sih kok dibuat sedemikian ruwet, pakai melibat-libatkan faktor nyata, spekulasi, kebutuhan, nilai, dsb.

Padahal khan sederhana saja, lihat saja probailitasnya. Kalau 50:50 ya sudah jelas judi. :)

Seorang pedagang handphone membeli handphone seharga Rp 1 juta tentunya berbeda esensinya dengan seorang penjudi yang membeli kupon togel dengan nilai yang sama.

Pedagang sudah mempelajari betul dan melakukan analisa bahwa probilitas untuk mendapatkan keuntungan jauh lebih besar daripada rugi.

Sedangkan penjudi togel tidak hidup di dunia yang sama dengan si pedagang, di kepalanya yang ada bukanlah analisa perihal probilitas, tetapi cuma NGIMPI dapat uang banyak karena nomornya PASTI tepat.

Mengutip kalimat Pak Suryadharma, pada umumnya para penjudi hidupnya di dunia mimpi dimana yang dibayangkannya selalu untung dan cepat kaya raya. Penjudi tidak pernah melakukan langkah-langkah antisipasi bila kerugian timbul karena di otaknya yang terbayang hanyalah untung.

Sedangkan para professional hidupnya bukan di dunia mimpi, tetapi di realita dimana resiko kerugian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan yang dilakukannya dan sudah dipersiapkan antisipasinya.

Nah, termasuk golongan manakah diri Anda?

Silahkan tentukan sendiri. :)

Pembahasan berlanjut lebih mendalam ke masalah yang lebih teknis yaitu perihal masalah slippage atau bahasa sederhananya adalah perbedaan harga yang terjadi saat keputusan dan realisasi.

Contoh, saat Anda klik mouse untuk melakukan BUY, harga masih berada di nilai 1.30650. Tetapi karena terdapat jeda waktu antara klik mouse dan data diterima oleh server maka harga tidak lagi berada di 1.30650 tetapi berubah menjadi 1.30660.

Selisih 0,00010 disebut sebagai slippage yaitu kerugian atau keuntungan akibat adanya jeda waktu antara dilakukan keputusan dan terjadinya realisasi transaksi.

Perlu dipahami bahwa slippage tidak hanya terjadi saat OPEN tetapi juga terjadi saat CLOSE.

Slippage selalu terjadi dikarenakan harga selalu berubah tiap saat. Makin jauh lokasi Anda dari server, atau makin kencang perubahan (volatile) harga, maka makin besar pula nilai perbedaannya dikarenakan jeda waktu yang diperlukan semakin lama.

Dari penjelasan ini saja, pernyataan diatas yang mengatakan bahwa “waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi” sudah jelas SALAH.

Slippage terjadi tiap saat, baik saat Open maupun Close.

Sekedar dugaan, mungkin penulisnya bukan trader sejati dan hanya sekedar mengira-ngira saja sehingga kurang begitu memahami dengan apa itu yang dimaksud slippage.

Agar menjadi lebih paham, analogi dalam kehidupan sehari-hari perihal slippage ini misalnya Anda ingin membeli 10kg beras. Menurut tetangga yang baru pulang dari pasar, harga 10kg beras saat ini adalah Rp 150 ribu.

Esoknya barulah Anda sempat ke pasar untuk membeli beras, akan tetapi apa lacur ternyata harga beras sudah naik menjadi Rp 160 ribu. Selisih Rp 10 ribu inilah yang disebut sebagai slippage yaitu jeda waktu antara Anda memutuskan untuk membeli (yaitu kemarin) dan saat Anda memperoleh barangnya/melakukan transaksi (yaitu hari ini saat tiba di pasar).

Analogi lain, misalnya Anda menyuruh pembantu untuk pergi ke pasar dan sudah diwanti-wanti kalau hanya membeli beras bila naiknya tidak lebih dari Rp 5 ribu (atau maksimal Rp 155 ribu). Begitu sampai di pasar dan diketahui bahwa harga sudah Rp 160 ribu maka si pembantu akan pulang ke rumah dan batal membeli beras.

Seperti itulah parameter slippage di MT4, bila sudah ditentukan maksimal 3 pip maka order akan dibatalkan bila terjadi selisih harga melebihi 3 pip.

Oleh karenanya, parameter Slippage di MT4 adalah KAWAN Anda dan bukan LAWAN dikarenakan dengan adanya pembatasan maksimal selisih harga maka Anda akan terselamatkan dari kerugian yang lebih besar.

Di atas juga disebutkan kalimat seperti ini:

Slippage, Yaitu order yang ‘meleset’ sejauh beberapa point dari titik yang kita order. Kesepakatan harga kok meleset. Kenapa bisa terjadi? Tanyakan pada Mbah Bondet yang punya sarung..

Kalau tidak ingin meleset, caranya mudah yaitu gunakan pending Open Close. Dijamin pasti tepat dan tidak mungkin meleset akibat slippage.

Perlu dipahami bahwa Slippage hanya timbul untuk transaksi instant Open dan Close.

Tetapi kalau digunakan pending Open (Limit atau Stop Order) dan pending Close (Take Profit atau Stop Loss), tidak akan pernah meleset sepanjang broker yang digunakan adalah broker yang baik dan jujur.

Semoga penjelasan ini dapat membantu para pembaca agar menjadi lebih paham. Sehingga nantinya kalau kurang paham akan sesuatu hal tentunya lebih bijak kalau tidak berpendapat, apalagi menghakimi.

Tentunya lebih baik diam saja daripada berpendapat tetapi malah salah kaprah yang dapat menyesatkan orang lain.

Pernyataan berikutnya “Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui”

Coba tanya kepada pedagang apapun, bisakah mereka tahu berapa harga produk yang dijualnya di bulan depan?

Sebagian pedagang akan bisa menjawabnya, sedangkan sebagian lagi tidak.

Yang bisa menjawab dengan yakin dan pasti perihal berapa harga barang dagangannya di bulan depan, biasanya adalah pedagang yang menjual barang-barang yang fluktuasi harganya tidak terlalu tinggi. Biasanya hal ini terjadi pada pedagang yang berorientasi kepada konsumen seperti pedagang makanan. Meskipun harga daging naik tinggi, makanannya tetap dijual dengan dengan harga 10 ribu tetapi porsinya dikurangi.

Akan tetapi untuk pedagang lain seperti pedagang emas, handphone atau komputer yang sepenuhnya bergantung pada nilai tukar dollar, tentunya tidak berani menentukan secara pasti harga bulan depan.

Nah, apakah ketidaktahuan akan harga itu berarti mereka juga melakukan judi :)

Tidak usah pusing-pusing soal harga, contoh lain coba tanya ke diri Anda sendiri, bisakah Anda memastikan apakah tahun depan Anda menjadi lebih kaya atau lebih miskin?

Tidak tahu juga khan… Jangankan soal lebih kaya atau miskin, masih hidup atau tidak pada tahun depan juga tidak tahu. :))

Nah, apakah hal ini juga dapat diartikan bahwa Anda juga melakukan judi dengan nasib Anda sendiri. :)

Kita semua tidak pernah tahu akan masa depan dan apa yang akan terjadi, termasuk masalah harga. Hanya Tuhan yang tahu akan hal ini.

Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalkan resiko sehingga nilai probilitas menjadi lebih tinggi dengan cara melakukan analisa dan perhitungan yang cermat.

Yang berikutnya, dalam perdagangan atau investasi apapun, Open selalu dibarengi dengan Close.

Agar lebih mudah dipahami, jangan kaitkan masalah Open Close ini dengan forex. Kaitkan saja dengan perdagangan lain di kehidupan sehari-hari, sama saja kok.

Seperti telah dijelaskan diatas, dalam perdagangan maupun investasi apapun selalu didasari niat spekulasi untuk mencari keuntungan. Mana ada berdagang atau berinvestasi dengan niat awal untuk merugi atau hanya sekedar break even. :)

Disebut sebagai spekulasi karena sifatnya untung-untungan, harapannya memperoleh keuntungan di masa mendatang. Tetapi bisa saja meleset sehingga akhirnya rugi. Untung rugi adalah hal yang biasa dalam dunia perdagangan dan tidak dapat dikategorikan sebagai berjudi.

Kalau hanya karena adanya faktor untung rugi kemudian dicap judi, wah ya repot, kalau begitu semua pedagang atau investor diseluruh dunia adalah penjudi :))

Misalnya Anda berdagang beras, Open yang Anda lakukan adalah saat membeli beras. Sedangkan Close adalah saat beras dijual. Akibat adanya Open dan Close tersebut maka Anda memperoleh kerugian atau keuntungan.

Mengutip pernyataan diatas:

hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampai Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini artinya hanya UNTUK spekulasi/ untung-untungan/ mencari nilai selisih. Adakah tujuan lain selain mencari nilai selisih?? tidak ada.

Tentu saja agar Anda mendapatkan keuntungan maka beras tersebut setelah di Open (dibeli) haruslah di Close (dijual) agar kembali ke bentuk semula (uang). Tujuannya, ya tentu saja adalah mencari keuntungan, namanya juga berdagang.

Bagaimana bisa Anda memperoleh keuntungan sebagai penghasilan untuk menghidupi anak istri kalau yang Anda lakukan hanya Open melulu tanpa Close. :))

Masa Anda mau menyimpan beras bergudang-gudang dan membiarkan uang modal Anda tidak berputar sama sekali.

Sama halnya dengan forex, hanya saja di forex yang diperdagangkan bukanlah beras tetapi mata uang. Tetapi mekanisme perdagangannya sama saja dengan perdagangan yang lain.

Yang saya sedikit heran dengan tulisan diatas, kenapa yang dikambinghitamkan hanya forex melulu. Banyak jenis perdagangan lainnya yang mekanismenya mirip dengan forex seperti halnya saham, index, komoditi, emas, options, dsb.

Kalau forex masih mendingan karena yang diperdagangkan adalah mata uang negara tertentu. Yang namanya mata uang tentunya seperti apa bentuk dan barangnya pun jelas. Bayangkan kalau yang diperdagangkan adalah index, makin menjadi lebih tidak jelas lagi. :))

Bagi yang belum paham perdagangan index, yang diperdagangkan sangatlah tidak nyata, yaitu pergerakan indeks saham bursa saham negara-negara tertentu. Misalnya untuk Indonesia, maka yang diperdagangkan adalah nilai IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

Yang Anda lakukan adalah menjual dan membeli indeks tersebut dan bila analisa Anda tepat maka akan diperoleh keuntungan. Padahal indeks tersebut bukanlah barang, hanya sekedar angka-angka yang bergerak setiap harinya sesuai pergerakan yang terjadi di bursa saham. Meskipun hanya sekedar angka dan bukan barang, tetapi tetap saja diperdagangkan oleh semua pihak di seluruh penjuru dunia.

Nah, makin bingung khan Pak Putra. :))

Akhir kata, jangan terlalu mempercayai segala sesuatu hal mentah-mentah tanpa ditimbang dengan akal pikiran dan hati nurani terlebih dahulu.

Kadang kala demi kepentingan tertentu, akhirnya nama Tuhan menjadi tidak segan-segan untuk “dijual”. Tujuannya, agar orang lain beranggapan bahwa yang diungkapkannya adalah benar adanya karena telah menggunakan nama Tuhan.

Padahal belum tentu benar adanya, mereka tega menjual nama Tuhan hanyalah untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok dan bukan untuk membantu sesama.

Atau karena dendam pribadi, akhirnya digunakan nama Tuhan untuk menyudutkan atau menghukum sesama, yang sebenarnya tidak bersalah apapun.

Banyak contoh akan hal-hal seperti, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam film. Sebagai contoh, seseorang yang dituduh sebagai dukun santet dan kemudian tewas karena dihakimi massa. Yang digunakan sebagai dasar untuk menghakimi adalah nama Tuhan.

Lucu dan konyol, nama Tuhan kok digunakan agar dapat bebas dan legal untuk berbuat kejam terhadap sesama.

Coba Anda renungkan, mana ada Tuhan yang menyuruh kita untuk bertindak kejam? Tidak ada Tuhan yang seperti itu, yang ada hanyalah perintahnya untuk menyayangi dan membantu sesama. Binatang saja tidak boleh disakiti, apalagi sesama manusia.

Masalah ini mengingatkan saya kepada sebuah film hasil download yang saya tonton beberapa minggu lalu. Silahkan cari di Google film India yang berjudul OMG: Oh My God.

Meskipun kisah dalam film tersebut berlatar belakang India, tetapi kok rasa-rasanya mirip yang terjadi di negeri ini. Menggunakan nama Tuhan demi melegalkan tindakan pribadi ataupun kelompok dimana justru tindakan tersebut jauh menyimpang dari perintah Tuhan. :)

Mungkin kebanyakan dari Anda beranggapan film India tidak mutu, tetapi jangan salah, saat ini film India mulai bergerak untuk mengalahkan Hollywood.

Silahkan download film tersebut dan tonton untuk sekedar menambah wawasan pemikiran.

Agama adalah masalah keyakinan masing-masing dan bukan untuk diperdebatkan panjang lebar. Karena meskipun beragama sama, belum tentu memiliki kadar keyakinan dan pemahaman yang sama. Oleh karenanya, kalau sampai timbul perdebatan maka hanyalah buang waktu semata karena tidak akan pernah ada titik temunya.

Meskipun demikian, apapun agama atau keyakinannya, tentunya semuanya mengajarkan hal yang sama yaitu hanya memerintahkan perbuatan baik dan melarang perbuatan jahat.

Sekedar saran, sebaiknya Pak Putra tidak usah pusing-pusing memikirkan apakah sesuatu hal tersebut halal atau haram. Toh sudah tugas pemerintah untuk menentukan hal itu. Kalau forex dianggap haram dan merusak, tentunya oleh pemerintah sejak lama sudah dilarang.

Apa gunanya Pak Putra memilih wakil rakyat dan membayar pajak kalau masih juga bingung harus menentukan mana yang halal dan mana yang haram. :)

Lebih baik gunakan waktu dan pikiran untuk fokus pada tujuan utama, yaitu bagaimana caranya supaya konsisten profit dan agar dapat WD terus menerus. :))

Toh sudah banyak bukti dari hasil kontes trading bahwa dari sedemikian banyak yang loss melulu tetapi masih saja ada sedikit orang yang berhasil sukses. Siapa tahu suatu hari nanti Pak Putra menjadi bagian dari kelompok yang sukses itu.

Kita tidak pernah tahu akan rencana Tuhan untuk masa mendatang, tugas kita semua hanyalah berupaya sebaik mungkin.

Terima kasih kepada Pak Suryadharma yang telah mengangkat masalah ini dimana dampaknya akhirnya saya menjadi tergerak untuk menuliskan artikel ini.

Semoga lain kali masih ada masalah lain yang lebih panas dan lebih seru sehingga saya pun menjadi tergerak untuk menulisnya menjadi sebuah artikel.

Dengan kata lain, sering-sering saja berantem disini, gak apa-apa kok, saya ikutan senang menontonnya :-P

 

33 Comments

  1. Sudah Tenang ..Teenang saja jgn pada ribut bikin hati Pak Anton senang saja orang pada ribut.Dunia trading dunia sepi tenang,tdk ribut,tidak ribet heheh.Sudahlah jaga persatuan dan kesatuan Merdeka.
    Yang suka dunia trading kata Pak Sby bilang Lanjutkan!!,yg tdk suka ya tdk apa-apa.Kita hrs saling menghargai perbedaan pendapat dan keyakinan.Bagi saya pribadi trading itu Halal,klw Margin Call baru Haram.Marilah kita simak dan renungkan lagu Indonesia Raya. Indonesia! Tanah Mulia,Tanah kita yang Kaya.Disanalah aku berdiri untuk slama-lamanya.Indonesia,Tanah Pusaka,Pusaka Kita semuanya.Marilah kita mendoa,”Indonesia Bahagia!”Suburlah Tanahnya,Suburlah jiwanya,Bangsanya,Rakyatnya semuanya,Sadarlah Hatinya,Sadarlah budinya Untuk Indonesia Raya.Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. :)

  2. Aras Lumendita says:

    Wah wah, satu lagi nih forex dijelaskan dengan sapi. Tapi untungnya pak Suryadharma dan pak Anton sudah menjelaskan dengan apik dan gamblang. Semoga yang bersangkutan mengerti dengan penjelasan-penjelasan yang sudah terlalu sangat jelas.

    • suryadharma says:

      Saya juga tidak habis pikir dengan dasar penggunaan doktrin doktrin agama dalam hubungan dengan forex itu sendiri. Terlebih fatwa fatwa tersebut terkesan memaksakan, dan bernuansa politis. Okelah, gunakanlah kitab apapun untuk membenarkan bahwasanya forex itu tidak baik, haram, dll, dimana ATURAN TERSEBUT SUDAH JELAS DAN TEGAS. Lantas yang jadi pertanyaan saya:
      Kenapa BEJ masih tetap berdiri?, dimana BEJ itu riel, nyata dan ada, tidak berandai andai. Seyogyanya kantor tersebut tidak ada bukan?, dan tidak terjadi transaksi sejenis. Bukankan Presiden kita Muslim, bukankah mayoritas anggota dewan di DPR juga muslim?. Departemen Agama, NU, Muhamadyah dll, sekalian FPI di masukkan… wkwkwkkw. Kenapa masih tetap ada itu yang namanya BEJ. Apakah JAWABAN GURU BAPAK, bakal mengeluarkan PENGECUALIAN?????. Jika ia, bisa di bilang keyakinan bapak dan guru bapak masih setengah setengah aka MENDUA, alias BANCI, LEBAY dll dll dll, di depan tegas, di belakang mlempem. Jika ingin JELAS DAN TEGAS, silahkan bapak berkirim surat untuk di teruskan ke Presiden-kah, anggota dewan kah, untuk menutup BEJ. Saya tunggu pembuktiannya :)

      JANGAN BERDEBAT AKAN SESUATU HAL YANG TIDAK PASTI!!!!!

      ANDA JUAL, SAYA BELI, BAPAK TEGAS, SAYA LUGAS, dan tolong gunakan jawaban yang OBJEKTIF, TANPA PEMISALAN, SETEGAS ARGUMEN BAPAK, Ok saya tunggu penjelasan Pak Samuti.

  3. Wohaaaaaa,,,,, I’m Back.. :-D
    Ada apa nih,,kok rame-rame bicarakan Sapi, mentang-mentang si sapi lagi susah dan harga nya lagi Bullish.. :)) =Peace=

    Kiamat sudah lewat, Tahun baru sudah dekat, Lusa market liburan, di kesempatan ini mari kita semua membebaskan pikiran kita dari segala beban pikiran yang melanda kita selama ini, baik dari trading, pekerjaan sehari-hari, ataupun dari dagang sapi dan jual beli..
    Tidak usah pikirkan market dulu, mau yang sedang gembira menututup tahun dengan profit banyak, yang sedang pusing karena loss besar ataupun yang hampir bangkrut (semoga saja tidak) :-D
    mari kita sama-sama menikmati liburan ini dengan pikiran yang fresh biar siap menyongsong tahun yang baru dengan semangat :-D

    Selamat datang kembali Pak Anton >:D<
    Maaf baru bisa nongol sekarang, banyak kesibukan diluar.. :-D
    kayaknya saya melewatkan topik seru nih. :(
    eman,, :))

  4. Wah perdebatannya ramai banget rupanya Pak Anton harus turun tangan menyelesaikannya, kalau saya pribadi sih forex itu hal atau tidak biarlah pemerintah yang menentukan selagi pemerintah tidak mengatakan sesuatu hal itu tidak melanggar hukum ya saya katakan bahwa itu adalah halal, toh pemerintah tidak semunya jahat kok, kan pemerintah itu dari Tuhan

  5. mochamad samuti says:

    sy sudah meninggalkan dunia forex 100% pa anton (sudah saya tanyakan kepada ahlinya… insya alloh guru saya ini menguasai segalanya A-Z), tidak masuk hukum jual beli, saya mencari yang lebih barokah, makanya saya jarang komen atau bertanya lagi.. and rupanya pa anton masih inget saya..jajakumulloh khoir

    • Maaf sebelumnya pak Samuti.
      Walau buat saya seperti mahasiswa yg DO kuliah, tapi masing2 orang punya pilihannya sendiri2. 8->
      Jangan pindah2 jurusannya lagi yah pak, kalau tidak kapan wisudanya. Semoga sukses di kampus dan jurusan baru.
      Selamat Jalan.

      Salam, :)

  6. Mohon maaf ya Pak Anton, iseng nulis, udah lama cuti sih, gatel juga tangannya, hehehe!

    Sekedar hiburan menyongsong pergantian tahun, hehehe

    1. Apa yg membuat Qt mnjadi no.1? Trading, krna dlm trading tdk ad competitor.

    2. Apa yg membuat Qt slalu brsemangat? Trading, sepanjang sesi eropa & amerika Qt tongkrongin.

    3. Apa yg mempunyai nilai ekonomi tinggi? Trading, jelas potensi tak terbatas.

    Jika memang ketiga jawaban tersebut adalah trading, berarti memang jurus landak Qt adalah trading.

    Jika sudah menguasai jurus landak tersebut, sepintar apapun hewan lain berusaha menikam, kita tinggal menggulungkan badan dan keluar deh durinya, musuh gak bisa apa2 dah.
    Hebat bukan!!!

    Yuk mari Qt terus belajar mengembangkan jurus landak Qt ini.

    Seperti yg dikatakan Jim Stockdale Panglima tertinggi AS saat perang vietnam yg terbebas dari tahanan & penyiksaan di penjara vietnam selama 8 th (anggap aja selama belajar trading) “jangan pernah kehilangan keyakinan bahwa akhir dari cerita ini adalah sukses dalam trading, namun siapkan hati untuk menerima realita yg dihadapi saat ini, seberapapun beratnya itu”

    Demikian hiburannya, semoga berkenan.
    Salam Hormat

  7. Habis jum’atan menyimak tanggapan guru…
    Selain itu menyimak juga kasus di perjagadan dunia perforexan Indonesia yang “diduga” melibatkan salah satu legenda master trader Indonesia…
    Bagi kawan kawan yang ingin mengikuti perkembangan kasusnya saya sarankan simak di http://www.kaskus.co.id/thread/50c6c55b7e1243c47300002f/stop-korban-selanjutnya-dari-azky-alfisahr-dan-kang-gun–note-dari-andre-tan/
    Mudah mudahan ada hikmah yang dapat kita ambil

    • waw, kira-kira bener apa cuma fitnah saja ya Pak??
      kalau menurut saya si, sepertinya benar.. heheh

    • Thanks Pak Mahfud [-O<
      mending dari pribadi, oleh pribadi, dan untuk pribadi
      toh kita semua udah belajar dari Pak Anton bagaimana dasar yang benar
      jadi liat kaya beginian ya cuma bisa :-P

    • Klo saya masih ragu sih., keduanya selama ini “aman-aman saja” nanti liat perkembangan saja, cepat atau lambat akan terbukti baik atau buruknya

    • suryadharma says:

      Waduh kok ada nama saya yah di atas… wkwkwkkw… mohon maaf saja yah pak, saya lagi autis akut minggu ini.. pusing liat chart minggu ini, yah cuma bermain sih, maklum bosen main game-game biasa, beralih main di metatrader walaupun cuma uang bohong2an tapi karena terbawa arus lantaran pair GBP/USD dalam minggu ini tidak konsisten, sembari rehat masuk ke web ini malah di curahkan deh balas komentar2 tersebut. Hahahah..
      Seperti yg pernah saya bilang, saya bukan seorang trader hanya sekedar iseng semata. Isengnya pun cuma karena kecelakaan hahaha, enggak seperti itu sih. Mungkin selanjutnya ini bakal jadi curhatan cerita saya. Hehehehe…
      Awal muawal saya kenal forex tahun 2006 sewaktu lagi booming2nya marketiva yang ngiklan di website kasi 5 dolar. Tetapi sebelum itu ada sebuah cerita yang membuat tambah tersesat atau apalah saya bingung.
      Tahun 2002 awal masuk kuliah, masa masa indah yang katanya teman2 bisa lebih santai daripada jenjang pendidikan SMA (katanya). Orang tua saya sewaktu masuk kuliah sudah pensiunan guru :( tau lah pensiunan guru pendapatan berapa. Ketika beranjak ke semester 3, kaka pertama saya lulus, entah bagaimana atau apa saya juga tidak tahu menau, dan tidak mau tau. Meminjam uang ke bapak sebesar 25 Juta buat investasi entah itu investasi apa, dan katanya joinan sama temannya juga sebsar 25 Juta. Nanti kalau untung akan di kembalikan. Orang tua siapa yang tega kalau itu demi anak, maka di sanggupilah uang tersebut walau harus pinjam ke bank. Waktu berjalan dan sampailah saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat indonesia kedepan pintu gerbang negara Indonesia yang merdeka….
      Ehh maaf, kok ngelantur…
      Maksud saya sampailah akhir yang di tunggu tunggu, Miss Cantik pun menghampiri, dan berita yang sampai ke orang tua (orang tua gag ngerti, cuma sekilas cerita ke saya klo uang yg di investasikan ludes). Dan jadinya semua pengeluaran di ikat pakai ikat pinggang. Cari cari tau, ternyata kakak saya bermain forex, sewaktu itu cuma tau dari teman forex memang gitu, dan saya udah males membahas lagi. Tahun demi tahun saya jalani masa kuliah dengan rasa berat. Walaupun cuma pensiunan seorang guru, saya masih merasa kebutuhan hidup diwaktu itu tidak seberat setelah harus menanggung beban hutang kakak. Di bilang sedih sedih, marah ia, tapi bagaimana lagi, nasi sudah jadi bubur, dan sejelek apapun, dia tetap sodara saya, kakak saya. Uang memang tidak bisa bicara, tetapi tetap kita perlu uang. Sampai akhirnya 2006 saya menjadi freelance kerja jadi tukang ketik :-D bikin web sama teman2, selepas kuliah, yah karena di fasilitasi internet dan sering liat iklan iklan marketiva, jadi penasaran ingin tahu. Ya saya coba marketiva dengan bonusnya itu, yah cuma sebatas coba saja, dan baca baca di forum tentang forex itu akhirnya ya saya tau, ternyata apa yg membuat masa masa runyam itu ya gara2 forex.
      Tahun akhir 2011 kemarin, entah kenapa bisa nyasar ke web andromeda saya baca halaman demi halaman, entah kenapa hasrat saya ke forex malah berubah, entah godaan setan atau apa tidak tau saya (hahahahhaa ), kembali lagi saya install metatrader dari broker lain, coba di coba sampai sekarang. Saya belum tahu kedepan seperti apa, entah ini hanya sebatas mimpi atau apa (saya juga manusia biasa, sapa sih yg gag mau kaya, tapi masih sebatas realistis), belum berani untuk masuk pasar real, cuma demo demo dan demo. Orang bilang kegagalan adalah cambuk untuk menjadi lebih baik, tapi sebuah kejadian yg tidak terlupakan bagi saya sangat sulit untuk di lupakan, bahkan untuk di jadikan motivasi. Heheh maklum sekarang tangguangn hidup bukan diri sendiri, saya harus ingat2 kalo sudah punya istri, dan juga bakal calon (masih calon hehehe) penerus.
      Emm.. sekian dulu saja lah curhatan saya… masih bingung mo ngetik, saua ,mau pulang kantor saja… hehehe

    • suryadharma says:

      Ini pak anton yg di sesi pembukaan senin bikin autis.. hahahaha…. yah… perkiraan bakal lanjut terus turun.. ehhh malah babhlas terbang hahahhaa… karena gambar kecil memang terlihat grafiknyakeatas cuma turun kebawah. Tapi masalahnya untuk long term itu pak. Ini potongan ventage TF 1H, latihan dengan modal $300 long term seperti itu malah ngeri saya. 1 Candle saja itu bisa 100, bahkan tadi malam tembus 400 point, gimana tidak autis pak.. jadinya, Hahahahhaa…
      (Perlu latihan kontrol emosi untuk psikologi trading.. wkwkwkwkwk )

    • Mantap ni cerita nya Pak surya,
      Saat membacanya membuat saya merasa seperti berada di dalam nya. :)
      ada bakat menulis ni Pak Surya. hehe

      • Benar Pak Reinaldy, memang sepertinya Pak Surya memiliki bakat menulis terpendam. :)

      • suryadharma says:

        Brarti saya tidak pantas dong klo masuk pasar pak.. wah wah… sungguh tega nia bapak ini.

        Menyambung sedikit crita ngalor ngidul saya, akhir tahun 2011 setelah baca2 blog andromeda, di sela2 santai pulang rumah (ini sudah sampai rumah waktu ngetik) pasti saya luangkan waktu buka metatrader hanya sekedar melihat grafik naik turun gag jelas. Memang gag jelas sampai sekarang tetep gag jelas sih wkwkwkkww..Ditemani sebungkus rokok dan kopi sembari menghayal (colek artikel kaya di mulai dari mimpi) bisa gag hidup dari forex (critanya masa2 suram udah lupa, toh juga sekarang saya udah kerja bisa di bilang lepas dari tanggungan orang tua), buka2 artikel trading for liveng not living for trading. Ohh ternyata ada yg bisa seperti itu. Mondar manir baca forum trading, nyasar ke penjual2 EA, kok isinya itu itu aja (ya itu awal muasalnya nyasar ke andromeda, waktu itu halaman google udah sampe di page 10an, hahahaha ). Kenapa bilang itu2 saja, iah yg saya liat cuma rata2 majang show off trading result, trus ada salah satu yg terbawa nafsu ngetes itu ea ke live dan KO marah2 dengan sumpah serapahnya. Ada juga orang yah itu hak nya dia sih, memposting grafik ea pribadi, dan menjelaskan sedikit logic dari ea dia bisa seperti itu. lantas orang2 yang lain mencerca, memaki agar mending EA nya di posting. Hadew.. semangat amat .. Bagi saya walaupun cuma adalah ilmu, tidak harus dapat EAnya, yahh kreatif kita dikit sih. Ada juga web yg tiba2 berubah fungsi jadi web dakwah, memasang klo sekarang saya sudah tobat, karena forex itu haram, dan saya di cerahkan oleh kiyai A B C D.. F. Selidik punya selidik, hooo habis ketemu mbak cantik toh.. yahh sama saja. Nah yang paling unik dari semua web2 tentang forex adalah. Web2 yang menjual EA profittable, seperti pak anton bilang, klo bisa kaya dengan ea itu buat apa di jual. pake saja sendiri, kaya kan??. Tidak usah menjual EA, tidak usah menjadi PAMM atau manage acc segala macam, klo sebatas untuk sendiri saya rasa itu mungkin. Bosen baca2 web balik lah melihat si candle naikk turunnn naik turun…. sembari menyruput secangkir kopi hitam, dan setelah nyruput kopi isep rokok (Karena gag bakal mungkin ngopi sambil ngerokok, saya jamin rokoknya mati karena basah.. wkwkwkwkkwkw). Kembali menghayal, ini diluar belajar trading untuk cari untung yah. Ternyata hidup ini di sandingkan dengan chart forex itu mendekati sama, Terkadang dia naik naik dan naik, terkadang turun naik lagi. Lantas harus bagaimana klo di hidup ini?. Ya jawabnya sih harus siap dalam apapun itu dalam segala cuaca (mirip iklan cat tembok). Klo di forex sih setelah di pikir2 Money management itu adalah kunci utama (tapi tetep saya blm nemu tuh MM yg pas bwt saya hahahaha… autis kambuhan). Seperti halnya kita pergi ke suatu tempat, tiba tiba seekor kucing melintasi jalan tanpa tengok kiri kanan. Seperti itulah kita di saat di hadapkan pada arah trend di market, apakah harus tahan atau lawan, dan di jalan apakah harus di tabrak, ato ngerem. Dan pastinya harus legowo dengan apapun sikap yang di ambil, klo blm siap legowo jangan masuk pasar (nah itu juga pak anton masalah saya, hahahahha). Singkat kata singkat cerita, yah mudah mudahan kelak saya mendpat pencerahan dari yang di atas, kalau memang berjodoh bisa di berikan jalan sehingga berani masuk pasar real.

        Quote saya, yg saya pegang sampai sekarang, mengapa belum brani2 masuk pasar, dan tidak bosen bosennya saya mlototin itu chart naked tiap hari.

        Orang yang TAHU, belum tentu BISA, orang yang BISA belum tentu PANTAS, orang yang PANTAS pun, belum tentu SUKSES, orang SUKSES pun belum tentu TAHU yang akan terjadi besok.

        Saya masih dalam tahap baru tahu, dan sedikit bisa, masih panjang jalan menuju sukses. Marilah kita sama sama mencari TAHU, TEMPE, dan gorengan lainnya di warung warung terdekat di kota anda.. hehehehe

  8. Belum baca tulisannnya… saya ucapkan Guruu……. terima kasih engkau hadir kembali…

  9. Putra Hartadie says:

    Semoga Pak Guru sekeluarga selalu diberikan kesehatan.

    Hmm.. Waduh… saya benar-benar primitif ya…

    “Padahal khan sederhana saja, lihat saja probailitasnya. Kalau 50:50 ya sudah jelas judi.”

    Berarti klo judi bola, judi balapan/pacuan kuda, dll yang bisa dianalisis sedetail mungkin sehingga probabilitasnya tidak lagi menjadi 50:50 namanya jadi bisnis bola, bisnis pacuan kuda, dll ya pak ?

    • Pak Putra, terima kasih atas doanya.

      Pertanyaan Pak Putra cukup menarik dan sangat bagus.

      Seperti dicontohkan dalam artikel diatas di analogi menyeberang jalan, dianggap sebagai judi tidak hanya sebatas masalah probabilitas tetapi juga masalah dampaknya untuk jangka panjang.

      Dalam judi, menang paling hanya 1-2 kali saja, tetapi jangka panjangnya sudah jelas pasti bangkrut. Selain itu, penjudi pada umumnya selalu memiliki rasa kecanduan, meskipun sudah kalah berkali-kali tetapi tetap saja nekad bahkan sampai-sampai istri pun dipertaruhkannya :) . Efek kecanduan inilah yang sangat berbahaya, karena apapun akan dipertaruhkan tanpa adanya pertimbangan rasional.

      Bila Pak Putra perhatikan, segala sesuatu yang dilarang oleh pemerintah dan juga dianggap haram oleh agama, pada umumnya adalah segala sesuatu yang membuat kecanduan dimana pelakunya akan terus menerus melakukannya sehingga dalam jangka panjang akan merusak dirinya sendiri.

      Melakukan judi sangatlah nikmat karena tanpa adanya upaya apapun sudah dapat memperoleh uang banyak. Begitu rasa nikmat ini timbul dalam diri maka efek berikutnya adalah rasa kecanduan. Padahal yang tidak disadarinya, rasa kecanduan ini adalah awal yang akan merusak dirinya untuk jangka panjang nanti.

      Oleh karenanya, sejak awal sudah dilarang dan diharamkan dengan harapan tidak ada yang berani mencoba-coba sehingga sejak dini sudah dihindari rasa nikmat timbul dalam diri.

      Sebagai panduan agar Pak Putra dapat dengan mudah menilai segala sesuatu di masa mendatang apakah baik atau tidak (saya tidak menggunakan kata halal haram karena bukan kapasitas saya untuk menentukan hal ini), lihat dampaknya untuk jangka panjang.

      Kalau untuk jangka panjang dampaknya memberi kebaikan dan kesejahteraan, maka kemungkinan bukanlah sesuatu yang buruk. Sebaliknya, kalau dampak jangka panjangnya buruk maka kemungkinan bukan sesuatu yang baik.

    • Berkat Pak Anton sekarang bagi saya sudah jadi semakin jelas bedanya judi sama forex, saya bilang “smakin jelas” karena memang menurut saya sejak awal memang sudah jelas. :)

      Jujur saya tidak bisa percaya ada orang yang bisa menganalisis sedetail mungkin sehingga bisa menaikan probabilitas kemenangan dalam judi bola atau pacuan kuda,
      dan rasanya, saya tidak pernah mendengar ada orang yang kaya karena judi bola atau judi pacuan kuda,
      kalau pun dia kaya itu awal dari kemiskinan, kata Bang Haji. :)

      • Kebanyakan selalu menganggap trading (forex, saham, dll) adalah judi dikarenakan banyak sekali yang loss dalam jumlah besar. Akhirnya menjadi dipersamakan seperti halnya judi karena uang modal dapat dengan mudahnya lenyap dalam sekejap (seperti halnya judi).

        Padahal yang tidak disadarinya, uang lenyap dalam sekejab karena dirinya belum memiliki modal profesionalisme yang cukup untuk menghasilkan uang dari dunia trading.

        Kecenderungan setiap manusia adalah pemalas, inginnya hanya dengan upaya minimal tetapi bisa menghasilkan yang maksimal. Akibatnya, diperlakukanlah trading seperti halnya judi. Pokoknya BUY, pokoknya SELL, dan dilakukan dengan cara untung-untungan yaitu sama sekali tidak menggunakan SL karena berharap trend akan balik arah sesuai open position miliknya. Hal-hal seperti inilah akhirnya menimbulkan kerancuan antara trading dan judi.

        Selain itu, saya yakin tidak ada satupun yang akan mengalami kecanduan forex. Yang timbul dari trading forex bukanlah rasa nikmat seperti halnya melakukan judi, tetapi malah sebaliknya, yaitu rasa kapok dan putus asa :-P

        Saya yakin Anda semua pasti pernah merasakannya, tidak ada nikmat-nikmatnya. :))

        Tetapi coba tekuni bidang ini dengan penuh semangat, suatu hari nanti bila modal profesionalisme sudah mencukupi tentunya profit akan mengalir dengan sendirinya. :)

  10. Wah Akhirnya pak Anton muncul juga. Btw bagaimana kabar ayahnya pak?
    Sudah sembuhkah? [-O<

    Salam,

  11. Ha..ha..beberapa bulan ini, tiap hari saya buka ayotrade, barusan lg ngakak habis-habisan, seru, lucu, jg berbobot, kpn2 klo ada yg tanya “Fatwa Forex” sy link kan ke sini sj. dijamin bahagia :-P

  12. ikut nyimak Pak 8-O

  13. saya sudah lama tidak buka site ini. baru beberapa menit baca, eh sudah ada komentar pak Anton. hehehe…

    gapapa toh pak kalau tadinya gak nanggapi yang “high volatile”, pan semua orang pengen eksis, termasuk pak Hartadie..

    ayo lanjutkan pak Hartadie, anda pasti bisa lebih ganas dari ini … hehehe ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)