Waspadai UK Brokers

Waspadai UK Brokers

Posted by

Kita semua tentunya telah mengetahui bahwa sejak pemerintahan Obama, NFA sebagai otoritas pengawas para broker di US melakukan tindakan lebih tegas.

Tidak seperti pada masa-masa terdahulu dimana NFA cenderung diam dan pasif, sehingga para broker US pun dapat melakukan berbagai kecurangan dengan bebasnya.

Dikarenakan adanya aturan-aturan keras yang menuntut para broker lebih transparan dan lebih jujur sejak pemerintahan Obama inilah maka banyak broker US yang tidak “tahan” sehingga kemudian mengalihkan operasinya ke negara-negara yang memiliki aturan pengawasan lebih lunak daripada US.

Pada umumnya para broker ini mengalihkan operasinya ke negara-negara Tax Haven Countries. Tujuannya bukan karena alasan perpajakan, tetapi lebih kepada lunaknya pengawasan dari pihak otoritas.

Oleh karenanya kalau kita perhatikan bersama yang terjadi saat ini, banyak sekali broker yang berlokasi di Malta, Cyprus, Virgin Island, dan berbagai negara Tax Haven Countries.

Yang memiliki pengawasan otoritas lemah tidaklah hanya di Tax Haven Countries semata, tetapi ternyata termasuk United Kingdom (Inggris) juga memiliki otoritas pengawasan yang lemah.

Akibat lemahnya pengawasan ini maka para broker yang berlokasi disana dapat berbuat seenaknya dan menang sendiri dengan akibat merugikan para kliennya.

Meskipun sudah banyak yang melakukan complain dikarenakan dicurangi broker, tetapi rupanya otoritas pengawas di UK tetap saja “cuek bebek” sehingga broker-broker nakal ini tetap saja bebas beroperasi dan tidak dikenakan sanksi apapun.

Salah satu contoh dari kenakalan broker UK adalah peristiwa yang dilaporkan ke forexpeacearmy.com (FPA) sebagai berikut:

 


In April of 2012, Nasser2020 filed an FPA Traders Court case against Forex-Age. They were refusing to let him withdraw about $4000 that was in his account. His initial attempt to withdraw money in the middle of February was first delayed by his account representative because the company would only process withdrawals at the end of the month. He tried again at the end of February and his money still didn’t come.

By May, the new excuse from Dema Habeeb, Nasser2020’s account manager at Forex Age, was that no withdrawal would be processed if Nasser didn’t provide a written apology.

In June 2012, Nasser2020 reported that he had sent an apology letter and still had not gotten his money. Bill emailed Forex Age and got no reply.

There is no way to Apologize for Forex-Age’s Scam


 

Seorang klien dari broker Forex-Age dengan nick name Nassser2020 mencoba melakukan withdrawal sebesar $4000 dari account miliknya. Akan tetapi, withdrawal yang dilakukan sejak pertengahan Februari 2012 ditunda-tunda oleh broker dan tidak segera diproses.

Akhirnya, Nassser2020 melaporkan masalah ini ke FPA pada bulan April 2012.

Barulah broker bereaksi dan meminta Nasser2020 harus membuat surat permintaan maaf terlebih dahulu kalau ingin withdrawal-nya diproses.

Akan tetapi, meskipun Nasser2020 telah membuat surat tersebut pada bulan Juni 2012, ternyata tetap saja uangnya tidak bisa ditarik dari broker.

Cerita diatas memperlihatkan betapa konyolnya broker ini, untuk withdrawal saja harus mengirimkan surat permintaan maaf. Bahkan sampai surat tersebut dikirimkan pun ternyata tetap saja uangnya tidak dapat di withdrawal.

Silahkan Googling nama broker tersebut dan bila sudah ketemu coba perhatikan alamatnya, berlokasi di UK.

Sebuah broker yang menggelapkan uang klien dengan cara mempersulit withdrawal adalah sebuah kejahatan yang sangat parah dan kasar.

Di negara-negara yang memiliki otoritas pengawasan ketat dan tegas (seperti di US), bila sebuah broker berani melakukan tindakan seperti ini maka sudah jelas hukumannya yaitu lisensinya dicabut dan masuk penjara. Bukan hanya sekedar dikenakan denda dikarenakan kejahatan yang dilakukannya adalah kejahatan yang jelas-jelas kasar.

Anehnya, oleh otoritas pengawas di Inggris hal-hal seperti ini dibiarkan saja.

Kejadian ini mengingatkan saya ke peristiwa beberapa tahun lalu yaitu terdapat 2 broker yang bernama Sigma Forex dan ForexGen dimana keduanya jelas-jelas scam broker (Forex Broker).

Seingat saya, keduanya sama-sama berlokasi di UK. Meskipun keduanya jelas scam broker yaitu melakukan penipuan dengan cara mempersulit withdrawal, tetapi oleh otoritas pengawas UK dibiarkan saja walaupun pengaduan dari para korban sudah banyak sekali.

Kedua broker ini barulah ditutup beberapa tahun kemudian, entah ditutup oleh otritas pengawas UK atau tutup karena bangkrut.

Dari 2 kejadian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengawasan oleh otoritas d UK sangatlah lemah.

Oleh karenanya, ada baiknya waspadai broker-broker yang berlokasi di UK.

Jangan sampai Anda tertipu dimana sudah terlanjur melakukan deposit tetapi tidak dapat ditarik dananya.

Tentunya kita semua pun mengenal broker Alpari, yaitu broker terbesar yang juga berlokasi di UK.

Meskipun kantor pusatnya di UK, tetapi Alpari memiliki banyak cabang di berbagai belahan dunia. Selama ini Alpari memiliki reputasi bagus dan tidak pernah tersandung masalah.

Sehingga Alpari tidak dapat dikatakan sebagai scam broker dikarenakan tidak pernah mempersulit withdrawal.

Hanya saja, Alpari dikenal sebagai broker yang berjenis market maker dan juga memiliki spread yang setinggi langit akibatnya banyaknya IB yang bertebaran.

Bahkan kalau tidak salah, Alpari pun membuka cabang di Jakarta, yang mungkin merupakan salah satu dari IB-nya.

Mungkin di waktu terdahulu sebagai broker yang berjenis market maker, Alpari dapat melakukan berbagai kecurangan dengan bebasnya akibat pengawasan otoritas yang lunak.

Akan tetapi baru-baru ini, Alpari kena batunya, tertangkap basah oleh NFA atas perilaku curangnya dan akhirnya dikenakan denda.

 


July 26, Chicago – National Futures Association (NFA) has ordered Alpari US LLC, a futures commission merchant and forex dealer Member located in New York City, to pay a $200,000 fine as a result of an NFA Complaint filed in June 2012 and a settlement offer submitted by Alpari and two of the firm’s principals, Jermaine C. Harmon and Richard A. Lani.

The Decision, issued by NFA’s Business Conduct Committee, found Alpari violated several NFA requirements, including improperly cancelling forex trades and removing profits from customer accounts, failing to timely report trade data and other required information to NFA, failing to observe high standards of commercial honor, failing to comply with NFA’s Enhanced Supervisory Requirements and failing to keep accurate records. The Decision also found that Alpari – together with Harmon and Lani – failed to supervise.

In addition to the $200,000 fine, Alpari is required to refund within 30 days to customers losses they incurred as a result of the price adjustments that Alpari made to their accounts in connection with an October 2011 “market event.” Alpari must also provide verification to NFA that these refunds were paid to and received by customers.

NFA issues $200,000 fine against New York forex firm Alpari US LLC (NFA)
NFA issues $200,000 fine against New York forex firm Alpari US LLC (FPA)


 

Seperti dapat dibaca diatas, Alpari melakukan kecurangan seperti halnya broker market maker lainnya, menghilangkan profit, spike (price adjustment), dll.

Mungkin Alpari dapat bebas melakukan kecurangan selama masih berada di UK, tetapi begitu masuk US kecurangan tersebut tertangkap oleh NFA. :))

Meskipun Alpari hanya dikenakan sanksi sebatas denda, tetapi hal ini juga menunjukkan betapa lemahnya otoritas pengawas UK terhadap perilaku broker-broker nakal.

Akhir kata, sebaiknya waspadalah dengan broker-broker yang berlokasi di UK, demi kebaikan Anda sendiri. :)

 

11 Comments

  1. Mahfud says:

    Sekarang baru geger-gegernya dunia forex atas ditutupnya Liberty Reserve, imbasnya diprekdiksi ke beberapa broker low end….. Disinyalir ada beberapa broker yang terkait erat dengan LR.. Imbas di changer di Indonesia juga berdampak luas..
    Jadi gamang main forex ….
    Mohon pencerahan dari pak Guru…..!

    • Tentunya Pak Anton sudah pernah membahas hal ini. Penggunaan e-payment semacam ini memang diragukan, bukan dalam hal keamanan saja, namun masalah transaksi atau flow report keuangannya.

      Banyak broker abal-abal menggunakan LR sebagai sarana untuk deposit/withdrawal, namun seperti yang kita ketahui bahwa broker abal-abal hampir bisa dipastikan semuanya berjenis market maker yang jelas-jelas dana investor/nasabah tidak diperdagangkan langsung ke market, tapi ‘diolah’ terlebih dulu dengan nasabah lainnya.

      Hal ini menjadikan perbedaan yang signifikan dengan broker STP (Straight to Process) dimana mereka tidak menerima e-payment semacam LR. Broker yang baik sudah barang tentu memiliki pembukuan keuangan yang menyertakan nama kita sebagai nasabah-nasabahnya yang diatur bersama Bank Kustodian sebagai pihak penyedia Segregated Account.

      Lain halnya dengan broker low end alias abal-abal yang kemungkinan besar tidak menyertakan bank kustodian. Sementara untuk menggunakan pihak kustodian ini, broker diwajibkan memiliki ijin-ijin yang harus dipenuhi. Tentu mereka harus mengeluarkan lebih banyak modal lagi untuk ‘menggandeng’ kustodian. Pilihan menggunakan e-payment adalah sebuah fasilitas ekonomi.

      Broker yang terkait erat dengan LR seperti yang disampaikn Pak Mahfud tentu akan ketar-ketir dan mempertimbangkan penggunaan alat pembayaran lainnya. Selama broker-broker tersebut memiliki kekuatan modal yang baik, maka hal ini tidak menjadi masalah.

      Solusi termudah tentunya Pak Mahfud masih dapat menggunakan fasilitas transaksi lainnya yang disediakan oleh broker, misalnya dengan Wire Transfer, Kartu Kredit, dll.

  2. Salam kenal pak Anton., saya senang menemukan web ini, pembahasannya proporsional, tidak muluk-muluk, enak dicerna, edukatif… :)

    Dari beberapa (sedikit) artikel yang saya baca2 disini belum saya menemukan artikel yang spesifik membahas mengenai broker FXPRO. Saat ini saya sedang mempertimbangkan menggunakan broker ini untuk live trading. Sebelumnya saya sudah uji coba demo 2 bulan dan hasilnya konsisten bagus. Hanya saja saat membaca artikel tentang perbandingan broker, rating broker, marketmaker-ecn broker, saya jadi khawatir.. terutama pada proses withdrawalnya. Jangan sampai deposite dipermudah tapi ketika withdraw dipersulit… :(
    *Rencana deposit $5.000-$10.000

    Saya tertarik juga dengan VantageFx yg direkomendasikan pak Anton disini. Dimana saya bisa menemukan artikel mengenai VantageFx ini ya, saya mau pelajari pak.. skalian link referalnya juga pak. :)

    salam,
    Buntara

  3. yudi darmawan says:

    Pak Anton, saya mau tanya ttg percakapan berikut, mohon dijelaskan.
    —————————————————————————

    Selamat malam,

    Bagaimana dengan broker VantageFX.com

    Trims/salam

    Jawaban:

    Untuk broker Vantagefx ini kelihatannya perijinannya bukan sebagai broker di ASIC tsb, tapi semacam afiliasi dan penasihat saja.
    dan kalau di search di ASIC kok pendaftarannya di ASICnya mereka juga membingungkan serta tidak match.

    Kami lebih menyarankan memilih broker yang terdaftar jelas, terutama yang terdaftar di CFTC ya Pak agar lebih aman dan kredibel.

  4. putu wahyu says:

    pak anton mau tanya panduan mengisi ASIC Suitability Questionnaire, bisa di bantu spy bisa lolos memulai trading di boker australia. tks

    • Pak Putu, copy paste saja ASIC Suitability Questionnaire kesini agar dapat diketahui lebih detil dan juga agar para pembaca yang lain dapat mengetahuinya. Sehingga nantinya dapat dibuatkan artikel khusus yang membahas hal ini.

      Akan tetapi, prinsip untuk menjawab kuisioner tersebut hanya 3 hal yaitu sudah paham perihal trading, sudah paham akan resikonya, dan sudah cukup kaya untuk menangggung resiko kerugian. :)

      • putu wahyu says:

        Terima kasih pak Anton, saya kemarin sudah lolos walaupun mencoba terus beberapa kali gagal seperti halnya uji kompentensi sifatnya. Jadi kalau kita gagal menjawab dianggap belum layak untuk trading karena pemahaman kita dianggap masih kurang dalam masalah trading beserta resiko yang menyertainya.

  5. wah pak, ventage bukankah dari inggris juga :-D gimana dong pak,
    si bapak bikin jantung naik turun saja, ngebahas inggris :-D

    • VantageFX memang pusatnya di Inggris, tetapi yang saya gunakan adalah Vantage yang berlokasi di Australia dan diawasi oleh ASIC (otoritas pengawas Australia). Karena Pak Surya sangat teliti dengan kata atau kalimat, judul artikelnya sengaja digunakan kata “Waspadai” dan bukan “Jangan Gunakan”. Kalau “Waspadai” maka diserahkan kepada penilaian masing-masing. :-D

      Tidak perlu jantungan, tetapi tentunya lebih baik waspada daripada kejeblos. :)

  6. wah..klo Uk saja sdh tidak aman, trus negara mana selain US yg masuk kategori aman ya :-/ ?

  7. sekedar melengkapi saja pak :) … :

    – forex age tidak benar2 berada inggris melainkan hanya memiliki *virtual oficce* di inggris, sehingga bila tidak benar2 berada di inggris maka tdk terdaftar di fsa. daftar broker nfa: http://www.100forexbrokers.com/fsa-regulated-brokers

    – alpari tertangkap di usa karena ada komplen dan bukti dari client, sehingga dapat dianggap bhw nfa menunggu laporan client.

    – fsa juga bersikap sama, reaktif menunggu laporan client. salah satu contoh broker yang pernah di denda oleh fsa adalah activtrades. link aktifitas respon fsa : http://bit.ly/N7hov9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)