Bagaimana Caranya Agar Cepat Sukses?

Bagaimana Caranya Agar Cepat Sukses?

Posted by

Selamat malam Pak Anton,

Perkenalkan saya Reinaldy, saya salah satu murid Bapak yang selalu menyimak pelajaran Bapak walau lebih sering duduk di bangku belakang, mungkin Bapak lupa sama saya jadi saya kenalkan lg diri saya.. :)

Seperti yang Pak Anton sarankan dulu kepada saya, untuk membaca semua artikel yang ada di web Bapak ini, Jujur saat ini saya sudah membaca hampir semua yang Bapak tulis dari blog andromedatrading sampai ke web ayotradefx ini.

Dan artikel inilah artikel Bapak yang pertama kali saya baca ketika saya pertama kali menemukan web ini, saya lupa waktu itu keyword apa yang saya ketik di google..

waktu itu mungkin sekitar 4 bulan yang lalu. Saat itu saya sadar bahwa saya sudah melewati tahapan pertama seperti yang ditulis dalam artikel ini untuk menjadi seorang trader profesional yaitu “Tidak sadar kalau bodoh (tahap 1)” dan saat itu saya juga sadar bahwa saya sedang berada pada tahapan Sadar kalau bodoh (tahap 2) makanya saya sampai menemukan web Bapak.. :)

Seperti yang Bapak jelaskan, pada tahap ini saya mencoba2 mempelajari berbagai macam indikator mencoba mengkombinasikan nya, dan mempelajari berbagai sistem trading yang saya temukan di internet maupun di beberapa buku..

Entah kenapa sampai saat ini pencerahan(tahap 3) itu belum datang juga, saya merasa bahwa saya sudah cukup belajar keras, sudah banyak akun demo yang saya buat dan saya habiskan, bahkan saya memutuskan untuk tidak berusaha mencari kerja supaya bisa memiliki lebih banyak waktu dan bisa berkonsentrasi untuk belajar forex, walaupun banyak orang yang menentang dan meremehkan keputusan saya, saya tetap yakin bahwa saya sudah berada di jalur yang benar, saya berada di jalan yang memang saya sukai, bukan kah itu hal yang paling penting untuk menjadi sukses, dan suatu saat saya yakin akan berhasil menjadi trader yang sukses di dunia trading ini..

yang ingin saya tanyakan adalah apakah memang benar bahwa tahapan yang ke 2 ini akan berlangsung lama, bisa sampai 1-3 tahun lamanya bahkan mungkin bisa menjadi lebih lama lagi? jika memang benar seperti itu berarti pilihan saya untuk tidak mencari pekerjaan sekarang berarti bukan pilihan yang tepat?

Kira-kira mungkinkah saya dan teman2 lainnya bisa mepercepat proses mendapatkan pencerahan ini?

Seperti yang bapak katakan, rumus untuk menjadi trader sukses adalah
MENTAL + SISTEM + DISIPLIN = TRADER SUKSES
saya merasa bahwa menemukan sebuah SISTEM yang baik dan benar itu yang paling sulit diantara ke tiga hal yang ada pada formula di atas, apakah benar yang saya rasa itu pak?

saya percaya memang benar ada ratusan bahkan mungkin ribuan sistem trading, saya juga percaya bahwa tidak semua sistem tersebut mampu menghasilkan profit apalagi profit dalam jangka panjang, dan jika ternyata keyakinan saya salah dan kenyataan yang benar adalah semua sistem trading itu mampu menghasilkan profit, saya tetap percaya bahwa profit yang dihasilkan tiap sistem itu tidak lah sama, ini perihal akurasi, tiap sistem yang berbeda pasti berbeda juga akurasinya..

Tapi rasanya keyakinan saya tidaklah salah bahwa tidak semua sistem yang yang ada mampu profit terutama untuk jangka panjang, kenyataan nya ada sedikit sekali EA yang mampu menghasilkan profit, bukankah dalam tiap2 EA ditanamkan logika2 yang bersal dari suatu sistem trading.

lalu permasalahan nya adalah bagaimana menemukan suatu sistem yang baik diantara ratusan bahkan ribuan sistem tersebut, mungkin jawaban yang paling benar adalah saya harus mencoba semuanya hingga menemukan beberapa yang baik diantara yang lain nya atau bahkan mencoba membuat sistem trading sendiri, dan itulah yang saya lakukan selama ini yang membuat saya mulai mengerti mengapa tahapan ini menjadi yang paling lama dan berat diantara yang lainnya.

tapi setelah saya pikir2, kira2 benarkah itu yang harus saya dan pemula lainya lakukan?? apakah saya harus mencoba semuanya? apakah saya harus menemukan ratusan bahkan ribuan kesalahan dulu untuk tau yang benar??

apakah saya harus jatuh dulu pada lubang-lubang yang yang pernah dijatuhi juga oleh mereka yang telah melalui jalan panjang menuju sukses untuk bisa sampai pada tujuan seperti mereka?

saya tau dan yakin bahwa saya sanggup untuk terjatuh pada lubang2 itu, dan bahkan saya sanggup terjatuh lebih banyak lagi. namun jika itu membutuhkan waktu yang lama akan menjadi terasa sangat berat bagi saya yang sudah memutuskan untuk tidak mencari pekerjaan.

sehingga lagi2 saya bertanya pada diri saya apakah itu satu-satu nya cara untuk sampai pada tujuan? mengapa saya tidak bertanya saja pada mereka yang bijak yang telah melalui jalan itu di mana saja letak lubang-lubang nya, sehingga saya bisa menghindarinya dan bisa mencapai tujuan dengan lebih cepat.

Kembali ke masalah trading sistem tadi,
jujur saya masih percaya bahwa ada satu atau mungkin beberapa trading sistem yang lebih baik dibanding yang lainnya, atau dalam bahasa lain saya masih percaya bahwa sistem trading sakti itu ada,
untuk yang benar-benar sakti hingga memilki akurasi 100% mungkin tidak ada,
tetapi setidak nya mampu konsisten profit itu sudah sakti menurut saya..

Bapak selalu menyarankan kepada kami untuk menemukan sistem trading yang cocok dengan diri kami masing-masing.

Tapi rasanya bukankah lebih baik dan lebih mudah jika kita saja yang berusaha mencocokan diri kita dengan sistem trading yang terbukti profit dibandingkan kita mencari yang cocok tapi tidak menghasilkan profit, bukan kah tujuan akhir kita adalah profit lagi pula bapak juga pernah mengatakan untuk apa mencoba menemukan bentuk roda baru, toh sudah ada bentuk lama yang terbukti sangat baik..

akhirnya saya memutuskan untuk membaca semua artikel yang pernah Bapak tulis dan berharap menemukan suatu sistem yang baik yang terbukti konsisten profit yang Bapak gunakan dan berusa mencoba untuk mencocokan diri dengan sistem tersebut.

Mungkin di awal-awal penggunaan nya saya tidak menghasilkan profit seperti yang Bapak hasilkan bahkan mungkin malah loss, mungkin juga tidak memiliki akurasi sebaik yang Bapak miliki.

Tetapi setidak nya ada satu hal yang saya ketahui dan saya yakini kebenaran nya yaitu bahwa Sistem yang saya gunakan sudah benar dan saya yang menggunakan nya yang salah, sehingga fokus saya kedepannya ialah bagaimana memperbaiki diri saya sehingga mampu berkolaborasi dengan sistemnya sehingga mampu menghasilkan akurasi dan profit yang baik, tidak lagi bergonta ganti sistem dan mencoba mencari yang mana yang baik diantara banyak yang tidak baik..

Dan sampailah saya pada artikel Bapak yang berjudul “Trading Balance”, di artikel itu terdapat sedikit gambaran umum yang Bapak beritahukan mengenai trading sistem Bapak..

pada mulanya saya tidak ingin dan merasa malu menanyakan trading sistem yang Bapak gunakan, Namun setelah saya pikir-pikir lagi untuk apa saya merasa malu dalam mencari ilmu, toh kenyataan nya ilmu itu memang sangat lah mahal, bagaimana saya bisa mendapat kan nya jika rasa malu saja tidak berani saya korbankan..

Akhirnya dengan segala kerendahan hati murid mohon maaf yang sebesar-besar nya jika saat ini murid sudah lancang menanyakan tentang trading sistem yang Pak Guru gunakan..

Jika Pak guru berkenan, izinkan murid-murid di sini menjadi The Turtles nya Pak Anton..

 

Reinaldy – comment di artikel How to become a Trader?

 


 

Setelah liburan cukup lama, terus terang saya sendiri agak bingung mencari ide untuk menulis artikel yang baru.

Maklum saja selama 2 minggu liburan benar-benar tidak memikirkan apapun yang berkaitan dengan trading. :-D

Ditambah lagi selama libur kemarin, kegiatan yang saya lakukan benar-benar offline sehingga perkembangan atau berita terbaru perihal trading sama sekali tidak diketahui.

Untung saja, Pak Reinaldy langsung “menyodorkan” pertanyaan yang sedemikian panjangnya, sehingga pada akhirnya dapat ditulis artikel ini. :))

Karena sedemikian panjangnya, sampai beberapa kali saya baca ulang agar inti permasalahannya dapat diketahui lebih jelas.

Masalah yang ditanyakan Pak Reinaldy sebenarnya sederhana yaitu perihal “Bagaimana caranya agar cepat sukses?”

Kalau bisa potong kompas, kenapa juga harus berlama-lama? Begitulah kira-kira yang ditanyakan oleh Pak Reinaldy.

Jujur saja, setelah memahami inti pertanyaan Pak Reinaldy, saya jadi ketawa ngakak sendiri.

Wah, kalau di semua bidang selalu ada jalan pintas untuk potong kompas, tentunya kita semua sudah kaya raya dan tidak perlu berlama-lama bersekolah. :))

Agar lebih mudah dipahami apa yang akan saya jelaskan dalam artikel ini, mohon terlebih dahulu tanamkan dalam pikiran masing-masing bahwa trader adalah sebuah profesi.

Sebuah profesi yang sama halnya seperti Akuntan, Dokter, Pengacara, Notaris, Aktor/Artis, Komedian, Motivator, Stunt Man, dan lain sebagainya. Oleh karenanya mereka yang berprofesi seperti ini sering kali disebut sebagai ahli atau professional.

Apa bedanya professional dengan pegawai atau karyawan?

Seseorang yang dianggap professional haruslah memiliki ilmu yang mumpuni di bidangnya agar dapat menjual jasanya pada yang membutuhkannya. Berbeda dengan pegawai atau karyawan, yang hanya menerima perintah untuk melakukan sesuatu pekerjaan dari pimpinannya.

Oleh karenanya, seseorang yang dianggap professional dikenal masyarakat dari namanya, seperti Mario Teguh, seorang Motivator. Sedangkan yang berstatus pegawai, namanya tidak terkenal tetapi yang dikenal oleh masyarakat adalah nama tempatnya bekerja. Misalnya Pak Agus yang bekerja di PT ABC atau Pak Adi yang bekerja di Pemda.

Bayangkan bila terdapat seseorang yang mengaku-aku dirinya adalah professional tetapi ternyata ilmu maupun pengalaman yang dimilikinya tidaklah mumpuni. Tentunya tidak akan ada yang berminat untuk menggunakan jasanya. :(

Sekarang coba perhatikan dalam kehidupan sehari-hari di sekeliling kita, lebih banyak mana, yang berstatus professional atau yang berstatus sebagai pegawai?

Tentunya lebih banyak yang berstatus sebagai pegawai. Kenapa?

Karena untuk menjadi pegawai jauh lebih mudah daripada menjadi professional. Setelah selesai kuliah, kirim lamaran, dan diterima deh menjadi pegawai yang berhak untuk mendapatkan gaji bulanan.

Berbeda dengan professional, yang dituntut harus terus menerus meningkatkan dirinya.

Seseorang yang kuliah di jurusan Ekonomi dengan spesialisasi Akuntansi, saat lulus nanti tidaklah serta merta menjadi Akuntan. Harus mengikuti ujian profesi, harus mengurus ijin agar dapat membuka kantor Akuntan dengan namanya sendiri, dan itupun kalau sudah berhasil mendirikan kantor sendiri, belum tentu juga banyak yang menggunakan jasanya.

Itulah kenapa akhirnya yang menjadi professional lebih sedikit daripada yang menjadi pegawai. Dikarenakan untuk menjadi professional jauh lebih sulit dan memerlukan proses yang lebih panjang.

Padahal untuk menjadi Akuntan, Dokter, Pengacara, atau Notaris, sekolah formalnya ada. Kalau ingin jadi Dokter, kuliah saja di jurusan Kedokteran. Kalau ingin jadi Pengacara atau Notaris, kuliah saja di jurusan Hukum.

Bandingkan dengan trader, yang sama sekali tidak ada sekolah formalnya dan sepenuhnya otodidak.

Untuk menjadi professional seperti Akuntan, Dokter, Pengacara, atau Notaris saja memerlukan sekolah tahunan dan tidak mudah, padahal sekolah formalnya ada dimana-mana. Apalagi menjadi seorang trader khan :))

Oleh karenanya, kalau Anda baru belajar trading masih dibawah 5 tahun, jangan pernah berharap untuk cepat sukses. Jalan yang harus ditempuh masih panjang. :-D

 


 

mengapa saya tidak bertanya saja pada mereka yang bijak yang telah melalui jalan itu di mana saja letak lubang-lubang nya, sehingga saya bisa menghindarinya dan bisa mencapai tujuan dengan lebih cepat.

 


 

Seperti telah dijelaskan diatas, trader adalah sebuah profesi.

Agar menjadi lebih mudah dipahami, bayangkan saja Anda berkeinginan untuk menjadi seorang Dokter.

Coba perhatikan, siapakah yang menjadi dosen di fakultas kedokteran tempat Anda belajar?

Tentunya para dokter senior yang dianggap telah memiliki ilmu dan pengalaman yang mumpuni sehingga dapat mengajarkan ilmunya dengan baik kepada para mahasiswanya.

Para pengajarnya adalah orang-orang yang sudah professional, lebih bijak, dan lebih pintar, tetapi kenapa kok masih juga perlu waktu tahunan dan tidak bisa cepat untuk menjadi dokter yang sukses?

Padahal para dokter senior tersebut tentunya juga mengajarkan “lubang-lubang” yang harus dihindari agar nantinya para mahasiswanya dapat menjadi dokter yang handal.

Tetapi kenapa tidak bisa cepat? Kenapa harus perlu waktu tahunan? Kenapa belajarnya tidak cukup hanya beberapa bulan saja, setelah itu langsung buka praktek dan langsung sukses kaya raya?

Bayangkan seandainya saya berhasil memperoleh gelar dokter dengan belajar cuma beberapa bulan, apakah Pak Reinaldy berani berobat ke saya?

Tentunya Pak Reinaldy enggan, takut salah suntik yang akibatnya nyawa langsung melayang. :))

Kalau belajar sampai tahunan di jurusan kedokteran atau akuntansi mungkin masih dapat dimaklumi. Ilmu kedokteran bukanlah ilmu yang mudah dan menyangkut nyawa. Demikian pula dengan ilmu akuntansi, yang perlu hitung-hitungan rumit. Sehingga dapat dimaklumi kalau perlu waktu tahunan untuk mempelajarinya.

Bandingkan dengan jurusan Hukum, yang jauh lebih mudah dikarenakan isinya hanya hapalan melulu. Tetapi kok tidak bisa cepat dan masih perlu waktu tahunan juga ya :))

Silahkan Pak Reinaldy jawab sendiri. :)

 


 


Seperti yang Pak Anton sarankan dulu kepada saya, untuk membaca semua artikel yang ada di web Bapak ini, Jujur saat ini saya sudah membaca hampir semua yang Bapak tulis dari blog andromedatrading sampai ke web ayotradefx ini.

Entah kenapa sampai saat ini pencerahan(tahap 3) itu belum datang juga, saya merasa bahwa saya sudah cukup belajar keras, sudah banyak akun demo yang saya buat dan saya habiskan,

 


 

Dalam pekerjaan atau profesi apapun, yang utama bukanlah penguasaan teori, tetapi mampu mengaplikasikan teori tersebut dalam praktek nyata. Sebanyak apapun buku yang dibaca tetapi kalau tidak mampu mempraktekkannya, maka akan percuma saja.

Sebaliknya, agar mampu mempraktekkan dengan baik, tentu saja harus diperoleh pemahaman perihal teorinya terlebih dahulu. Tidak mungkin seseorang mampu melakukan sesuatu hal dengan baik bila belum menguasainya teorinya.

Seperti halnya seorang mahasiswa kedokteran, tentunya sebelum dapat melakukan sebuah operasi bedah yang baik maka haruslah mempelajari teori yang berkaitan dengan bedah. Harus memahami susunan jaringan kulit, harus memahami cara menyayat kulit, dan harus memahami bagaimana menjahit kulit yang telah dibedah.

Meskipun telah paham teori bedah dengan baik, belum tentu sang mahasiswa tersebut mampu melakukan operasi bedah dengan baik layaknya dokter-dokter senior.

Mungkin saja saat pertama melakukan bedah, malah sayatannya miring. Atau yang lebih parah lagi, baru mulai menyayat, malah pingsan karena tidak tahan melihat banyaknya darah yang mengucur. :))

Padahal sang mahasiswa ini juga merasa seperti halnya Pak Reinaldy rasakan, sudah belajar keras dengan membaca semua buku perihal bedah. Dan juga sebelumnya sudah banyak kali mempraktekan bedah di mayat yang menjadi obyek belajar.

Tetapi kenapa ya kok masih saja salah saat mempraktekkannya pada diri pasien? Kenapa dokter senior dapat melakukan operasi bedah dengan santai dan tenang?

Adanya pemahaman teori yang baik serta adanya pengalaman yang cukup pada dokter-dokter senior, akhirnya membentuk sebuah insting.

Insting inilah yang membedakan antara dokter senior dengan mahasiswa kedokteran. Pada mahasiswa, insting ini sama sekali belum terbentuk dikarenakan belum memiliki pengalaman yang cukup, meskipun penguasaan teorinya sudah mumpuni. :)

 


 


yang ingin saya tanyakan adalah apakah memang benar bahwa tahapan yang ke 2 ini akan berlangsung lama, bisa sampai 1-3 tahun lamanya bahkan mungkin bisa menjadi lebih lama lagi?

 


 

Untuk menjawab pertanyaan ini, sangatlah mudah.

Silahkan Pak Reinaldy perhatikan teman-temannya sendiri yang saat ini telah sukses menjadi seorang professional. Coba hitung waktu yang diperlukan dari saat mulai kuliah dahulu, kemudian merangkak naik membentuk karier professional, dan akhirnya menjadi kaya raya.

Atau contoh lain, seseorang yang ingin menjadi dokter. Untuk kuliah saja paling tidak diperlukan waktu sekitar 5 tahun. Setelah itu, masih ditambah dengan praktek kerja lapangan selama 2-3 tahun, dan barulah oleh pemerintah diperkenankan untuk membuka praktek sendiri.

Hanya saja, meskipun sudah berhasil membuka praktek sendiri, tetapi belum diperhitungkan sebagai dokter yang laris dan belum kaya raya. :))

Oleh karenanya, dalam berbagai artikel yang pernah ditulis selalu saya tegaskan bahwa jangan pernah berharap untuk menjadi seorang trader yang baik dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Minimal diperlukan waktu setidaknya 5 tahun, karena dengan waktu selama ini maka paling tidak sudah diperoleh pemahaman teori yang cukup serta dimiliki pengalaman yang memadai. Dengan dimiliki kedua hal ini maka insting akan mulai terbentuk.

Perbedaan mendasar antara kuliah dan belajar trading terletak pada adanya sekolah formal dan adanya kurikulum.

Nah, yang sekolah formalnya ada dimana-mana saja memerlukan waktu tahunan, apalagi belajar trading yang sama sekali tidak memiliki sekolah formal dan tidak memiliki kurikulum.

Sudah sangat jelas bukan kalau waktu yang diperlukan tidak hanya sekitar 1-3 tahun saja. :)

Apalagi dalam belajar otodidak, cepat atau lambatnya kelulusan bukanlah ditentukan oleh dosen, tetapi terletak pada kerajinan dan ketekunan Anda sendiri.

Anda bisa saja lulus menjadi dokter atau menjadi akuntan dengan nilai pas-pasan, tetapi dalam ilmu trading tidak ada pengeculian seperti ini. Anda harus lulus belajar trading dengan nilai sangat tinggi dan tidak hanya sekedar lulus.

Seorang dokter atau akuntan yang lulus dengan nilai pas-pasan, masih bisa bekerja sebagai pegawai atau karyawan. Berbeda halnya dengan trading, Anda dituntut untuk benar-benar menjadi seseorang yang professional.

Karena kalau hanya sekedar lulus dengan nilai pas-pasan, maka cepat atau lambat, Anda akan dihajar oleh market.

Anda tidak bisa mencontek, tidak bisa potong kompas, tidak bisa menyuap dosen, dan berbagai cara curang lainnya yang dapat mempercepat kelulusan.

Penilaian yang diberikan market benar-benar obyektif dan tidak akan pernah bisa Anda curangi. :)

 


 


Kira-kira mungkinkah saya dan teman2 lainnya bisa mepercepat proses mendapatkan pencerahan ini?

 


 

Mungkin saja, dikarenakan pemahaman dan kemampuan tiap orang berbeda-beda.

Sebagai contoh seperti halnya para mahasiswa kedokteran. Buku literatur yang digunakan sama saja untuk seluruh mahasiswa, dosen yang mengajar pun juga sama.

Meskipun semuanya sama tetapi kenapa nilai saat ujian berbeda-beda?

Ada yang memiliki nilai sangat baik dan ada juga yang jeblok. Kemampuan tiap orang berbeda, sehingga akibatnya ada yang bisa menjadi dokter lebih cepat dibandingkan yang lain, dan ada juga yang malah drop out.

Cepat atau lambat disamping terletak pada faktor kemampuan, juga terletak pada faktor ketekunan.

Meskipun kemampuannya biasa-biasa saja, tetapi kalau ketekunannya lebih dibandingkan yang lainnya, maka tentunya akan lebih cepat lulus.

 


 


Seperti yang bapak katakan, rumus untuk menjadi trader sukses adalah
MENTAL + SISTEM + DISIPLIN = TRADER SUKSES
saya merasa bahwa menemukan sebuah SISTEM yang baik dan benar itu yang paling sulit diantara ke tiga hal yang ada pada formula di atas, apakah benar yang saya rasa itu pak?

 


 

Mental adalah modal utama dalam trading.

Kalau Anda tidak menyukai berlama-lama di depan monitor, buat apa tetap nekad belajar trading. Kalau Anda malas dan tidak tekun, buat apa belajar trading.

Trading bukanlah untuk pemalas. Hal ini dikarenakan Anda harus mampu bertahan duduk lama di depan monitor untuk terus menerus memantau market. Anda pun dituntut harus terus menerus belajar dan berlatih untuk lebih meningkatkan diri dari waktu ke waktu.

Anda awalnya akan dihajar habis-habisan oleh market sehingga ilmu ini bukanlah ilmu yang cocok bagi mereka yang lemah mental dan gampang putus asa.

Anda juga harus memiliki syaraf baja dan tidak mudah jantungan dikarenakan terkadang dalam trading harus berhadapan dengan floating loss atau bahkan realize loss (drawdown) yang menggerus modal account.

Anda dituntut untuk cepat dan tegas dalam memutuskan, kalau saatnya untuk TP maka segeralah lakukan, kalau saatnya untuk cut loss maka janganlah berlama-lama berpikir dan menimbang-nimbang.

Anda juga dituntut untuk selalu bertanggung jawab atas konsekuensi keputusan yang diambil. Kalau memutuskan benar maka oleh market akan diberi profit, sedangkan kalau memutuskan salah maka Anda pun harus siap sedia menanggung kerugian.

Oleh karena itu, dunia trading bukanlah dunia yang cocok bagi semua orang. Hanya mereka yang bermental kuat sajalah yang mampu bertahan di dunia ini.

Selama mengelola situs sejak dari andromeda-trading sampai dengan situs ini, sudah banyak saya temui pembaca yang awalnya semangatnya berkobar-kobar yang mengajukan berbagai pertanyaan dengan penuh semangat tetapi setelah beberapa waktu kemudian akhirnya menjadi melempem dan menghilang tanpa jejak. :))

Hal ini sangat saya maklumi dikarenakan dunia trading ini tidaklah cocok bagi semua orang. Mereka yang awalnya bersemangat hanyalah tertarik pada uang yang dihasilkan, tetapi tidak benar-benar menyukainya dan tidak benar-benar memiliki kesiapan mental untuk menjalani prosesnya.

Yang dikatakan oleh Pak Reinaldy sebenarnya kurang tepat, yang tersulit bukanlah menemukan sistem yang baik, tetapi mampu selalu disiplin mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh sistem tersebut.

Kita semua adalah manusia biasa dan bukanlah robot. Dimana sebagai manusia biasa kadang kala emosi lebih mengambil peranan sehingga untuk selalu konsisten disiplin menjadi agak sulit.

Oleh karenanya dalam susunan formula diatas, faktor disiplin diletakkan pada urutan terakhir dikarenakan memang yang paling sulit.

Kalau saat ini Pak Reinaldy mengatakan bahwa yang tersulit adalah menemukan sistem yang baik, maka dapat saya simpulkan bahwa Pak Reinaldy baru saja mengenal dunia trading ini.

Kebanyakan yang baru mengenal dunia trading selalu memiliki pemikiran yang sama dengan Pak Reinaldy, yaitu berusaha menemukan sistem yang “sakti” (Apa yang harus saya lakukan?).

Untuk mudahnya, coba jawab pertanyaan saya ini, pernahkah sebelumnya Pak Reinaldy merancang atau mendesain sistem untuk sebuah pekerjaan atau untuk sebuah organisasi tertentu?

Dugaan saya (semoga kurang tepat), Pak Reinaldy sama sekali belum pernah mendesain sistem apapun dikarenakan dari pertanyaan yang diajukan mengindikasikan hal ini.

Bila Pak Reinaldy pernah merancang sebuah sistem di dunia offline diluar trading, tentunya akan memahami bahwa untuk merancang sistem yang baik memang sulit, tetapi yang lebih sulit lagi adalah menjaga dan menjamin agar sistem tersebut dapat dijalankan dengan penuh disiplin.

Sebaik apapun sebuah sistem yang didesain maka akan menjadi sia-sia belaka bila tidak dijalankan dengan disiplin.

Oleh karenanya dalam sistem apapun yang pernah didesain, saat diterapkan maka selalu dibarengi dengan sanksi. Gunanya adanya sanksi untuk menjaga agar timbul disiplin sehingga aturan yang telah ditetapkan dalam sistem tersebut terjaga selalu dipatuhi.

Nah, dari gambaran ini terlihat jelas bahwa yang tersulit bukanlah membentuk sistemnya, tetapi menjaga untuk selalu disiplin. Oleh karenanya, selalu diberlakukan sanksi demi menjaga agar sistem tetap dapat berjalan dengan baik dan dipatuhi.

Bila saat ini Pak Reinaldy merasa yang tersulit adalah membentuk sistem, maka dapat saya simpulkan (sebelumnya mohon maaf) bahwa pemahaman Pak Reinaldy masih kurang.

Sebuah prinsip dasar yang harus Pak Reinaldy pahami, banyak membaca tidaklah menjamin banyak memahami.

Hal ini berbanding terbalik dengan menulis, kalau banyak menulis maka menunjukkan bahwa pemahamannya sangat baik.

Oleh karenanya, jumlah pengarang lebih sedikit daripada jumlah pembaca. :)

Hal ini dikarenakan untuk menulis jauh lebih sulit daripada membaca, perlu modal pemahaman yang sangat baik dan juga memiliki kemampuan menyusun kata dengan baik sehingga apa yang ditulisnya mudah dipahami oleh para pembacanya.

Untuk dapat mendesain sebuah sistem yang baik maka Pak Reinaldy haruslah terlebih dahulu memahami alur pekerjaan tersebut sampai sedetil-detilnya.

Saya dapat mengatakan ini dikarenakan salah satu pekerjaan di dunia offline adalah merancang sistem. Meskipun saya tidak melakukan sendiri pekerjaan tersebut dan hanya ditugaskan untuk mendesain sistemnya saja, tetapi sebelum dapat merancang sebuah sistem yang baik maka saya haruslah melakukan wawancara dengan berbagai pihak agar diperoleh pemahaman yang baik perihal semua alur pekerjaan sampai sedetil-detilnya.

Barulah nantinya setelah diperoleh pemahaman menyeluruh maka proses desain sistem dimulai. Itupun tidaklah dapat hanya dengan sekali jalan, tetapi haruslah dimulai dari dibangun sistem dasarnya terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan dan disempurnakan terus menerus agar pada suatu saat nanti diperoleh sebuah sistem yang mumpuni.

Oleh karenanya, kalau saat ini Pak Reinaldy mengatakan merasa sulit merancang sistem maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman Pak Reinaldy perihal detil masih kurang. Karena adanya pemahaman yang masih kurang inilah maka terdapat hal-hal yang terlewatkan sehingga pada akhirnya sistem yang digunakan oleh Pak Reinaldy menjadi amburadul.

Sebuah sistem menjadi amburadul biasanya disebabkan karena 2 hal yaitu adanya hal yang terlewatkan sehingga tidak tertampung dalam sistem atau sistemnya sudah baik tetapi dilaksanakan dengan tidak disiplin.

Karena Pak Reinaldy yang membangun sistem tersebut maka silahkan Pak Reinaldy tentukan sendiri letak salahnya dimana. :)

 


 


tapi setelah saya pikir2, kira2 benarkah itu yang harus saya dan pemula lainya lakukan?? apakah saya harus mencoba semuanya? apakah saya harus menemukan ratusan bahkan ribuan kesalahan dulu untuk tau yang benar??

 


 

Dari kalimat diatas, dapat disimpulkan bahwa Pak Reinaldy ini orangnya tidak sabaran. :)

Andaikan saja ada cara untuk potong kompas sehingga dapat lebih cepat, jangankan Pak Reinaldy, saya pun juga mau. :))

Saya menjadi seperti yang sekarang ini dan akhirnya bisa menulis serta berbagi ilmu kepada semuanya tidaklah melewati jalan pintas yang cepat, tetapi melalui jalan berliku, terjal, dan perlu waktu tahunan.

Yang perlu dipahami oleh Pak Reinaldy, tidak ada di dunia ini jalan menuju cepat kaya dan sukses. Semuanya perlu kerja keras, pengorbanan, perjuangan, dan perlu waktu cukup lama.

Justru keberadaan situs ini seperti sebuah jalan tol atau jalan pintas bagi semuanya yang ingin belajar trading.

Coba bayangkan kalau Pak Reinaldy melalui proses seperti yang terjadi pada saya dahulu dimana tidak ada tempat bertanya dan harus mengumpulkan sepotong demi sepotong informasi dari berbagai penjuru internet dimana setelahnya harus dirangkai satu persatu agar dapat dipahami.

Dengan membaca dan bertanya di situs ini maka proses belajar Pak Reinaldy menjadi lebih cepat dibandingkan saya dahulu.

Tapi herannya, ternyata bagi Pak Reinaldy masih juga kurang cepat. :))

Artikel-artikel yang ada di situs ini sudah mengarahkan Pak Reinaldy dan para pembaca lainnya agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan dahulu.

Kalau kemudian Pak Reinaldy masih juga melakukan ratusan bahkan ribuan kesalahan, ya memang seperti itu prosesnya. Tetapi paling tidak, jumlah kesalahan yang dilakukan menjadi lebih sedikit daripada yang saya lakukan.

Agar lebih mudah, kembalikan saja pada ilustrasi yang bercerita perihal mahasiswa kedokteran diatas.

Tentunya yang diajarkan oleh dokter-dokter senior adalah hal-hal yang benar. Akan tetapi meskipun sudah diajarkan seperti itu, tetap saja para mahasiswa tersebut kadang kala melakukan berbagai kesalahan.

Kesalahan tersebut bukanlah dikarenakan ilmu yang diajarkan adalah ilmu yang salah. Tetapi lebih dikarenakan masih kurangnya pemahaman serta pengalaman.

Oleh karenanya, hal yang wajar kalau saat ini Pak Reinaldy masih melakukan kesalahan. Nanti seiring dengan berjalannya waktu maka akan semakin bertambah pemahaman serta pengalaman, kesalahan yang dilakukan pun akan perlahan-lahan mulai berkurang.

 


 


bahkan saya memutuskan untuk tidak berusaha mencari kerja supaya bisa memiliki lebih banyak waktu dan bisa berkonsentrasi untuk belajar forex, walaupun banyak orang yang menentang dan meremehkan keputusan saya, saya tetap yakin bahwa saya sudah berada di jalur yang benar, saya berada di jalan yang memang saya sukai, bukan kah itu hal yang paling penting untuk menjadi sukses, dan suatu saat saya yakin akan berhasil menjadi trader yang sukses di dunia trading ini..

jika memang benar seperti itu berarti pilihan saya untuk tidak mencari pekerjaan sekarang berarti bukan pilihan yang tepat?

 


 

Sebuah prinsip investasi yang selama ini dikenal mengatakan “Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang”.

Pekerjaan adalah sebuah investasi dikarenakan menjamin masa depan kita semua.

Oleh karenanya pada orang-orang yang bijak, mereka tidak hanya bekerja di satu tempat saja, tetapi selalu memiliki pekerjaan alternatif sebagai upaya berjaga-jaga kalau pekerjaan saat ini tidak lagi memberikan jaminan masa depan yang lebih baik.

Bila pekerjaan saat ini ternyata tidak mampu memberikan kesejahteraan, maka masih ada cadangan berupa pekerjaan alternatif yang lainnya.

Coba saja perhatikan, disamping bekerja di kantor, mereka juga memiliki bisnis kos-kosan, memiliki bisnis mini market, dan berbagai hal lainnya. Bisnis lain tersebut adalah sebagai upaya berjaga-jaga agar penghasilan tetap mengalir terus meskipun dipecat dari pekerjaan saat ini.

Yang Pak Reinaldy lakukan dapat diibaratkan “Menaruh semua telur dalam satu keranjang”.

Padahal Pak Reinaldy juga tidak tahu akan rencana Tuhan nantinya, bisa saja Pak Reinaldy akhirnya menjadi trader sukses atau bisa juga tidak. Mungkin saja nantinya Tuhan berencana bahwa jalan sukses Pak Reinaldy tidak terletak di dunia trading tetapi di jalan yang lain.

Meskipun Pak Reinaldy merasa yakin telah berada di jalan yang benar dan disukai, tetapi jangan pernah meremehkan rencana Tuhan dimana kadang kala berbeda dengan keyakinan yang kita miliki.

Seperti halnya seseorang yang baru mulai membuka sebuah toko kelontong dan memiliki keyakinan kalau tokonya akan menghasilkan laba besar. Tetapi kadang kala Tuhan memiliki rencana lain, bukannya keuntungan besar yang diperoleh tetapi malah bangkrut.

Tentunya akan menjadi lebih baik bila Pak Reinaldy bekerja dan saat waktu luang di sela-sela kesibukan kantor atau di malam hari sewaktu sudah di rumah kemudian tetap belajar trading.

Dengan demikian Pak Reinaldy melakukan 2 hal di waktu yang sama. Setelahnya serahkan pada Tuhan, biarkan Tuhan yang menunjukkan pada Pak Reinaldy jalan mana yang lebih baik dari kedua hal tersebut.

Yang perlu dipahami oleh Pak Reinaldy, waktu selalu berjalan terus. Semakin bertambahnya umur Pak Reinaldy maka kesempatan untuk mencari pekerjaan pun menjadi semakin sempit.

Jangan tunggu sampai semua pintu sudah tertutup dan baru Pak Reinaldy tersadar untuk mencari pekerjaan.

 


 


Tetapi setidak nya ada satu hal yang saya ketahui dan saya yakini kebenaran nya yaitu bahwa Sistem yang saya gunakan sudah benar dan saya yang menggunakan nya yang salah, sehingga fokus saya kedepannya ialah bagaimana memperbaiki diri saya sehingga mampu berkolaborasi dengan sistemnya sehingga mampu menghasilkan akurasi dan profit yang baik, tidak lagi bergonta ganti sistem dan mencoba mencari yang mana yang baik diantara banyak yang tidak baik..

Akhirnya dengan segala kerendahan hati murid mohon maaf yang sebesar-besar nya jika saat ini murid sudah lancang menanyakan tentang trading sistem yang Pak Guru gunakan..

 


 

Apa yang membedakan seorang dokter yang sukses dan kaya raya dengan dokter yang biasa-biasa saja?

Apakah stetoskopnya yang berbeda? Apakah jarum suntiknya yang berbeda? Ataukah karena peralatan yang digunakan lebih canggih?

Perbedaan bukanlah terletak pada peralatan yang digunakan tetapi pada kemampuan dan instingnya.

Sukses seorang dokter diperoleh dari kemampuannya melayani pasien dengan baik. Hanya dengan melihat sekilas saja maka sudah dapat dilakukan diagnosa dengan tepat sehingga dapat dilakukan pengobatan yang efektif.

Demikian pula dengan trading, sukses tidaknya bukanlah ditentukan oleh trading system yang digunakan. Tetapi diperoleh dari adanya pemahaman yang baik perihal pergerakan market serta perilaku trading system yang digunakan, didukung dengan adanya disiplin dalam penerapannya.

Tanpa semua itu, sebaik apapun trading system yang digunakan maka akan menjadi sia-sia belaka.

Saran saya, janganlah terlalu fokus dan kemudian beranggapan bahwa trading system orang lain lebih baik daripada trading system yang digunakan saat ini. Kalau yang dilakukan oleh Pak Reinaldy seperti ini maka selamanya Pak Reinaldy akan berusaha mencari kesana kemari trading system yang dianggap lebih baik.

Tidak ada trading system yang sempurna, saya pun juga mengalami loss. Hanya saja dalam trading, loss adalah bagian yang sudah menyatu. Yang utama bukanlah mencari trading system yang sempurna tanpa loss, tetapi menjaga agar loss tetap bertahan sekecil mungkin. Sehingga hasil akhirnya nanti adalah lebih banyak profit daripada loss.

Selain itu, percuma saja saya menjelaskan trading system yang saya gunakan. Hal ini dikarenakan trading system tersebut dibangun berdasarkan pemahaman saya sendiri dalam memandang market.

Coba Pak Reinaldy perhatikan diskusi trading system yang banyak dibagikan di forexfactory.com

Si pemilik trading system sudah berbaik hati capek-capek menjelaskan detilnya, tetapi ada saja yang complain kalau trading system tersebut tidak profitable. Padahal saat digunakan oleh pemiliknya terbukti profitable.

Hal ini dikarenakan si pencontek tidak paham betul perihal pergerakan market, tidak paham perilaku trading system yang digunakan, dan tidak disiplin dalam penerapannya.

Contoh lain, coba perhatikan indikator-indikator standar yang ada di MT4. Indikator seperti Moving Average, Stochastic, RSI, CCI, dan yang lainnya tidak hanya disediakan dalam MT4. Semua software trading baik forex maupun saham menyediakan indikator-indikator tersebut.

Indikator-indikator tersebut dianggap “sakti” dikarenakan sudah lama ditemukan dan mampu mendeteksi gerak market dengan baik.

Oleh karenanya, tidak ada indikator atau system yang “tidak benar”.

Seperti halnya kita menggunakan mobil atau motor, salah siapa kalau mobil atau motor tersebut sampai nabrak?

Tentunya bukan salah mobil atau motornya, tetapi salah penggunanya dikarenakan kurang bisa mengemudi atau kurang berhati-hati.

Apakah mobil merk Honda lebih bagus daripada merk Toyota atau Suzuki? Tentunya hal ini berkaitan dengan selera. Sama halnya dengan indikator, ada yang menyukai menggunakan Stochastic, ada juga yang lebih suka menggunakan RSI.

Tidak ada jaminan kalau Pak Reinaldy menggunakan mobil Honda kemudian tidak akan pernah nabrak. Semuanya kembali kepada kemampuan Pak Reinaldy dalam mengemudikan mobil tersebut.

Oleh karenanya, saya tidak pernah membahas sebuah trading system tertentu dikarenakan tidak ada trading system yang lebih baik daripada yang lainnya. Yang menjadikan trading system menjadi lebih baik adalah kemampuan penggunanya.

Tentunya lebih baik mengajarkan bagaimana cara mengemudi agar kemampuan pengguna menjadi lebih baik. Sehingga menggunakan mobil atau motor apapun dapat dikemudikan dengan baik.

Kalau kemudian saya membahas sebuah trading system tertentu dan mengatakannya sebagai paling baik, maka dapat diibaratkan seperti halnya mempromosikan mobil merk Honda lebih baik daripada merk lainnya.

Tujuan adanya situs ini bukanlah berjualan dan kemudian mempromosikan sebuah trading system tertentu, tetapi mengajarkan bagaimana cara mengemudi yang baik agar dapat melakukan trading dengan hasil yang baik. :)

Cara untuk cepat sukses bukanlah dengan mencontek sebuah trading system, tetapi dengan cara mencontek EA.

Dengan mencontek sebuah EA, maka tidak perlu capek-capek memahami perilakunya, cukup gunakan setting yang benar dan langsung jadi. Mencontek EA adalah cara cepat dan instant untuk menjadi sukses.

Sayangnya, EA yang profitable untuk jangka panjang tidaklah mudah untuk ditemukan dan dicontek. :))

Anda harus membuat sendiri EA tersebut, tentunya agar dapat membuat EA yang profitable haruslah terlebih dahulu mampu konsisten profit saat trading manual.

Sedangkan mencontek sebuah trading system bukanlah cara cepat untuk menjadi sukses, sama saja sulitnya. Perlu waktu tahunan untuk memahami perilaku sebuah trading system. Karena Pak Reinaldy harus berusaha memahami pola pikir si pembuatnya terlebih dahulu dan kemudian berusaha untuk memahami perilaku trading system tersebut.

Nah, daripada sama-sama buang waktu tahunan, kenapa tidak berusaha merancang trading system sendiri. Toh hasilnya akan lebih cepat dikarenakan tidak perlu repot harus memahami pola pikir pembuatnya karena seluruhnya dibangun berdasarkan pola pikir sendiri.

Hal terakhir yang harus saya katakan, mohon dipahami bahwa situs ini sepenuhnya gratis demi membantu sesama.

Dengan tujuan membantu sesama maka pada akhir minggu selalu saya sempatkan meluangkan waktu untuk menulis artikel, menjawab pertanyaan para pembaca secepat mungkin, melakukan uji coba EA kiriman dari para pembaca, serta membimbing bila terdapat kebingungan.

Seperti halnya untuk menulis artikel ini, sejak kemarin sore saya sudah di depan monitor mengetik kata demi kata. Saya lakukan hal ini dengan penuh rasa ikhlas, toh memang sudah tugas saya untuk menjawab pertanyaan.

Saya merasa yang telah diberikan sudah maksimal, semua ilmu yang saya kuasai juga telah ditulis di berbagai artikel. Tetapi rasa-rasanya kok selalu ada saja yang merasa apa yang saya berikan masih kurang, ingin jalan pintas cepat, dan berusaha meminta lebih.

Cobalah untuk bersyukur. Sadari bahwa untuk menanam benih pohon sampai akhirnya dapat memetik buahnya disamping memerlukan ketekunan serta kerajinan untuk memupuk dan menyiraminya, juga perlu proses dan waktu yang cukup panjang sampai akhirnya dapat memetik dan menikmati buahnya.

Toh dengan adanya situs ini akhirnya Anda semua dapat lebih paham bagaimana caranya menanam pohon yang baik, bagaimana memupuk dan menyiraminya, sehingga nantinya benih pohon yang Anda tanam dapat tumbuh besar, kuat, dan segera berbuah.

Akhir kata, tidak ada jalan cepat untuk meraih sukses.

Perlu kerja keras, pengorbanan, perjuangan, dan waktu cukup lama.

Bila Anda tidak mampu melakukan itu semua, demi kebaikan Anda sendiri maka segera lupakanlah dunia trading dan beralih ke bidang lain yang lebih cocok. :)

 

27 Comments

  1. irfansyah says:

    Bruce Kovner mengatakan
    Mereka kuat dan bisa berpikir yang orang lain
    tidak pikirkan. Mereka mampu mengambil
    posisi yang orang lain tidak berani ambil.
    Mereka sangat disiplin dalam mengambil
    jumlah posisi

  2. salam. sungguh luar biasa Artiket artikel yang ada di ayotradefx.com ini. dari sekian situs yang saya pernah kunjungi hanya situs ini yang mengupas tentang psikologi trading secara mendalam. ada buku nih tentang nasehat nasehat dari para trader sukses dunia , bukunya : The Master Traders : Belajar dari traders sukses dunia.
    mudah-mudah2an bermanfaat.

  3. Malam pak guru. :-D
    Saya kebetulan ada baca2 di forum tetangga, ada thread yg bagus dan menginspirasi pak.
    Buat teman2 semua mungkin ada sebagian dari teman2 yg sudah membacanya. Tapi gak ada salahnya kalau kita baca2 lagi karena sangat menginspirasi.
    Sekedar usul pak, gemana kalau diintisarikan dan dijadikan artikel supaya bisa lebih bermanfaat nagi pembaca setia AyoTradeFX pak :) dan terutama buat murid2 bpk.
    http://www.forexindo.com/forum/forex-lounge/3476-nasehat-nasehat-trader-sukses-dunia.html

    Salam, :)

  4. Kenapa ya Pak trading saham lebih populer & keterima di masyarakat indo, sehingga banyak buku best seller saham yg dipublikasikan di indo seperti Santo vibby, desmond wira & ellen may. Sedangkn utk forex bagaimana Pak? Apakah dunia kita ini selalu sunyi dan abu2 Pak dalam anggapan masyarakat? Mengingat istilah forex didunia nyata hanya familiar dengan penipuan berkedok investasi.
    Terima kasih banyak Pak

    • Kalau Pak Irfansyah membaca seluruh artikel yang ada d situs ini, pasti ketemu artikel yang menjelaskan yang ditanyakan. :-D

      Pemerintah memiliki kepentingan untuk memajukan trading saham dikarenakan salah satu indikator perkembangan ekonomi sebuah negara adalah naik turunnya indeks bursa saham. Makin bergairah bursa saham maka menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut sedang berkembang pesat. Demikian pula sebaliknya, kalau jeblok maka menandakan perekonomian negara tersebut sedang suram dan amburadul.

      Oleh karenanya, trading saham lebih populer dan lebih diterima masyarakat dikarenakan adanya dukungan pemerintah yang terus menerus melakukan edukasi dan dorongan kepada masyarakat agar turut terjun berinvestasi di bursa saham.

      Selain itu, pemerintah dapat mengontrol di bursa dengan ketat dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun. Disini pemerintah berperan aktif memantau dan mengendalikan jalannya bursa. Hal ini dikarenakan bursa saham sifatnya nasional dan bukan global. Sebagai contoh seperti di bursa Indonesia, meskipun di bursa-bursa saham negara lain melakukan transaksi Sell diperkenankan, tetapi pemerintah kita dapat cuek bebek melarangnya dan hanya transaksi Buy saja diperkenankan.

      Sedangkan di forex, pemerintah sama sekali tidak dapat melakukan kontrol apapun karena sifatnya yang global. Yang dilakukan pemerintah hanyalah bersifat pasif, contohnya bila Rupiah loyo maka barulah Bank Indonesia melakukan intervensi. Kalau Rupiah stabil maka pemerintah diam saja dan tidak melakukan apapun. Pergerakan forex lebih dipengaruhi oleh mata uang negara-negara besar seperi USD dan EURO, sedangkan Rupiah tidaklah memiliki peranan besar. Oleh karena itu akhirnya sikap pemerintah cenderung pasif dan hanya mengikuti perkembangan mata uang yang dominan.

      Forex akan menjadi menarik kalau Pak Irfansyah tinggal di US atau di Eropa dikarenakan mata uangnya adalah mata uang dominan yang dapat mempengaruhi ekonomi dunia. :)

      • Terima kasih banyak ya Pak atas penjelasannya secara detail.

        Berarti kenapa saham lebih diterima, karena adanya pengawasan pemerintah (safe), dukungan edukasi (support), dan sifatnya lokal (see) sehingga masyarakat bisa mengetahui apa perusahaannya dalam kehidupan sehari2 walaupun misalnya dalam trading hanya menggunakan analisa teknikal.
        Penalaran saya belum sampai kesitu Pak, mohon maklum ya Pak.

        Bener Pak, kita tinggal di indo, maenin euro, rasanya kaya pacaran tapi cuma lewat teks, chat, phone, kurang menjiwai, hehehe!

        Tapi terlepas dari itu semua, tergantung dari niat awal memulai trading forex itu sendiri ya Pak, bagaimanapun bentuknya, jalani aja hingga berhasil dan bahagia.

        Terima kasih banyak ya Pak.

      • suryadharma says:

        Mengutip dikit pak, memang sih sepengetahuan saya dari membaca (setelah tau loh pak, sebelumnya tidak :-D ), EUR/USD adalah mata pair yg paling aktif di bandingkan dengan pair yg lain. Nah saya juga bingung kenapa pak, entah gimana atau apa, saya baru sadar dalam arti kok enggak belajar di EUR/USD, saya malah belajar dengan pair GBP/USD. Semenjak sadar itu saya cari2 ya memang bener pergerakan EUR/USD cenderung lebih besar(lebih aktif) dari GBP/USD, bahkan ada yg bilang susah main di GBP/USD, ada yg bilang susah di tebak lah, aneh lah dan sebagainya dan merekomendasikan kalau enakan main di EUR. Sempat saya untuk coba2 di pair EUR, tp kok ada yang aneh, entah cuma perasaan atau apa saya masih belum mengerti, padahal chart ya sama saja , klo gag naik ya turun, gag turun ya naik, klo stag ya segitu2 saja sih (pendapat saya loh pak). Tetapi yg saya rasakan di GBP/USD sih selama latihan sampai saat ini tipikalnya bikin sport jantung (klo lagi floating sih :-D tp pair lain ada floating juga sih pak), dan dia lebih seperti naik motor ber CC besar gt stabil di ajak trek lurus. Yah lebih sreg gitu, bingung saya jelasinnya. Menurut bapak apakah ada pengaruh dari sisi psikologi trading terhadap pemilihan mata uang pair (tidak termasuk perhitungan margin required, spread, laverage dll yah pak, cuma semata dari psikologis saja).

        Trimakasih.

      • Candlestick disamping merupakan pencerminan pergerakan harga, juga merupakan percerminan karakter tradernya. Oleh karenanya selalu dikatakan bahwa tiap pair memiliki karakter masing-masing.

        Kalau merasa cocok dengan GU, ya silahkan saja. Mungkin karakternya sesuai dengan karakter dalam diri Pak Surya.

  5. selamat malam pak anton? sudah 4 bulan mencoba menyesuaikan diri dengan trading system yang saya pakai namun masih minus 50% s/d 100% saya sampai ngak bisa berfikir benar benar ngak ngerti pak? saya mau tanya pak? apakah menentukan waktu yang tepat untuk untuk trading itu penting sebab jika saya amati saya op pagi close jam 4 sore profit dapet tapi jika open jam 7 malam pasti los melulu jadi profit pagi habis di lalap MC malam harinya dan sudah tau begini tapi tangan masih gatel terus pengen OP lg

    • Profit atau loss bukan ditentukan oleh waktu trading tetapi ditentukan oleh kemampuan mengira-ngira arah trend (akurasi). Kalau akurasinya baik tentunya trading di waktu apapun tidak akan menjadi masalah.

      Waktu trading hanya berguna untuk efisiensi. Asia session cenderung lamban sedangkan Europe dan US Session cenderung cepat. Tentunya lebih efisien kalau melakukan trading di 2 session ini dikarenakan tidak perlu berlama-lama menunggu sehingga lebih efisien.

      Sedangkan loss 50% s.d. 100% (MC) dikarenakan Pak Agung tidak disiplin dengan SL. Andaikan selalu disiplin SL serta menggunakan money management yang bijak, tentunya loss akan bertahan tetap kecil dan tidak akan pernah MC.

      Dari pertanyaan-pertanyaan ini dapat disimpulkan kalau perjalanan yang harus Pak Agung tempuh masih sangat jauh :-D

      • agung setiawan says:

        wahh masih jauh ya pak? memang sih pak oktober 2012 genap 1 tahun saya terjun di dunia forex trading , ngak kerasa tp cukup melelahkan berbagai cara di lakukan. layaknya peneliti selalu melakukan esperiment. seperti kata pak anton lama lama mlempem jadi harus hemat semangat :-D

  6. Tadi pas ngopi sambil iseng browsing, nemu kalimat ini

    “trading itu sperti asuransi lifetime, dan latihan yg kita lakukan tiap hari seperti membayar premi, yg mana jika jumlah premi yg disyaratkan telah dipenuhi, maka premi ini akan melindungi kita sepanjang masa”

    Never Give Up!!!

  7. Salam Profit,membaca artikel ini sy hanya ingin sedikit berbagi mudah2mudahan ada manfaatnya berdasarkan pengalaman sy dlm trading sy menyimpulkan hanya money management rahasia trading untuk bisa sukses.Ketika anda telah menerapkan dgn disiplin yg tinggi dan akhirnya anda masih MC artinya anda belum bisa mengannalisa market.Lupakan ea,indikator,signal forex berbayar,jgn ikut seminar forex/pelatihan lebih baik anda gunakan uang anda untuk uji coba,ketika anda sudah bisa profit konstan didemo terus menerus coba anda Dispilin SL dan terapkan Money Management dengan disiplin yg tinggi,anda harus punya rading plan yg harus anda patuhi,jgn pernah berpikir anda sehari dapat sekian dollar tapi sesuaikan dengan deposit anda,jangan serakah dan jangan gegabah ,yg harus anda selalu pikirkan klw market tdk seirma dgn op anda,anda harus tahu kapan anda harus keluar market ketika anda salah,jgn trading dgn menggunakan kekuatan margin,usahakan jgn scalping karena itu menurut sy tdk efektif,lebih baik usahakan setiap op anda belajar minimal 100 pip sehari cukup sekali op,bila sudah target tercapai anda harus stop menahan diri,lebih baik hilang kesempatan daripada hilang uang,intinya klw anda mau sukses trading anda HARUS MEMBATASI RESIKO,RENCANAKAN DIAWAL KAPAN ANDA HARUS KELUAR MARKET KETIKA ANDA SALAH.Sebagus apapun trading system klw anda mengabaikan Money Management pasti suatu saat akan MC juga.Saya hanya mengingatkan bagi trader yg sudah berkeluarga klw anda sayang sama anak istri gunakan selalu Stop Loss/batasi resiko.Sebenarnya klw anda mau benar-benar sukses anda harus sering mengalami namanya MC dan anda harus selalu test ukur hasil trading anda.Intinya Kunci Rahasia Sukses Trading hanya Money Management.Dan jgn lupa sebelum OP anda harus berdoa dulu ya. :)

  8. putu wahyu says:

    Trading adalah salah satu jalan utk mendapat rejeki, yg pertama kita siapkan dulu wadahnya melalui amal dan selalu melakukan hal-hal yang positif setiap hari sehingga Tuhan dengan senang hati mengabulkan permohonan rejeki kita… [-O

    Karena dalam trading memiliki hukum perkecualian dalam proses pengambilan rejeki, di luaran sana orang jadi kuli bangunan untuk mendapatkan ongkos 60rb harus bekerja membanting tulang seharian penuh di bawah terik matahari, namun dalam trading bisa di peroleh dalam sekejap.

    Pertanyaannya…meski semudah itu namun mengapa sangat berat untuk diraih padahal sudah di depan mata? Padahal sudah demo selama 1-3 tahun…padahal sudah byk baca buku, ikut seminar, byk dan byk lagi senjata yg kita gunakan untuk menangkap duit di depan mata…tp malah uang kita bablassss. :))

    Kuncinya terletak pada seberapa murni hidup kita sehari-hari bagaimana hati dan pikiran kita bisa selaras dengan alam sehingga semua ini akan mengasah insting kita untuk membaca pergerakan market (alam). Tidak ada jaminan jam terbang bisa sepenuhnya mempengaruhi profit kita…. terbukti kawan kita cerita ikut trader profesional dengan jam terbang 8 th trading bisa kena MC. :-?

    Semua bahan-bahan teori,dari buku, EA, indikator dll adalah alat penunjang dan tidak bisa menjamin utk mendapat profit yang byk kalau keseharian kita kacau, bagaimana bisa konsentrasi jika pikiran kita runyam, banyak terkontaminasi sehingga wajar jika profesi ini tidak byk yang berhasil.

    Mohon maaf jika ada yang salah dalam penulisan ini, namun saya berharap banyak lahir trader-trader tangguh di Indonesia ( berkarakter kuat dan bijaksana ) sehingga setidaknya kita bisa berdikari dan tidak menjadi beban negara karena sibuk melamar kerja. ;)

    Salam Damai… :-D

    • Terimakasih banyak Pak Putu untuk nasihat nya,

      Saya masih pemula dalam trading ini,
      mohon bimbingannya dari Bapak2 yang sudah berpengalaman :)

  9. Tetep semangat Pak
    kabar baiknya, semua merasakan seperti apa yg Pak Reinaldi rasakan, jadi santai aja, banyak kawannya kok yg menemani belajar.

    • Iya Pak Terimakasih Banyak untuk motivasinya.
      bener kata Pak Irfansyah “tetep semangat”. :)

      • Sip Pak Reinaldy, seperti yg dikatakan oleh Pak Anton, trading adalah perjalanan panjang, oleh karenanya membutuhkan sumber daya yang cukup baik materi maupun kemampuan trading itu sendiri.

        Saya pun udah 1 tahunan berkecimpung, tapi yg didapat hanya kehilangan uang, pusing karena sumber daya saya belum cukup untuk menjadi seorang trader.

        So stelah melakukan perenungan besar kemarin2, ya saya akan cari kerja untuk mengisi materi dan belajar terus untuk memenuhi standard kemampuan untuk trading itu sendiri. Karena yg saya sadari saya telah membuang waktu karna bernafsu terburu2 terjun dan salah menempatkan urutan.

        Akibat kejadian ini, disamping kehilangan uang percuma, juga mengakibatkan saya stress dan malas melamar kerja, akibatnya CV saya masih kosong blong padahal lulus kuliah udah 1,5 th lalu, yg mana akan memberikan poin negatif di mata HRD perusahaan pada saat proses rekrutmen nanti yg merugikan kita pada saat kita ingin cari kerja untuk memenuhi sumber daya trading.
        Demikian Pak Reinaldy pengalaman saya, semoga bisa membantu.

  10. moch.samuti says:

    Berbicara lebih mudah dari pada melaksanakan, melaksanakan lebih sulit dari pada memahami, memahami lebih sulit dari disiplin intinya MUDAH DALAM OP SUSAH DALAM PROFIT.. MUDAH JADI KAYA DAN MUDAH JADI BANGKRUT.. kemarin seminggu yg lalu teman saya bangkrut dalam satu jam sebesar 250 juta padahal dia itu trader pengalaman selama 8 tahun ditambah parah lagi itu duid punya investor… saya di selt contest web ini mengikuti signal dia dengan tujuan saya pelajari kenapa dia buy atau sell eh… ga taunya mallah MC padahal sudah sebulan profit terus (akun temen saya itu) MARKET MEMANG ANEH seperti gambaran berikut… 8-> (maaf guru saya ga bisa2 and saya melihat guru sudah mulai jenuh megelola web ini karena murid nya pada bandel, rese, males, ngga disiplin, sok pinter, padahal guru sudah berkali2 ngasih tahu….

    • (maaf guru saya ga bisa2 and saya melihat guru sudah mulai jenuh megelola web ini karena murid nya pada bandel, rese, males, ngga disiplin, sok pinter, padahal guru sudah berkali2 ngasih tahu….

      iya pak samuti, saya sering kepikiran sperti kalimat pak samuti diatas.. :-D

      MM bijak dg lot kecil, SL,menghargai acc, sering kita dengar tapi saat menghadapi market,semua ilang…… :-D

      mohon maaf pak guru, semoga engkau tetap dilimpahi kesabaran yg berlimpah…

  11. Terimaksaih banyak Pak sudah mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya..
    Apa yang Bapak katakan tentang saya sepertinya semuanya benar, :)

    Ini yang ke dua kalinya Bapak menyarankan kepada saya untuk memilih jalan yang lain (ke bidang lain selain trading), semoga nanti ada yang ke-3, ke-4, ke-5 dan seterus nya yang mengindikasikan kalau saya belum menyerah untuk mencoba melalui nya, hingga sampai pada saat saya bisa berkata “Pak saya sudah melewati jalan itu dan alhamdulillah selamat sampai tujuan” :)

    • “Ini yang ke dua kalinya Bapak menyarankan kepada saya untuk memilih jalan yang lain (ke bidang lain selain trading)” :-P

      Padahal saya sendiri sudah lupa pernah menyarankan seperti itu. :))

      Biasanya saya menyarankan seperti itu pada para pemula yang berusaha cepat sukses dan enggan menjalani proses yang sulit. Dunia trading memang gemerlap sehingga banyak yang tertarik tanpa menyadari bahwa yang dihadapinya adalah bidang yang paling sulit dimana perlu waktu lama, perlu kerja keras serta ketekunan.

      Daripada buang waktu percuma dimana nantinya baru tersadar kalau ternyata sulit dan tidak cocok untuk dirinya, tentunya lebih baik sejak awal menyarankan untuk mencari bidang lain yang lebih cocok.

      Saya doakan semoga Pak Reinaldy tetap semangat dan tidak gampang menyerah. :)

      • Super sekali pak Guru…
        Inti artikel ini adalah sopir, bukan mobil….
        Sebagus apapun mobil yang dikendarai, tapi kalo disopiri oleh sopir yang ugal-ugalan, ndak tau rambu lalu lintas, hasilnya ya ndak sampe ke tempat tujuan.
        Tapi biar mobilnya jelek, asal sopirnya punya pengalaman bagus, biar macet, tapi ia bisa memperbaiki mobil itu sendiri (sistem).
        Tapi ada tidak ya pak… korelasinya ya pak antara Pendidikan Formal dengan kemampuan menyopir. Karena saya dulu pernah ujian SIM, samping saya sopir trailer, tapi ndak bisa baca tulis. Meski mungkin tak lolos ujian tulis, tapi kalo praktek…. polisi aja kalah kali ya? :))

      • Yang dikatakan Pak Mahfud ada benarnya, trading memang mirip dengan mengemudi dimana korelasinya dengan pendidikan formal tidak begitu kuat.

        Dalam artikel How I Made $ 2 Million yang menceritakan Darvas, seorang professional dancer yang pendidikan formalnya biasa-biasa saja, dimana mampu menghasilkan 2 juta dollar dalam waktu singkat. Pernah juga saya baca dalam sebuah artikel di internet, justru rata-rata trader yang sukses hanyalah lulusan SMA.

        Seperti halnya mengemudi, yang utama dalam trading bukanlah tinggi rendahnya pendidikan formal, tetapi pengalaman. :)

      • Terimakasih banyak do’a nya Pak. :)

        nanti kalau ada kontes lagi dari Bapak saya boleh ikut kan Pak?
        Hasilnya akan saya jadikan patokan untuk melihat siap atau tidaknya saya terjun ke real account.

      • Boleh saja, Self Contest terbuka untuk siapa saja yang berminat. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)