Broker vs IB

Broker vs IB

Posted by

Selama ini kalau menjelajah di ForexPeaceArmy, kasus yang diungkap selalu hampir sama saja yaitu trader versus broker.

Trader mengatakan broker-nya curang, WD dipersulit, trading-nya diakalin oleh broker, dan berbagai hal lainnya yang intinya para trader menuduh bahwa broker yang digunakannya telah berbuat curang.

Rasa-rasanya selama ini belum pernah ada satu pun thread di ForexPeaceArmy yang merupakan kebalikannya yaitu broker yang menuduh. Umumnya thread yang ada ya rata-rata seperti itulah, trader nuduh broker dan bukan sebaliknya.

Tetapi saat menjelajah ForexPeaceArmy, tanpa disengaja menemukan thread lain daripada yang lain yaitu broker menuduh IB. Wah, seru nih, karena baru kali ini ada broker yang memperkarakan IB-nya sendiri. :-D

Kalau memang benar terjadi, waduh… betapa bodohnya broker ini, sampai-sampai bisa dikadalin oleh IB-nya sendiri. :))

Setelah membaca seluruh posting-posting yang ada di thread tersebut, isi perbincangan yang ada di dalamnya sangat konyol, bahasa yang digunakan kampungan dan kasar, bahkan ujung-ujungnya berbau SARA, sampai-sampai menghina nama negeri kita yang tercinta ini. :(

Yah begitulah kalau yang menulis posting di thread tersebut hanya sekedar trader abal-abal, masih mengedepankan emosi dan tidak menggunakan akal sehatnya.

Seperti pernah ditulis sebelumnya, tutur kata maupun perilaku yang kita gunakan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya, menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya, yang memang benar-benar berpendidikan tinggi atau yang bukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, bertutur kata jauh lebih mudah karena yang dilakukan hanya berbicara. Dengan kalimat berantakan seperti apapun, orang lain akan tetap dapat mengerti dengan maksudnya. Andaikan terjadi salah omong atau salah kata, orang lain pun tidak terlalu memperhatikan.

Meskipun berbicara adalah hal mudah dimana tiap orang bisa melakukannya, tetapi tentunya kita semua juga dapat dengan mudah mengenali apakah si pembicara memiliki pendidikan tinggi atau tidak dinilai dari tutur katanya.

Lain pula kalau berada di dunia maya, jauh lebih sulit daripada kehidupan sehari-hari karena harus mampu menulis kata demi kata dengan tata bahasa yang baik agar dapat mudah dimengerti oleh pembacanya dan juga dapat langsung mengena ke permasalahan.

Dengan kata lain, di dunia maya jauh lebih mudah mengenali seseorang, karena dari apa yang ditulisnya maka dapat langsung diketahui latar belakang pendidikannya maupun kecerdasannya dari tata bahasa tulisannya dan dari caranya menjelaskan sesuatu.

 

 

Kalau tata bahasanya kacau, ditambah pula setelah berkali-kali dibaca, yang membaca tidak juga kunjung mengerti apa maksudnya, maka sudah bisa ditebak seperti apa latar belakang pendidikan maupun kecerdasan si penulisnya. :-D

Dengan kita semua sudah bertahun-tahun berkecimpung di market, tentunya kita juga sudah paham bahwa agar sukses dapat mengalahkan market maka yang digunakan adalah akal sehat dan bukan mengedepankan emosi.

Seorang trader professional tentunya tidak gampang emosian, mengesampingkan egonya, dan memiliki mental yang mampu menghargai yang lainnya. Bagaimana bisa mengalahkan market kalau selalu egonya yang dimenangkan dan menghargai orang lain saja tidak bisa. :)

Seperti kata sebuah kalimat bijak “Hargai Orang Lain Jika Kau Ingin Dihargai“.

Tentunya agar nantinya dapat dihargai oleh orang lain, diri kita tidaklah dengan mudah seenaknya melontarkan hinaan, cacian, bahkan makian. Justru kalau dengan mudahnya melontarkan kata-kata kasar seperti itu maka yang buruk adalah dirinya sendiri, karena akhirnya ketahuan betapa kerdilnya dirinya sebenarnya.

Seseorang yang dengan mudahnya menghina orang lain menunjukkan betapa sempit dan picik pandangan maupun pikirannya.

Seseorang yang cepat emosian dan cepat menyalahkan orang lain menunjukkan kekerdilan jiwanya. Kalau tidak percaya, coba saja perhatikan orang-orang di sekeliling Anda. :)

 

 

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang mampu menampung semuanya, termasuk yang buruk, tanpa merasa harus emosi. Karena itu disebut berjiwa besar karena mampu menampung segalanya.

Toh tiap permasalahan selalu ada jalan keluarnya.

Daripada capek marah-marah (bisa-bisa nanti kena stroke :-D ), kenapa tidak disampaikan dengan cara yang santun dengan tutur kata yang sopan.

Menyampaikannya dengan santun dan sopan tentunya jauh lebih mudah dimengerti dan lebih mudah dipahami daripada disampaikan dengan marah-marah dan emosional. Selain itu, yang mendengarkan pun menjadi lebih menghargai dan lebih bersimpati.

Coba sampaikan dengan marah, yang dengar pasti dongkol, bahkan bisa-bisa Anda langsung ditonjok karena kebetulan yang dimarahi ternyata emosian juga. :))

Tidak perlu mengharapkan orang lain berbuat maupun bersikap seperti itu, mulailah dari diri Anda sendiri. Toh yang namanya hal baik lebik cepat “menularnya” dari pada hal buruk.

Nanti kalau banyak yang mengikuti, maka lama kelamaan negeri ini akan lebih damai, tentram, dan dapat berubah menjadi salah satu negara maju. Bukan seperti selama ini, dari saya lahir sampai sekarang judulnya masih sama saja yaitu negara berkembang melulu.

Kalau Anda ke Bali, coba perhatikan tingkah laku bule. Tidak sengaja bersenggolan di jalan, mereka duluan yang berkata “sorry”. Beda dengan kita, bukannya minta maaf tapi malah nantangin. :-D

Itulah kenapa negara si bule lebih maju daripada negeri ini, karena sikap maupun perbuatan warga negaranya mendukung kemajuan negara tersebut. Dengan damai, saling menghargai, saling membantu, tentunya kemajuan lebih mudah dicapai daripada dengan saling berantem sendiri.

Kelemahan bangsa kita selama ini adalah selalu mengedepankan ego maupun emosi, bukan mengedepankan akal sehat. Selain itu, masih banyak yang memiliki persepsi bahwa tiap permasalahan harus diselesaikan dengan marah, bahkan adu fisik.

Padahal masalahnya sepele, justru dengan marah maka masalah biasanya malah menjadi makin parah.

Lihat saja di televisi, petugas bandara ditampar hanya gara-gara pesawat terlambat, bandara ditutup gara-gara kehabisan tiket, dan masih banyak kekonyolan lain di negeri ini yang menjadi bahan tertawaan di luar sana.

Sebagai trader tentunya Anda sudah terbiasa menghitung profit atau loss. Gunakan hitungan tersebut tiap kali mengalami masalah. Kalau cuma kesenggol doang, buat apa marah-marah, toh gak ada profit-nya. Bahkan bisa-bisa menjadi loss, kalau kena tonjok dan hidung berdarah-darah. Mending minta maaf, masalah selesai, dan fokus ke hal lain yang lebih penting.

Itulah kenapa perlunya ada perubahan sikap maupun perbuatan di diri kita masing-masing. Kalau sikap maupun perbuatan kita hanya sukanya cari masalah untuk hal-hal sepele, kapan negeri ini bisa maju.

Selain itu, masih banyak yang memiliki persepsi kalau bisa hanya menjadi kaya raya sendirian. Biarkan saja orang lain tetap susah dan melarat.

Padahal persepsi yang benar, kalau Anda bisa membuat orang lain menjadi lebih kaya, tentunya Anda jauh lebih kaya darinya. :)

Prinsip inilah yang saya gunakan untuk situs ini. Disamping gratis membagi ilmu agar Anda lebih kaya ilmu (semoga dengan bekal itu, suatu hari nanti menjadi kaya materi). Juga mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat berbagi materi dengan menggunakan EA Andromeda, semoga saja kinerjanya tetap baik dan tidak jeblok.

Bagi yang membaca artikel ini, bila suatu hari nanti saya sudah tidak dapat menulis maupun membagikan ilmu (toh saya tidak hidup selamanya), teruskan kebiasaan membagi ilmu dan saling membantu kepada lingkungan di sekeliling Anda. Agar lambat laun negeri ini makin maju sehingga anak cucu kita dapat memperoleh masa depan yang lebih baik.

Anda tidak harus pintar dan tahu segala hal, karena kadang kala ilmu yang Anda anggap sepele bisa saja memberikan banyak manfaat bagi yang lain. :)

Kembali kepada permasalahan dengan menggunakan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan diatas, broker ini awal mulanya menuduh bahwa IB-nya telah berlaku curang dengan menggunakan banyak account palsu yang kemudian digunakan untuk “mencuri” komisi IB sejumlah $24 ribu.

 

 

Yang diherankan, hanya dengan kalimat sesingkat itu, tanpa ada penjelasan detil, bisa-bisanya pihak broker dengan mudahnya menuduh seseorang.

Kalau trader menuduh broker dengan kalimat singkat, itu mah sangat wajar. :)

Pada umumnya trader adalah perorangan, bukan perusahaan. Dan biasanya yang cepat menuduh di ForexPeaceArmy kebanyakan adalah trader-trader pemula. Yang nantinya setelah ada penjelasan dari pihak broker maka masalah terselesaikan dengan baik.

Nah, ini yang menuduh pihak broker, sebuah perusahaan kelas dunia, dengan seenaknya menuduh seseorang hanya dengan kalimat singkat. Heran…

Tentunya kita semua tahu seperti apa broker beroperasi. Broker selalu memiliki sistem pengamanan yang berlapis-lapis, jangankan sampai berhasil “mencuri” uang broker, mengakali hasil trading kita sendiri saja bisa dibilang tidak mungkin.

Jadi, kalau broker tersebut merasa kecolongan, justru yang patut diacungi jempol adalah IB-nya, jarang-jarang lho ada yang mampu membuat broker sampai kelabakan. :-P

Halaman demi halaman thread tersebut saya baca seluruhnya, tetapi sampai halaman akhir saya tetap tidak paham akan kesalahan IB tersebut. :-D

Seperti tertulis dalam gambar diatas, pihak broker menuduh bahwa IB tersebut mendaftarkan banyak klien dengan menggunakan identitas palsu.

Sepengetahuan saya, broker yang mempermasalahkan kebenaran identitas hanyalah broker-broker di UK dan USA. Broker-broker ini adalah broker besar yang iklannya banyak bertebaran di berbagai situs.

Mereka akan benar-benar melakukan pengecekan alamat via telepon, menanyakan sumber dana modal dari mana asalnya (untuk menghindari pencucian uang), dan berbagai hal lainnya demi meyakinkan diri bahwa klien tersebut tidak menggunakan identitas palsu, bukan dicurigai sebagai teroris, dan dana yang digunakan jelas asal-usulnya.

Kalau dari pengecekan awal sudah terdapat tanda-tanda “tidak jelas”, broker tidak segan-segan menolak.

Berbeda dengan broker yang berlokasi di negara-negara lain, agak lebih longgar. Yang penting ada KTP serta ada bukti kebenaran tempat tinggal maka account langsung disetujui.

Mereka tidak repot melakukan verifikasi alamat dengan menggunakan telepon seperti halnya broker UK dan USA. Bagi broker ini, yang penting dana masuk, trading segera dilakukan, dan broker segera memperoleh penghasilan dari spread.

Apalagi broker kelas micro account seperti broker ini, tentunya tidak mau repot seperti itu. Lebih mahal biaya telponnya daripada penghasilan spread. :-D

Tentunya menjadi sangat menggelikan dan konyol kalau broker sekelas ini kemudian menuduh IB-nya mendaftarkan banyak klien dengan identitas palsu. Yang sejak awal tidak melakukan pengecekan itu si broker. :)

Tugas IB hanyalah sekedar mencari klien, soal pakai identitas palsu atau tidak, itu urusan broker untuk melakukan verifikasi.

Andaikan benar yang digunakan oleh para klien IB tersebut adalah identitas palsu, seharusnya sejak awal (kalau broker-nya mau repot telepon) sudah diketahui. Kalau diketahuinya belakangan, apalagi komisi sudah dibayarkan, ya bukan salah IB-nya, tetapi salah broker.

Selain itu, setahu saya komisi IB baru dibayarkan kalau klien yang didaftarkan sudah melakukan deposit.

Sehingga tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal, silahkan saja identitasnya palsu, tetapi depositnya khan tidak mungkin pakai uang palsu. :-D

Oleh karena itu, sampai halaman terakhir thread tersebut, saya tetap tidak paham salah si IB ada dimana. :-D

Silahkan kalau diantara pembaca ada yang bisa menjelaskannya.

 

Namun si IB rupanya tidak mau kalah, dibeberkan pula kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh broker ini, bahkan dalam bentuk video.

Silahkan tonton dibawah ini:

 

 

Terlihat dari video diatas, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara nilai spread yang terpampang di monitor dengan yang terjadi saat dilakukan entry.

Hal ini dapat terjadi karena broker “memainkan” nilai slippage. Sehingga meskipun nilai spread sangat kecil tetapi saat dilakukan entry, terlihat nilainya langsung “bengkak”.

Dari video tersebut telah jelas bahwa sasaran broker ini adalah trader pemula, yang tidak paham kalau nilai slippage-nya dipermainkan oleh broker. Oleh karena itu pangsa pasar broker ini di micro account karena disinilah tempatnya para pemula.

Apesnya si broker, kebetulan ketemu IB yang ternyata bukan pemula, sehingga arah berbalik, gantian brokernya yang “dimainkan” oleh IB-nya. :))

Namun thread tersebut sejak awal sudah berbau rasialis seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini:

 

 

Konyol khan, tanpa ada dukungan data maupun fakta sudah seenaknya saja menghakimi.

Yang dihakimi olehnya pun tidak main-main, bukan lagi perorangan tetapi 3 bangsa sekaligus.

Padahal data dan fakta yang benar jauh dari apa yang ditulis oleh penuduh, sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:

 

 

Untuk lebih jelas perihal data kejahatan credit card diatas, silahkan dibaca di Forbes.com: Countries With The Most Card Fraud: U.S. And Mexico

Kejahatan credit card di Indonesia hanya 18% atau nomor empat terendah dari 17 negara yang ada didalam daftar tersebut. Yang terbesar justru Mexico, USA, dan India.

Tapi jangan salah sangka dahulu, kejahatan credit card di Indonesia sangat rendah bukan karena negeri ini sangat aman.

Tetapi yang benar, karena yang memiliki credit card di negeri ini masih sedikit akibat masih berupa negara berkembang. :))

Yang mengejutkan, perilaku maupun tutur kata pihak broker sangat kasar, dengan seenaknya menghina seperti dalam gambar dibawah ini:

 

 

Yang mewakili pihak broker adalah karyawan yang dibayar. Biasanya pihak broker sangat ketat menyeleksi orang-orang seperti ini, karena kalau sampai salah tulis maka dampaknya akan merusak citra broker. Tentunya kalau citra sudah rusak, maka klien pun akan kabur pindah ke broker lain.

Nah, orang yang mewakili broker ini benar-benar kampungan, tidak menghargai yang lain, menghina seenaknya, dan cara-cara menjawabnya pun benar-benar tidak professional seperti layaknya yang mewakili broker.

Kalau sampai broker memilih orang seperti ini untuk mewakilinya di forum, wah… bayangkan seperti apa parahnya serta kacau balaunya broker tersebut. :(

Thread di ForexPeaceArmy ini menjadi sangat menarik, karena disamping pihak broker bertingkah kampungan, juga yang nimbrung disitu, entah kenapa, sepertinya sangat benci dengan negeri kita yang tercinta ini.

 

 

Karena tidak paham dengan arti kata tersebut, akhirnya saya jelajahi internet demi menemukannya.

Ternyata artinya hampir mirip dengan kata “negro” yang digunakan untuk menghina orang-orang berkulit hitam. Di negeri seberang, kata tersebut dapat diartikan sebagai “orang rendahan”.

Kata tersebut awal mulanya adalah singkatan dari nama negeri ini, agar lebih cepat mengucapkannya maka disingkat.

Mungkin karena disana terlalu banyak TKI yang bekerja di kelas bawah yaitu sebagai pembantu, sopir, buruh, dll. Akhirnya kata tersebut digunakan untuk menghina yang dianggapnya memiliki “kasta” yang lebih rendah.

Namun akibat tulisan yang berbau rasialis, akhirnya si penulisnya langsung di-banned untuk selamanya dari ForexPeaceArmy.

Syukurin khan, sudah era globalisasi begini masih juga rasialis. :-D

 

 

 

Untuk lebih detilnya, silahkan dibaca sendiri thread tersebut di ForexPeaceArmy: Scammer

Akhir kata, artikel ini juga diperuntukkan menjawab pertanyaan Pak Jali yang pernah menanyakan perihal broker ini.

 

2 Comments

  1. Pupung adalah IB dari OctaFX. OctaFX menuduh Pupung mendaftarkan 20 orang referalnya dari IP address yang sama. Di OctaFX, adalah terlarang jika calon referal mendaftarkan akunnya melalui IP address yang sama dengan IB-nya sendiri, karena ini dianggap oleh OctaFX sebagai cara atau akal-akalan dari si IB untuk mendapatkan rebate OctaFX. Tapi apesnya, OctaFX baru menyadari akal bulus Pupung setelah sempat membayarkan rebate kepadanya sebesar 24 ribu US dollar :-P :-P

  2. Tks master anton advisnya, 42,78% oke bgt master.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

insert image dalam comment (JPEG only)